
Widia bekerja sama dengan Claudya untuk menganggu hubungan Ariel dan Anggun, dia menjanjikan akan menjadikannya menantu, kalau Claudya berhasil memisahkan mereka.
Widya tau kalau selama ini Claudya masih mengharapkan Ariel.
Claudya merasa mendapat lampu hijau, hanya tinggal menyusun rencana dan menunggu waktu yang tepat untuk menjalankan rencananya.
Demi menjadi menantu di keluarga pengusaha kaya ini, apapun akan dia lakukan, meskipun itu harus menggunakan cara kotor.
Sedangkan Ariel sudah berencana untuk membawa Anggun ke rumah nya, dia juga sudah menceritakan semua tentang Anggun pada mamanya.
Sejauh ini Ariel merasa kalau mamanya mau menerima Angun dengan baik, padahal tanpa sepengetahuannya, mamanya sendiri sudah menolak dan menghina Anggun secara langsung.
***
"Kamu yakin mama mu mau menerima aku
Riel?" Tanya Anggun lewat handphonenya.
"Tentu, aku sudah ceritakan semua tentangmu ke keluargaku."
"Terus kapan kita kerumah kamu?"
"Nanti aku sudah menyiapkan kejutan untukmu setelah itu kita pergi ke kampung mu!"
"Kejutan apa sih Riel?"
"Nanti juga kamu akan tau kok, mungkin dalam beberapa hari ini aku tidak bisa menemuimu, banyak tugas yang harus aku selesaikan".
"Berapa lama?"
"Entah lah, ingat pesan ku jangan dekat dekat dengan bos mu itu ya."
"Aku gak pernah deketin dia, dia sendiri yang deketin aku, "
"Iya sama saja, awas aja kalau aku tau dia ambil kesempatan deketin kamu selama aku pergi, akan aku kasih pelajaran dia ."
"Iya ..Iya aku paham."
"Ya sudah, tidurlah ini sudah malam."
"Iya kamu jaga diri baik baik ya." Kata Anggun mengakhiri percakapan mereka.
Entah kenapa setelah panggilan telepon itu berakhir Anggun semakin tidak bisa tidur,
dia terus berguling guling diatas ranjangnya seakan tidak percaya kalau nyonya Widia sudah mau menerimanya.
Sebenarnya Ariel pergi keluar Negeri, dengan terpaksa dia mau menemani papanya untuk melakukan perjalanan bisnis. Bagaimanapun juga Ariel adalah penerus perusahaan keluarga mereka.
Setidaknya dia harus mulai belajar dari sekarang. Selama itu pula dia tidak bisa menghubungi Anggun.
Anggun yang tidak terlalu banyak tau tentang Ariel cuma bisa menunggu dan menyimpan rindunya sendiri.Dia bekerja seperti biasa, tidak ada yang berubah.
Terkadang Fery mendekatinya dengan cara mengantarnya pulang, tapi Anggun menolak dengan baik agar bosnya itu tidak sakit hati.
*****
Akhirnya setelah dua minggu di luar negeri, Ariel memaksakan diri untuk kembali pulang. Dia meninggalkan papanya mengurus bisnisnya sendiri.
Setelah keluar dari Bandara, Ariel dikejutkan dengan kehadiran Claudya yang sudah menunggunya.
"Kenapa kau ada disini?" Kata Ariel dia menatap Claudya dengan sinis.
"Tante yang menyuruhku, supir mu ijin tidak kerja hari ini, jadi...
"Biar aku naik taksi"
"Jangan tante meminta kamu menemaniku untuk mengambilkan pesanannya, dan juga tante sudah menunggumu!"
Wajah Ariel semakin kesal setelah dia menelfon mamanya, dengan terpaksa dia masuk ke mobil dan perlahan meninggalkan Bandara.
Sementara siang hari ini Anggun dan Hani sibuk mempercantik diri disalah satu salon kecantikan yang ada di Mall.
"Apa ini gak terlalu berlebihan?"
Anggun berdiri di depan cermin dan terus memperhatikan dirinya sendiri.
"Apa yang berlebihan? kamu cantik kok!"
"Aku gak terbiasa loh, biasa juga aku pakai celana jeans doang!
"Ya sudah sih di nikmati aja, cantik gini juga, warna dresnya juga bagus, tuh liat makeupnya juga terlihat natural!"
