Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Catatan Lama 2


Ezan yang di ikuti oleh tentara darai organisasi hanya bisa membuat permusuhan diantara temannya untuk menghindari perselisihan yang akan terjadi.”Mau tidak mau aku harus melakukannya untuk membuat mereka keluar dari tempat persembunyian,”ucap Ezan yang berjalan menjauh dari kedua sahabatnya. Sampai di tempat yang sepi Ezan hanya bisa berkata,”Sampai kapan kamu akan terus mengikutiku. Apa kalian tidak lelah mengikutiku sementara rencana kalian akan sukses membuat perselisihan diantara kami berdua.”


“Kamu hebat mengetahui rencana yang kami siapkan untuk menghancurkan kamu,”kata tentara yang bertepuk tangan karena bangga.”Kenapa kalian menginginkan nyawaku, sementara aku tidak mengenal kalian,”kata Ezan. Sampai dari mereka membawa salah satu mata-mata dari Organisasi Peneliti.


“Tuan kita membawa tikus yang mematai pembicaraan kita disini,”kata bawahan tentara. Ezan menoleh kebelakang dan melihat Putra dari Organisasi Peneliti. “Kenapa kamu bisa ada disini,”kata Ezan.”Seharusnya aku yang bertanya mereka siapa kamu,”ucap Putra.”Mereka adalah orang yang menginginkan nyawaku,”kata Ezan dengan jelas.


“Apa mereka musuh kamu,”kata Putra yang hampir mati karena tembakan. Ezan yang melihat pergerakan bawahan yang menyandra Putra melepaskan diri dari kumpulan tentara yang mengepungnya.”Untuk sementara kita aman disini,”ucap Ezan.”Kenapa kamu menyelamatkan aku,”kata Putra.


“Tidak tahu,”ucap Ezan yang melepaskan Putra.”Pergilah.  Selagi kamu bisa kabur, karena setelah ini akan menjadi Lautan Merah,”kata Ezan. Putra pergi dan meninggalkan Ezan  sendirian. “Tidak aku sangka kalian bisa cepat sampai ditempat ini,”kata Ezan.


Tiba-tiba pukulan dihantamkan kepada Ezan yang sedang berbicara. Tapi Ezan bisa menghindar, dibelakang yang sudah berjaga juga siap untuk melontarkan peluru di kepala Ezan. “Kenapa kalian terlalu tergesa-gesa,”kata Ezan. Yang memukul balik tepat di wajah mereka dan memukul bagian perut mereka dengan tendangan.


“Kamu kira bisa selamat,”ucap tentara yang sudah mengaktifkan formasi menghancur. Tapi Ezan yang sudah menyadari akan formasi mengambil ahli dengan membunuh musuh yang ada dihadapan mereka dengan tenang karena formasi yang mereka buat.”Sampai jumpa,”kata Ezan yang naik ke atas bangunan melihat sekumpulan tentara tewas dimata Ezan.


“Sangat hebat mereka yang membuat formasi tapi mereka yang terjebak karena formasi yang mereka buat sendiri,”ucap Ezan yang bertepuk tangan. Hingga Mitra datang bersama dengan Rong Shi.”Martin,”kata Mitra. Ezan menoleh dan melihat Mitra dan Rong Shi melihat dia dari jauh. Ezan hanya tersenyum dan kemudian menghilang dihadapan mereka berdua. Sebelum dia menghilang dia berkata,”Belum saatnya kita bertemu, jika sudah waktunya kita akan bertemu lagi. Tunggu aku di markas lama.”


“Apa benar dia Martin,”ucap Rong Shi yang tidak bisa percaya. Mitra dan Rong Shi datang ketempat Martin dia berdiri dan mereka melihat kebawah mereka.”Gumpalan mayat dan darah yang mengerikan Formasi menghancurkan,”kata Mitra.”Tapi bukan Martin yang membuat tapi mereka sendiri,”ucap Rong Shi.”Itu benar. Tapi mereka siapa,”kata Mitra yang melihat sambil duduk jongkok.”Mana aku tahu, tapi kemana Martin pergi,”kata Rong Shi.


Mitra hanya menggelengkan kepalanya dan menghela nafas.”Tapi dia selamat dari gelombang jiwa itu,”kata Mitra yang meneteskan air mata karena senang. “Aku tahu kalau dia akan baik-baik saja,”kata Mitra.”Sebaiknya kita pergi memberitahukan yang lain,”kata Rong Shi.”Jangan,”kata Mitra yang menahan tangan Rong Shi.”Kenapa. Apa kamu tidak menyadari darai mayat dibawah ini,”kata Mitra yang merasa ada yang aneh.


