Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Setelah Pembatalan 21


“Pemandangan yang sangat indah,”ucap Roki yang berjalan menuju arah mereka berdua. “Kamu tidak usah repot. Kami yang akan datang ke situ,”kata Mola.


Mereka yang saling berjalan menuju tempat dimana mereka bisa saling berdekatan. Tapi tanpa di sadari dari kedua belah pihak yang sudah siap untuk menyerang. Mola dan Meli yang terlebih dahulu menyerang mereka dengan cepat mengepung pergerakan Roki yang ingin menghindar.


Roki yang sudah tahu kalau mereka akan menyerang terlebih dahulu. Dengan senyum yang biasa dia menghindar serangan mereka berdua dengan sangat mulus. Sampai mereka yang merasa ada yang berubah dari sikap yang diberikan.


“Bagaimana kamu bisa menghindar begitu muda,”kata Mola.”Apa ada masalah dengan caraku menghindar,”kata Roki dengan santainya. “Tapi kamu tidak akan bisa lama menghindarnya,”kata Meli yang sudah dibelakang dia.


Tapi dia terhenti karena mendapat serangan dadakan dari orang laian di belakangnya. Meli melihat ke belakang,”Siapa kamu?.”


“Kamu tepat pada waktunya,”ucap Roki kepada 0011. Meli yang mundur ke tempat Mola.”Siapa dia Roki?,”ucap Mola yang memapah adiknya.


“Kamu bertanya siapa?Itu tidak begitu penting bagi kalian.Ohhh iya kamu kira aku tidak tahu apa yang kalian lakukan pada kedua kakak Martin yang kalian bawa ke pulau,”ucap Roki.


“Bukan dia sudah mati untuk apa kamu menayakan orang yang sudah mati,”kata Mola. “Mati kata kamu”ucap Roki dengan dingin.


“Bukan itu kamu yang akan mati karena kalian yang menyamar dan menghancurkan semua yang di jaga oleh Martin,”kata Roki.


“Untuk apa kamu mengkhawatirkan mereka yang sudah mati. Kamu juga tidak memiliki bukti kalau kami yang melukai mereka bukan,”kata Mola yang tersenyum licik.


Roki yang sedang berpikir tahu apa yang di rencanakan oleh Mola dan Meli. Tapi semua itu akan sia-sia jika semua sudah selesai saat mereka datang. “Kenapa kamu diam saja,”kata Mola.


Roki hanya tersenyum sampai 0011 sudah ada di belakang mereka. Kedua wanita itu terkejut dengan orang yang dibawa oleh Roki sudah ada di belakang mereka berdua. “Bagaimana dia bisa ada dibelakang kita,”ucap Meli yang baru sadar kalau orang Roki sudah ada di belakangnya.


“Apa masih ingin berpura-pura,”kata Roki.”Sejak kapan kamu mengetahuinya,”kata Meli yang melepaskan rangkulan Mola. Mereka berdua yang melepaskan topeng di hadapan Roki.


“Sejak awal aku sudah tahu kalau kalian memang pembohong,”kata Roki yang senyum dingin.”Tapi percuma saja jika kamu datang dan mengetahuinya,”kata Mola.


“Percuma itu untukku atau untuk kalian,”kata Roki.


Mola dan Meli yang siap menyerang dan manghabisi Roki dihadang oleh 0011 yang membuat pergerakan mereka berdua tidak bisa pergi jauh. Mereka berdua yang saling beradu dengan 0011, Roki menyuruh bawahan mereka yang sudah di luar untuk masuk dan membawa mereka yang terluka untuk di larikan ke rumah sakit.”Kalian masih bisa bergerak”ucap Roki kepada Lin dan Teo.


Mereka hanya tersenyum lemas dan kemudian pinsan karena sudah kehilangan banyak darah.”Bawa mereka ke rumah sakit yang sudah dipersiapkan”kata Roki.


“Baik tuan”ucap bawahan yang sudah berjalan membawa mereka ke rumah sakit.


“Kenapa kamu perduli dengan mereka yang sudah akan mati,”kata Mola  yang ada di depan matanya yang siap menyerang. Roki yang tahu akan itu sudah mengantisipasi dengan baik dengan memasang formasi pedang di sekeliling dia. Mola yang terkejur dengan formasi tidak bisa mendekat ke arah Roki. “Sial,”ucap Mola yang menggigit ujung jarinya.


