Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Identitas Baru 1


Setelah Roki mengomeli Izam yang tidak tahu akan keadaan Martin. Roki kembali keluar dengan kesal sampai didepan pintu. Sekertaris Kim yang sudah dihadapannya membuka pintunya. Roki masuk ke dalam mobil bersama dengan sekertaris Kim.”Kemana selanjutnya tuan kita akan pergi,”kata sekertaris Kim. Roki terdiam sampai mobil melaju baru dia berkata,”Kita pergi ketempat keluarga Martin sekarang.”


“Baik tuan,”ucap Roki yang mencoba tenang. Mobil melaju menuju tempat kediaman Martin di perjalanan Roki mendapatkan pesan dari putra yang memberitahukan kalau dia tidak menemukan keberadaan Ali dan Alex setelah bencana dunia di pulau. “Apa aku terlalu egois waktu itu,”ucap hati Roki. Tidak tahu kenapa Roki yang masih memikirkan kata Ali dan Alex seorang telah membayar utang dalam bermain kartu yang membuat dia terus berpikir.”Bermain kartu waktu itu adalah Martin. Waktu itu dia berkata membayar dengan nyawanya. Tapi itu hanya bermain saja tidak mungkin dia akan melakukannya bukan,”ucap Roki dengan hati yang berbicara.


Sampai mobil berhenti didepan rumah Martin.”Tuan kita sudah sampai,”ucap sekertaris Kim. Roki melihat keluar jendela mobil hanya terdiam. “Anda tidak keluar tuan muda,”kata sekertaris Kim. Roki tersenyum dan keluar dari mobil berjalan menuju halaman rumah Martin. Roki yang melihat sekitar,”Tidak ada yang berubah hanya ada dekorasi bunga. Apa ada acara?.”


Roki masuk ke dalam dimana kak Meli dan Kak Mola yang ada di depan mereka melihatnya. Mereka berdua datang menghampiri Roki yang sedang masuk kedalam rumah.”Ada acara apa kak?,”kata Roki dengan ramah. “Kamu datang pada waktu yang tepat Roki,”kata Kak Meli.”Ada apa kak,”ucap Roki yang binggung.”Kak Mola akan menikah dengan kak Mark,”kata Kak Mela.”Apa?,”ucap Roki yang terkejut.”Selamat ya kak Mola,”kata Roki.”Terima kasih Roki ini undangan untuk kamu dan tante Melati ya,”kata Kak Mola.”Iya kak terima kasih ya kak undangannya,”ucap Roki yang menerima undangannya.


Yang kemudian dia melihat sekeliling berharap bisa bertemu dengan Martin. Mark yang dari jauh melihat Roki menghampirinya dan berkata,”Siapa yang kamu cari?.” Roki menoleh kearah suara yang ada dibelakangnya.”Aku mencari Martin apa dia tidak akan datang di pernikahan kak Mola dan kak Mark,”kata Roki yang penasaran. Mereka semua tertunduk dan tidak berkata sampai Mark mengajak Roki keluar untuk menghirup udara segar.


“Ada apa kamu mengajakku keluar,”kata Roki yang tidak mengerti.”Jangan katakan apa-apa tentang Martin di hadapan mereka berdua,”ucap Mark.”Kenapa memangnya,”kata Roki yang ingin tahu dimana Martin.


“Kamu tahu tidak gelombang jiwa atau fenomena enam bulan yang lalu,”kata Mark.”Iya. Memangnya apa yang terjadi dengan fenomena tersebut,”kata Roki yang bingung dengan Mark. Mark menghela nafas,”Martin menghilang setelah bencana dunia berlangsung dan sampai sekarang aku tidak menemukan dia ada dimana.”


“Jadi aku sarankan kamu jangan mengungkit Martin dihadapan Mola dan Meli. Aku tidak ingin mereka berdua bersedih,”kata Mark.”Apa kak Mola dan kak Mela tahu semua itu,”kata Roki. Mark menggelengkan kepalanya yang memberitahukan kalau kedua kakak Martin tidak tahu kondisi adiknya sekarang.


“Aku mengerti aku tidak akan mengatakannya apa-apa. Tapi aku ingin tahu apa yang terjadi dengan Preman selatan sekarang,”ucap Roki yang mengubah pembicaraan.”Untuk apa kamu ingin tahu keadaan preman selatan,”ucap Mark yang melihat kearah Roki.”Aku hanya ingin tahu saja apa yang terjadi dengan mereka setelah pimpinan mereka tidak ada,”ucap Roki. Mark hanya terdiam sampai Mitra datang bersama dengan Rong Shi.”Apa yang kamu lakukan diluar,”ucap Mitra.”Untuk apa kalian datang,”kata Mark.”Kenapa memangnya aku ingin menuju kamar Martin untuk istirahat,”ucap Mitra yang langsung berjalan masuk setelah menyapa Mola dan Mela.


