Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Kembali ke Dunia Manusia


Setelah dendam antara para dewa Martin berkumpul kembali dengan dua sahabat seperjuangannya. Mereka yang mengingat masa lalu berbagi cerita dan derita. Angin kencang datang bersamaan dengan bau darah dan ke khawatiran. Martin yang memulihkan kondisinya untuk bisa kembali ke rakan yang sudah menuggu dia sedang dalam pertarungan antara Organisasi Rose Black. Waktu yang sudah di tetapkan berubah dengan tiba-tiba. Mereka yang sedang dalam persiapan mendapatkan serangan kejutan yang membuat sebagian dari anak buah Organisasi Laut Merah terluka dan tewas.


Mark dan Morgan yang tidak ada di tempat mendapatkan kabar darai rekannya kalau dua pulau dibawah pimpinan Organisasi Laut Merah sedang mengalami krisis. Mitra yang menyuruh anak buahnya untuk membantu mereka juga diserang. Karena ada perubahan rencana yang tidak diangka Mitra yang harus di garis depan mundur satu langka kembali. Morgan dan Mark yang diberikan pesan hanya bisa mengubah alur rencana yang akan dilakukan oleh mereka berdua.


“Bagaimana sekarang,”kata Morgan.”Biarkan saja dia kembali untuk membantu rekan kita yang dibelakang, kita tetap di garis depan menahan mereka,”ucap Morgan yang mendapatkan serangan dadakan. Tapi Morgan bisa menghindar dan memprediksi keberadaan musuh dan membalas dengan tembakan beruntun.


Mark yang mendapatkan pesan membalas Mitra untuk tidak usah khawatir di garis depan.Kami berdua sudah cukup untuk menahan mereka semua. Sementara Lili yang bertugas untuk menjaga keluarga Martin dan anggota yang lain juga mendapatkan serangan mendadak dari Organisasi Mawar Hitam.”Kenapa begitu cepat datangnya,”ucap Lili yang melirik kearah musuh.


“Apa kamu Lili,”kata Tom bawahan Mawar Hitam yang diberitakan sudah tewas.”Kenapa kamu masih hidup, bukannya kamu sudah tewas,”ucap Lili.”Itu hanya gosip,”ucap Tom. Lili hanya tersenyum dan kemudian tertawa mendengar ucapan Tom. Tom yang melihat ekspresi Lili merasa tidak suka dan melontarkan peluru di depannya yang akan menuju ke kepalanya. Tapi Lili yang sudah memilki kemampuan yang berbeda pada manusia umumnya peluruh tersebut jatuh didepan dia sebelum mengenainya. Tom yang melihat yang bisa terkejut dan terdiam,”Bagaimana bisa peluru tersebut tidak mengenainya, tapi jatuh di depan dia.”


“Ada yang aneh,”ucap Tom. Tapi angin yang lembut menghampiri Tom yang sedang dalam keadaan binggung.”Kamu kenapa?,”ucap Lili yang sudah ada dibelakang dia. Tom terkejut dan mencoba menyerang dia secara paksa karena merasa dirinya terancam.


“Kenapa kabur,”ucap Lili dengan santai.”Siapa kamu sebenarnya,”kata Tom.”Bukannya kamu sudah tahu siapa aku. Kenapa kamu bertanya lagi siapa aku?,”kata Lili.”Mustahil kamu bisa ada dibelakangnya sementara kamu tadi ada didepanku,”kata Tom.


“Kau aneh, bukanya itu wajar ya saat bencana dunia sudah dimulai,”kata Lili yang sudah menyediakan kejutan untuk Tom. Seketika aura disekelilingnya Tom berubah menjadi berat dan menyesakkan sampai Lili berkata,”Selamat tinggal adik kecil.”


Semua anggota bawahan Organisasi Laut Merah yang dibawah kuasa Lili menyerang musuh dari Organisasi Mawar Hitam tanpa belas kasihan. Sampai kakak Mela dan kakak Mola merasakan kehadiran seorang yang tidak asing baginya.”Kamu bukannya Lili,”kata Kak Mela.


“Iya kak halo,”ucap Lili dengan sopan.”Apa yang sedang terjadi,”kata Bera.”Bencana dunia. Aku ditugaskan untuk menjaga kalian sampai keadaan aman,”kata Lili.”Dimana Martin,”ucap Mola yang khawatir.”Bos sedang ada urusan dan belum kembali, tapi jangan khawatir Bos sedang dalam keadaan baik-baik saja. Jadi anda tidak usah khawatir,”kata Lili yang menjelaskan.”Aku percaya dengan apa yang kamu katakan. Tapi siapa mereka yang kamu bunuh,”kata Mela.”Mereka adalah salah satau Organisasi Mawar Hitam yang baru saja ikut partisipasi dalam Bencana Dunia,”kata Lili.


