
🚨 Perhatian, jangan di baca 🚨
"Ariel berhenti ! " seru Anggun saat berhasil menjauhkan tubuh Ariel. Ia tidak berani menatap Ariel, karena tadi ia sudah jelas jelas menolak Ariel, tapi ternyata ia juga membalas dan menikmati ciuman Ariel. sungguh sangat memalukan, ingin rasanya ia sembunyi di lubang semut yang paling dalam.
Ariel hanya tersenyum, sembari mengusap bibirnya dengan ibu jari, ternyata candunya masih manis seperti dulu, rasanya benar benar memabukkan, membuat ia ketagihan.
"Lihatlah sudah hampir petang ! " seru Anggun menunjuk jam dinding yang di kamar bernuansa pink itu.
"Lalu ? " tanya Ariel, tapi ia tidak mengalihkan pandangannya dari wajah wanita yang baru saja menjadi istrinya.
"Aku harus pulang ! Mama pasti khawatir , aku belum juga menghubungi Mama ! " panik Anggun saat tidak menukan Hp_nya, ternyata ia hampir lupa, kalau Hp_nya tertinggal di kamar lain tempatnya di hias.
"Biar aku yang menghubungi Mamamu ! " seru Ariel, ia menegakan punggungnya dan mengambil Hp yang ada di dalam kantung celananya.
"Jangan ! " cegah Anggun saat Ariel sudah menemukan kontak nomor Nyonya Farida.
"Kenapa ? bukankah kau mau menghubungi Mamamu ? " tanya Ariel.
Anggun terdiam, memikirkan apa yang akan mereka katakan kepada Mamanya? Mama angkat ya itu pasti akan marah, mengetahui pernikahan ini, "Apa kau akan mengatakan kalau kita sudah menikah ? " kini Hp Ariel sudah berpindah di tangannya.
"Tentu ! itukan kenyataanya, untuk apa kita sembunyikan? kembalikan Hp_nya ! " pinta Ariel.
"Tidak ! jangan ada yang tau pernikahan kita ini , atau aku akan benar benar membencimu nanti ! " ancam Anggun.
"Ck ! kau mulai lagi ! " kesal Ariel. " Lalu sampai kapan kita merahasiakan pernikahan ini?"
"Sampai urusanmu dan Alisa selesai, selama kau masih berhubungan dengan Alisa, kita juga tidak akan tinggal bersama ! "
"Wah ! kau buat lelucon ya? aku menikahi mu supaya kita bisa lebih dekat, tapi sekarang kau membuat jarak seperti ini ? "
"Terserah ! aku menghargai keputusanmu, maka kau juga harus menghargai keputusanku ! "
"Ok ! aku setuju, tapi itu tidak akan lama Anggun, karena secepatnya aku akan mengakhiri hubunganku dengan Alisa! "
"Harusnya kau lakukan itu sebelum menikahi aku ! " dengan kesal Anggun melemparkan Hp Ariel tepat di pangkuannya.
Ariel tersenyum, " Aku tidak punya pilihan lain,
tapi aku tidak menyesali keputusan ini ! "
"Pergi mandi ! aku akan menyiapkan makanan untukmu ! " Ariel melangkah, ia membuka lemari dan mengambil baju tidur untuk Anggun. " Pakai ini ! dan jangan keluar kamar, tunggu aku disini ! Malam ini tinggallah disini, apa kau tidak tau, kalau ini malam pertama kita ! " ucap Ariel menggoda Anggun dengan wajah mesumnya.
"Keluar sana ! " saru Anggun setelah meraih baju tidur pilihan Ariel, yang menurutnya sedikit terbuka " Kenapa aku harus pakai ini?"
"Ritual malam pertama harus di lakukan dengan benar ! kita ini pasangan suami istri jadi wajar bukan, jangan takut, aku akan mengajarimu nanti ! " Ariel mengedipkan matanya, terus saja menggoda Anggun.
"Dasar mesum ! keluar dari kamar ini ! " teriak Anggun sembari memukul Ariel.
