
Setelah pertengkaran di taman rumah sakit dengan Fery seminggu yang lalu, aku benar benar tidak bisa menjalankan aktifitas ku seperti biasa. Bayangan Fery yang membawa Anggun pergi, sangatlah membakar hatiku, sejujurnya aku tidaklah membenci Fery, hanya saja aku tidak menyukai kedekatan antara dia dan Anggun, wanita yang aku cintai, wanita yang aku lepaskan karena kebodohan yang aku ciptakan sendiri. Iya... Aku sadar betapa bodohnya aku, ini bukanlah kesalahan Dana, laki laki bre**sek itu, dan ini juga bukanlah kesalahan Claudya wanita tidak tau malu itu, semua ini adalah kesalahanku.
Aku menghancurkan kepercayaan yang sudah kami junjung tinggi, hubungan kami hancur, ketika sudah tidak ada kepercayaan
di dalamnya, aku yang menghancurkannya .
Masih bisakah aku merebut kepercayaan dari Anggun lagi? Aku tau dia sudah tidak bisa lagi mempercayai aku , aku hampir menyerah, untuk berjuang mendapatkan Anggun lagi.
Siang itu, aku sedang memimpin rapat penting dengan jajaran petinggi perusahaan yang lain, membahas pembangunan hotel di salah satu lokasi wisata yang terkenal. Tanpa sengaja aku, melirik Hp_ku yang ada di atas meja, semangatku kembali berkobar ketika aku membaca pesan dari salah seorang yang aku tugaskan untuk mencari kelemahan Fery.
Aku meminta Yusri, untuk menggantikan posisiku, aku segera menuju ruang pribadiku .
Beberapa menit kemudian, aku menerima beberapa berkas tentang perusahaan Fery yang diambang kehancuran, terbesit rasa kasihan di dalam diriku, aku tidak tega untuk menghancurkannya. Aku teringat ketika Fery mengatakan niatnya untuk merelakan Anggun kembali kepadaku, ternyata dia masih punya itikad baik.
Sebenarnya ini bukanlah kesalahan Fery, melainkan kesalahan orang orang yang serakah yang hanya ingin menguntungkan kepentingan mereka sendiri, sebagian dari mereka menggelapkan dana perusahaan Fery, membuatnya merugi dan memiliki hutang dalam jumlah besar, belum lagi masih ada hutang lama yang ditinggalkan Papa Fery, yang belum juga selesai.
Aku meremas laporan itu, aku akan mencari orang orang ini, aku yang akan memberikan perhitungan. Lima tahun lamanya Fery yang menjaga Anggun, lima tahun lamanya Nyonya Farida yang memberikan pelukan hangat untuk Anggun, lima tahun lamanya aku tidak ada untuk Anggun. Aku menyadari itu, tapi maaf ! egoku lebih besar dari itu, maaf ! cintaku lebih besar untuk Anggun, aku tidak akan bisa lagi jauh dari Anggun, maaf jika aku harus merebut Anggun dari kalian.
Dan di hari itu juga, aku mengetahui bahwa pengadilan akan melelang semua aset milik Fery, baik itu perusahaan, rumah, restoran, mobil dan butik Anggun, semua itu akan di lelang dalam waktu dekat. Aku tidak bisa membiarkan ini, keluarga ini sudah banyak membantu dan melindungi Anggun selama aku tidak ada di samping Anggun.
Hari itu juga, aku datang dan menemui Fery di perusahaanya, berharap Fery mau menerima bantuan kecil dari ku, aku berniat untuk membantunya dan menawarkan sejumlah uang untuk melunasi hutangnya. Tapi Fery menolak mentah mentah. Dengan alasan dia tidak mau berurusan denganku, bahkan dia menyuruh aku untuk tidak lagi datang dan menemui Anggun yang katanya sedang menyiapkan pernikahan mereka.
Pikiranku benar benar kacau, aku belum juga menemukan bukti tentang kemungkinan Alisa membohongiku, dan sekarang aku harus menerima kenyataan kalau Anggun dan Fery akan segera menikah. Aku harus bertindak cepat ! aku harus menjadikan Anggun milikku, meskipun aku masih terikat dengan Alisa, aku tidak perduli, tujuanku sekarang bernama Anggun.