“Kenapa apa tidak bisa datang dengan indah,”ucap Roki yang melihat ke arah dia. “Kamu kira kami bisa mengalahkanku dengan formasi pedang ini,”ucap Mola yang sudah menghilangkan formasi yang dibuat.


“Kamu sombong juga denga kemampuan kamu yang tidak seberapa ini,”kata Mola yang siap maju.


Roki yang tahu apa yang direncanakan oleh Mola siap menyerang Mola tanpa menggunakan formasi karena sudah tahu apa yang akan dia lakukan dengan meliaht pergerakan mereka berdua.


“0011 mundur,”ucap Roki yang mengeluarkan senjata dewa yang sudah ia kuasai. Roki yang maju dengan bela kilat cahaya menyerang mereka berdua tanpa ampun. Mereka berdua yang menghindar dengan baik tapi dengan satu kaki yang sudah masuk perangkap yang sudah dibuat.


“Nikmatilah kalian dalam formasi jiwa yang telah aku buat,”kata Roki. “Apa ini,”ucap Meli.”Tidak mungkin kita bisa masuk formasi jebakan Roki. Kapan dia membuat formasi ini,”kata Mola yang menatap tajam.


“Pasti kalian bingung kapan aku membuat formasi ini bukan,”kata Roki.


“Aku akan memberitahukan kamu kapan aku membuat formasi ini yaitu saat aku diajak oleh Lin dan Teo ke bar ini,”kata Roki yang tersenyum.


“Kamu kira aku tidak tahu kalau kalian berdua mengawasi kami saat kami sedang diluar gedung,”kata Roki.


Mereka berdua yang sudah pada tingkatan yang kritis hanya berkata,”Kamu memang hebat. Tapi kamu harus tahu kalau masih ada yang hebat diluar sana yang akan membunuh kamu.” Mereka berdua yang sudah kehilangan jiwa mereka menghilang setelah formasi memudar menghilang.


“Masih ada yang kuat. Tapi itu bukan masalah bagiku yang akan menghancurkan kalian,”kata Roki.”Semua sudah di bawa ke rumah sakit,”kata Roki.


“Sudah tuan,”ucap bawahan. Setelah semua selesai Roki keluar dari bar dan menuju mobil yang sudah di tunggu oleh Kim dan sopirnya. “Kamu boleh pergi,”kata Roki kepada 0011.


“Saya mengerti,”kata 0011. Roki berjalan menuju mobil yang ada didepannya yang bersamaan dia berpapasan dengan Mark.


“Kenapa kamu ada disini?,”ucap Mark yang melihat Roki.


“Habis jalan-jalan kenapa,”kata Roki yang sudah di depan mobil.”Jika tidak ada aku akan pergi sekarang,”kata Roki yang masuk ke dalam mobil.


Di dalam mobil Roki yang sudah duduk dengan tenang menuju ke tempat pertemuan yang sudah di janjikan. Sedangkan Mark yang pergi ke bar dimana mereka selalu berkumpul. Di depan pintu Mark yang tidak merasakan apa-apa membuka pintunya dan melihat bar kosong tidak seperti biasanya.”Tumben tidak ada orang di sini,”uap Mark yang masuk. Semua yang sudah beres sudah dibersihkan tanpa ada jejak apa-apa.


Roki yang sudah menjauh dari lokasi hanya bersandar di kursi mobil sambil menutup mata.


“Kabari aku jika semua sudah sadar,”kata Roki.”Saya mengerti tuan,”kata Kim. Dengan mobil yang sudah melaju ke tempat pertemuan antara perusahaan b.” Masih ada waktu berapa menit sampai kita sampai ke tempat pertemuan,”ucap Roki yang merasa sudah lelah.


“Mungkin sekitar satu jam tuan,”kata sopir. “Baiklah. Kim bangunkan aku jika sudah sampai ya,”kata Roki yan tertidur karena kelelahan.


Perjalana yang melelahkan dengan pikiran yang selalu datang dengan berbagai masalah yang muncul. Roki yang tahu kalau menghadapi musuh darI Organisasi Kegelapan Jiwa itu tidak mudah. Karena untuk dapat mengalahkannya harus bisa menguasai semua jurus untuk menjaga diri.”Aku akan balas dendam karena kalian telah membunuh kedua orang tuaku,”ucap hati Roki.