Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Suasana Dingin


Remon yang tidak tahu maksud dari perkataan Roki membuat dia penasaran dengan hati yang gelisah kalau pesta ini adalah jebakan saja.”Apa mungkin dia sudah tahu kalau ini adalah jebakan untuk membunuh dia?,”kata hari Remon yang bertanya.


“Tapi tidak mungkin dia bisa tahu, mereka sudah bersembunyi tidak akan ada yang mengetahui kalau tempat ini sudah di kepung oleh organisasi kegelapan jiwa,”kata Remon dalam hati.


Roki yang merasa ada yang eneh dengan sikap Remon hanya berkata,”Apa yang membuat kamu kepikiran kakak.” Remon terkejut dengan kata yang diberikan oleh Roki yang kemudian dia menjawab dengan santai.”Tidak ada hanya memikirkan kalau saham yang kami dapatkan oleh Rere tidak tidak bisa kami pakai itu saja,”ucap Remon.


“Kamu bicara saham perusahaanku yang kuserahkan kepada Rere,”kata Roki yang tersenyum.”Apa?,”kata Remon.  Rere datang bersama dengan suaminya setekah hamoir dekat dia berkata,”Perusahaan yang aku kembangkan adalah milik Roki aku hanya pekerja di sana saja tidak bisa memiliki saham yang yang kamu sudah rencanakan untuk kamu ambil,”kata Rere.


“Apa yang kalian bicarakan saham yang aku ambil, itu tidak mungkin aku mengambil saham orang bukan,”kata Remon yang menyembunyikan rahasia.


“Apa kamu tidak sadar dengan kamu berkata seperti itu apa mereka yang datang tidak tahu sifat busuk kamu,”ucap suami Rere.


Remon yang berpura-pura tidak tahu dengan apa yang terjadi sampai semua tamu menatap ke arahnya. “Itukan salah paham. Kenapa harus di ungkit terus, bukan kita sudah berdamai tadi,”kara Remon.


“Itu benar bairkan saja. Yang berlalu biarkan berlalu kita harus menatap ke depan bukan,”ucap Roki.


Sampai Roki yang merasakan hawa dingin yang datang disekitar pesta.”Ada apa Roki, apa kamu ke dinginan?,”ucap Remon yang tersenyum.


“Tidak hanya merasa kalau suasana malam ini sangat tidak biasanya,”kata Roki.


“Apa maksud kamu tidak biasanya,”kata Remon yang tersenyum. Roki yang menghela nafas hanya berpikit,”Dia bodohkan.”


Fira yang melihat Roki dengan wajah bercahaya dengan posisi masih di rangkul oleh Roki membuat dia berbunga-bunga. Sampai ia merasakan kalau ada tatapan yang dingin dari arah depan dia. Fira melihat ke depan dan yang tampak hanya Dayati dengan wajah kusamnya. Fira yang melihat wajah kusam dari Dayati membuat dia ingin terus membuat dia naik darah dengan bermesraan dengan Roki yang ada didepan dia.


Dayati yang melihat Fira di rangkul oleh Roki membuat dia kesal dengan hati berkata,”Seharusnya yang ada dipelukan Roki itu adalah aku bukan dia. Kenapa aku tidak menyadari kalau Roki bisa sesukses ini setelah dia berpisah denganku. Sial.”


Dayati yang menggigit ujung jarinya sambil menatap ke arah Fira yang bermesraan dengan Roki membuat dia kesal.”Sayang bagaimana jika kita pergi dari sini, aku merasa lelah,”ucap Dayati yang ingin pergi karena sudah waktunya.


Fira yang merasa senang dengan apa yang dia lihat. Dia juga merasakan kalau ada sesuatu yang membuat dia akan dalam masalah dengan melihat mata Dayati.


Fira menarik sedikit baju Roki yang ada disampingnya. Roki melihat ke arahnya dengan tatapan biasa. Roki yang melihat tatapan Fira merasa kalau ada yang aneh. Roki hanya tersenyum sampai dia berkata,”Aku tahu tenang saja mereka sudah menangani semuanya.”


Fira yang mendengarnya merasa lega kalau dia akan aman-aman saja bersama dengan kakek. Sampai Dayati dan Remon pergi ke lantai dua bersama dengan paman dan orang yang bersamanya yaitu anggota organisasi kegelapan jiwa. Roki yang tahu sudah mengajak mereka yang dia kenal untuk dia lindungi di dekat dia. Formasi pelindung yang sudah dipasang bersamaan dengan mereka yang sudah memasang perangkap pembunuh.