"Hahaha iya aku keluar ! istriku ini malu malu!"
satu kecupan mendarat di kening Anggun, sebelum Ariel meninggalkannya.
Anggun membuka lemari pakaian dan memperhatikan semua yang ada di dalamnya, ternyata Ariel masih hapal dengan warna kesukaannya, ia mengambil baju tidur yang dianggap wajar, baju tidur lengan pendek berbahan satin motif bunga bunga warna merah.
Anggun masuk kedalam kamar mandi, dan membersihkan seluruh tubuhnya, entah kenapa ia merasa ada aliran aneh yang menjalar di sekujur tubuhnya, ketika tidak sengaja menyentuh bibirnya yang terlihat sedikit bengkak.
Anggun menjadi cemas, ia sangat gelisah, dan benar benar merasa takut, tapi ia sendiri tidak tau kenapa bisa tiba tiba menjadi ketakutan seperti ini ?
Anggun masih mematung di depan wastafel sampai beberapa menit kemudian, ketukan pintu kamar mandi kembali mengembalikan kesadarannya.
"Sayang ! kamu masih didalam ya? kenapa lama sekali? " suara Ariel terdengar jelas di telinganya.
"Iya sebentar lagi ! " jawab Anggun, ia kembali membasuh wajahnya dengan air, berharap bisa menghilangkan ketakutannya, yang ia sendiri juga tidak tau kenapa bisa menjadi ketakuatan seperti ini.
ceklek
Anggun membuka pintu kamar mandi, sudah ada Ariel yang duduk di sofa panjang didepan ranjangnya.
"Kemari lah ! kenapa tidak pakai baju yang aku pilihkan tadi ? " tanya Ariel saat Anggun sudah mendekatinya .
"Aku lebih suka pakai ini ! " Anggun duduk di samping Ariel , tapi sedikit menjaga jarak.
Ariel mendekati Anggun, tidak memberi jarak sedikitpun " Yasudah tidak apa apa! lihatlah aku bawa makan malam untukmu, semua ini makanan kesukaanmu ! " seru Ariel sembari menyiapkan makanan untuk Anggun.
"Sudah lama kita tidak seperti ini, makan sepiring berdua, ayo sayang makanlah "
Dengan sendok Ariel mengambil sejumput nasi dan menyuapkannya untuk Anggun tanpa ada penolakan sedikitpun.Keduanya menghabiskan makan malam bersama lagi setelah lima tahun lamanya. Tidak ada yang memulai untuk bicara lagi, mereka masing masing mengenang kenangan indah yang dulu pernah di lalui bersama.
"Sudah cukup, aku sudah kenyang !" seru Anggun, ia meraih tisu dan membersihkan sisa sisa makanan yang ada di mulutnya.
"Kau sudah menghubungi Mamaku ?"
"Sudah! Anggun istirahatlah dulu, aku harus menemui Yusri, dia sudah menunggu aku di ruang kerja . " pamit Ariel sembari membelai lembut rambut Anggun.
"Pergilah ! " seru Anggun.
.
.
.
.
.
"Kau sudah mengembalikan semua aset milik Fery? " tanya Ariel yang duduk berhadapan dengan Yusri.
"Sudah ! aku sudah mengatur semua, sesuai perintah mu, dia tidak akan tau kalau kau yang sudah melunasi seluruh hutangnya !"
Jawaban Yusri membuat Ariel lega, ia tidak mau Fery merasa di rendahkan, karena sudah jelas laki laki itu menolak bantuannya.
"Bagaimana dengan Alisa ?" tanya Ariel lagi.
"Dia masih di luar Kota, menurut informasi yang aku dapat, dua hari lagi, dia akan kembali ke kota ini ! ".
Ariel menarik nafas dalam, ancaman Alisa kembali menghantuinya. " Untuk sementara waktu, jangan sampai dia tau kalau aku sudah menikahi Anggun ! "
"Seharusnya kau pikirkan ini sebelum kau menikahi Anggun, kita sudah terlalu lama menyakiti dia , aku benar benar merasa bersalah ," sesal Yusri.
