Mantan Tercinta

Mantan Tercinta
Buku Baru


Judul Novel : Hello Wife


Author : Violla


Bisa klik profil Vio, ya\=-:-)


Untuk pertama kalinya kedua mata itu saling mrnatap. Regan sedikit merunduk sementara Aluna mendongak melihatnya.


"Aku cuma membalas pertanyaanmu, aku juga tidak keberatan kalau kamu melarangku menginjakkan kaki di wilayahmu. Tapi biarkan aku melakukan apapun di bawah sini, lantai dasar terutama dapur akan menjadi milikku."


Aluna bersedekap dada, rasa lapar membuat ia berani melawan Regan. Negosiasi ini harus berhasil di menangkan olehnya. Terserah apa yang akan dilakukan Regan di lantai atas, ia hanya perduli dapur dan kamarnya.


Regan mengusap wajahnya gusar. "Aku pemilik rumah yang lebih berkuasa darimu, jadi jangan bertingkah seolah-olah kau itu Nyonya di sini!" sentak Regan, giginya bergemertak hebat karena baru kali ini ada yang mendebatnya.


"Kalau kau lupa aku adalah istri dari pemilik rumah ini!" Aluna menunjuk dadanya sendiri.


"Istri katamu?" Regan tersenyum sinis kata istri membuat ia geli. "Hubungan kita tidak sedekat itu. Kau hanya istri di atas kertas, kita sama-sama tau kalau dari awal aku menolak pernikahan ini. Tapi karena kelicikanmu itu membuat aku tidak bisa menolak keinginan ayahku!"


"Kau bilang aku licik?" Mata Aluna memerah dia membuang pandangannya kesembarangan arah, Aluna berusaha menahan air mata yang hampir tumpah.


Regan tidak tau apapun tentangnya malah menuduh dengan perkataan yang kasar dan menyakitkan, Aluna memilih mengalah sebab berdebat dengan Regan hanya akan menambah rasa laparnya saja.


"Baiklah ... anggap saja aku licik! Terus Tuan Regan Castello ini mau apa? Mau membuat aku mati kelaparan di rumah ini?" Aluna tersenyum remeh dan bersedekap dada. "Tidak masalah kalau Anda siap berita hangat tentangmu menyebar di berbagai di media, seorang Regan membiarkan istrinya mati kelaparan di rumahnya sendiri!"


Regan mencengkram kedua sisi bahu Aluna sampai wanita berusia 23 tahun ini meringis.


"Jangan pernah menyebut dirimu sebagai istriku. Kau harus ingat kalau aku tidak pernah menginginkan pernikahan ini. Kau hanya istri di atas kertas dan khalayak umum tidak ada yang tau pernikahan bodoh ini! Jadi jangan berharap banyak di sini!"


Mata regan memancarkan kebencian, dari awal dia tidak menyukai Aluna. Meskipun paras gadis ini cantik tetapi bagi Regan semua itu dimanfaatkan untuk menutupi kelicikannya saja. Regan merasa muak ia meraih kunci mobil di atas meja dan pergi meninggalkan rumah.


"Istri di atas kertas katanya?" Aluna meremas ujung kaosnya, tubuhnya bergetar sampai merosot dan terduduk di atas keramik yang licin.


"Seburuk itu kah aku di matanya?" Aluna membenamkan wajahnya diantara lengan yang tertumpu di lututnya. Ingatan Aluna kembali pada kejadian beberapa hari yang lalu.


Saat itu....


Dunia Aluna terasa runtuh setelah mengetahui kalau ternyata selama ini ayahnya mengidap penyakit kanker paru-paru. Sepanjang malam Aluna hanya bisa menangis di luar ruang ICU tempat ayahnya dirawat, tidak ada yang menemaninya sebab ibunya sudah meninggal sekitar tiga tahun yang lalu, hanya ayah yang ia miliki dan sekarang sedang berjuang antara hidup dan mati.


Perempuan berusia 23 tahun itu masih terus berusaha mencari pinjaman untuk biaya pengobatan ayahnya, namun sampai sekarang tidak ada seorangpun yang bersedia membantunya karena mereka khawatir kalau Aluna tidak akan bisa mengembalikan uang tepat pada waktu yang sudah ditentukan.


