
🔕 Taulah ya tanda apa🔕
Gerakan itu masih terus berlangsung, bantal, selimut, guling dan ranjang ini sudah tidak lagi beraturan, sampai setengah jam lagi dan lagi, Ariel semakin liar, ia mempercepat gerakannya, dan semakin memperdalam panutannya, Ariel semakin lupa diri saat merasakan tidak ada penolakan dari Anggun, Ariel masih terus saja menghujani Anggun dengan ciuman, dan meninggalkan jejak kepemilikannya di setiap bagian tubuh Anggun, membuat Anggun semakin gemetar dan tidak karuan, ia merasa terbang ke langit ketujuh, Anggun sudah tidak bisa lagi bicara hanya suara rintihannya yang terdengar, dan itu membuat Ariel semakin menggila.
Ariel seperti seorang laki-laki yang tidak akan pernah mendapatkan klimaksnya saat sedang menikmati tubuh istrinya, Ariel bersumpah dalam hati, ia akan tetap setia dan menjadi budak untuk Anggun, apapun yang terjadi.
Dan entah sudah berapa lama keduanya bergumul di atas tempat tidur, Ariel masih belum juga mencapai puncaknya, ia terus memacu gerakannya dan semakin cepat, sementara Anggun sudah lemah dan tidak berdaya, melihat itu Ariel kembali membungkam bibir tipis Anggun dengan ciuman "Aku akan menyudahi ini sayang !" sampai akhirnya Ariel mencapai batas klimaksnya, tubuhnya bergetar dan ia semakin mengeratkan pelukannya kepada Anggun, dan meninggalkan benih unggulnya di dalam tubuh Anggun.
Ariel menarik tubuh Anggun kedalam pelukannya, sampai saat ini tubuh Anggun berada di atasnya, lama mereka berada di posisi itu, sebelum akhirnya perlahan Ariel menggulingkan tubuhnya, dan meletakan kepala Anggun di atas bantal. "Terima kasih sayang !" bisik Ariel di telinga Anggun.
"Semoga kamu cepat hadir di dalam sana !"harapan Ariel benih unggul yang baru saja di lepasnya cepat tumbuh menjadi Ariel junior. Ariel merih selimut dan ikut turut bergabung dalam mimpi bersama Anggun.
.
.
.
Sementara di lain tempat, Alisa frustasi ia masih tidak terima dengan keputusan Ariel, apapun akan dilakukannya supaya Ariel kembali masuk ke dalam pelukannya. Saat ini Alisa masih berdiri di taman tengah kota, duduk sendirian memandang hamparan bintang bintang di atas langit.
Alisa terkejut saat merasakan ada tangan yang melingkar di pinggangnya, ia menoleh dan terpaku melihat Endi sudah semakin mengeratkan pelukannya. Seakan tidak membiarkan Alisa untuk bergerak sedikitpun.
"Kau? lepaskan aku!" resah Alisa memukul lengan Endi "Kau jangan lancang!" ucapnya emosi.
Endi tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya " Kenapa kamu masih menghindari aku?" menghirup aroma parfum Alisa.
"Kau jangan mulai lagi Endi, berhenti mengejarku! aku ini calon istri temanmu !" teriak Alisa.
Endi melepaskan pelukannya dan menatap lekat wajah Alisa, " Ariel sudah menikah, kenapa kamu masih saja mengharapkan dia?"mengguncang bahu Alisa.
Alisa menepis dengan kasar " Omong kosong ! aku yang sedang mengandung anaknya, dan aku yang akan tetap menjadi istri Ariel !" Alisa memukul dada Endi, ia tidak terima dengan kenyataan ini.
Endi menjadi gusar, "Aku sudah bilang, kau tidak bisa menipu aku, aku tau kau tidak hamil !" teriaknya " Berhentilah Alisa, kau tidak pernah mencintai Ariel, selama ini kau terlalu terobsesi untuk memiliki dia !" ucap Endi meyakinkan Alisa.
"Itu bukan urusanmu !" jawab Alisa yang kemudian pergi masuk kedalam mobil dan meninggalkan Endi sendirian, "Entah dari mana datangnya dia !" kesal Alisa.
Endi mengusap gusar wajahnya, dia merutuki kebodohannya sendiri, yang masih belum berhasil melupakan Alisa. "Kau akan menjadi milik ku Alisa ! " tekad Endi yang masih berdiri di tengah taman.
**********
Anggun terbangun dari tidurnya, saat ia merasakan silau cahaya matahari, yang masuk dari cela jendela kamar yang memang tidak tertutup rapat. Anggun menoleh dan tertegun mendapati Ariel yang masih tidur di sampingnya.