"Aku tidak punya pilihan lain, aku benar benar takut kehilangannya lagi, aku tidak mau dia dimiliki orang lain ! "
Yusri tersenyum sinis "Aku penasaran ! akan seperti apa rumah tanggamu nanti, apa lagi pernikahan ini di rahasiakan dari orang lain."
"Kau jangan membuat aku semakin pusing, aku tidak perduli apapun selama Anggun ada di dekatku, dan aku tidak perlu takut lagi, karena Anggun sudah menjadi istriku ! "
"Bagaimana kalau suatu saat nanti Anggun pergi jauh dan meninggalkanmu ?"
Pertanyaan Yusri membuat Ariel takut, karena sudah pasti ia tidak akan bisa lagi jauh dari Anggun, tidak Ariel tidak akan pernah membiarkan Anggun pergi.
"Sudah malam, kau pulanglah ! " perintahnya.
"Iya aku mengerti, kau ini pengantin baru , sudah pasti kalian akan...
"Diam ! keluarlah ! "
"Hahahhah baiklah, selamat pengantin baru !" seru Yusri sebelum meninggalkan Ariel.
.
.
.
.
.
Jam sudah menunjukan pukul 10 malam, Ariel membuka pintu kamarnya, hatinya benar benar bahagia, ketika melihat sosok Anggun yang sudah tidur di atas ranjangnya. Ternyata kebiasaan Anggun belum berubah, ia pasti akan mematikan lampu saat tidur, hanya menyisakan sedikit cahaya di dalam kamar.
Ariel duduk di samping Anggun, mengecup lembut kening Anggun, bayangan tadi saat mereka berciuman membuatnya kembali ingin meresapi candunya.
Ariel ikut berbaring di samping Anggun, dan memiringkan tubuhnya menghadap Anggun.
Tangannya menyingkirkan rambut halus Anggun yang menutupi sebagian wajahnya.
Ariel menyusuri setiap inci wajah Anggun dengan kecupannya. Keningnya, alis matanya, mata bulatnya, hidungnya, kedua pipinya, sampai ia menatap bibir tipis Anggun.
Ariel tersenyum "Kau milikku, akan selamanya menjadi milikku , jangan pernah berniat untuk pergi dari aku sayang! aku tidak akan bisa lagi hidup jauh darimu ! " ucap Ariel dengan suara yang sendu.
Ariel sudah tidak tahan, dan dengan lembut ia mencium bibir Anggun yang tertutup rapat.
Ariel mengecup, dan sesekali me***at bibir tipis yang manis ini.
Suara Anggun membuatnya semakin bergairah, seperti ada bagian dari dirinya yang meronta menuntut untuk di bebaskan.
Ariel terus meresapi bibir itu, tanpa sadar ia sudah berada di atas Anggun, merengkuhnya, menatapnya, terus mencium wanita yang sudah sah menjadi miliknya .
"Ariel....." lirih Anggun.
Ariel tersenyum saat melihat Anggun yang sudah membuka matanya, kini mereka saling menatap dalam.
"Ariel....
Cup Ariel tidak membiarkan Anggun bicara, ia terus meresapi candunya yang manisnya mengalahkan madu, benar saja sesuatu di bawah sana sudah kembali meronta dan menuntut haknya .
Tangan Ariel menggeranyangi tubuh Anggun, sementara mulutnya terus meresapi Anggun, yang kini sudah mulai berpindah di leher jenjang istrinya, membuat Anggun merasa geli.
Kini satu persatu kancing baju Anggun sudah terbuka, dasar tangan nakal, tangan ini tidak berhenti di situ saja, ia berusaha melepaskan sesuatu yang membungkus sempurna bongkahan kristal berharga Anggun.
Sampai tangan itu berhasil melakukannya. Dan sesuatu di bawah sana juga semakin melonjak tidak karuan. Benar benar sangat menyiksanya.
"Ariel....
Lirih Anggun kembali tidak terdengar , Ariel kembali membungkam bibir Anggun.
.
.
.
.
.
Jangan lupa jempolnya yes ......
Bersambung