Mantan Tercinta

Mantan Tercinta
Mulai curiga


"Aku masih mencintai mu Anggun."


Deg......


Alisa bisa mendengar dengan jelas nama yang disebut Ariel sebelum pria itu terlelap dalam tidurnya.


Keesokannya, Ariel terbangun dari tidurnya, dia merasakan sedikit sakit di kepalanya. Perlahan tangannya menyingkap selimut yang menutupi tubuh polosnya.


"Alisa? "


Ariel terkejut mengetahui Alisa tidur didalam kamarnya, bahkan seranjang dengannya. Ariel tidak ingat apa yang terjadi dengan mereka.


Ariel bergerak cepat dia mengambil kaos dari dalam lemari dan langsung memakainya.


"Kenapa Alisa ada disini? Alisa bangunlah," Kata Ariel tapi dia enggan mendekati ranjang dimana Alisa masih tertidur dengan pulas dibawah selimutnya.


" Tidak, ini tidak mungkin, aku tidak mungkin melakukan itu,! " Ariel frustasi dia menjambak rambutnya dan mengusap wajahnya dengan gusar. Pandangannya masih tertuju pada Alisa.


" Kamu sudah bangun sayang.." Ucap Alisa dengan suara parau. Alisa masih menutupi tubuhnya dengan selimut itu.


"Alisa kenapa kamu ada disini? kenapa ada didalam kamarku?" Tanya Ariel penasaran.


"Kamu tidak ingat apa yang sudah kita lakukan?" Kata Alisa sambil menyenderkan tubuhnya.


" Memangnya apa yang kita lakukan Alisa?"


"Jangan bercanda Ariel, kita sudah melakukanya, kamu mabuk Ariel, aku sudah memperingatkan mu, tapi kamu tidak mau mendengarkan aku,!"


"Alisa jangan bercanda , ini tidak lucu,! "


"Aku tidak mungkin mempermainkan harga diriku Ariel, aku ini seorang wanita, hiks hiks"


Mendengar Alisa menangis membuat Ariel terdiam, dia masih saja mencoba mengingat semua kejadian yang sudah mereka lewatkan, tapi semakin Ariel mencoba mengingatnya, semakin dia merasakan sakit di kepalanya.


" Baiklah Alisa, aku butuh waktu, biarkan aku sendiri dulu Alisa !"


"Apa yang kamu ragukan Ariel? bukankah kita akan segera menikah? kenapa kamu ragu? Kamu mau bertanggungjawab kan?" Ucap Alisa dia sedikit mengeraskan suaranya.


"Tenanglah Alisa, Aku cuma butuh waktu untuk mengingat semuanya Alisa, aku pasti akan bertanggung jawab,!"


"Aku mau kita menikah secepatnya, aku tidak mau menunggu lama lagi Ariel, aku mau hari ini juga kita menyelesaikan busana pengantin kita." Kata Alisa dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.


"Baiklah Alisa , aku akan turuti kemauan mu, kita akan menikah secepatnya." Kata Ariel dia melangkahkan kakinya masuk kedalam Toilet.


"Maaf Ariel, aku harus egois, aku tidak akan membiarkan mu menjauh dariku, aku harus selalu menjadikanmu milik ku." Batin Alisa.


Kemudian Alisa menyingkap selimut yang tadi menutupi seluruh tubuhnya, ternyata tidak ada satu pakaianpun yang dia tanggalkan, pakainya masih melekat dengan sempurna menutupi tubuhnya. Dengan cepat Alisa keluar dari kamar Ariel.


Ariel masih tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi, dia membersihkan tubuhnya dibawah shower, dia berdiri dengan kaki yang gemetar, dengan mata yang terpejam, Ariel membiarkan kucuran air membasahi seluruh tubuhnya.


"B*r*n*s*k Kau Ariel Arghhhhhh"


Bug bug bug.....


Ariel memukul mukul dinding dengan sekuat tenaga, dia mengutuk pada dirinya sendiri. Waktu yang berlalu tidak bisa diputar kembali.


Menyesal pun sudah percuma.


*****


Beberapa jam kemudian di Butik Anggun.


Dengan wajah yang berseri Alisa mengikuti semua yang diarahkan Anggun, begitu juga dengan Anggun, dia terlihat biasa saja dan profesional menjalankan pekerjaannya.


Setelah semua urusannya selesai, Alisa menggandeng Anggun ke Kafe yang letaknya tepat di samping butik milik Anggun.


