Mantan Tercinta

Mantan Tercinta
Buku Nikah


"Kenapa kalian mempermalukan anak saya?apa kalian fikir Alisa itu barang, yang bisa kalian ambil dan campakan begitu saja?"


Suara Rani yang tak lain Mama Alisa mengisi ruang tamu keluarga Erlangga, ia berdiri dengan emosi, ia tidak terima karena Ariel belum juga mengikat Alisa, sementara pertunangan ini sudah di umumkan di acara ualng tahun Papa Ariel dan dihadapan para rekan bisnis keluarga mereka.


Sesuatu yang sangat memalukan, seorang model cantik dipermainkan oleh keluarga Ariel Erlangga.


"Sabar Ma....! Jangan marah marah ! " Alisa mencoba menenagkan Rani.


"Cukup Alisa ! kamu jangan membela mereka lagi, Mama tidak mau tau, kalian tidak perlu melanjutkan acara pertunangan ini, Mama mau secepatnya Ariel menikahi kamu! "


"Iya Ma....! biar Alisa bicara lagi sama Ariel ya , Mama jangan seperti ini, Alisa gak mau penyakit mama kambuh lagi ! " cemas Alisa mengajak Mamanya duduk di sampingnya, berhadapan dengan Widia yang hanya bisa terdiam.


"Jeng Widia ini punya anak perempuan'kan?


coba bayangkan bagaimana kalau anak jeng Widia yang di permainkan ? apa jeng Widia akan diam saja ? " dengan nada emosi.


"Ma sudah, jangan mara marah lagi ! "


"Alisa selalu saja membela keluarga ini, dia masih saja menunggu kepastian dari Ariel, tapi apa yang kalian lakukan terhadap anak saya ? kami tidak kekurangan harta, sampai kami harus datang kerumah ini, tapi ini menyangkut kehormatan anak saya yang sudah di renggut sama Ariel anak kamu ! "


"Ma jangan , Tante Widia baru saja sembuh ma ! " seru Alisa, tapi Rani tidak menghiraukan dia.


Widia memegang dadanya yang tiba tiba sesak, ia terlalu terkejut mendengar apa yang baru saja di katakan calon besannya ini.


"Ap apa....?"


"Iya....Anak kebangganmu itu, sudah merenggut kesucian putri kesayanganku ! "


Widia tidak bisa berkata lagi, ia hanya bisa menatap Alisa yang tertunduk di samping Rani.


"Kenapa jadi seperi ini ? ini semua karena kesalahanku ! " isakan tangis sudah mulai terdengar di ruangan itu.


"Dengar ya jeng Widia , kalau dalam waktu dekat ini Ariel belum juga menikahi Alisa, maka saya akan memanggil wartawan , dan saya akan mengatakan kebenaran ini, seorang pengusaha muda, dari keluarga terpandang sudah menodai dan meninggalkan anak saya, dan saya akan pastikan kalau perusahaan kalian, akan mengalami kebangkrutan karena berita ini ! "


Ancam Rani penuh dendam, Widia masih saja menahan tangisannya, sungguh penyesalan yang datang terlambat, pikirannya hanya di penuhi dengan harapan kecil tentang Anggun, harapan yang memang tidak akan mungkin menjadi kenyataan, menjadikan Anggun sebagai menantunya.


Ternyata Ariel memanglah anak dari Widia , keduanya sama sama tidak teguh pendirian.


Ariel melakukan kesalahan karena sifat posesifnya terhadap Anggun, dan Widia melakukan kesalahan karena sifat angkuh yang dimilikinya.


"Alisa kenapa kamu gak pernah cerita masalah ini ? " tanya widia memandang Alisa.


"Maaf tante ! Alisa gak mau menambah beban Ariel lagi ! " jawab Alisa yang masih menundukan kepala.


"Dengar jeng Widia, kita sama sama punya anak perempuan, dan sekarang jeng Widia sudah pahamkan kenapa saya bisa semarah ini ? " Rani masih saja mengungkit kesalahan Ariel.


" Ma jangan seperti ini ma, tenang ya ! " Alisa masih berusaha menenangkan Mama yang mulai tidak bisa mengatur pernafasannya.


Widia hanya menangis, saat ini Airin adik Ariel masih berada di luar negri, jauh dari pantauan dan pengawasannya, jangan sampai putrinya melakukan kesalahan juga, jangan sampai putrinya mengalami kejadian seperti ini.


"Jeng Rani, jangan khawatir saya akan bicara sama Ariel, saya akan paatikan semua ini !"


"Saya tidak butuh alasan apa apa lagi dan saya ju.....


Rani tidak dapat melanjutkan perkataannya, ia memegang dadanya yang semakin sesak, melihat itu Alisa dan Widia menjadi panik.


"Mama kenapa ma ? Tante cepat panggil ambulance, sepertinya penyakit mama kambuh Tante ! " teriak Alisa.


"Jumi cepat panggil ambulance ! " perintah Widia kepada pelayannya.


.


.


.


