Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Penjelasan Yang Sia-sia


“Apa yang kamu bicarakan,”kata Rong Shi. Morgan berjalan menuju mereka berdua dan berkata,”Kalian berdua pergi ke tempat Martin bukan, tapi dia mengembalikan kalian berdua.” Mereka berdua dengan santai berkata,”Tidak ada penjelasan yang membuat kita puas.”


“Apa?,”ucap Morgan yang merasa sia-sia dengan pertanyaan yang diberikan.”Jadi kalian mendapatkan apa,”ucap Morgan lagi.”Dia hanya berkata bencana itu akan datang kita harus bisa melewatinya sampai dia kembali,”ucap Mark yang berbisik.”Jadi seperi itu,”kata Morgan.


“Kalian membicarakan apa,”kata Ali.”Tidak ada,”ucap Rong Shi.”Bagaimana kamu bisa mengetahuinya dari mana kamu,”ucap Mark yang memegang tangannya dengan erat.”Dari sini,”kata Morgan yang menunjukkan cermin dua dunia kepada mereka berdua.


“Ini,”kata Rong Shi. “Jika kamu bisa melihatnya kenapa kamu bertanya kepada kami,”kata Mark.”Itu karena cermin ini masih ada kekurangan bisa melihat tapi tidak bisa mendengar,”kata Morgan menjelaskan.


“Cermin apa itu,”ucap Mitra dari belakang mereka. Morgan menoleh,”Cermin dua dunia.” Yang kebetulan sudah tidak melihatkan Martin hanya cermin biasa bagi Mitra. Mitra kembali melangkah kebelakang dan melihat apa yang bisa dia ambil setelah berbicara dengan Morgan dan yang lainnya.


“Sepertinya kamu menyembunyikan dari Mitra,”kata Ali yang juga muncul setelah Mitra pergi.”Kalian,”ucap Mark. Morgan hanya tersenyum bersama dengan Mark dan Rong Shi sampai mereka bertiga saling menatap dengan pikiran yang sama.


“Cari yang lain saja dulu,”ucap Rong Shi. Sampai Mark yang berkeliling melihat satu buku yang membuat dia tertarik setelah mengambil buku tersebuat.Dia berpikir,”Ternyata ada disini.” Setelah Mark mendapatkannya dia menggunakan telepati untuk berbicara dengan Morgan dan Rong Shi.”Aku sudah menemukannya,”ucap Mark.


“Dimana kita akan bertemu,”kata Morgan.”Gunakan jiwa pembelah kita bertemu didepan pintu,”kata Mark.”Siap,”ucap mereka berdua. Mark kemudian memutuskan telepatinya dan menggunakan jurus jiwa pembelah sementara mereka berdua yang sudah menggunakan jurus jiwa pembelah telah di depan pintu yang dijanjikan.


“Bagaimana kamu bisa menggunakan jurus ini,”ucap Rong Shi yang binggung.”Kalian tidak tahu kalau aku hampir sama dengan Martin levelnya hanya tingkatnya saja yang berbeda,”kata Morgan menjelaskan.


“Mana bukunya,”kata Morgan.”Ini dia,”ucap Mark yang menunjuk buku cermin dua dunia.”Dengan buku ini kita bisa melihat apa yang dilakukan Martin di dunia dewa,”kata Rong Shi. Mark membaca bukunya dengan cermat sampai dia bisa menemukan cara menyempurnakan cermin dua dunia.”Mana cerminnya,”kata Mark. Morgan memberikan cermin dua dunia kepada Mark. Beberapa menit setelah Cermin Dua Dunia disempurnakan dia mengembalikan kepada Morgan untuk mengaktifkannya. Morgan menyalurkan jiwanya kepada cermin dan mencari keberadaan Martin tidak lama kemudian muncul Martin di layar kaca. Mereka bertiga melihat apa yang dilakukan Martin di dunia dewa secara bersama-sama.


Saat mereka melihat apa yang dilakukan Martin, mereka bertiga sangat dikejutkan dengan dia menghancurkan dunia dewa tempat FlasMo menjadi penguasa dunia.”Tempat apa itu,”ucap Morgan.”Tempat dewa FlasMo tinggal dewa penguasa yang mengkhianati Martin,”kata Rong Shi yang masih menatap di cermin.


“Kenapa tempat itu dihancurkan,”ucap Morgan.”Kurasa dia memang ingin balas dendam dengan para dewa dua dunia,”kata Mark. Mereka berdua saling menatap satu sama lain.”Mustahil,”ucap Morgan.”Memangnya dia bisa menghancurkannya,”kata Morgan yang tidak percaya.


“Jika tadi kamu bersama kami, kamu bisa merasakan aura gelombang jiwa Martin yang menakutkan,”kata Rong Shi.”Yang itu kalian tidak usah jelaskan karena aku bisa melihat dengan ekspresi wajah yang dia berikan saat kalian ketahuan,”ucap Morgan.