“Apa yang terjadi dengannya,”kata Mark. Rong Shi menghela nafas,”Seperti biasa dia tidak menemukan jejak Martin di tempat itu.”


“Apa kalian masih mencari Martin,”kata Roki disamping Mark.”Itu benar karena dia yang berjasa besar menyelamatkan orang lain dan rekannya. Tidak pada seorang yang egois mengusir anak buahnya sampai membuat mereka pergi tanpa jejak,”kata Rong Shi menyindir. Roki yang menyadari perkataan Rong Shi berkata,”Bukannya wajar kalau orang lain menyelamatkan orang lain.”


Roki yang terdiam melihat mereka berdua dan hatinya berkata,”Mereka menyembunyikan sesuatu dariku. Bagaimana mereka mengetahui tentang Ali dan Alex. Apa mereka mengetahui keberadaan mereka berdua.” Sampai Mark berkata,”Kami tidak tahu keberadaan orang kamu cari, jangan menambah beban buat kami.”


Roki hanya terdiam dan berjalan kearah kakak Mola dan kak Meli.”Halo kak,”ucap Roki.


“Hai Roki. Sudah selesai berbicara dengan Mark,”kata Kak Meli.”Sudah. aku juga datang kesini mau berpamitan dengan kakak ada urusan yang harus aku selesaikan di kantor,”ucap Roki.


“Kenapa kamu cepat sekali perginya. Apa kamu tidak mau makan dulu disini,”kata Kak Mola.”Tidak kak terima kasih,”kata Roki.”Baiklah terima kasih sudah mengunjungi kami berdua. Jangan lupa datang di pernikahan kakak ya,”kata Kak Mola.”Iya kak,”ucap Roki yang tersenyum ramah. Ok berjalan menuju kearah mereka berdua dan melewatinya tanpa berkata apa-apa. Setelah kepergian Roki Mark berkata kepada Rong Shi,”Kenapa kamu berkata seperti itu tadi kepada Roki.”


“Kenapa memangnya apa ada yang salah dengan ucapanku,”kata Rong Shi yang marah.”Kamu tahukan kalau ini dirahasiakan sampai Martin ditemukan,”kata Mark. Rong Shi yang memalingkan wajah dengan cetus hanya berkata,”Aku mengerti.”


Mola dan Mela menghampiri Mark yang sedang bersama dengan Rong Shi.”Kalian sedang berantem,”kata Mola. Rong Shi yang sedang berpura-pura menangis mendatangi Mola dan berkata,”Dia memarahiku. Kakak karena aku menjatuhkan dekorasi di taman.”


“Mark itu hanya dekorasi saja kenapa kamu marah kepada Rong Shi,”ucap Mola yang melotot kepada Mark.”Tunggu dulu Mola aku tidak marah dengan Rong Shi dia hanya berpura-pura jangan percaya dengan dia,”kata Mark yang melihat kearah Rong Shi yang sedang tersenyum.”Aku tidak percaya dengan kamu tempo hari kamu juga marah kepada Ling Yong yang datang karena bunga,”kata Mola.”Itu beda cerita. Jangan marah ya Mola aku minta maaf. Aku tidak akan mengulangi lagi,”ucap Mark yang berwajah sedih.  Mola yang melihat ekspresi Mark merasa kasihan dia memaafkan Mark.


Sementara ditempat lain Martin yang masih tertidur di kasur tidak kunjung bangun. Morgan yang selalu berkunjung melihat kondisi adiknya terus menatapnya dan memegang tangannya yang hangat tapi tidak bergerak. Ali dan Alex yang juga datang melihat Morgan tertidur didekat tangan Martin.”Jadi masuk,”ucap Alex.”Kurasa besok saja,”kata Ali. Mereka berdua kembali menutup pintu kamar dan tidak jadi masuk sampai Keri datang melihat mereka berdua.”Kenapa tidak jadi masuk,”ucap Keri.


“Tuan muda masih di dalam dan tertidur disamping Martin,”kata Alex.”Jadi seperti itu. Mau jalan-jalan,”ucap Keri.”Tentu saja,”kata mereka berdua. Sampai di taman mereka duduk dan saling berbincang sampai Mikhail datang menghampiri mereka bertiga.”Apa yang kalian bicarakan,”ucap Mikhail.