
❤️Terima kasih sudah mendukung❤️
Brak.....
Ariel hampir saja menabrak pengendara mobil lain yang melintas berlawanan arah, untunglah dia masih bisa menguasai stir mobilnya dengan baik, dia hanya menabrak pohon besar yang ada dipinggir jalan.
"S**l " Ucap Ariel sambil memukul keras stir kemudinya. Ariel keluar dari mobil dan langsung menghubungi seseorang.
Ariel berakhir lagi di club' malam dia merasa kalah sebelum berperang, niatnya untuk kembali membalas dendam kepada Anggun urung dia lakukan , bola mata Anggun melemahkan dirinya.
"Aku sudah bilang, jangan lagi kau temui gadis itu, kalau kau tidak bisa membalaskan dendam mu itu Ariel, " Kata Yusri sambil menggoyangkan gelasnya yang berisi minuman keras.
"Aku bisa gila , aku sendiri tidak tau kenapa dia masih bisa membuatku seperti ini, " Ucap Ariel lantang, karena memang Ariel belum minum apapun.
"Boleh aku tanya sesuatu Riel?" Tanya Yusri sambil menatap tajam pada Ariel yang duduk didepannya.
"Katakan! "
" Apa yang membuatmu meninggalkannya dulu? "
" Dia menghianatiku dia tidur dengan pria lain, itu makanya aku bilang kau harus menjauhi dia, dia bukan wanita baik baik.!"
"Kau bercanda ya? tidak mungkin dia tega melakukan itu! "
"Terserah tapi itulah kenyataannya, aku sendiri yang melihatnya, bahkan sekarang dia dekat sama Fery itu. "
"Pantas saja selama ini kau sangat marah dan membencinya, tapi sekarang kau masih mengharapkannya bukan?"
"Aku cuma mau memastikan sesuatu saja, saat aku mengatakan kalau aku mencintai Alisa aku tidak merasakan getaran apapun, tapi saat aku mengatakan kalau aku mencintai Anggun, jantung ku berdetak lebih cepat Yusri, dan kau tau apa artinya itu,?"
" Semua sudah terjadi, sudah lima tahun ini kalian hidup terpisah, dan selama ini juga kau sudah bisa melupakannya, jadi ingat sebentar lagi kau akan menikah dengan Alisa, gadis itu sudah melakukan banyak hal untuk mu. "
"Aaarrgh B*r*n*s*k ! " Teriaknya frustasi.
Pyar ...Botol minuman itu kembali menjadi korban amarah Ariel.
Sementara Widia dan Alisa menuggu Ariel diruang tamunya, iya benar Alisa sudah mengiikrarkan diri sebagai calon istri Ariel, dan itu membuat Widia bahagia bagaimana tidak. Alisa adalah seorang model cantik dan juga seorang wanita yang berasal dari keluarga kaya.
Setelah makan malam tadi, Widia meminta Alisa untuk menginap dirumahnya. Bahkan Widia kenal dengan baik kedua orang tua Alisa. Perusahaan orang tua Alisa juga sudah bekerja sama dengan perusahaan Erlangga. Kebanggaan besar bagi Widia memiliki calon besan yang sekelas dengan dia.
" Tante, kenapa sudah semalam ini Ariel belum juga pulang? kemana dia Tante? "
"Tunggulah sebentar sayang, atau lebih baik kamu istirahat jangan menunggu Ariel pulang."
"Gak Tante, Alisa nunggu Ariel disini aja, kali Tante mau tidur Alisa gak masalah kok sendirian disini. "
"Baiklah, sebenernya Tante sudah lelah, kalau begitu Tante masuk kamar dulu ya." Ucap Widia meninggalkan Alisa diruang tamu.
Jam 3 pagi Alisa terbangun dari tidurnya, dia baru sadar kalau dia tertidur diruang ruang tamu, dia terbangun ketika mendengar suara mesin mobil yang sepertinya baru berhenti.
Alisa bangkit, dia langsung menuju pintu utama dan membukanya.
"Ariel kenapa,? " Tanya Alisa yang melihat Yusri merangkul Ariel, sedangkan Ariel seperti orang yang hampir kehilangan kesadarannya.
"Dia mabuk." Kata Yusri sambil perlahan berjalan melewati Alisa .
Alisa kembali menutup pintu dan berjalan cepat menyusul Yusri yang berusaha membawa Ariel menaiki satu persatu anak tangga. " Biar Aku bantu ," Kata Alisa sambil meletakkan lengan Ariel dipunggungnya.