********


Dering Hp Ariel terdengar menggema didalam kamar, membuat Ariel membuka matanya, ia tersenyum saat melihat Anggun yang masih tertidur pulas, ia mengecup kening Anggun dengan mesra, ternyata Anggun menjadikan lengan kekarnya sebagai bantal.


Ariel terus memandanginya, sesekali ia mencium kening dan semua bagian darinya, sampai Anggun menggerakan kepalanya, mungin ia merasakan sentuhan Ariel.


Sesaat Ariel menghentikan aksinya, sungguh terlalu kenikmatan yang sempat ia rasakan kembali terbayang, membuatnya mengumpat


dalam hati, jangan sampai gejolak itu datang lagi, sudah bisa di pastikan kalau ia akan berakhir di kamar mandi lagi, itu sangat tidak menyenangkan untuknya.


" Kenapa kamu menyiksa aku sayang? kita mulai dari mana menghilangkan traumamu?"


Jarak sedekat ini membuat Ariel semakin tersiksa dan terusik, karena tubuh keduanya menempel satu sama lain, tetapi tidak bisa bersatu. Ariel mencuri ciuman di bibir Anggun


cuma dengan cara itu ia bisa menenagkan hasratnya yang menggelora.


Ciuman itu membuat Anggun membuka mata


Anggun yang terkejut, mendorong Ariel sampai ciuman singkat itu terlepas.


"Ariel ih , kenapa kamu ada di sini ? " kesal Anggun, membuat Ariel tersenyum, dan lebih mendekati Anggun dan mengeratkan pelukannya.


"Kamu lupa ya? kita ini sudah menikah, jadi wajar kalau aku ada di sini sayang ! "


"Menikah ? " mendengar itu membuat Anggun teringat perlakuan Ariel sebelumnya, Anggun membenamkan wajahnya di dada bidang Ariel yang polos karena ia menahan malu.


"Ariel....! kenapa kamu bisa mengurus semua dokumen pernikahan dalam waktu singkat? kenapa kita tidak menikah siri saja ? " tanya Anggun di dalam dekapan Ariel.


Ariel tersenyum. " Aku sudah terlalu banyak menyakiti kamu Anggun, dan aku tidak mau melakukan kesalahan itu lagi, jadi aku tidak mau menikahimu secara siri, kamu wanita berhargaku ! "


" Kenapa baru sadar sekarang ? " kesal Anggun memukul dada Ariel " Lalu dari mana kau bisa mendapatkan semua data pribadiku?"


"Itu masalah kecil, kamu perempuan yang ceroboh, mengubah namamu tanpa menghilangkan identitasmu yang asli " Ariel terkekeh mengingat itu.


"Jadi semua berkas yang aku tanda tangani itu untuk melengkapi dokumen pernikahan kita? " tanya Anggun kesal, ternyata Ariel memang gila, ia masih seperti dulu, menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.


"Itu hanya sebagian saja. Sudah jangan di tanyakan lagi kenapa bisa secepat itu, yang penting aku sudah memegang buku nikah kita, dan aku tidak akan melepaskanmu lagi !"


Ariel merenggangkan pelukannya, dan ia meraih dagu Anggun, sampai keduanya saling menatap. "Anggun kamu percayakan kalau aku masih mencintaimu ! "


"Aku tidak tau ! " Anggun menepis tangan Ariel . " Jangan melihatku seperti itu ! "


"Kenapa? kamu malu ya ? aku bahkan sudah melihat dan menjelajahi awwww Anggun sakit ! " teriak Ariel merasakan sakit karena cubitan Anggun di perutnya.


"Jangan di bahas ! " teriak Anggun dengan wajah yang memerah.


"Hahahahah kenapa, aku bahkan mau mengulanginya lagi ! " goda Ariel.


Anggun duduk dan meraih guling dan memukul Ariel "Dasar kau selalu mesum, keluar sana ! " teriak Anggun terus memukul Ariel.


"Hahhah iya ampun tuan putri sudah cukup!"


Ariel meraih tangan Angun, sampai Anggun jatuh kedalam pelukannya, keduanya saling menatap " Apapun yang terjadi, percayalah Anggun , aku sangat mencintaimu ! "


Keduanya terdiam dan saling memandang, sampai Hp Ariel kembali berdering. Anggun menarik tubuhnya, membuat Ariel leluasa menjangkau Hp nya.


Ariel mengerutkan keningnya, ketika melihat nama yang tertera di Hp nya, dan ia melirik Anggun.


"Apa ? " ketus Anggun


Ariel hanya tersenyum dan mulai menekan tombol hijau pada layar Hp-nya.


"Apa....? "panik Ariel ketika mendengar kabar dari seseorang di sebrang sana "Baiklah tunggu aku ! " ucapnya mengakhiri pembicaraannya.


Ariel menarik nafas dalam, dan memandang wajah cantik Anggun " Anggun aku harus pergi ! " ucapnya


"Pergilah ! " seru Anggun.


Keheningan kembali tercipta.


Terima kasih semua dukungannya ya🤗