Setelah mereka berempat naik ke lantai dua suasana menjadi aneh disekitar Roki.”Apa yang terjadi?,”kata salah satu tamu.


“Aku tidak tahu tapi aku merasa tubuhku lemas tidak berdaya,”ucap tamu lain. Roki dan keluarga yang dekat dengan dia yang sudah aman dari formasi tidak merasa aneh sampai salh satu tamu berkata.


“Kamu pasti pembohong hanya untuk membela kamu sendiri,”ucap tamu 2. “Percaya atau tidak kenapa kalian tidak melihat ke lantai dua,”kata Firman yang membela Roki.


Para tamu melihat ke arah lantai dua dimana keluarga Brata dan Keluarga Daya yang ikut  dalam acara pesta mereka baik-baik saja.”Bagaimana bisa kalian baik-baik saja,”ucap para tamu secara bergantian.


“kalian yang bodoh mau datang ke pesta ini tanpa ada pencegahan,”kata Paman.”Roki jika kamu mau memberikan saham yang kamu dapatkan aku bisa melepaskan kamu,”kata Remon.


“Kamu kira aku terluka seperti tamu yang datang,”ucap Roki. “Tapi berapa lama kamu bisa bertahan,”ucap anggota organisasi kegelapan jiwa. “Kenapa kamu mengkhawatirkan kami, sebaiknya kamu mengkhawatirkan kalian sendiri,”ucap Roki.


Dengan tangan ke atas Roki memberikan aba-aba kepada bawahannya untuk menyerang dan menghabisi semua anggota organisasi kegelapan jiwa bersama dengan kedua keluarga yang tidak  berati bagi Roki.


“Kenapa kamu apa ingin menyerah,”ucap Remon.”Untuk apa aku memberikan sesuatu yang bukan menjadi milik kamu,”kata Roki.”Kalian yang akan binasa bukan kami yang ada disini,”kata Roki.


Roki yang sudha tahu formasi ini bekerja dia melepaskannya dengan cepat Mark yang tidak tahu kalau Roki juga memiliki aura jiwa membuat dia bertanya.


“Dari mana kamu mempelajarinya?,”kata Mark.


“Mempelajari apa?,”kata Roki yang tidak tahu. “Formasi dan aura jiwa yang kamu miliki,”kata Mark. “Ohhh aura jiwa aku belajar karena kebetulan saja. Jika kamu ingin tahu lebih banyak tanyalah kepada keluarga Koto,”ucap Roki.


Para tamu yang sudah kembali pulih dengan formasi yang sudah pecah membuat mereka berdiri dan keluar dari ruang pesta. Tapi mereka dihadang oleh sekelompok orang bertopeng dengan pakaian yang hitam. Mereka para tamu ingin pergi tapi tidak bisa dengan mereka yang menghadang menghenduskan pedang dan senjata ke arah mereka.


Fira yang tidak terima langsung menghalau senjata dan pedang mereka dengan kemampuan aura jiwa yang mereka miliki. Firman yang melihat putrinya bertindak juga ikut maju. “Jangan berharap kalian bisa melukai putriku,”kata Firman.


Yamato dan Kim bersama dengan bawahan yang lain  masuk ke ruang pesta.”Maaf tuan kami terlambat, sedikit masalah. Tapi sudah ditangani,”kata Yamto.


“Tidak masalah asalkan semua berjalan dengan lancar,”ucap Roki.”Yamato dan Kim kalian jaga kakek,”kata Roki lagi.


“Tuan ingin kemana,”ucap Kim.”Menurut kamu aku ingin apa,”kata Roki yang tersenyum dengan wajah yang dingin dengan penuh kebencian yang meluap.


“Darah harus dibalas dengan darah bukan. Sama halnya dengan nyawa dibalas dengan nyawa,”kata Roki yang sudah dibelakang mereka berempat.


Anggota organisasi kegelapan jiwa yang mengetahuinya menghindar saat Roki datang dibelakang mereka.


“Kenapa kamu menghindar,”ucap Roki dengan santai. Mereka bertiga yang tidak sadar dengan kehadiran Roki menoleh dengan tatapan terkejut.


“Bagaimana kamu bisa ada di situ?,”kata Paman yang tidak percaya.