Mantan Tercinta

Mantan Tercinta
Noda Darah


🔕 Jangan di baca ya...........🔕


Beberapa jam sebelumnya, Ariel terus mencoba untuk berdamai dengan perasaannya sendiri, bagaimana bisa kalimat itu keluar dari mulutnya? ia tidak akan menjemput Anggun, akan merelakan Anggun dengan semua keputusannya, menerima semua penolakan yang akan di berikan Anggun untuknya, hancur ! sebenarnya hatinya hancur saat mengatakan semua itu.


Alisa menghentikan Ariel, ketika Ariel hampir masuk kedalam mobil mewah yang sudah terparkir tepat di depan loby hotel. Dengan kasar Alisa menarik lengan Ariel.


"Kamu sudah mempermainkan aku Ariel, kamu sudah membuatku malu didepan umum!" teriakan Alisa terdengar di telinga beberapa orang yang ada di sana.


"Randahkan suaramu itu ! Jangan menambah masalah dengan semua omong kosongmu!"ucapan Ariel membuat Alisa tersenyum getir.


"Omong kosong? Kamu bilang omong kosong? Kamu yang mulai, semua ucapanmu tadi itulah omong kosong! tarik semua pengakuanmu ! aku yakin tidak pernah ada pernikahan itu, kamu tidak mungkin menikahi perempuan penggoda itu ! "


"Alisa....! " teriak Ariel sembari mengangkat satu tangan dan hampir mengenai pipi Alisa.


"Ariel.....! " tangan Nyonya Widia sudah menarik lengan anaknya, ia datang di waktu yang tepat.


Ariel mengepalkan tangannya, mencoba menahan amarahnya " Jangan pernah menyebutnya sebagai wanita murahan ! " jari telunjuk Ariel menancap di bahu Alisa, ia tidak suka dengan ucapan Alisa.


"Hahahaha kau membela dia? setelah kau juga menghinanya? " teriak Alisa.


"Jangan mencampuri urusanku! mulai hari ini jangan pernah menemuiku ! detik ini juga, kita tidak terikat hubungan apapun! " tegas Ariel.


"Kau tidak bisa melakukan ini Ariel, lalu bagaimana dengan janin yang ada di dalam rahimku ini huh ? kau mau lari dari tanggung jawab sebagai seorang Ayah ? " teriakan Alisa menarik perhatian dari sebagian orang disana, bahkan tanpa mereka sadari ada yang mengabadikan vidio pertengkaran mereka.


Ariel tersenyum sinis " Aku sudah mengingat semuanya, malam itu aku tidak menyentuhmu! yang ada di dalam benakku hanyalah Anggun ! jadi hentikan kebohonganmu ini ! "


"Ck ! baiklah, aku tidak bisa meyakinkanmu ! tapi aku bisa meyakinkan Anggun ! " ancaman Alisa membuat Ariel gusar.


"Jangan pernah berani mendekati istriku!" tegas Ariel sebelum masuk ke dalam mobilnya.


Alisa cuma bisa menatap nanar pada mobil Ariel yang sudah semakin menjauh. "Aku tidak akan melepaskannya ! " ucapan Alisa membuat Widia menarik lengan Alisa.


"Jadi kau tidak hamil?kau menipu?" tanya Widia yang sedari tadi diam, menyaksikan pertengkaran Ariel dan Alisa.


"Kita lihat saja nanti Tante ! " Alisa menjawab dengan emosi sembari menghempaskan kakinya pergi menjauhi Widia.


.


.


.


.


.


.


Malam ini, tidak ada hujan, dan juga tidak ada petir yang menyambar, tapi dinginnya malam ini membuat setiap orang berlomba untuk mencari kehangatan, tarik selimut tidur diatas ranjang yang nyaman, dan berharap mendapatkan kehangatan.


Sepasang suami istri ini sudah berbaring di atas ranjang. Keduanya saling menatap dalam dengan penuh kasih sayang. Ariel masih terus membungkam bibir Anggun dengan ciuman.


Rasanya seperti mimpi di malam yang liar, mimpi yang menjadi kenyataan, mimpi yang benar benar terlihat nyata. Ariel mengecup semua bagian dari wajah Anggun, dan sampai meninggalkan jejak di setiap bagia sensitif istrinya.


