Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Setelah Pembatalan 8


Pikiran Roki setelah mendengar Kim berkata kalau keluarga Brata sedang melakukan bisnis tapi masih belum diketahu. Roki yang sedang memikirkannya menemukan satu  cara untuk menghancurkan keluarga Brata yag dikelola oleh pamannya sekarang sekalian ingin membalas perbuatan Organisasi Kegelapan Jiwa yang telah membunuh kedua orang tuanya.


Rencana yang baru saja Roki dapatkan adalah mencari tahu titik kelemahan keluarga Brata dengan masuk kedalam bisnis yang mereka jalani dengan diam-diam. Tapi tidak hanya itu saja Roki yang sudah membuka cabang perusahaan di negara J dengan nama lain. Kerja sama ini mungkin akna mengutungkan mereka di awal tapi pada saat akhir nanti mereka akan mendenrita.


“Tuan,”ucap Kim yang melihat tuannya terdiam. Roki melirik kearah Kim yang memanggilnya,”Ada apa?.” Kim kembali terdiam saat tuannya melihatnya dan hanya menundukan kepalanya.


“Jika tidak ada kabar lain, aku ingin pergi ke perusahaan,”kata Roki yang berjalan menuju vila.”Tuan tidak istirahat sebentar saja. Anda baru saja kembali dari negara I,”kata Kim.


“Tidak ada beberapa yang harus aku urus sebentar,”kata Roki.


~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~


Di perusahaan Roki disambut oleh sekertaris Rara yang sudah menuggu tuan muda.”Bagaimana kabar tuan?,”ucap Rara. Roki yang berjalan menuju ruangannya yang didampingi oleh Rara.”Aku baik saja, bagaimana dengan kamu dan kakak kamu masih baik,”kata Roki.


Sampai di ruangan Roki duduk sampai Rara berkata,”Saya dan kakak saya baik-baik saja, hanya saja bagaimana kondisi tuan. Saya baru tahu setelah Yamato memberitahukan kepada saya.”


“Kamu tidak harus bersedih semua sudah berlalu dan sekarang adalah masa yang baru untuk kita melangkah di jalan dimana kita bisa bangkit. Benar tidak Rara,”kata Roki yang penuh dengan wajah rencana menakutkan.


“Iya dengan wajah kamu yang dingin dan menekan seperti itu,”kata Rara yang kemudian memalingkan wajahnya kearah lain.”Kenapa kamu, tidak suka,”kata Roki yang tersenyum.”Tidka hanya merasa dingin saja disekitar kamu,”kata Rara dengan santai kepada atasannya.


“Apa ada informasi yang lain,”kata Roki.”Ini dia tuan hasil penjualan dan peningkatan saham bulan ini,”kata Rara.


Roki mengambil data yang diberikan oleh Rara dan mempelajarinya sampai dia menemuka satu nama yang tidak asing baginya.”Apa mereka sudah sampai di tengah perjalanan?,”kata Roki.


“Maksud adan perusahaan darai keluarga Brata dan keluarga Daya. Seperti yang ada lihat mereka hampir bisa berkerja sama dengan perusahaan anda di negara K. Perluh kita batalkan atau membuat rencana baru tuan,”kata Rara.


“Untuk sekarang lakukan sama dengan pesaing yang lain jika sudah pada waktunya gunakan rencana yang biasa kita lakukan dengan perusahaan yang lama. Tapi kali ini keuntungan harus berpihak kepada kita bukan pada musuh. Apa kamu mengerti,”kata Roki yang tersenyum.


Rara yang mengangkukan kepalanya hanya bisa melihat tuannya tersenyum seperti iblis sampai Roki melihatnya dengan tatapan yang mempesona.”Kenapa dengan dirimu. Apa ada masalah sampai kamu melihatku seperti itu,”kata Roki dengan ramah.


“Tidah ada hanya saja. Kamu menakutkan saat memikirkan rencana jahat. Seperti bukan dirimu saja. Apa kamu mengalami mimpi buruk akhirnini bos,”kata Rara.


“Untuk beberapa hari ini mungkin ada pembunuh yang ingin nyawaku. Tapi kondisi mulai membaik setelah dua orang dari pulau sudah datang, aku tidak bermimpi buruk lagi dengan dengan membunuh mereka. Karena sudah ada yang mengantikannya,”kata Roki yang tersenyum ramah.


“Wajah kamu tidak cocok setelah berkata seperti itu, tidak sesuai dengan kata dan ucapan yang kamu lontarkan,”kata Rara yang berjalan keluar ruangan.


“Maaf bos apa da lain sebelum saya keluar,”kata Rara yang menoleh kebelakang.”Tolong belikan aku minuman dan makanan kecil,”kata Roki.