“Tapi tidak aku sangka kalau Bos kita memiliki dendam dengan dunia dewa apalagi di dimensi dua dunia lagi. Kemampuan dimana mereka semua sangat mengerikan. Apa lagi monster yang datang tempo hari ulah darai FlasMo,”ucap Rong Shi.”Apa?,”kata Morgan yang terkejut.


“Itu benar,”kata Mark. Mereka yang melihat Martin marah besar dan menghancurkan semua yang ada di tempat ia berada dengan gelombang jiwa yang dimilki Martin. Sampai Martin diserang oleh penjaga dewa dan beberapa dewa yang merasakan gelombang jiwa yang dahsyat.


“Tempat apa ini,”kata Rong Shi yang tidak tahu.”Dimensi ruang pribadi,”kata Mark yang pernah berkunjung. Setelah mereka masuk ke dimensi Morgan yang buat mereka bertiga kembali melihat apa yang dilakukan Martin di dua dunia.


“Kamu kira dengan gelombang yang kamu buat bisa menghancurkan dimensi ini,”kata Dewa FlamBo.”Dewa FlamBo dewa pencipta tidak aku sangka kamu ada disini,”ucap Martin. “Bagaimana kamu tahu namaku,”ucap FlamBo.”Itu tidaklah pening,”ucap bisik Martin yang ada disampingnya kerena menggunakan kilat cepat.


FlamBo yang menyadari kehadirannya merasa tidak tertekan dengan apa yang diberikan kepada Martin.”Kamu memang hebat,”ucap Martin.”Tapi apa kamu seyakin ini bisa lepas begitu saja,”kata Martin yang sudah menyiapkan hadiah yang tidak diduga.


“Monster Tralimu bangkitlah,”ucap Martin dengan santai. FlamBo yang awalnya santai kembali terguncang dengan tekanan dari monster yang dipanggil oleh Martin. FlamBo mundur untuk menghindari tekanan yang diberikan, tapi dia telah mengaktifkan formasi bela kristal malam yang membuat dia akan kembali ke masa lalu yang tidak ada ujungnya.


FlamBo yang sudah kehilangan banyak sekali jiwa memutuskan memanggil bala bantuan tapi, Martin yang menyadarinya menghentikannya dengan memegang tangannya.”Siapa yang ingin kamu panggil,”kata Martin dengan tajam.


FlamBo menyerang Martin dengan jiwa yang dia miliki.”Tomba Jiwa,”ucap FlamBo. Martin yang menghindar mendapatkan serangan yang tiba-tiba muncul yaitu panah seribu jiwa. Martin yang masih bisa menanganinya mengeluarkan panah suci dan melontarkannya kepada FlamBo yang ada didepannya.


FlamBo yang juga bertahan dari serangan Martin mengeluarkan senjata dewa penguasa pencipta untuk mengalahkan Martin.”Bukannya itu terlalu tergesa-gesa,”kata Rong Shi yang melihat cermin dua dunia.


“Aku juga sama. Apa menurut kamu Martin sudah melewati abadi suci,”kata Morgan.”Itu bisa jadi karena tekanan yang diberikan. Apa lagi kita yang melihat dewa FlamBo ini sama hebatnya dengan dewa FlasMo,”kata Mark.”Kayakknya akan seru ini pertandingan. Tapi aku tebak kalau Bos yang menang,”ucap Rong Shi.”Itu benar,”kata Morgan.


“Apa hanya itu saja kemampuan kamu,”ucap Martin yang sudah ada dibelakang dia untuk menyerang. Tapi FlamBo bisa menghindar dari serangannya, sampai dia mengeluarkan dewa sejati yang ada pada diri FlamBo.”Percuma saja kamu berjuang untuk mengalahkanku, tapi hasilnya akan sama,”ucap Martin yang mengeluarkan aura gelombang tahap kedua jiwa. Yang membuat FlamBo gagal membangkitkan jiwa pedang dewanya.


“Siapa kamu sebenar,”kata FlamBo yang seperti terkuras jiwanya karena Martin.”Kamu ingin tahu tanyakan pada dewa yang telah kamu hukum,”ucap Martin yang tanpa ampun menghenuskan pedangnya sampai FlamBo tidak bernafas.


“Ingin melawanku, aku mendapatkan hasil yang sia-sia,”ucap Martin yang melihat kearah cermin.


Mereka bertiga merasa kalau Martin menyadari kalau kita melihat dia sedang bertarung.”Kalian hebat mendapatkan cermin dua dunia,”kata Martin yang bertelepati. Mereka berdua hanya terdiam tanpa berkata, sampai Martin berkata,”Aku ijinkan kalian melihatnya untuk pengetahuan kalian. Tapi jika yang lain tahu kalian ambil resiko sendiri.”


Mereka bertiga tersenyum dan berkata,”Bos kamu hebat. Kami mendukungMu.”