Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Pulau Tidak Penghuni 14


Setelah Roki memutuskan untuk keluar darau ruang bawah tanah. “Akhirnya aku bisa menghirup udara segar,”kata Kyoshi yang sudah keluar terlebih dahulu. Tidak lama Kyoshi keluar mereka semua datang satau persatu-satu.


“Bisa kamu jelaskan apa yang terjadi di dalam kenapa kita harus keluar lebih dahulu,”kata Roki.”Para monster sedang melarikan diri dan mereka sudah membunuh dua orang penyusup yang mengikuti kita,”kata Kokoro.


“Apa,”ucap semua orang. Roki yang tidak menyadarinya juga terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Kokoro. Surya yang juga gelisah melihat ke arah Kyoshi yang dia tinggal.”Apa kalian bertemu dengan penyusup itu,”Kata Citra.”Dia yang bertemu karena ke tinggalan di belakang,”kata Kokoro yang menunjuk ke arah Kyoshi. Surya yang melihat arah jari Kokoro bertatap mata dengan Kyoshi dengan wajah pucat.


“Kamu bertemu dengan musuh Kyoshi,”kata Roki. “Iya di belakang tapi tidak usah khawatir karena mereka sudah di bunuh oleh monster hasil penelitian,”kata Kyoshi.


“Mereka siapa, apa kamu mengernal mereka,”kata Kim.”Tentu saja mereka adalah Dimitri dan Zira dari Organisasi Tentara Militer yang masih ada,”kata Kyoshi dengan santai. “Apa kamu yakin,”ucap Morgan.


Kyoshi hanya tersenyum saja sampai dia mencium bau amis yang mendekat.”Kita harus bersiap-siap mereka datang dengan jumlah yang tidak bisa di tebak,”kata Koto.


“Siapa yang kamu maksud,”kata Kim.”Para monster kamu kira siapa yang akan datang,”ucap Koto. “Monster datang jika kami ini siapa,”ucap anggota khusus yang sudah menuggu kedatangan kami keluar dari ruang bawah tanah.


“Aku tahu kalau kalian akan bicara jadi aku tutup mulut,”kata Kyoshi yang sudah disamping anggota khusus di pohon. Kyoshi yang tersenyum berbisik kepada mereka,”Karena kalian datang pada saat bad moodku kambuh kalian harus tanggung jawab ya.”


Kyoshi yang murka membantai semua anggota khusus dengan ganas dengan pedang ilahi yang dia bawa. Dengan tawa dia berkata,”Matilah kalian anjing kotor. Kalian datang di waktu yang salah.”


“Monster dunai ilahi bangkit,”ucap Kyoshi yang sudah tidak bisa menaham amarah. Koto dan Kokor yang melihat hanya bisa terdiam,”Adikku sudah murka.”


“Apa yang terjadi dengan Kyoshi, apa dia akan baik-baik saja,”kata Morgan yang melihat.”Dengan wajah itu kamu masih khawatir, abaikan saja dia,”kata Kokoro.”Dia sudah tidak bisa dikendalikan lagi karena amarah. Sebaiknya kita pergi dari sini terlebih dahulu,”kata Koto.


“Apa maksud kamu meninggalkan dia sendirian,”kata Surya. “Jika tetep disini kalian yang akan dibantai oleh Kyoshi apa lagi dengan mata seperti itu,”kata Koto.


Koto dan Kokoro yang membawa paksa Morgan untuk pergi. Kim yang merasakan tertekan karena Kyoshi dibawa pergi oleh Roki yang tidak ingin kehilangan orang yang berharga dihadapannya lagi.”Ayo kita pergi darai sini,”ucap Roki dengan tegas.


“Tapi tuan,”kata Surya.”Jika kamu membantah kamu tahukan apa yang tertulis dalam perjanjian,”kata Roki dengan tajam.”Saya mengerti,”kata Surya dengan wajah sedih.  Surya yang pergi menyusul yang lain untuk keluar dari situasi yang ada dengan sekali-kali dia menatap ke arah Kyoshi yang tidak melihat dia.


“Apa dia marah kepadaku,”kata Surya.”Dia tidak marah dengan kamu tapi marah denganku,”kata Kokoro. Surya melirik kearah suara dan melihat Kokoro. Dengan tatapan bingung dia bertanya,”Kenapa dia marah dengan kamu?.”


“Itu karena aku mengganggu dia sedang bersama mantan kekasihnya,”ucap Kokoro. Surya yang mendengar mantan kekasih Kyoshi seperti tersambar petir.”Apa dia masih menyukai mantan kekasihnya, sampai dia marah begitu,”kata hati Surya yang termenung.


