
Manda adalah gadis cantik yang usianya terpaut 1 Tahun lebih muda dari Anggun.
Beberapa tahun yang lalu, Dia meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil.
Kecelakaan itu menewaskan suami dan juga putrinya tercinta, semenjak itu Farida yang sekarang usianya sudah menginjak 47 Tahun ini, mengalami depresi berat, dia menjadi sering menangis dan berhalusinasi menganggap sebuah boneka besar yang terpajang di kamar Manda sebagai putrinya.
Berbagai usaha sudah dilakukan Fery untuk kesembuhan Mamanya. Tapi semua berakhir dengan dia sia.
Saat Fery sudah mulai putus asa, Anggun datang melamar sebagai pelayan di Resto yang baru dia rintis. Fery melihat ada kemiripan antara Angggun dan Manda adiknya.
Sudah lama Fery berniat untuk membawa Anggun menemui Mamanya, tapi saat itu Ariel selalu ada di belakang Anggun. Bahkan Ariel selalu mengancam akan menghancurkan tempat yang selama ini menjadi sumber penghasilannya kalau Fery terus mendekati Anggun.
*****
Sampai Sekarang Fery tidak tau apa yang membuat Ariel pergi meninggalkan Anggun, yang terpenting untuknya, Anggun sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya.
Semenjak kehadiran Anggun, perlahan kondisi kejiwaan Farida membaik, wanita paruh baya ini, sudah jarang histeris dan berhalusinasi, tentu dia masih saja menganggap Anggun sebagai putrinya Manda.
Bahkan Anggun sudah kembali melanjutkan pendidikannya, Dia menjadi seorang Mahasiswi di Universitas yang ada di kota yang menjadi tempat tinggalnya yang baru.
Hubungannya dengan Fery pun tidak ada yang berubah, Fery memperlakukan Anggun sebagai adiknya. Terkadang Anggun masih saja teringat semua kenangannya dengan Ariel, tapi rasa kecewanya berhasil menutupi cinta yang dulu besar untuk Ariel. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa Anggun masih menyimpan cinta untuk Ariel.
Dalam waktu 5 Tahun ini, Anggun sudah menjelma menjadi seorang designer ternama, Selama itu juga tidak ada komunikasi antara Anggun dan Ariel, ya semua sudah berakhir sejak 5 Tahun yang lalu.
Fery mengajak keluarganya kembali ke Kota besar, di sini Fery meneruskan perusahaan peninggalan Papanya, untuk Resto yang dia miliki sang mama yang menanganinya.
Setelah Anggun menjelma menjadi seorang Designer dan memiliki butik yang cukup terkenal, banyak calon pengantin yang menggunakan jasanya untuk merancang gaun pengantin mereka. Bersama sahabatnya Hani, Anggun terus mengembangkan bakat yang dia miliki.
Sekarang Anggun sudah berusia 25 Tahun, saat teman seusianya sudah menikah, Anggun malah asik merancang busana pengantin untuk orang lain. Anggun belum memikirkan perihal pernikahan untuknya.
Di Butik
Ceklek....
"Anggun sekarang sudah jam makan siang loh, makan dulu yuk."
"Sebentar lagi Hani, bentar lagi juga kelar."
"Gaun itu sudah cantik, apa kamu sudah berniat untuk menjualnya?"
"Tidak, aku sendiri yang akan memakainya
nanti."
"Cari dulu calon pengantin prianya, baru setelah itu sempurnakan gaun pengantinnya."
"Tidak perlu di cari, nanti juga datang sendiri."
"Tidak perlu dicari, karena memang sudah ada kan?"
Anggun menghentikan pekerjaannya dan memasangkan gaun pengantin pada manekin yang ada di dalam ruang kerjanya. Perlahan dia berjalan mendekati Hani yang masih berdiri di dekat pintu.
"Calon yang mana?"
"Kak Fery, aku rasa kalian akan menjadi pasangan yang serasi."
"Tidak, itu tidak mungkin, aku sudah menganggap kak Fery sebagi kakak ku sendiri."
"Tapi aku rasa, kak Fery menyimpan perasaan yang lain untuk mu."
"Hus ...Kamu bicara apa sih?"
"Kenapa? apa hatimu masih untuk dia?"
"Dia siapa...?pria itu...? jangankan hatiku, mulutku saja tidak pernah menyebut namanya."
"Soal hati, kamu sendiri yang tau kan?"
"Sudah lah, kita tidak perlu bahas ini lagi, mending kita cari makan saja yuk.."
"Kita akan pergi kemana?"
"Kita ke Cafe biasa saja."
"Yes......Aku suka..."
