Mantan Tercinta

Mantan Tercinta
Terima Kasih Untuk Pembaca Setia


Anggun kesal dan mengambil guling lalu memukul punggung Ariel sampai suaminya ini berbalik arah menjadi menghadapnya.


Ariel memegang guling itu, ia menatap lekat wajah istrinya, dan berkata. "Aku gak mau kamu disakiti sama perempuan itu lagi!" Bahkan menyebut namanya saja, Ariel merasa jijik sekali, perempuan itu kenapa harus muncul sih?


Anggun melepaskan guling itu dengan kasar.


"Semua baik-baik aja, dan kejadian itu sudah lama berlalu, kamu aja udah aku maafkan, terus kenapa aku gak boleh maafkan Claudya?" Giliran Anggun yang kesal, ia bangkit tapi Ariel menarik tangannya, saat ini keduanya sudah duduk berdampingan.


"Intinya aku gak suka kalau kamu dekat sama dia, kamu terlalu baik sayang. Aku gak mau kamu ketularan aura jahatnya!"


"Tapi--


"Aku gak mau berdebat masalah ini, ok! Aku cuma gak mau dia berbuat jahat lagi sama kamu sayang, aku gak mau kamu disakiti sama dia lagi, jadi tolong kamu ngerti ya."


Ariel memeluk Anggun dan mengecup puncak kepalanya, setelah itu ia beranjak masuk ke dalam kamar mandi.


Anggun hanya diam, lalu ia memangku Aarick dan memberikan Asi untuk anaknya.


Tok...Tok...Tok...


Pintu kamar Anggun diketuk, Anggun segera membaringkan Aarick yang sudah tidur di atas kasur, sepertinya bayi ini kelelahan, karena hampir seharian bermain di luar rumah, lalu Anggun membuka pintu.


"Ada apa, Mbak?" tanya Anggun kepada pengasuh Aarick yang sedang memegang paper bag.


"Anu, Bu. Ini ketinggalan di mobil," pengasuh Aarick menyerahkan benda warna coklat ini.


"Sepertinya ini bukan punya saya, Mbak!" Anggun tidak merasa membelinya, lalu ia membuka dan mengambil isinya, wajahnya terlihat merona, karena kesal dan menahan malu.


Sebuah lingeri yang sangat minim, warna merah menyala, dan sangat transparan yang tidak sengaja diperlihatkan di depan pengasuhnya, cepat-cepat Anggun menyimpan lagi lingeri ini ke tempat semula.


"Kalau gitu, saya permisi dulu, Bu," pamitnya sembari tersenyum mebayangkan apa yang terjadi setelah ini.


Anggun hanya berdehem dan kembali menutup pintu, lalu ia mengambil lingerie dari paper bag yang mungkin Ariel lah yang sudah membeli tanpa sepengetahuannya, oh suaminya itu kenapa selalu mesum sih?


Malam kembali datang, jam dinding sudah menunjukan angka 11 malam, sebagian penghuni rumah lelap dalam mimpi, tapi tidak dengan Ariel yang masih mondar-mandir di dalam rumah. Ayah satu anak ini sedang mencari apa yang tadi dibelinya secara diam-diam.


"Kemana hilangnya lingerie itu?" Ariel sangat resah, lalu ia memutuskan untuk kembali ke dalam kamar, tidak ada siapapun di sana, Aarick tidur di kamar yang ada di samping kamarnya, lalu ada di mana istrinya?


"Sayang...! Kamu di mana?" Ariel menuju kamar mandi, namun tidak ada suara di sana, lalu ia mengetuknya.


Tok....tok...tok....


"Sayang, kamu ada di dalam, kan?"


"Iya, Mas...! Tunggu sebentar!" Anggun menyahut dari dalam.


"Kamu ngapain? Ini sudah malam, jangan lama-lama di dalam kamar mandi! Nanti kamu masuk angin, loh...!"


Ceklek (Pintu dibuka dari dalam)


Ariel terperangah, niatnya ingin buat kejutan untuk istrinya, tapi kenyataannya dirinya yang mendapatkan kejutan isatimewa.


Anggun berdiri dengan memakai lingerie yang tadi dibelinya, lekuk tubuh istrinya terlihat begitu sempurna, Anggun tersenyum dan sengaja mengalungkan kedua tangannya di leher Ariel.


"Kejutan," ucap Anggun, selama menikah ini yang pertama kali Anggun memakai lingerie.


"Sayang, kam---


"Sayang, aku sudah minta maaf, semua sifatku karena aku sangat mencintai kamu dan Aarick." Ariel melingkarkan tangannya di pinggang Angggun.


