
Kyoshi yang terdiam hanya bisa berkata,”Dia adalah anak buah Dimitri level tingkat lanjut alam semesta.”
Semua yang mendengar kejut dengan kata yang disampaikan oleh Kyoshi.”Bagaimana kamu tahu kalau dia sudah level tingkat lanjut alam semesta?,”kata ayah Roki.”Bagaimana yang menjelaskannya ya, aku juga bingung,”kata Kyoshi.
“Apa monster yang menghadang mereka bisa membunuh mereka yang datang masuk?,”kata Kyoshi yang merasa tidak yakin dengan para monster. Ayah Roki terdiam hanya untuk sesaat sampai diberkata,”Tidak jika musuh sudah sampai level tingkat lanjut alam semesta.”
“Jadi sekarang mau bagaimana,”kata Kyoshi yang menghubungi kakaknya untuk datang. “Siapa yang kamu hubungi,”kata Ayah Roki. “Bantuanlah, menurut kamu siapa lagi kami yang membawa mereka tentu saja kami harus bertanggung jawab,”kata Kyoshi.
“Kak, dimana bantuan ya anak buah Dimitri level tingkat lanjut alam semesta,”kata Kyoshi. Selesai memberitahukan kepada kakaknya Kokoro dia mematiakan telepon dengan pesan,”Pertahankan selama satu jam.”
“Kakak,”ucap Kyoshi yang tidak bisa berkata apa-apa. “Bagaimana,”ucap Ayah Roki. “Aku akan menahan mereka selama satu jam,”ucap kYoshi yang melewati pembatas menara dan maju menghadang musuh.
“Tunggu Kyoshi,”ucap Morgan. Kyoshi menoleh dan berkata,”Ini adalah tugasku untuk menjaga anda. Ini adalah perintah dari tuan kami.” Morgan yang terdiam tidak bisa melihat orang lagi yang terbunuh dia maju kedepan bersama dengan Kyoshi. Tapi tidak disangka sebelum Kyoshi pergi dari menara pelindung dia sudah memasang formasi pelindung cahaya tingkal lanjut alam abadi. Morgan yang jiwanya belum pulih karena menyelamatkan Martin tidak bisa membuka Formasi yang ada dan hanya bisa kesal melihat Kyoshi maju kedapan.
“Pelajari selagi kamu bisa,”ucap Kokoro dari belakang yang sudah datang. “Siapa kamu?,”ucap Morgan dan yang lain yang merasa terkejut dengan datangnya Kokoro.”Tenang saja aku bukan musuh tapi teman,”kata Kokoro.
“Kamu siapanya Kyoshi,”kata Morgan dengan tegas.”Aku kakaknya, kenapa? Apa ada masalah,”ucap Kokoro.
“Jika kamu kakaknya kenapa kamu diam saja di sini bukan menolong adik kamu,”kata Morgan.
“Aku mau bantu hanya saja tunggu satu jam,”kata Kokoro dengan santai.”Apa kamu ingin melihat dia tewas,”kata Morgan dengan keras.
“Siapa yang bilang dia akan mati, bagus untuk meningkatkan kemampuan dia,”ucap Kokoro dengan percaya diri.
“Meningkatkam kemampuan tempur level alam semesta,”ucap Roki sambil berpikir.”Tepat sekali,”kata Kokoro.
Kokoro yang melihat Kyoshi sedang bertarung melihat satu musuh yang datang menyerang Kyoshi. “Menyebalkan sekali mereka datang membelakangiku,”ucap Kyoshi yang menyadari keberadaan musuh yang lain. Karena dia ingin cepat selesai dia menggunakan tepasan dewa pembunuh untuk mengalahkan musuh yang sedang menyerang dia dari belakang.
“Jangan pernah menyerangku dari belakang jika kalian ingin selamat,”kata Kyoshi. Yang sedang menuggu waktu berjalan sampai satu jam berlalu Kyoshi mundur kebelakang yang di ikuti oleh anak buah Dimitri tingkat lanjut alam semestra. Dalam hati Kyoshi yang sedang bahagia,”Ikutilah aku jika kalian ingin mati.”
Kyoshi yang sudah tahu akan seperti ini sudah menyiapkan hadiah terakhir untuk mereka. Sedangkan kakaknya Kokoro yang sedang melihat adiknya mundur merasakan hawa pembunuh yang keluar dari jiwa Kyoshi.
Dengan helaan nafas Kokoro berterika,”Bunuh mereka dengan satu serangan, jika kamu masih ingin menjadi keluarga Koto.” Semua yang mendengar melirik kearah Kokoro.”Apa maksudnya ini,”ucap Morgan yang tidak paham.
“Kamu tidak tahu,lihatlah itu,”kata Kokoro yang menunjuk ke arah Kyoshi. Kyoshi yang sudah melepaskan aura pembunuh lebel menengah alam semesta membantai musuh tingkal level lanjut alam semsesta dengan ganas.
Semua yang melihat merasa tercengang melihat Kyoshi yang berubah sikap menjadi pembantai yang tidak memilki rasa manusiawi. Kyoshi yang telah selesai membunuh para musuh melepaskan formasi pelindung cahaya yang dia pasanga dan menghampiri kakak.
