Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Kepergian Ezan


Ezan yang telah pergi untuk menyelamatkan kekasih, anak, keluarga dan saudaranya melepaskan Segel Putih dengan menyegel seluruh musuh yang ada di tempAT Ezan dan di pulau yang mendapatkan serangan tiba-tiba. Martin yang beru saja menyadari kalau hawa jiwa Ezan yang tidak bisa dirasakan meneteskan air mata karena telah kehilangan sudara kembarnya. Dengan bersamaan Ezan yang menghilang datang penjaga dan pelindung yang muncul dihadapan Martin dan Morgan yang bertanya-tanya siapa mereka. Untuk apa mereka datang untuk menjaga mereka berdua. Untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi Martin bertanya kepada penjaga dan pelindung yang datang tiba-tiba.


“Siapa kalian dan siapa yang menyuruh kalian datang untuk menjaga kami berdua,”ucap Martin yang mencoba untuk tenang. Tapi Martin yang tidak bisa menahanya hanya bisa menarik baju Zen dan berkata sekali lagi,”Jawab pertanyaanku siapa yang menyuruh kalian datang ke sini?.” Morgan yang melihat sikap adiknya yang tidak seperti biasanya menariknya dan menamparnya. Martin melihat ke arah kakaknya dan kemudian menangis sejadi-jadinya sambil memeluk kakaknya. Morgan yang tidak tahu apa yang terjadi yang bisa menenangkan adiknya dalam pelukannya. Sampai kondisi Martin mulai tenang dia baru bertanya,”Apa yang terjadi kenapa kamu menangis apa kamu terluka?.”


Martin yang ingin mengkatakan apa yang di rasakan olehnya tapi dia tidak bisa membuat kakaknya juga menderita karena kehilangan Ezan. Sampai Zen berkata,”Kami di tugaskan oleh sudara anda untuk menjaga kalian berdua. Beliau memberi pesan kepada kami jaga kesehatan kalian musuh sudah ada yang akan mengurus.”


“Ezan yang menugaskan kalian berdua untuk menjaga kami. Apa maksudnya?,”kata Morgan yang mulai gelisah. “Dimana Ezan sekarang,”kata Morgan yang maju ke hadapan Zen. “Dia telah pergi,”ucap Kyoshi. Morgan terhenti dari langkah kakinya dan terjatuh lemas karena kakinya tidak bisa mengangkat tubuh Morgan karena syok mendengar kata kalau dia telah pergi. “Martin dimana kembaran kamu sekarang,”kata Morgan yang menoleh kebelakang dengan penuh harapan kalau dia baik-baik saja.


Tapi apa yang dia harapkan tidak sesuai dengan kenyataannya setelah melihat Martin yang memalingkan wajahnya.”Kamu pasti bohong bukan,”ucap Morgan dengan keras yang tidak percaya dengan apa yang terjadi. “Kenapa kalian begitu sedihnya... walaupun dia telah pegi masih ada keturunan dia yang masih dalam kandungan,”ucap Kyoshi yang merasa sebel dengan suasana yang ada.”Untuk apa kamu banyak bicara,”kata Zen yang memukul kepala Kyoshi.


“Kenapa kamu memukulku,”kata Kyoshi yang tidak terima.”Apa yang kalian katakan, keturunan siapa,”ucpa Martin kearah mereka. “Menurut kamu siapa lagi yang membuat kalian sedih,”jata Kyoshi.”Kamu terlalu banyak bicara ya, mulut ember,”ucap Zen dengan tatapan tajam ke depan Kyoshi.


“Jika tidak kita katakan mungkin mereka akan tambah sedih. Kamu tahukan kalau suasana seperti tadi itu membuat aku tidak suka,”kata Kyoshi. Zen hanya menghembuskan udara dari hidungnya dan melihat ke arah langit. “Apa yang kamu katakan ada benarnya dan ada yang salah juga,”ucap Zen.


“Yang itu maaf,”kata Kyoshi yang baru saja sadar kalau Prisila harus dirahasiakan di tempat umum. Zen tersenyum dan menginjak kaki Kyoshi. “Bisa tidak angkat kaki kamu, sakit tahu tidak,”kata Kyoshi yang menahan rasa sakit.


“Kenapa kalian hanya terdiam siapa yang hamil anak dari Ezan,”kata Martin sampai dia tidak menyadari kalau mereka sedang di mata-matain orang luar. “Tidak aku sangka ada yang melihat,”kata Zen.”Aku yang pergi ya,”ucap Kyoshi.


“Untuk apa kamu pergi aku sudah menyuruh muridku untuk membunuh mereka,”kata Zen. Kyoshi melihat ke arah Zen”Sejak kapan kamu menerima murid?.”


Zen memalingkan wajahnya dan berkata kepada mereka berdua lagi,”Kita bicara di tempat lain bagaimana. Jika kalian ingin anak itu selamat.” Kata yang dilontarkan Zen membuat mereka berdua kembali sadar dan melihat ke sekeliling mereka. Morgan berdiri dari tempat dia jatuh,”Ikut denganku.”


