
Ruangan di dalam Cafe itu masih di penuhi beberapa orang yang terlihat sibuk dengan urusan masing masing, terlihat juga beberapa
waitress yang berlalu lalang diantara para pengunjung, mereka masing masing terlihat membawa nampan berisi minuman atau makanan dari satu meja ke meja yang lain.
Selain itu terdengar dengan jelas juga suara canda tawa dari beberapa muda mudi yang duduk di sudut ruang Cafe. Tidak lupa juga dengan alunan musik yang sengaja ditujukan untuk menghibur para pengunjung, sebagian mereka bahkan ikut larut dalam iramanya, sebagian dari mereka juga ikut menyanyikan lagu yang lagi trending dikalangan anak muda.
Tapi euforia mereka tidak terdengar sampai meja sudut dekat jendela, entah kenapa meja ini terlihat hening, seolah olah mereka tidak terpengaruh oleh keadaan apapun, seolah hanya ada mereka berdua yang ada di dalam ruangan ini.
Meja ini yang ditempati Alisa dan juga Anggun, entah kenapa aura disini berubah menjadi sendu, setiap orang mempunyai kisah sendiri untuk mereka ceritakan kepada orang lain. Begitu juga dimeja ini, kisah yang mereka alami terjalin rumit, bahkan mereka sendiri tidak tau kapan awal mula kisah ini terjalin.
Takdir tidak pernah salah dalam memilih setiap targetnya, manusia itu sendiri tidak bisa lari dari takdirnya. Yang harus mereka tau dan yang harus mereka lakukan , mereka harus siap untuk menjalani dan menghadapinya.
Sorot mata tajam dari seorang model cantik, masih terlihat jelas dia masih memandang bola mata Anggun dengan tajam .
"Apa benar seperti yang aku duga, kalau Anggun yang dimaksud Ariel itu adalah kamu Manda?" tanya Alisa lagi.
"Aku...Memangnya ada masalah apa Alisa? kenapa tiba tiba kamu menanyakan tentang ini?"
"Aku takut Manda....Aku takut Ariel akan meninggalkan aku, aku sudah menyerahkan semua untuknya Manda, ! " Alisa masang wajah yang sendu, dia berharap Anggun akan simpati padanya.
"Maksud mu....?" Anggun belum bisa mencerna perkataan Alisa dengan baik.
"Sebagai seorang wanita aku gagal Manda, aku gagal mempertahankan harga diriku, aku sudah menyerahkan semua untuk Ariel hiks hiks hiks."
"Kalian...." Anggun terlalu terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar.
"Iya Manda, kami sudah melakukannya, dia sudah mengambil kesucian yang aku jaga selama ini Manda, aku takut dia akan meninggalkan aku , bagaimana kalau nanti dia kembali pada mantannya itu Manda, apa yang akan terjadi padaku?"
Anggun sudah tidak bisa membuka mulutnya, dia memandang Alisa dengan tatapan yang sendu, kejadian lima tahun yang lalu dimana kesuciannya direnggut pria asing kembali melintas dengan jelas. Anggun juga bisa merasakan apa yang dirasakan Alisa saat ini.
"Percayalah Alisa , hal itu tidak akan pernah terjadi, Ariel tidak akan meninggalkanmu begitu saja." ucap Anggun, dia memegang erat tangan Alisa.
"Kenapa kamu bisa begitu yakin kalau Ariel tidak akan meninggalkan aku?" Alisa bicara sambil terus mengamati mimik wajah rivalnya ini.
"Setiap orang punya masa lalu , dan itu sudah lama terjadi, biar bagaimanapun juga ,kamu sudah menjadi calon istrinya, dan Ariel akan bertanggung jawab sepenuhnya untuk mu, apa lagi kalian sudah melakukannya,"
"Kamu benar Manda," Aisa menghapus air matanya dengan kedua telapak tangannya,
"Kalau begitu, cepat selesaikan busana pengantin kami ya, aku akan menyelesaikan pemotretan ku di luar Kota, dan setelah ini, aku akan mengosongkan jadwal ku, aku akan menentukan tanggal secepatnya. " Ucap Alisa lagi dia sudah bisa lebih lega sekarang.
"Iya serahkan saja semua padaku, kamu tidak perlu khawatir soal itu."
"Kamu belum menjawab pertanyaan ku, apakah kamu Anggun yang dimaksud Ariel?"
"Alisa sebenarnya..
Drtttttt drttttttt
Dering Hp Alisa membuat Anggun berhenti
bicara karena Alisa sudah mengangkat satu tangannya memberi isyarat agar Anggun menghentikan ucapannya. Alisa juga sudah terlibat percakapan melalui Handphonenya.
"Manda maaf aku harus ke Bandara sekarang juga, " Ucap Alisa setelah mengakhiri percakapan dari Handphonenya.