"Untung Ariel gak liat ya, kalau dia tau aku pakai makeup gini, bisa ngamuk dia!" jawab Anggun sambil tersenyum.
"Udah deh, jangan sebut namanya, takutnya nongol tuh anak!"
"kamu kenapa sih kayaknya sebel banget sama Ariel?"
"Ya udah yuk lanjut makan biar enak!"
"Gak mau kita liat liat yang lain aja yuk!"
Hani berjalan menggandeng tangan Anggun keluar dari salon.
Ariel dan Claudya juga berada di dalam Mall yang sama dengan Anggun. Dan mereka berada di dalam toko perhiasan, dengan tidak tau malunya Claudya menggandeng tangan Ariel, meskipun Ariel terus menepis dengan kasar.
"Kenapa sih Ariel, dulu juga kita sering kesini."
"Aku lupa!"
"Iyalah dia yang buat kamu lupa sama aku?"
"Jangan dibahas, tangan mu Claudya lepas!"
"Gak mau!"
Dengan terpaksa Ariel membiarkan Claudya terus menggandeng tangannya,
sementara Anggun dan Hani berjalan melewati toko perhiasan itu Anggun tidak sengaja memperhatikan dua orang yang terlihat mesra yang sedang memilih salah satu perhiasan.
"Ariel, itu Ariel kan?" Tanya anggun sambil menunjuk orang yang sedang membelakanginya.
"Mana mungkin Ariel gandeng cewek lain? milih perhiasan lagi, emang dia punya duit banyak apa?"
"Tapi aku yakin itu Ariel" Anggun melangkahkan kakinya meninggalkan Hani dan perlahan mendekati Ariel.
Setelah berhenti tepat dibelakang Ariel, Anggun menepuk pundak Ariel sampai Ariel menoleh kebelakang dan terkejut melihat Anggun.
"Anggun?"
"Jadi ini kesibukan kamu Riel?"
"Aku aku cuma nemenin dia aja!"
"Selama ini kamu gak ada kabar, karena sibuk sama Claudya?"
"Bukan sayang bukan gitu, dengar dulu ya!" Kata Ariel sambil memegang tangan Anggun.
"Iya sudahlah selamat bersenang senang," Kata Anggun sambil menepis kasar tangan Ariel dan pergi menjauh.
"Anggun dengar aku dulu, jangan seperti ini!" Ariel berusaha mengejar Anggun, tapi Cludya mencegahnya.
"Sudahlah Ariel biarkan saja!"
"Cukup Claudya lepaskan tanganmu!"
"Untuk hari ini aja Riel, kamu mau mempermalukan mama mu ya?"
"Aku tidak perduli!"
"Ya sudah kejar sana Anggun mu itu, biarkan mama mu dianggap sebagai penipu karena kita tidak mengantarkan perhiasan ini!"
"Kau bisa mengantarnya sendirikan?"
"Tidak, ini bukan sembarangan, lagi pula aku tidak tau dimana rumah temen mama mu itu!"
"Dengar Claudya, ku harap ini terakhir kalinya aku berurusan denganmu!"
Sementara Anggun dan Hani keluar dari pusat perbelanjaan itu dan berniat menghentikan taksi. Tapi mendadak mobil berwarna hitam menepi dan berhenti tepat didepan mereka.
"Kalian mau kemana?" kata Fery yang sudah keluar dari mobil dan berdiri didepan Anggun.
"kita mau pulang pak?" Jawab Hani ragu
"Pulang? bukannya tadi ijin tidak masuk kerja karena kamu tidak enak badan ya?"
"Iya sih pak! tapi udah enakan kok pak, ini juga baru berobat!"
"Ya sudah biar saya antar kalian pulang!"
"Jangan pak! maksud saya, Anggun aja yang diantar pulang pak, saya masih ada sedikit urusan, saya lupa menebus obat tadi!" kata Hani yang salah tingkah.
"Yasudah masuklah Anggun!" kata Fery yang sudah membukakan pintu mobil untuknya.
"Terima kasih pak!"
Karena Anggun masih kesal dengan Ariel, tanpa pikir dua kali dia pun langsung masuk ke dalam mobil Fery.
"Dan kamu yakin mau sendirian disini?"
"Iya pak!"
"Ya sudah, kalau mau menebus obat itu, jangan di Mall. Kata Fary dia berjalan mengitari mobil dan meninggalkan Hani yang masih berdiri di pinggir jalan.