“Bagaimana mereka bisa ada disini,”kata Bobo.”Mereka mana aku tahu,”ucap Lili yang menyembunyikan kebenarannya.”Tapi kamu harus berhati-hati jangan sampai terluka karena kami ada di wilayah ini,”ucap Mela.”Tenang saja aku akan berhati-hati,”kata Lili yang menyadari kalau ada musuh lagi yang akan datang menyerang. Lili mengangkat tangan yang memberi tahukan bawahannya yang masih ada di luar lingkup pengawasannya untuk menyerang mata-mata yang mengawasi.”Ada apa,”ucap Mela.”Tidak ada. Aku akan pergi sekarang. Jaga kesehatan kalian ya,”ucap Lili yang berjalan meninggalkan tempat yang sudah dibersihkan.


“Tidak aku sangka Lili anggota dari Organisasi Laut Merah ada di tempat ini,”kata Sara. Lili menepuk tangannya menyambut Sara anggota khusus dari Organisasi Rose Black datang menghampirinya sambil tersenyum. “Sedang apa kamu disini, bukanya kamu harusnya di tempat Ali,”kata Lili.”Kalau yang itu sudah ada yang mengurus,”ucap Sara yang keluar dari tempat persembunyian.


Sara yang muncul karena sudah ketahuan oleh Lili. Mereka berdua saling menatap satu sama lain dengan wajah yang disembunyikan keduanya.”Bagaimana kabar Ali?,”ucap Sara.”Kamu ingin tahu kabar dia bagaimana kenapa kamu tidak langsung datang bertemu dengan dia tapi orang lain,”kata Lili.


“Awalnya aku juga ingin bertemu dengan dia tapi...,”kata Sara yang terhenti karena berpikir sejenak agar tidak masuk perangkap.”Apa yang ingin kamu ketahui dariku,”ucap Sara yang mengubah topik.”Kamu tidak seru,”kata Lili yang menyuruh anak buahnya untuk menyiapkan meja dan dua kursi untuk tamu kita.


“Kamu baik sekali menyediakan ini semua,”kata Sara yang kemudian menyuruh bawahannya mengambil bidang catur dan teh. Anak buah mereka hanya menuruti keinginan pimpinan mereka dengan banyak pertanyaan yang ingin dilontarkan tapi tidak bisa karena suasana tidak mengenakkan bagi kedua anak buah yang sedang disamping mereka.


“Ayo kita bermain catur sambil mengetes,”kata Sara.”Boleh juga,”kata Lili.”Kamu ingin tahu siapa yang akan menemui Ali bukan,”kata Sara sambil mengambil satu bidang catur.”Kalau iya apa kamu mau memberitahuku,”kata Lili yang juga mengambil satu bidang catur ke papan catur. Mereka berdua berbincang-bincang sambil menata bidang catur masing-masing.”Surya,”ucap Sara. Lili terhenti menata bidang caturnya dan menatap Sara,”Kamu tidak salah ucap.”


“Kamu kira aku akan salah bicara begitu, aneh saja,”kata Sara.”Aku tidak percaya kalau Bos kamu yang nomor satu menyuruh Surya untuk bertemu dengan Ali,”kata Lili.”Memangnya kenapa dengan mereka berdua,”ucap Sara yang sudah menyelesaikan menata bidang caturnya.


“Kapan kamu selesai menata bidang caturnya,”kata Sara yang tidak percaya.”Apa ada yang salah dengan aku menata bidang caturnya,”ucap Lili yang binggung.”Bukan begitu bukannya kamu tadi belum selesai menata saat kamu terkejut mendengar nama Surya. Tapi saat aku melihat kamu sudah menyelesaikannya,”kata Sara yang merasa ada keanehan dengan Lili.


“Aku tidak paham dengan apa yang kamu katakan,”ucap Lili yang mengabaikannya.”Kamu tahu tidak kalau Ali dan Surya memiliki hubungan yang tidak biasa,”kata Lili lagi.”Kalau yang itu aku tahu, kenapa memangnya,”ucap Sara yang masih santai dengan ucapan Lili.


“Kamu tidak cemburu jika mereka berdua kembali bersama,”kata Lili dengan senyum licik.”Bukanya itu bagus,”kata Sara dengan dingin.”Bilang saja cemburu kenapa kamu bersikap dingin seperti itu,”kata lili.


Sementara ditempat lain Ali dan Alex yang sudah berkumpul dengan rekanya di Organisasi Tersembunyi mendapatkan kejutan dari Organisasi Rose Black.