Memangnya siapa yang bersedia meminjamkan uang sebesar 100 juta kepada Aluna yang hanya bekerja sebagai seorang kasir di minimarket biasa?


Suara derap langkah kaki di koridor rumah sakit menarik perhatian Aluna. Gadis yang hampir semalaman terjaga di depan ruang ICU ini seketika mengangkat kepala yang terasa berat demi melihat siapa pemilik sepatu fantovel yang kini mendekatinya.


"Bagaimana keadaan ayahmu?" tanya seorang laki-laki paruh baya yang sangat mengenal keluarga Aluna, dialah Abimanyu seorang pengusaha sekaligus majikan ayah Aluna. Sudah lebih dari dua tahun ayah Aluna mengabdi menjadi supir pribadinya.


"Tidak perlu sungkan. Bagaimanapun juga ayahmu bekerja dengan saya, jadi sudah seharusnya menjadi tanggung jawab saya."


Abimanyu mengenal Aluna sebagai gadis cantik dan pekerja keras, dia sudah lama memerhatikan Aluna bahkan sangat ingin menjadikan Aluna sebagai menantunya. Kebetulan dua hari lagi putranya Regan baru kembali dari rumah sakit dan ia berniat menjodohkan Regan dengan Aluna. Tetapi sayangnya Ayah Aluna harus dilarikan ke rumah sakit.


"Tuan...." Aluna menakupkan kedua tangannya, ia sedikit ragu untuk bicara.


"Kenapa? Bicaralah." Abimanyu tersenyum dan menepuk lengan Aluna. Dia sangat menyayangi Aluna dan sudah menganggap Aluna seperti putrinya sendiri.


Aluna tampak berfikir dan kembali bicara. "Boleh saya pinjam uang untuk membayar rumah sakit ini?" tanya Aluna ragu-ragu.


Abimanyu tersenyum karena ternyata Aluna belum tau kalau dirinya sudah melunasi semua biaya pengobatan ayah Aluna. Tiba-tiba saja sebuah ide briliant muncul di pikirannya.


"Tapi dengan satu syarat!" Abimanyu mengajak Aluna duduk di kursi tepat di depan ruangan ayah Aluna.


"Syarat apa?" Aluna akan melakukan apapun demi mendapatkan uang itu.


"Kamu harus mau menikah dengan anak saya," ucap Abimanyu, suaranya terdengar pelan namun ada keseriusan di sana.


Untuk yang ke dua kali Aluna merasa dunianya runtuh menimpa tubuhnya, ia tidak pernah berpikir untuk menikah dengan orang yang tidak ia kenal.


"Dua hari lagi Regan akan kembali dari luar Negri, saya mau mendengar jawabanmu sekarang juga. Kalau kamu setuju saya akan membayar semua biaya pengobatan ayahmu bahkan sampai keluar dari rumah sakit."


Aluna sudah keringat dingin memikirkan jawaban apa yang akan ia berikan. Satu sisi kesehatan ayahnya dipertaruhkan sementara di sisi lain ada masa depan yang belum terwujud.


"Tapi ... apa putra tuan setuju dengan pernikahan ini?"


"Biar saya yang bicara dengan dia. Kalau kamu setuju kita akan buat surat perjanjian."


'Apa lagi ini? Menikah karena terpaksa dan sekarang harus membuat surat perjanjian?' batin Aluna Ragu.


Abimanyu tersenyum dia sudah mengambil kesimpulan kalau Aluna pasti tidak menolak tawarannya.


Biaya rumah sakit sudah dibayar, surat perjanjian juga sudah ditandatangani. Mengingat sifat Regan yang keras kepala membuat Abimanyu terpaksa harus mengikat Aluna dalam perjanjian ini.


Apapun yang terjadi Aluna harus memberinya cucu. Aluna tidak boleh meinggalkan Regan sebelum mengandung anak Regan.


Kenyataan tidak sesuai keinginan, segala upaya penyembuhan sudah dilakukan. Tetapi nyawa Aluna tidak bisa diselamatkan. Gadis ini kehilangan ayahnya sebelum bertemu dengan Regan calon suami dadakannya.


Hingga pernikahan itupun terjadi, Regan tidak tau apapun tentang perjanjian antara Aluna dan Abimanyu.


Bagaimana caranya Aluna bisa mengandung anak Regan?