
Kilatan cahaya dari lampu kamera yang terus saja merekam dan mengambil gambar Alisa dan Ariel yang sedang mengumumkan status baru keduanya, masih berlangsung para pemburu berita masih melayangkan pertanyaan kepada pasangan yang batal mengadakan pesta pernikahan mewah, karena keduanya sudah berstatus sebagai mantan kekasih, namun publik memuji keduanya yang berakhir damai, terutama Alisa yang berlapang dada menerima kenyataan ini.
"Lalu siapa wanita yang sudah menjadi istri Pak Ariel...? "salah satu wartawan kembali bertanya.
Ariel masih terus berusaha tenang padahal, ia sudah ingin keluar daru sini dan mencari istrinya, Ariel memandang semua wajah yang masih menanti jawabannya, sampai ia fokus menatap kamera yang ada di depannya.
Ariel tersenyum menatap kamera.
"Dia wanita yang special, wanita yang selalu menjaga hatinya untukku, wanita pertama dan satu-satunya yang memiliki hatiku, aku sangat mencintainya..." Ariel menggantung ucapannya, sejenak memejamkan mata dan menyebut nama Anggun di dalam hatinya.
"Aku sudah lama menjalin hubungan denganya, dia adalah wanita yang luar biasa wanita yang memiliki kesabaran yang tiada batas, wanita yang sudah mau memberikan aku kesempatan kedua," Ariel mengucapkan itu dengan wajah yang sendu, memikirkan ada dimana istrinya itu.
Ariel menatap kamera dan kembali tersenyum.
"Anggun Anggraini istriku yang cantik, aku sangat mencintaimu," ucap Ariel, dan ia beranjak dari tempatnya.
Semua tepuk tangan terutama para awak media, berita ini akan menjadi topik hangat, tentu saja mereka akan mendapatkan bonus besar. Beberapa wartawan tampak mengejar Ariel dan Alisa tapi para pengawal menghalangi mereka, sampai Ariel dan Alisa hilang dari pandangan mereka.
.
.
.
.
"Ciyeee ciyeeee...Mbak Anggun, itu suaminya mengungkapkan cinta di depan umum, jadi topik hangat loh Mbak," sedari tadi Airin yang tak lain adik kandung Ariel terus menggodanya.
Anggun tersipu malu dan terus menatap tablet yang dipegangnya, ia terus memutar vidio saat Ariel mengungkapkan cinta untuknya. Sedangkan mertua dan mama angkatnya hanya pura-pura tidak tahu, padahal keduanya sangat bahagia mengingat rumah tangga anak-anaknya sudah tidak ada masalah.
"Tidak sia-sia kan kita bawa Anggun ke sini ," ucap mama Widia.
"Terus sampai kapan mereka berpisah seperti ini? kasihan Anggun..."
"Sebentar lagi Jeng, aku punya rencana bagus,"
Widia membawa menantu dan besannya ke luar negri ke tempat Airin selama ini menimba ilmu.
.
.
.
Dua minggu kemudian.
Ariel yang di tinggalkan istri ini masih saja tidak semangat, dia terus berusaha mencari Anggun di semua tempat yang pernah mereka datangi, bahkan sampai ke kampung halaman Anggun, namun anehnya paman dan Bibi juga tidak ada di rumah, para tetangga mengatakan mereka pergi dengan membawa koper besar.
"Ayolah....dimana istriku...cepat katakan," resah Ariel, namun Fery masih diam seribu bahasa dan terus fokus peda laptopnya.
"Rambutmu juga sudah gondrong, aku takut Anggun tidak mengenalmu lagi," ejek Yusri.
Fery menutup laptopnya dengan tenang dia duduk di samping Yusri, sepertinya mereka semua sudah berdamai. Fery memberikan amplop kepada Ariel.
"Kau mau main tebak-tebakan ya?" tanya Ariel.
"Bukalah..."
"Festival kembang api? sudah aku duga kau memang tau dimana Anggun, apa Anggun ada di tempat ini ?"
"Tidak...aku yang mau pergi ke tempat itu," jawab Fery santai.
Yusri tersenyum mengejek Ariel, karena selama di tinggal Anggun, Ariel membiarkan bulu-bulu halus memenuhi wajahnya, bahkan rambutnya sudah gondrong.