“Apa maksud kamu,”kata Rong Shi yang melihat kebawah.”Apa kita perlu turun melihat mereka lebih dekat,”kata Mitra.”Tidak itu terlalu bahaya. Lihat itu binatang apa yang mendekat ke formasi,”kata Rong Shi yang menahan diri. Mitra melihat kebawah dan melihat monster yang merupakan monster dewa yang sangat langka dan dibelakang moster tersebut ada seorang yang asing. Rong Shi yang merasa ada yang aneh menari Mitra menjauh setelah melihat orang yang bersama dengan monster dewa yang ada dibawah.”Kenapa kamu menarikku,”kata Mitra yang ditarik oleh Rong Shi dengan kencang.


“Tapi ada yang aneh dengan orang tersebut bukan,”kata Mitra yang mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh Rong Shi. Sampai mereka berhenti di satu cafe untuk mencari makan. Ezan datang menghampiri mereka berdua.”Bagus jika kalian bisa kabur dari monster dewa tersebut tanpa ketahuan,”kata Ezan dari belakang. Ezan duduk disamping mereka dan memesan makan yang ada di cafe untuk mengisi perutnya.”Bagaimana kabar kalian,”kata Ezan.


“Bukannya kamu bilang bulan sekarang bertemunya kenapa kamu muncul dihadapan kami berdua,”kata Rong Shi.”Awalnya iya, tapi saat aku ingin pergi kebcafe di tempat yang sama, mau bagaimana dong,”kata Ezan.


“Dari mana kamu baru muncul sekarang. Kamu tahu tidak kalau kita mencari kamu selama ini,”kata Mitra yang bicara pelan.”Maafkan aku ada beberapa urusan yang aku selesaikan,”kata Ezan.”Apa termasuk orang yang kita lihat tadi,”kata Mitra.”Bisa jadi,”ucap Ezan yang sudah menerima pesanan makanannya.


Ezan makan dengan pelan sampai dia mendapatkan pesan telepati dari Martin.”Kamu dimana?,”kata Martin.”Sedang makan kenapa,”ucap Ezan.”Apa kamu baik-baik saja,”kata Martin.”Tidak biasanya kamu tanya kabarku baru saja sejam kita tidak bertemu,”kata Ezan.”Jawab saja apa yang terjadi di sana,”kata Martin yang ada dalam ruang jiwa.”Mereka datang mengunjungi dan membawa monster dewa untuk membersihkan para tentara,”kata Ezan menjelaskan.


“Apa kamu yakin dengan apa yang kamu katakan, kalau mereka mengikuti kamu sampai di negara J,”kata Martin.”Seperti yang kamu ketahui mereka menginginkan nyawa kita,”kata Ezan.


“Untuk apa mereka menginginkan nyawa kita sementara kita tidak memiliki masalah apa-apa dengan mereka,”ucap Martin yang kesal.”Dari pada itu bukannya kamu enak banget tidur di sana aku yang berkerja,”kata Ezan.”Bukannya dari awal kamu yang menyuruhku melakukan ini dengan santai,”kata Martin.”Terserah kamu, bagaimana Morgan masih membaca buku,”kata Ezan.”Iya,”Ucap Martin.


“Kamu bersama dengan Mitra dan Rong Shi,”kat Martin yang melihat dengan mata Ezan.”Iya kebetulan bertemu tapi nanti berpisah lagi. Karena mereka masih mengikutiku,”kata Ezan.”Mereka tidak kapok mengikutimu,”ucap Martin.”Mau aku bantu dari sini,”ucap Martin. “Tidak terima kasih,”kata Ezan yang memutuskan telepati dari kembarannya.


“Apa yang sedang kamu pikirkan,”ucap Mitra.”Tidak ada hanya saja makanan ini sangat enak,”kat Ezan.”Tidak seperti biasanya kamu melakukannya,” kata Rong Shi. “Apa ada yang salah dengan aku mengatakan makanan ini enak,”ucap Ezan.”Tidak,”kata Rong Shi yang menggelengkan kepalanya.


“Apa setelah ini kamu ingin pergi,”kata Mitra.”Iya, jangan beritahu yang lain dulu,”kata Ezan.”Aku mengerti. Tapi apa Ali, Alex dan Morgan bersama kamu,”kata Mitra.”Tidak, memangnya kemana mereka pergi,”kata Ezan yang merahasiakan kepada mereka berdua.”Jadi kamu tidak tahu setelah bencana dunia mereka menghilang bersamaan dengan kamu,”kat Rong Shi.”Tapi aku tidak tahu kemana mereka, mungkin mereka sedang menjalani kehidupan normal mereka,”kata Ezan.


“Kurasa juga begitu,”kata Mitra. Ezan yang telah selesai menikmati makanannya menghilang dihadapan mereka berdua setelah menaruh biaya makannya. Mereka berdua terkejut dengan menghilangnya Ezan yang secara tiba-tiba. Sampai Ezan di atas bangunan yang sudah disambut oleh tentara yang mengikuti dia sampai dua kali.”Berapa ronde ini dalam satu hari,”ucap Ezan.