Alisa dan Yusri membaringkan tubuh Ariel di atas kasurnya, dengan telaten Alisa membuka kedua sepatu Ariel " Kenapa dia bisa mabuk seperti ini? " Ucap Alisa sembari meletakan sepatu Ariel ditempatnya .
"Aku tidak tau, Kau sendiri kenapa ada disini?"
"Tante yang memaksaku tadi, Kau pulanglah Yusri, "
"Apa tidak akan jadi masalah kalau Aku meninggalkan kalian disini.?"
"Jadi kalau Ariel tidak mabuk, Kau akan berbuat yang macam macam dengannya?"
"Ah sudahlah keluar sana." Kata Alisa sembari mendorong tubuh Yusri keluar dari kamar Ariel.
Setelah mastikan Yusri pergi menjauh , Alisa kembali menutup pintu kamar Ariel, dia berjalan perlahan mendekati Ariel yang sudah tertidur di posisinya semula.
Alisa memperhatikan setiap bagian dari diri Ariel, bahkan Alisa bisa melihat dengan jelas dada Ariel bergerak mengikuti nafasnya.
Alisa duduk dipinggir ranjang Ariel, dengan berani Alisa memegang erat tangan Ariel. Terlihat senyuman manis menghiasi wajah cantiknya, " Aku akan menjadi istrimu, " Katanya dia mencium sekilas tangan Ariel.
"Jangan pergi..."
Alisa bisa mendengar dengan jelas suara Ariel, walaupun pria itu masih memejamkan kedua matanya.
"Aku tidak mungkin pergi." Kata Alisa yang masih memegang tangan Ariel. Perlahan tubuh Ariel bergerak, dia mengubah posisi tidurnya membelakangi Alisa, dan itu membuat Alisa melepaskan pegangan tangannya.
"Maafkan Aku...
"Kamu lucu sekali, kenapa bisa mengigau begini sih hm?" Kata Alisa, dia berjalan perlahan memutari kasur dan duduk kembali disamoing Ariel yang masih memejamkan matanya.
Lama Alisa memperhatikan wajah tampan Ariel, Alisa menyentuh wajah Ariel, semua bagian darinya, keningnya , alisnya , matanya , hidungnya ,sampai kebagian bibirnya.
Alisa tersenyum karena Ariel sedikit menggerakkan tubuhnya, sepertinya Ariel merasakan sentuhan diwajahnya. Alisa terus melakukannya lama dia menyentuh semua bagian dari wajah Ariel.
Tiba tiba Ariel membuka kedua matanya dan itu mengejutkan Alisa dengan cepat Alisa menarik kembali tangannya. Tapi Ariel tidak membiarkan itu, Ariel menggenggam erat tangan Alisa. " Kau disini?" Ariel membuka suaranya.
"Maaf Aku....
"Jangan pergi, tetaplah disini. " Kata Ariel dia perlahan duduk tapi tetap memegang erat tangan Alisa.
Bau minuman keras masih tercium dengan jelas , Ariel mendekatkan dirinya tepat di samping Alisa yang juga terus menatapnya .
Bahkan jarak mereka sudah semakin dekat, Ariel membelai lembut rambut Alisa dengan tangan kanannya , sementara tangan kirinya masih menggenggam erat tangan Alisa.
"Aku mencintai mu, " Ucap Ariel pelan tepat di wajah Alisa.
"Aku juga ." Kata Alisa dengan senyuman diwajahnya.
Ariel membawa Alisa kedalam pelukannya , lama dia memeluknya, seolah olah Alisa adalah orang yang sangat dia rindukan.
"Jangan pergi lagi " Kata Ariel lembut sambil mengusap rambut Alisa.
"Aku tidak akan pergi ."
"Maafkan Aku..."
"Kamu pasti mabuk ya? Kenapa dari tadi minta maaf?"
"Aku salah, Aku yang salah."
Perkataan Ariel membuat Alisa terdiam, Karena Alisa tidak mengerti apa yang dimaksud Ariel, untuk apa Ariel meminta maaf ? Ariel melepaskan pelukannya, dia masih menatap tajam Alisa. Lama dia memandangnya, sesekali Ariel mengusap wajahnya dengan telapak tangannya.
Aroma minuman keras ini, masih tercium dengan jelas oleh Alisa, karena jarak keduanya sangatlah dekat .
Ariel memegang wajah Alisa dengan kedua tangannya, dia memiringkan sedikit kepalanya dan memejamkan kedua matanya. Sedangkan Alisa masih terpaku ditempatnya.
"Ariel sadarlah " Batin Alisa dan diapun ikut memejamkan kedua matanya.
Bersambung....
Mampir ke cinta Raisa ya....