Anggun memiringkan tubuhnya, ia tersenyum saat menatap lekat wajah Ariel mantan tercinta yang sudah menjadi suaminya. Anggun mengangkat satu tangannya, dan dengan jari telunjuknya yang lentik, Anggun menyusuri setiap bagian dari wajah Ariel.
"Kenapa kamu semakin tampan ? " jari telunjuknya menyentuh kening Ariel "Kamu tampan tapi kamu menyebalkan !" jari telunjuknya menyentuh hidung mancung Ariel " Kamu semakin mesum !" wajah Anggun memerah mengingat malam pertama mereka, dan kini jari itu berhenti di bibir Ariel "Alisa kamu juga melakukan yang sama dengan Alisa ," hati Anggun terasa sakit mengingat Alisa, dengan cepat Anggun menarik tangannya.
"Akhhhh !" Ariel sudah membuka mata dan menarik pergelangan tangan Anggun, sampai Anggun jatuh ke dalam pelukan Ariel.
Ariel mengencangkan pelukannya, dan mengecup mesra pucuk kepala Anggun. "Tidak semua yang kamu katakan itu benar sayang !" sedari tadi Ariel berusaha menahan senyumnya, membiarkan Anggun mencurahkan isi hatinya.
"Le-lepas !" Anggun menepuk dada bidang Ariel, " Sejak kapan kamu bangun ? ap-apa yang kamu dengar ? " Anggun terbata menahan malu, ketahuan memuji Ariel, bisa besar kepala laki-laki ini, pikirnya.
Dengan cepat, Ariel menggulingkan tubuhnya, dan menatap lekat wajah Anggun yang berada di bawah kungkuhannya , Ariel menyingkap rambut halus Anggun dan mengecup mesra keningnya.
"Suami mu ini memang tampan, tapi aku tidak menyebalkan ! " Ariel mengecup pipi Anggun,saat Anggun memalingkan wajah.
Ariel meraih dagu Anggun, sampai kembali melihatnya " Aku semakin mesum? jadi kamu masih mengingat radar kemesumanku dulu ya hm...? " Ariel tersenyum melihat rona merah di pipi Anggun.
"Ti-tidak.... ! " Anggun kembali memalingkan wajah, tapi Ariel kembali mengecup pipinya.
"Dengarkan aku ! " Anggun kembali menoleh menatap Ariel, dan Ariel membelai lembut wajah Anggun " Dari dulu, sampai sekarang, aku cuma mesum sama kamu, aku selalu bisa mengendalikan nafsuku, dan aku tidak pernah menyentuh Alisa !" Ariel terus meyakinkan Anggun " Jangan pernah meragukan aku lagi !" pinta Ariel.
"Tapi selama ini kalian...!
"Percayalah, cuma itu yang aku minta, tolong tetap percaya, kita bangun lagi kepercayaan di dalam hubungan kita !" Ariel kembali mengecup pipi Anggun.
"Tapi maafkan aku...." Ariel menggantung ucapannya, membuat Anggun bertanya.
Anggun merengkuh wajah Ariel dengan kedua tangannya "Kenapa....? " Anggun memasang wajah yang serius, menatap lekat wajah Ariel "Kenapa minta maaf lagi ? ada apa ?" Anggun menepuk pipi Ariel " Jawab!" tiga kali tepukan di pipi kanan Ariel, sampai Ariel tersenyum.
"Maafkan aku ! karena mulai hari ini, aku tidak akan bisa lagi menahan nafsuku sayang !" Ariel mengecup lama kening Anggun.
Anggun memukul punggung Ariel yang lecet karena cakaran kuku nya " Akh...! " Ariel meringis dan kembali menatap Anggun.
"Ap-apa sakit ? " tanya Anggun.
Ariel tersenyum dan menggelengkan kepala, " lebih sakit menahan nafsu sayang! aku mau benih unggul yang aku tabur cepat tumbuh di dalam sini !" Ariel terkekeh melihat wajah Anggun yang menggemaskan.
"Kau dasar mesummmmmmpppppppp
Ariel kembali membungkam Anggun dengan ciuman, di pagi hari yang dingin ini terjadi lagi pertempuran antara keduanya, membuat Ariel kembali menaburkan benih unggulnya, berharap secepatnya bisa berkembang dengan baik.
Bersambung......
Nakal ya...aku sentil nih👌
sudah di bilang jangan di baca, ya di baca juga🙏🙏🙏🙏