“Apa kamu sakit hati karena Kyoshi bertemu dengan mantan kekasihnya,”ucap Koto sambil berbisik.”Apa cemburu, tidak,”kata Surya.


“Apa maksud kamu,”kata Surya.”Tanyakan pada dirimu apa ada yang salah atau ada yang berbeda dengan orang lain sikap cinta yang kamu berikan,”kata Morgan.  Roki yang mendengar hanya terdiam sampai mereka jauh dari anggota khusus dan monster yang ada datang.


“Kita tunggu disini bagaimana,”kata Roki.”Bisa,”ucap Morgan yang bersandar di pohon. Surya yang masih memikirkan Kyoshi hanya menatap jalan yang dia lewati.


“Kamu memikirkan orang yang salah dia akan baik-baik saja,”kata Koto.”Itu benar,”ucap Kokoro.”Bukan kamu tadi berkata kalau dia marah karena kamu mengganggu mereka saling berbicara ya. Apa yang mereka bicarakan dan apa hubungannya dengan musuh yang datang yang terbunuh karena para monster,”kara Surya yang merasa ada yang salah.


“Kamu baru tanya sekarang musuh yang datang mati karena para monster,”kata Koto. “Apa orang yang disukai Kyoshi adalah musuh yang datang di ruang bawah tanah,”kata Surya menyimpulkan.


“Apa yang kamu katakan itu benar, tapi dulu karena satu pengkhianatan yang dibuat kekasihnya berpindah Organisasi. Itu saja yang aku ketahui,”kata Kokoro.


“Dia yang sudah membuat kawanya menderita,”ucap Koto. “Apa yang kalian maksud adalah Zen?,”ucap Morgan.”Itu benar. Untuk pastinya kami tidak tahu,”kata Kokoro.


“Siapa Zen, apa dia kekasih Kyoshi,”kata Surya yang tiba-tiba. Mereka bertiga yang melihat ke arah Surya kemudian saling memandang satu sama lain dan ingin membuat Surya menyesal seumur hidupnya. Sampai Citra datang,”Jangan sampai kalian membohongi kakakku ya.” Dengan tatapan tajam dengan aura pembuhuh mereka bertiga hanya terdiam dan pergi untuk menghindarai suasana yang ada tanpa berkata apa-apa.


“Kenapa kalian pergi, kalian belum jawab,”ucap Surya yang ingin menghentikan mereka bertiga pergi. Tapi mereka sudah pergi jauh dari pandangan Surya.”Kenapa kamu berkata seperti itu dengan aura pembunuh kamu,”kata Surya kepada adiknya.


“Itu salah kakak sendiri, kenapa kakak suka dengan kak Kyoshi. Dia bukan orang yang baik untuk kakak,”kata Citra yang kesal.


Di tempat lain Kyoshi yang sedang membantai habis anggota khusus tanpa ampun selesai dengan cepat. Tidak lama kemudian para monster keluar dengan hawa pembunuh yang siap memangsa musuh. “Aku sudah menuggu kalian,”kata Kyoshi yang berubah matanya menjadi merah dengan tatapan dingin dengan aura pembunuh yang ganas.


“Kalian akan menjadi santapan malamku,”kata Kyoshi yang mulai maju menyerang para monster.


Para monster yang mencium darah secara reflek mulai menyerang dengan ganas. Mereka yang bertarung untuk kepuasan diri mereka mulai menyerang musuh yang ada satu orang dengan para monster yang sudah tingkat alam semesta.


“Kalian tidak akan bisa mengalahkanku dengan kemampuan kalian yang belum sempurna,”kata Kyoshi yang menusuk satu persatu dengan cepat.


Darah yang berjatuhan luka demi luka para monster telah menusuk jantung mereka sampai mereka terbelah menjadi dua bagian. Mata yang terlepas dari tubuh jantng monster terjabik. Kyoshi yang sudah selesai dengan para monster sampai malam tubuhnya penuh dengan darah.


“Pemandangan yang bagus,”ucap Kyoshi yang berjalan meninggalkannya. Kyoshi yang pergi menjadari suara air terjun dia melepaskan pakaian yang penuh dengan darah di tubuhnya. Tubuhnya yang tidak terluka masuk ke dalam air yang dingin dengan sinar cahaya bulan di malam hari. Kyoshi yang membersihkan diri melihat Surya datang menghampirinya.


“Kenapa kamu mengikutiku sampai ke sini,”kata Kyoshi yang masih membersihkan tubuhnya. “Apa kamu baik-baik saja,”kata Surya.”Kamu memiliki mata bukan, kenapa tidak bisa melihatnya aku terluka atau tidak,”kata Kyoshi yang menoleh dengan rambut yang basah.