Aku mengurus semuanya sendiri, aku tidak akan membiarkan bagian dari kebahagiaan Anggun di miliki orang lain, aku terus saja berusaha menarik semua aset milik Fery, jangan sampai pengadilan melelang semua itu.
Setelah aku gagal membujuk Fery , aku akan menjalankan rencana kedua, tanpa sadar sudah hampir seminggu aku berjibaku dengan berkas berkas ini, dan akhirnya yes! aku sudah berhasil dan akulah pemiliknya yang sekarang. Aku bergegas menuju rumah sakit, aku menemui Dokter ahli jantung yang menangani kesehatan Nyonya Farida, aku meyakinkan mereka, sampai akhirnya mereka mau membuka rekam medis Nyonya Farida.
Hasilnya sangat memuaskan, kondisi Nyonya Farida sudah benar benar membaik.
Lalu aku bergegas menemui psikiater yang biasa menangani kejiwaan Nyonya Farida, dan lagi lagi takdir berpihak padaku, Anggun benar benar seperti malaikat, Nyonya Farida dinyatakan sembuh total.
Dan tinggal satu langkah lagi, wanita kecil ini sudah berubah menjadi pembangkang, sulit sekali membujuk wanita itu, aku benar benar hampir menyerah, sampai akhirnya aku menemukan cara lain, aku harus membuat sedikit drama yang menegangkan, agar Anggun mau datang menemui aku, setelah ini jangan harap aku akan melepaskanmu lagi sayang ! aku yakin cara ini tidak akan sampai menyakiti Nyonya Farida, dan aku yakin Anggunku tidak akan bisa menghindar lagi, wanita kecil itu, harus sedikit dipaksa dan di buat panik, terbukti caraku berhasil.
"Aku tidak akan melepaskan mu lagi sayang, meskipun aku masih terikat dengan Alisa, maafkan keegoisanku, tapi aku tidak bisa membiarkan kau dimiliki orang lain.
Ingin rasnya aku memeluknya, aku sangat ingin menciumnya, sudah lima tahun lamanya aku tidak pernah lagi mencium bibirnya yang tipis itu, aku benar benar sudah tidak bisa menahannya lagi!
Aku masih memperhatikan Anggun yang duduk dengan gelisah, seperti mencari kehadiran seseorang, mungkin dia penasaran dengan pemilik rumah ini. Tenang sayang ! kamulah pemilik rumah ini, kamu yang akan menjadi Nyonya besar di rumah ini. Dan aku ! aku akan menjadi salah satu budakmu !
Sudah dua puluh menit aku ada di sini, aku rasa ini sudah cukup, aku akan menemuimu sayang, maaf aku harus sedikit bersandiwara,
ini semua karena kamu , yang sudah tidak mau menurut, dan kamu lebih suka di paksa, baiklah kita mulai semuanya, setelah ini kamu akan menjadi milik Ariel Erlangga seorang!
Aku akan menjadikanmu Nyonya Ariel.
Aku sudah mendekatinya, ternyata Anggun mendengar langkah kakiku, dia berdiri begitu melihatku, Anggun sangat terkejut dengan kehadiranku, tenang sayang, drama belum di mulai, simpan ekspresi wajahmu yang menggemaskan itu!
"Ariel ?"
Aku mendengar namaku di sebut dari bibir manisnya itu, ingin rasanya aku menciumnya,
sabar Ariel, belum waktunya, aku harus perlu sedikit bersandiwara lagi !
Aku melewati Anggun begitu saja, dan aku
melemparkan beberapa berkas di atas meja, aku duduk seperti bos besar, padahal aku bukanlah apa apa di hadapan Anggun, aku menahan perasaanku, tanpa perduli dengan Anggun yang masih berdiri di tempatnya , padahal ingin sekali rasanya aku memeluk tubuh gadis kecil ini, menciumi setiap bagian dari wajahnya, sabar Ariel !
Baiklah aku harus segera menyudahi ini. Aku hanya butuh beberapa tanda tangan Anggun.
Dan setelah itu gadis kecil ini, akan menjadi ISTRI Ariel !
Aku tidak perduli, jika semua orang menjudge ku sebagi seorang laki laki egois! aku tidak perduli ! aku tidak perduli ! yang aku perduli, secepatnya Anggun akan menjadi istriku !
"Duduklah Anggun ! " perintahku.
POV Ariel selesai.