Rara keluar untuk membeli pesanan bosnya sedangkan Roki yang masih membaca beberapa data dan menganalisi perkembangan bisnisnya agar tidak ada kebocoran data atau pajak yang di gelapkan.


“Halo,”ucap Lili dalam telepon dengan suara yang lemah.”Apa kamu sakit Lili, suara kamu agak aneh,”kata Roki membalas.”Tidak aku hanya baru saja keluar darai rumah sakit,”kata Lili.


“Rumah sakit. Kamu sakit apa sampai masuk rumah sakit,”kata Roki.”Tidak kok hanya terluka kecils aja. Aku menghubungi kamu karena satu informasi yang aku berikan kepada kamu,”kata Lili.


“Apa yang ingin kamu berikan kepadaku,”kata Roki dengan santai.”Ini soal Martin,”kata Lili.


“Apa yang terjadi dengan Martin,”kata Roki yang tidak tahu.”Martin sudah lama menghilang dan sayang mendapatkan kaba beberapa bulan yang lalu dia sedang berselisih dengan Izam,”kata Lili yang terhenti.”Untuk kabar yang itu akau sudah tahu. Apa ada info yang lain?,”ucap Roki.


“Kamu sudah tahu kalau Martin menghilang lagi setelah kembarannya meninggal,”kata Lili.”Yang itu aku tebak dia menghilang karena ikut dengan kakaknya yang ada diluar sana,”kata Roki.


“Kakaknya apa maksud kamu,”ucap Lili yang tidak tahu apa-apa.


“Jika kamu ingin tahu kenapa kamu tidak mencari tahu saat kamu sembuh dan bagaimana kondisi kamu akan sudah baik. karena kamu menghubungku. Pasti ada alasan yang lain,”kata Roki.


“Apa yang kamu katakan memang benar ada alasan yang lain,”kata Lili.


“Aku ingin mengatakan kata perpisahan dengan kamu. Tapi sebelum itu aku ingin mengatakan kalua ada organisasi lain yang sedang mengawasi persahabatan kalian dan Izam sudah masuk dalam perangkap organisasi itu. Kamu harus berhati-hati,”kata Lili yang terpustus.


Roki yang menatap layar ponsel merasa ada yang ganjil dengan apa yang dikatakan oleh Lili. Dengan dia berpikir,”Pasti terjadi sesuatu kepada Lili.”


Roki melihat ke layar jendela dan berkata,”Cari tahu keberadaan Lili. Jika dia dalam masalah bantu dia dan selamatkan dia bawa dia ke pulau untuk disembunyikan. Apa kamu mengerti?.”


Roki yang sedang memberikan tugas kepada pengawalnya yang baru saja datang untuk mencari tahu informasi tentang Lili.”Aku rasa aku harus menghubungi Jima untuk mencari informasi tentang Izam,”kata Roki.


Suara ketukan pintu Rara masuk dalam ruangan Roki,”Bos ini pesenan anda.” Rara menaruh minuman dan makan di meja Roki berjalan dimana Rara meletakan makanan dan minumannya.”Bos apa terjadi sesuatu?,”kata Rara.


“Tidak ada, kenapa?,”ucap Roki yang meminum kopinya. “Tidak hanya saja wajah ada berbeda darai pertama kita pertemu,”kata Rara.


“Bisa tidak kamu tidak usah melihat ekspresi wajahku dengan serius itu. Kamu membuat aku merasa tertekan tahu tidak,”kata Roki yang menikmati makanannya.


“Bagaimana bisa begitu kamu adalah bos saya dan aku harus tahu semuanya termasuk siapa yang anda kencani agar tidak mencari rumor,”kata Rara.


“Jika kamu bilang kencang. Aku baru saja ingat sesuatu bagaimana pernikaham kakak kamu?,”kata Roki. “Pernikahan kakakku berjalan lancar dan untuk anda saya turut berduka cita atas kepergian tunangan kamu yang telah berbelok arah ke kakak kamu Remon,”ucap Rara.


“Siapa yang berduka karena Dayati,”kata Roki dengan santai. “Kamu tidak cemburu,”kata Rara.”Untuk apa cemburu kepada orang yang telah melukaiku aku juga bisa mencari yang lebih baik darinya bukan,”kata Roki dengan percaya diri.


“Itu benar salah satunya adalah nona Fira bukan,”kata Rara yang meledek.”Fira ya,”ucap Roki yang kemudian memalingkan wajahnya. Rara yang melihat ekspresi wajah bosnya menebak kalau tuanya menyukainya. Tapi dia tidak mengatakannya langsung.