Zen dan Kyoshi mengikuti mereka berdua yang menuju ke ruang bawah pulau. Jalan yang panjang dengan berbagai formasi penyegel, formasi pelindung dengan beberapa jebakan pintu pembawa petaka mereka semua lewati dengan santai. Sampai di tempat di tujuh pintu tertutup dengan munculkan formasi pelindung cahaya disekitarnya.”Katakan sekarang tempat ini aman,”ucap Morgan.


Zen dan Kyoshi masih terdiam berjalan melihat tempat mereka.”Kurasa tidak bisa masih ada celah yang akan bahaya nanti aku mengatakannya,”ucap Zen.”Itu benar formasi ini masih belum sempurna di tambah lagi ada pengganggu yang datang,”kata Kyoshi. Dari jauh terdengar langkah kaki yang datang menghampiri mereka berempat.


“Apa hanya kamu saja yang selamat dalam formasi segel putih,”kata Kyoshi. “Bukannya kalian juga hebat sudah mengepungku. Tapi percuma saja kalau kalian menyembunyikannya bukan,”kata Kay.


“Kenapa kamu berkata seperti itu, apa kamu menyuruh kekasih kamu untuk menjemput Zainab,”kata Kyoshi. “Zainab... itu tidak mungkin,”ucap Kay yang sadar kalau Dimitri tidak bisa melawan Zainab.


“Kenapa kamu terburu-buru,”ucap Zen dari samping yang memegang bahu kanannya.”Jangan pergilah aku tidak ingin kamu terluka,”kata Kyoshi yang ada disamping kirinya.


Kay yang tidak bisa bergerak karena mereka berdua yang menyegel kemampuannya. “Kenapa kalian melakukannya,”kata Kay.”Melakukan apa?,”ucap Kyoshi yang tidak mengerti. “Apa kalian serius kalau dia akan aman-aman saja,”kata Kay yang mencoba tenang dan diam-diam memberi tahu ke tua kalau Dimitri sedang melawan Zainab.


“Apa kamu memberitahukan Drank kalau Dimitri sedang melawan Zainab,”ucap Zen yang masih disamping kanannya. “Seperti biasa kamu bisa mengetahuinya,”kata Kay.”Tapi bukanya kalian yang sedang dalam keadaan terluka ya,”kaya Kyoshi.


“Apa yang kamu maksudkan Kyoshi,”ucap Kay. “Tidak ada... hanya saja aku merasa bingung kenapa kalian masih mengincar Ezan yang sudah tidak ada,”kata Kyoshi yang ingin tahu.


“Kalian tidak tahu ternyata. Apa yang disembunyikan Ezan kepada kalian,”kata Kay.”Apa yang dia sembunyikan sampai merelakan nyawanya untuk orang lain,”kata Zen. “Tidak aku sangka orang yang dipercayai untuk menjaga keluarga dan anaknya, tidak tahu apa yang dirahasiakan Ezan. Sampai kami menginginkan nyawanya,”kata Kay sambil tersenyum licik.


“Jika kamu tahu kenapa kamu tidak mengatakan pada kami,”ucap Zen yang menuggu jawabannya. Dengan hati yang berkata,”Kamu ingin mengambil apa yang tidak kalian miliki, jangan berharap kalian bisa lolos.”


Martin yang melihat pergerakan mereka berdua yang cepat datang kehadapan musuh membuat dia bertanya.”Apa yang kamu sebunyika Ezan?,”kata Martin yang marah. Tapi Morgan menghentikan Martin dengan menggelengkan kepalanya. Martin yang tidak paham dengan kakaknya bertanya,”Kenapa?.”


“Kamu tidak tahu kalau dia adalah Kay pimpinan ketiga dari Organisasi Tentara Militer,”ucap Morgan menjelaskan.”Itu banar,”kata Kay yang ada di belakang mereka berdua. Yang disusul oleh Zen dan Kyoshi yang menghadang Kay.”Jangan berharap kamu bisa menyentuh tuan kami,”ucap mereka berdua. Morgan yang merasakan hawa dingin dari belakang serentak berbalik dan mundur dengan bersamaan dengan Zen dan Kyoshi datang menghalang.


“Kalian hebat bisa mengikuti pergerakkanku dengan baik,”ucap Kay yang pura-pura kagum. Ketegangan yang dirasakan Martin dan Morgan saat Kay datang membuat mereka tidak bisa tahu apa yang terjadi dengan Ezan. Kenapa dia pergi dan melakukan menyegelan Putih. Martin yang tahu kalau ini akan terjadi tidak bisa diam, dia ingin melakukan sesuatu jika sudah waktunya. Tapi dalam keadaan seperti ini hanya Ezan yang bisa membuat dia tenang. Setelah Ezan tidak ada siapa yang akan bersama denganku, sampai dia mendengar suara yang tidak asing dari ruang jiwanya.