“Hebat kakaku yang tampan, kamu tega dengan adik kamu yang hampir sekarat. Dan kamu memaksa aku untuk menggunakna kartu as keduaku,”kata Kyoshi yang kesal dan memalingkan wajahnya.
“Maaf membuat kamu tertekan jika tidak aku lakukan sampai kapan kamu bisa berkembang. Kamu tahukan kalau musuh kita itu banyak yang lebih melewati batas alam semesta,”kata Kokoro. “Aku tahu apa yang kamu maksudkan, tapi tidak seperti ini juga kali kakak,”ucap Kyoshi.
“Aduh sakit ... lepaskan tidak. Aku bilang sudah minta maaf,”kata Kokoro.
“Kamu tidak apa-apa Kyoshi,”ucap Koto.”Kakak khawatir dengan kondisi adik kamu atau khawatir dengan otak dan tanganku,”ucap Kyoshi.
“Kenapa kamu berkata seperti itu,”kata Koto sambil memalingkan wajah.”Sudah aku tebak kakak berdua sama saja, aku carai Zen saja mengaduh kepada dia kalau kakak semua jahat kepadaku,”ucap Kyoshi yang menangis seperti anak-anak.
“Sudah...sudah,”ucap Morgan.”Yang penting kamu tidak terluka bukan,”kata Morgan lagi.
Setelah pembicaran selesai semua musuh kembali mereka kembali ke vila untuk saling berbincang-bincang satu sama lain sampai Roki mengganti suasana dengan berkata kepada ibu dan ayahnya untuk meminta beberapa anggota khusus untuk pergi ke pulau yang tidak berpenghuni.
“Ayah ibu aku meminjam beberapa anggota dari anggota khusus untuk pergi ke pulau tidak penghuni,”kata Roki dengan tenang.”Untuk apa kamu ingin pergi ke pulau tidak penghuni,”ucap Ibunya.
“Bukannya pulau itu tidak ada yang berharga untuk apa kamu membeli pulau tersebut,”kata Ayahnya. “Kata siapa tidak ada barang berharga,”ucap Roki.
“Apa yang dikatakan oleh anak anda itu benar pulau itu masih ada beberapa yang belum digalih,”kata Koto. “Apa kakak tahu pulau tidak penghuni,”ucap Kyoshi. “Tahu atau tidak untuk apa kamu ingin tahu,”kata Koto.
“Kenapa setiap aku bertanya kakak tidak mau memberitahuku jawabannya,”kata Kyoshi.
“Jika tidak bisa mencari jawaban sendiri untuk apa kamu belajar bodoh,”akta Kokoro. “Tapi sekali-kali beritahu aku jawabannya kenapa,”kata Kyoshi yang masih membentak dan ingin tahu. “Kenapa kalian yang berantem kakak adik yang tidak perna akur,”ucap Morgan.
“Memangnya kamu perna akur dengan Martin,”kata Kyoshi balik. Morgan memalingkan wajahnya, samapai Ibu Roki bertanya kepada Morgan.”Apa benar kamu kakak Martin,”ucap Ibu Roki.
“Apa yang kamu katakan memang benar aku adalah kakak laki-laki Martin yang berbeda ayah,”kata Morgan.”Jadi seperti itu,”ucap Ibu Roki. “Kenapa kalian malah bicara yang lain bagaimana boleh tidak soal anggota khusus yang aku ambil untuk pergi ke pulau tidak penghuni,”kata Roki.
“Boleh berapa orang”ucap ayahnya. “Tiga saja sudah cukup,”kata Roki.”Untuk apa kamu pergi ke pulau tidak penghuni, apa yang kamu cari di sana?,”kata ibunya. “Aku ingin tahu apa yang mereka belum dapatkan dari pulau tidak penghuni dengan data yang masih belum lengkap membuat aku penasaran kenapa pulau itu ditinggalkan. Mustahil jika hanya karena kebocoran racun di tempat penelitian,”kata Roki.
“Kebocoran racun di tempat penelitian, kata kamu,”ucap Koto.”Iya,”kata Roki. “Mustahil jika hanya kebocoran saja racun yang menyebar di pulau ada obat penawarnya,”kata Koto sambil berpikir.
“Jika seperti yang kakak katakan. Ada yang bersembunyi di pulau tidak penghuni tersebut,”kata Kyoshi.
“Jika memang ada, Roki aku ikut dengan kamu ke pulau tidak penghuni,”kata Morgan. “Boleh saja tapi dimana Martin sekarang,”kata Roki.
“Dia ada di rumah sedang mempelajari buku baru yang diberikan oleh Ezan,”kata Morgan. “Apa benar Ezan sudah tidak ada,”kata Roki yang merasa ragu dengan pertanyaannya.
“Dia sudah pergi sebualan yang lalu denga tenang,”kata Morgan.”Maaf aku bertanya seperti itu pasti membuat kamu kembali mengingat adik kamu lagi,”kata Roki.
“Tenang saja tidak usah khawatir denganku dan Martin semua sudah berlalu,”kata Morgan.