Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Perselisihan 7


Prisila datang menghampiri Ezan yang terdiam. Melihat kesegala arah jika dia tidak terluka barulah dia tersenyum.”Bagaimana kamu bisa ada disini?,”ucap Ezan.”Aku datang karena kamu membuat aku khawatir,”kata Prisila. Ezan hanya tersenyum mendengar kata yang diucapkan oleh Prisila dan mengelus kepalanya.


“Tapi lain kali jangan datang jika memang tidak dalam bahaya, kamukan sedang dalam tugas yang penting,”kata Ezan. Prisila dengan senyum manis menganggukan kepalanya dengan patuh dan memeluk Ezan dihadapan musuh dan Mitra yang melihat merasa cemburu dengan kelakukan Ezan. “Martin kamu bodoh,”ucap Mitra dengan keras.


Prisila melihat kearah Mitra dan kemudian menatap kearah Ezan.”Dia belum tahu kalau yang dia sukai itu Martin?,”kata Prisila. “Dia tahu yang disukai adalah Martin tapi juga namanya kembar bagaimana dia bisa tahu aku Ezan apa Martin,”kata Ezan.


Martin yang dari jauh diatas melihat mereka berdua dan melirik kearah Mitra yang sedang cemburu dengan kembaranya. Yang membuat dia bertelepati dengan Mitra secara pribadi,”Dia kembaranku bukan aku yang berselingku, jika kamu ingin tahu aku ada diatas. Jika kamu percaya denganku.”


Mitra kemudian terdiam dan menatap kelangit dengan matanya sendiri dia melihat Martin ada dua. Dari atas sampai kebawah dengan hati berkata,”Dia kembaran kamu, yang bersama wanita itu bukan kamu Martin lalu dia siapa?.”


“Dia kembaranku Ezan yang dulu kita tinggal dalam satu tubuh yang sama tapi dengan jiwa yang berbeda. Tapi saat aku bersama kamu itu adalah jiwaku jadi kamu jangan salah paham, untuk jelasnya nanti aku akan cerita. Jangan bilang kepada siapa-siapa ya,”kata Martin yang memutuskan hubungan telepati. Mitra yang mendapatkan tepukan dari belakang membuat dia tersadar.”Kamu tidak apa-apa Mitra,”ucap Rong Shi yang menenangkannya. Mitra menggelengkan kepalanya dan tersenyum.”Siapa wanita itu,”ucap Roki.”Dia kekasihnya,”kata Reli.


“Apa?bukannya kekasih Martin itu kamu Mitra dia selingku ternyata,”kata Rong Shi yang tidak tahu kalau dia adalah kembaran Martin.”Nanti jika sudah selesai semuanya aku akan bantu kamu melabrak Martin,”ucap Rong Shi yang garang.


“Tidak apa-apa kok,”kata Mitra yang menudukan karena malu.”Sudah kenapa kalian bahas percintaan. Siapa wanita itu dan siapa yang dihadapi oleh Martin,”kata Izam yang mengalihkan perkataan.


Mereka yang datang menginginkan nyawa Ezan datang berkumpul dengan hawa dingin menyertai mereka datang. Bazika yang sedang bertarung dengan bayangan Prisila bisa meloloskan diri dan hendak menghancurkan Prisila. Tapi bayangan yang tersisi menghalau rencana Bazika dengan menendang Bazika dibagian perut yang membuat dia terpental mundur.


Bazika yang menahan menatap tajam kepada prisila yang sedang berpelukan dengan Ezan.”Wanita biadab aku bunuh kamu,”ucap Bazika yang marah. Tapi Prisila yang tahu apa yang dipikirkan  musuh hanya bisa menyuruh bayangannya untuk membunuh lawan yang dihadapannya dengan penuh. “Kamu tunggu disini saja lawan yang lain, wanita ****** itu bagianku. Apa kamu mengerti,”kata Prisila dengan tatapan tajam dan dingin.”Silakan,”ucap Ezan sambil memberikan kepada Prisila untuk bertarung.


Prisila maju ke dapan dengan santai menghilangkan bayangan dirinya.”Ayo kita mulai siapa yang akan menang hari ini,”kata Prisila yang mengambil kipas dalam kaki keduanya. Kedua tangan Prisila yang memegang kipas besi untuk bertarung. Bazika yang melihat hanya tersenyum dan berkata,”Kamu wanita rendahan ingin melawanku dengan kipas jelek itu, jangan berharap tinggi bisa lolos dari kematian kamu.”