"Biar aku yang mengantar mu ! "
"Tidak terima kasih, sudah ada yang mengurus semuanya, kalau begitu aku pergi dulu ya, " Alisa berlalu pergi meninggalkan Anggun.
"Sebagai pria dewasa, kau pasti melakukan hal itu Ariel," Batin Anggun dia memperhatikan Alisa yang sudah pergi menjauh.
*****
Keesokan harinya.
Biar bagaimanapun juga, Ariel Erlangga adalah seorang pengusaha yang tidak akan pernah melepaskan lawannya begitu saja.
Sedangkan Anggun yang hanya orang awam, tidak mengerti tentang proses hukum yang berlaku di dunia bisnis.
Anggun dan Hani sudah duduk didalam ruangan Ariel, kali ini mereka mencoba berdamai dengan tetap menjalankan kerja sama ini, keduanya bersikap profesional, mereka menyampingkan masalah pribadi.
"Aku pikir bos mu ini tidak akan melanjutkan kerja sama ini, padahal aku sudah siap untuk menggugatnya. " Ucap Ariel angkuh sambil menatap Hani dan Anggun yang duduk dihadapannya.
"Aku tidak punya uang sebanyak itu tuan, lagi pula penjara itu juga tidak akan mau menampung wanita secantik aku." Ucap Anggun sambil mengibaskan rambut panjang nya.
"Hahahaha siapa yang bilang kalau kau itu cantik huh, mungkin saja mata mereka sudah rabun, " Jawab Ariel sinis.
Anggun hanya memutar bola matanya ,dia merasa jengah meladeni Ariel yang kadang emosinya suka berubah . Iya Ariel memang sulit untuk ditebak.
"Jadi apa yang harus kita bicarakan disini?"Angin sudah memasang wajah yang serius .
"Baiklah, kalian catat ini baik baik, dan kau Hani ini adalah poin penting yang harus kau catat, aku tidak mau ada kesalahan sekecil apapun disini, " Kata Ariel dengan wajah yang lebih serius , dia menyebut nama Hani, tapi bola matanya menatap tajam Anggun.
"Aku tidak suka ada pengkhianatan disini, aku tidak suka bekerja sama dengan orang yang tidak bisa menghargai waktu, dan aku tidak suka ada orang yang membantah ku, jadi pastikan kalian akan selalu menuruti keinginanku. Pastikan juga kalua para model iklanku itu terlihat sempurna dengan rancangan mu nona Manda." Ariel sudah menunjukan kekuasaannya.
"Iya kami mengerti dengan baik, kalau begitu tentukan pilihan anda pada beberapa gaun yang sudah saya pilihkan ini." Kata Anggun dia sudah fokus pada layar laptop yang ada di meja.
"Aku serahkan semua pada anda nona Manda, kau sudah tau temanya bukan? jadi aku tidak mau tau apapun lagi, semua sudah menjadi tanggung jawab mu, awas saja kalau kau melakukan kesalahan disini."
"Ok baik, kalau begitu sampai disini perjumpaan kita, kami akan mempersiapkan semuanya." Kata Anggun dia sudah berdiri dan siapa menjabat tangan Ariel.
Setelah urusan keduanya selesai Anggun dan Hani langsung keluar dari ruangan Ariel.
"Wah bener itu sih Ariel? auranya menakutkan ih " Ucap Hani sambil bergidik kepala.
"Hus jangan diceritain disini, ini masih wilayah kekuasaan Ariel loh." Kata Anggun sambil menutup rapat pintu ruangan Ariel.
"Apa yang kau lakukan disini?"
Suara wanita ini mengagetkan Anggun, dia memandang wanita ini dengan nanar .
"Hani....Tunggu aku dibawah." katanya tapi pandangannya masih fokus pada wanita ini.
"Baiklah aku pergi dulu, " Kata Hani sambil berlalu pergi, sekilas Hani memperhatikan penampilan wanita paruh bawa yang terus menatap Anggun, kemudian diapun berlalu masuk kedalam lift.
"Kau berani mendekati putraku lagi Anggun?" Suara wanita ini terlihat penuh dendam.
"Nyonya Widia masih mengingat nama ku dengan baik ya.?" Kata Anggun dia tidak takut sedikitpun.
"Kau menggoda Ariel lagi? Apa yang kau lakukan di perusahannya? Kau baru keluar dari ruangan Ariel? "
"Iya....Aku datang lagi Nyonya, tapi bukan untuk menggoda anak kebanggaan Nyonya itu, aku bukan wanita penggoda."
"Kau sudah menggoda pria lain dulu, bahkan kau juga sudah menjual harga dirimu itu, aku tidak akan membiarkan wanita seperti mu ada didekatnya."
"Nyonya tolong jangan....
ceklek
Ariel membuka pintu , dia menatap kedua wanita yang dicintainya.
Bersambung
Jangan lupa jejak ya🤗🤗