"kau cari masalah ya huh ! "Ariel semakin kesal.
"Tidak mau ! kau pergi saja sendiri,"
"Aku tidak punya uang, ajak aku tinggal di rumahmu yang ada di sana, jadi aku tidak perlu mengeluarkan biaya, setelah itu kau bisa menemui Anggun,"
"Kalau saja kau bukan kakak iparku, sudah ku hajar kau ," Ariel semakin kesal.
Fery dan Yusri melirik satu sama lain.
.
.
.
.
Fery, Ariel, dan Yusri baru saja sampai di Bandara, Ariel mewujudkan keinginan Fery untuk menonton festival kembang api yang memang cuma diadakan dalam satu tahun sekali. Di belakang mereka juga ada Endi dan Alisa entah apa yang sudah terjadi diantara mereka sampai keduanya saling menempel.
Sampailah mereka di tempat tujuan, tapi tidak di rumah yang di tempati Airin selama ini, mengingat tempat itu cukup jauh dari tempat Festifal kembang api yang akan berlangsung malam ini.
Malam' pun tiba, mereka sudah berada di tempat tujuan, dimana sudah banyak orang yang sedang menghitung jarum jam menunggu acara di mulai.
"Seharusnya aku membawa Anggun bulan madu ke tempat ini," Ariel masih saja kesal, pemuda yang siang tadi sudah merapikan rambutnya ini terlihat semakin tampan.
"Keluarlah, tunjukan dimana tempatnya," ucap Yusri, ia membuka pintu mobil, Ariel yang tidak punya pilihan mengikutinya.
"Kita harus menapaki anak tangga, dan naik ke bukit sana, dari sana kita bisa melihat dengan jelas pemandangan kota yang menakjubkan, tentu dengan percikan kembang api yang cantik itu, jadi kalian semua pergilah !" perintah Ariel dengan wajah yang cemberut.
"Jalanlah di depan kami Riel, kau kan petunjuk jalan," ejek Endi.
"Kau jangan cari masalah, aku tidak mau menonton kemesraan kalian," Ariel semakin kesal, ia merogoh hpnya yang bergetar di kantong celananya.
Deg...................
Ariel terkejut melihat pesan yang dikirimkan Airin untuknya, adiknya itu mengirimkan gambar seorang wanita berdiri membelakanginya, membiarkan rambut panjangnya terhembus angin malam, Ariel hapal betul postur tubuh ini.
Gambar kedua wanita yang di gambar ini terlihat dari samping, dengan memakai gaun yang tidak menutupi kaki jenjangnya, hapal betul pemilik tubuh ini.
"Ada apa ?" tanya Fery.
Ariel masih saja diam, dia mengamati setiap gambar ini, samapi ia menyadari satu hal, wanita ini berdiri di puncak yang akan mereka tuju, dan Ariel masih berdiri di dekat anak tangga itu artinya jarak mereka tidak jauh, mereka ada di tempat yang sama.
Gambar berikutnya membuat Ariel semakin tidak percaya, adiknya itu mengirimkan gambar wajah ISTRI yang selama ini dicarinya. Sejak kapan mereka saling mengenal? pikirnya.
"Jadi selama ini kalian mengerjai aku ya huh! " Ariel tidak terima ternyata cuma dia yang tidak tahu dimana istrinya.
"Pergilah, temui istrimu...dia juga tidak tau kalau kau ada di sini," jawab Yusri.
"Tunggu balasanku !"
Tanpa membuang waktu, dengan semangat Ariel berlari menapaki anak tangga yang entah berapa jumlahnya, aura kebahagiaan menyelimuti hatinya, ia terus berlari sesekali tidak sengaja menyenggol bahu orang lain.
Ariel berhenti saat ponselnya kembali bergetar.
"Awas kau Airin, tunggu hukuman dariku," kesal Ariel melihat gambar Anggun yang sudah berpindah tempat, apa lagi di gambar itu juga terpampang wajah Airin yang mengejeknya.
Ariel membuka pesan Airin.
"Jangan buang waktu kak, aku sudah menahan kak Anggun disini, aku takut istrimu ini cari tempat lain, dan itu pasti akan menyulitkanmu, berjuanglah kak..."
"Tetap disana, jauhkan istriku dari laki-laki lain." setelah membalas pesan kembali berlari untuk menemui istrinya.