"Iya, tap---


Sekarang Anggun yang terdiam, karena Ariel sudah membungkam bibirnya, kini keduanya larut dalam kobaran lautan asmara yang dalam, sampai Ariel menggendong dan merebahkan Anggun di atas kasur dan memulai aksinya sampai pagi.


Keesokan harinya.


Beberapa bulan yang lalu, Claudya sudah melangsungkan pernikahan, saat ini ia tengah hamil muda, kandungannya masih hitungan minggu, rumah tangganya tidak terlalu rukun.


Claudya menikah dengan seorang karyawan biasa, dan ternyata belakangan ini ia baru tahu kalau suaminya itu bekerja di salah satu anak cabang perusahaan Ariel, yang tidak lain mantan kekasihnya sekaligus mantan tercintanya, sungguh malang nasip Claudya.


"Bu, Claudya, ini roti dan kejunya mau di antar sekarang?" tanya salah satu karyawan toko kuenya, iya Claudya membuka toko roti di tengah kota metropolitan.


Claudya sengaja kembali ke Kota yang pernah di tempatinya dulu, demi membantu perekonomian keluarganya, sementara suaminya tetap tinggal di kota B, karena menetap di kantor cabang milik Ariel, sementara kedua orang tua Claudya sudah meninggal karena kecelakaan, sementara adik Claudya masih merintis karirnya.


"Oh, iya! Tolong kamu antar ke alamat ini ya!" Claudya memberikan kartu nama kepada pekerja tokonya, lalu ia kembali melanjutkan kegiatannya di meja kasir.


"Anggun, dia sudah bahagia dengan Ariel, punya anak, dan Ariel terlihat sangat mencintainya, andai saja dulu aku tidak melakukan kesalahan, pasti hubungan kami tidak seperti ini," gumam Claudya.


*****


Di rumah Ariel.


Ariel masih berkutat dengan laptopnya, sesekali ia melirik Arick yang sudah mulai lasak, anak laki-laki yang mewarisi wajahnya itu sesekali memasukkan mainan karet ke dalam mulutnya, dengan cepat Ariel beranjak dan meraih mainan itu, bahkan ia membuangnya kesembarang arah.


"Kenapa dibuang, Mas?" Anggu baru saja masuk ke ruang kerja Ariel, ia mengambil mainan kenyal bentuk dinosaurus ini, dan ikut bergabung dengan Ariel yang duduk di karpet bulu yang dibentang di lantai.


"Aarick hampir memakannya, Mas takut kuman masuk ke dalam mulutnya," jawab Ariel.


"Mas, semua ini sudah steril, aku rasa gak ada masalah, semua anak-anak juga seperti ini, Mas. Lagi pula mainan ini sudah dipastikan aman, kok!"


"Aku tahu itu, tapi jangan dibiasakan!"


"Kenapa sih, sifat kamu masih seperti yang dulu? Kamu sadar gak, sih? Kamu terlalu posesif, sudah cukup sama aku aja, Mas, jangan lakukan itu sama Aarick juga, kasian dia!" Anggun tidak terima, ia memangku anaknya dan menjauhkannya dari Ariel.


"Iya, Mas minta maaf ya. Sini dong, kemarin baru mesra-mesraan, sekarang marahan lagi," Ariel duduk dan memeluk Anggun dan Aarick dari belakang.


"Kamu, sih aneh-aneh aja," perempuan kalau sudah ngomel tidak bisa berhenti, bahkan semua mau diungkit.


Ariel menggaruk rambutnya yang tidak gatal, dan terpaksa memasang telinga mendengarkan omelan istrinya.


💮💮💮💮💮TAMAT💮💮💮💮💮


Terima kasih saya ucapkan kepada semua temen-temen yang sudah meluangkan waktu membaca karya saya yang masih banyak kekuranganya ini ya😊


Sebenarnya novel ini sudah tamat, kemarin kasih bonus bab, untuk mengobati rasa rindu☺ tapi saya jadi keterusan dan masih ingin melanjutkan novel ini, tapi ada beberapa alasan yang masih menjadi pertimbangan saya, jadi nanti akan saya putuskan dimana kelanjutannya, tetap difavoritkan boleh ya❤ Biar tahu informasi dari kelanjutan MANTAN TERCINTA


siapa tahu besok-besok saya lanjutkan di novel ini, atau dijudul baru, soalnya novel ini sudah lama tamat, dan saya tidak mau menyalahi atau melanggar aturan☺


Terima kasih, sekali lagi saya ucapkan untuk semuanya🤗 Jaga kesehatan sayang-sayang akoh😍


Cinta Suci Fery masih lanjut di sini, ada juga Ariel dan Anggun di sana😊