"Istriku....! Kamu istriku ! " benar benar mimpi yang nyata, saat melihat Anggun tersenyum dan menganggukan kepala.Yes ! Anggun sudah tidak trauma, itulah yang ada di benak Ariel.


Ariel melanjutkan lagi aksinya yang beberapa waktu lalu sempat tertunda, dan kini ia menjelajahi lagi bongkahan yang sempat membuat ia hampir gila, bagaimana tidak ! saat itu Ariel berakhir di dalam kamar mandi.


"Pukul aku kalau kamu menolak ! " dalam hati Ariel jangan sampai dia mendapatkan pukulan di malam yang sama, dalam keadaan yang sudah sangat menggelora.


"Lakukanlah ! " jawab Anggun tersipu malu, ingin rasanya Anggun bersemunyi di dasar laut yang terdalam.


"Setelah ini, jangan harap aku akan melepaskanmu sayang ! " Ariel kembali membungkam bibir tipis Anggun, ternyata istrinya ini benar benar sudah tidak trauma.


Apapun kenyataanya aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi .


Ariel meyakinkan dirinya untuk menerima Anggun dalam keadaan apapun, mungkin saja Dana dan Claudya membohonginya dulu, tapi Ariel sudah tidak perduli.


Untuk sesaat Ariel menghentikan gerakannya, Ariel tercekat dan menatap dalam pada manik Anggun, membuat Anggun bertanya " A-ada apa ? " lirih Anggun, sedikit takut saat Ariel sudah menghentikan aksinya.


Ariel tidak menjawab, ia mendkatkan wajahnya dan mengecup mesra kening Anggun. "Aku tidak mau menyakitimu ! " ucap Ariel dan mengecup lagi pipi Anggun.


"Mak-maksudnya ! " pertanyaan Anggun membuat Ariel tersenyum, ternyata wanita milik Ariel ini benar benar polos " Baiklah kita mulai lagi," batin Riel.


"Pukul aku jika kamu menolak ! " terulang lagi kalimat itu, " Ti-tidak ! " jawab Anggun.


Hasrat yang menggebu itu sudah menguasai Ariel, Ia meresapi semua bagian yang ada, benar benar memabukannya, suara lembut Anggun semakin membuat sesuatu di bawah sana semakin menuntut. Anggun meringis saat merasakan perih, Ariel yang tidak tega kembali membungkam mulut istrinya, dan berusaha menenagkannya.


Kuku jemari tangan Anggun yang lancip, sudah menancap di punggung Ariel. Malam ini Ariel tidak mendapatkan pukulan, melainkan ia mendapatkan cakaran yang perih saat ia sudah lebih jauh menjelajahi bagian terdalam ini, Ia lebih menggila melebihi penjajahannya di bongkahan itu.


Ariel tau, perih yang dirasakannya tidak sebanding dengan perih yang dirasakan Anggun, sehingga ia merelakan punggung putihnya berdarah. Kini Ariel sudah berhasil menjelajahi bagian terdalam itu.


Malam ini semua berakhir, cinta yang dulu hilang, kini sudah kembali ke tempatnya yang semula, dan kekasih yang dulu pergi, kini sudah kembali pulang, kebencian yang timbul karena salah pahaman, kini sudah memudar. Keduanya saling mencurahkan cinta yang mendalam.


Suara bising dari keduanya sudah mendominasi kamar ini. Ariel terus melakukannya, selama ini ia selalu bisa menahan nafsunya, tapi setelah ini dia tidak akan bisa lagi menahannya.


Kesucian yang sempat di pertanyakan, kini sudah mendapatkan jawaban, terbukti sprei putih ini sudah ternoda bercak darah. Noda darah tanda kesucian Anggun. Anggun menyerahkannya tapa ada paksaan.


Anggun sadar, sejauh apapun ia menghindar dari Ariel, jika Tuhan sudah menyatukan takdir mereka, maka Anggun tidak bisa menolaknya, karena jauh di lubuk hati Anggun, ia masih sangat mencintai Ariel.


Tuhan lah yang maha membolak balikkan hati manusia, tanpa ada kompromi di dalamnya.


Terima kasih untuk semua dukungannya..


Bersambung........


Antara Posesif dan Obsesi entahlah.


Tadinya saya ingin melewati bab ini, tapi mengingat cerita ini bermula dari sini, maka terjadilah itu bab yang di atas. Harap bijak menyikapi bacaan.