Di atas meja sudah ada dua jus dingin yang mereka pesan, dengan dua piring cemilan kecil yang menemaninya.


"Secepatnya, memangnya kapan kalian akan melangsungkan pernikahan?"


"Dalam waktu dekat, kami berdua masih harus menyelesaikan pekerjaan yang memang tidak bisa dibatalkan, dan aku masih ada beberapa pekerjaan di luar kota, "


"Aku akan menjadi pendamping mu nanti hahah" Kata Anggun bercanda.


"Itu harus, kamu masih ingat pertemuan pertama kita dulu Manda?"


" Masih lah, ingatanku kuat tau."


"Aku beruntung bisa mengenalmu, dulu sahabatku sendiri mengkhianati aku, mereka berteman dengan ku hanya karena harta yang aku punya, belum lagi salah satu dari mereka juga selingkuh dengan kekasih ku, " Kata Alisa sambil menggenggam tangan Anggun.


"Sudah Alisa tidak perlu diingat lagi, kalau itu membuatmu sakit, !" Kata Anggun, mencoba menghibur Alisa yang terlihat sedih.


"Tidak Manda, aku tidak bisa melupakannya, kamu tau sendiri sejak saat itu, aku selalu menutup diri dari orang lain, aku tidak percaya dengan siapapun lagi, tapi setelah kamu datang, aku kembali sadar masih ada orang yang mau tulus berteman dengan aku." Kata Alisa sambil tersenyum.


" Kamu terlalu berlebihan, sebenarnya itu karena kamu orang baik Alisa , diluar sana juga masih banyak orang yang mau berteman dengan mu."


"Tapi aku tidak mau berteman dengan mereka, aku takut dikhianati lagi Manda, aku masih trauma kejadian itu akan terulang lagi,"


"Apa yang membuat mu takut?"


"Itu karena Ariel, aku takut kehilangan Ariel." Kata Alisa sambil menatap tajam Anggun.


"Oh, iya aku lupa ,!"


Anggun meraih gelas berisi jus dingin dan meminumnya perlahan, untuk mendinginkan tenggorokannya yang mendadak kering setelah mendengar nama Ariel.


"Kamu tau , ketika aku bertemu dengannya dulu, aku sudah tertarik dan selalu penasaran,


hampir setiap malam dia menghabiskan waktunya di club' malam, dari jauh aku selalu memperhatikannya ." Kata Alisa, dia masih saja menatap tajam Anggun.


"Dia menghabiskan banyak minuman, dia terlihat seperti orang yang patah hati, aku bisa dengan jelas merasakannya, karena aku tau rasanya dikhianati, kamu tau apa yang paling lucu Manda? "


"Tidak ," Jawab Anggun singkat.


"Banyak para wanita cantik yang datang untuk menggodanya, dengan pakaian minim yang melekat ditubuh mereka, tapi Ariel selalu menolak, aku semakin penasaran, perlahan aku mendekati Ariel, dia juga menolak ku, mengusir ku ,tapi aku tidak menyerah, dan akhirnya perlahan aku berhasil menarik perhatian Ariel."


Alisa memperhatikan raut wajah Anggun yang jelas terlihat berubah, setelah menceritakan hubungannya dengan Ariel. Terlihat jelas wajah Anggun yang sendu meskipun dia berusaha menutupi dengan senyumannya.


" Kamu tau apa yang membuat aku sulit menarik perhatiannya dulu Manda?" Tanya Alisa lagi.


"Tidak, aku tidak tau Alisa."


"Anggun,


Deg....


Alisa menggantungkan bicaranya. Dia masih menatap tajam pada Anggun, sedangkan Anggun, dia masih tidak mengerti kemana arah bicara Alisa.


"Ariel sering menyebut nama Anggun dalam keadaan mabuk, dia menyebut Anggun sebagai pengkhianat, setiap malam Ariel menyebut nama Anggun, dan aku tau satu hal, Anggun adalah orang yang sudah mengkhianati Ariel sedalam itu, dari situ aku berjanji akan menghapuskan nama Anggun dari ingatan Ariel."


"Kamu begitu mengejarnya ?"


"Karena aku mencintainya, dan aku baru teringat satu hal, bukankah nama mu juga Anggun? lebih tepatnya Manda Anggun Anggraini? mungkinkah kamu Anggun yang dimaksud Ariel selama ini,?"


Pertanyaan Alisa membuat Anggun terdiam,


Bersambung...


Terima kasih sudah mendukung,


Maaf kalau Gak bisa up setiap hari ya🤗🤗🤗