"Yang gratisan aja suka."
*****
Di Cafe....
"Anggun, kamu lihat dia?" Hani menunjuk seorang wanita cantik yang sedang sibuk dengan hp di tangannya yang duduk tidak jauh dari mereka.
"Yang mana?"
"Itu loh, aku seperti pernah melihatnya."
"Oh ia aku baru ingat, dia seorang model kan?"
"Ia dia semakin cantik ya?"
"Dia memang cantik, tidak mungkin jadi seorang model kalau dia tidak cantik kan?"
Saat Anggun dan Hani terus memperhatikan seorang model yang ada di depan mereka, Alisa menoleh dan melihat Anggun, seketika dia langsung bangkit dan berjalan mendekati Anggun.
"Manda??? Kamu Manda kan?"
"Hai Alisa kamu apa kabar?"
"Aku baik, Selama ini kamu kemana saja sih? tidak pernah kasih kabar?" Alisa antusias dan duduk di samping Anggun.
"Kamu sendiri yang pergi, tidak pernah kasih kabar sedikit pun"
"Aku baru kembali sekitar 3 bulan yang lalu, kamu tau aku datang ke rumah mu, tapi tidak ada orang di sana."
"Sudah lama kami kembali ke Kota ini, apa kamu sudah mencapai tujuan mu itu?"
"Ya....seperti yang kamu lihat, aku sudah berhasil menjadi seorang model sekarang dan..."
"Jadi kalian saling mengenal?" Hani mulai penasaran dengan Anggun dan Alissa.
"Oh ia, Dia Alisa teman Kuliah ku dulu, tapi sudah lama sekali, semenjak Alisa pindah ke Luar Negri, aku tidak tau apa pun lagi tentangnya."
"Apa kamu marah? bukan kah kamu juga yang bilang, kalau aku harus mengejar impian ku? dan sekarang karena dukungan dari Mu, aku menjadi seorang model sekarang." Antusias Alisa.
"Lalu bagaimana dengan Mu? apa yang terjadi
selama ini, yang aku tidak tau?" Lanjutnya lagi.
"Menurut Mu...?" Anggun berusaha untuk menahan senyumnya.
"Apa ya....Tunggu dulu, apa kamu sudah berhasil menjadi seorang Designer?"
"Begitu lah hahahha"
"Aku ikut senang akhirnya, tidak sia sia ya" Alisa memeluk Anggun teman lama yang sudah lama tidak bertemu.
"Di mana butik Mu? aku ingin mencoba semua rancangan Mu."
"Ada...tidak jauh dari sini, Manda Butik, itu milik ku."
"Tidak ku sangka, jadi selama ini, aku memakai hasil rancangan Mu ya? Aku tidak tau itu, karena Asisten Ku yang menyiapkan semua kebutuhan Ku."
"Kalau nona Alisa mau, nona bisa berkunjung ke Butik Kami" Akhirnya Hani bisa juga bicara, setelah menjadi pendengar yang Budiman.
"Alisa, panggil saja Alisa, siapa nama mu?"
Hani menjabat tangan Alisa dengan bangga, Kapan lagi dia bisa berjumpa dengan seorang model yang cantik ini.
"Hani....Aku Hani."
"Baik lah Hani, mulai sekarang kita berteman, aku boleh berteman dengan kalian kan?"
"Kamu ini, dari dulu kita memang berteman kan?"
"Manda..itu sudah lama sekali, oh ia sudah lama juga aku tidak tau tentang kak Fery, apa kabarnya dia?"
"Baik, kak Fery mengurus perusahaan peninggalan papa."
"Dia itu memang pria yang bertanggung jawab ya, apa kak Fery sudah menikah?"
"Belum, Apa kamu sudah menikah Alisa?"
"Aku...." Alisa tersenyum malu.
"Kamu malu malu, tapi yang aku tau, kamu belum menikah kan?"
"Belum Hani, aku belum menikah, tapi mungkin sebentar lagi, dan kalian tau? aku rasa ini waktu yang paling tepat, aku mau kalian yang merancang gaun pernikahan Ku ya."
"Jadi kamu akan menikah?"
"Lebih tepatnya bertunangan, kami akan melangsungkan pesta pertunangan dalam waktu dekat ini".
"Baik lah, dengan senang hati Kami akan mempersiapkan gaun yang terbaik untuk mu, Manda kamu setuju kan?" Tanya Hani sambil memperhatikan wajah Anggun yang tiba tiba menjadi murung.
Bersambung....
Aku datang lagi.....🤗
Terima kasih masih setia ya...
Alurnya sengaja aku percepat ya🙏🙏🙏