“Iya juga, mau lanjut atau mau nonton sampai mereka selesai,”kata Iron yang merangkul Ezan dengan santai.”Itu ma terserah kalian saja, bukannya kalian yang datang jauh-jauh untuk nyawaku,”kata Ezan yang tida perduli dengan Iron.


“Apa kamu tidak takut dengan kami bertiga di samping kamu,”kata Iron.”Kamu tidak terlalu waspada dengan kami, apa kamu meremehkan kemampuan kami,”ucap Brata. “Tidak hanya saja aku lelah dengan kalian menyebut nyawaku, apa berharganya nyawaku sampai kalian datang mencariku dan membuat aku dan kawanku berselisih,”kata Ezan yang menatap kearah Leon.


“Kamu ingin tahu kenpa tidak bertanya kepada saudara kamu saja,”ucap Leon.”Saudaraku juga tidak tahu kejelasannya, bagaimana aku bertanya kepada saudaraku,”kata Ezan. Leon menatap ke Brata yang ada di dekatnya. Brata hanya menganggukan kepalanya dengan kata lain dia setuju untuk mengataka kebenarannya karena mereka berpikir Ezan akan mati pada hari ini.


“Ok akan kami beritahukan karena itu adalah keinginan terakir kamu bukan,”ucap Leon. “Kami ingin jiwa yang tersegel pada dirimu untuk dijadikan tuan kamu untuk membuka dimensi alam semesta,”kata Brata.”Jiwaku yang lain apa maksud kalian, bukannya jiwaku hanya satu saja kenapa ada dua, dari mana kalian mendapatkan informasi itu,”kata Ezan yang tidak tahu apa-apa.


“Tentu saja kamu tidak tahu saat kamu dalam kendungan ibu kamu dokter yang biasa ayah kamu percayai menyegel tubuh asli kembaran kamu dan menjadikan satu tubuh dengan dua jiwa padamu,”kata Leon.”Jadi seperti itu, tapi bukanya ayah dan ibuku hanya orang biasa dan kenapa kalian menginginkan jiwaku untuk membuka dimensi alam semesta yang kamu katakan,”kata Ezan yang tidak tahu dengan berpura-pura mencari informasi.


“Untuk apa kamu ingin tahu jika sebentar lagi kamu akan tewas,”kata Iron dengan percaya diri. Ezan yang di sampingnya hanya tersenyum mendengar kata Iron.”Iya sebentar lagi aku yang akan tewas bukan kalian,”kata Ezan yang sudah mengaktifkan formasi. Tapi mata Brata yang ada didekatku merasakan aura jiwa yang yeng lepas. Jadi Brata menyuruh Iron dan Leon untu menghidar dari Formasi yang diaktifkan oleh Ezan.”Kenapa kalian menghindar begitu saja,”ucap Ezan yang tersenyum dengan tangan di belakang kepalanya. “Bukan formasi ini yang harus kalian hindarkan tapi musuh yang lain,”ucap Ezan yang menghindar dari lingkup zona merah bersama dengan Prisila.


“Apakah ada meteor yang akan datang mengenai mereka sampai kamu menyuruhku untuk menghindar,”kata Prisila.”Nanti kamu akan tahu karene setelah ini akan ada drama baru yang akan dibuat, dilihat saja,”kata Ezan. Martin yang dari langit melihat tontonan mereka membuat dia ingin turun. Tapi niatnya dia urungkan karena dia harus tetepa bersembunyi dari orang bayaran tentara militer sampai waktunya benar-benar mengijinkan aku keluar dari tempat persembunyian.


“Sedang apa kamu disini, enaknya,”ucap seorang yang tidak asing bagi Martin. Martin menoleh kearah suara sambil tersenyum,”Hai kak, sedang apa kamu disini. Bukannya kakak ada di pulau kenapa  kakak ada disini.”


“Apa aku tidak boleh melihat adikku sendiri,”kata belahan Morgan.”Jadi kakak menggunakan belahan untuk datang melihat Ezan ya,”kata Martin. Morgan hanya menatap adiknya yang merasa bersalah pergi ketempat ini. Helaan nafas Morgan terdengar oleh Martin yang kemudian dia berkata,”Siapa wanita yang bersama dengan Ezan?.”


“Dia adalah kekasih dan tunangan yang terikat jiwa dengan Ezan, bisa jadi dia adalah istri Ezan,”ucap Martin menjelaskan.”Istri Ezan?,”ucap Morgan yang terkejut.”Bagaimana bisa dia sudah memiliki istri, kapan dia menikah,”ucap Morgan yang tidak percaya.