
Dimensi Awan Putih dunia yang ada diluar alam semesta yang memiliki sumber energi yang berlimpah. Tapi banyak juga monster dengan tingkatan yang berbeda dengan pembela pedang, jiwa , aura, keabadian yang tidak bisa diukur. Dimensi tersebut ada pada ruang dunia yang berbeda dengan ruang yang ada di tempat ini.”Apa maksud kamu berbeda dengan dua dunia dewa?,”ucap Martin.”Iya berbeda tempat itu sangat luas dengan berbagi menjadi tingkatan dan ada penguasa dan penjaga wilayah setiap daerah,”kata Morgan.
“Tapi aku masih tidak mengerti kenapa mereka bisa datang ketempat yang tidak ada sumbernya,”kata Ezan.”Iya itu bagaimana bisa ada benturan ruang dimensi yang mengakibatkan keluarga kita masuk dan jatuh ketempat ini,”kata Martin. “Itu juga yang masih dalam tanda tanya ayah dan ibu sampai sekarang,”kata Morgan.
“Apa ada lagi yang ditanyakan,”kata Morgan.”Penjelaskan kakak masih membuat aku bingung,”kata Ezan.”Sama,”kata Martin.”Sudah aku duga kalau kalian masih belum paham semuanya. Baca saja buku catatan yang ada didepan kalian sampai kalian paham,”kata Morgan yang juga membaca buku yang diberikan oleh si kembar.
“Menurut kamu siapa yang belum paham,”kata Ezan menggunakan batin jiwa kepada Martin.”Mana aku tahu tapi info yang kita dapatkan masih kurang lengkap,”kata Martin. “Aku juga merasa begitu,”kata Ezan. “Pertemuan itu kapan dilakukan,”kata Martin.”Tiga hari lagi, aku sudah memberi tahukan yang lain,”kata Ezan dengan santai.
Satu ruangan yang penuh dengan buku catatan lama yang membuat mereka saling mendapatkan informasi yang mereka butuh setelah menggabungkan kedua informasi. Dimensi Awan Putih tempat para dewa jiwa yang memiliki aura yang tidak bisa dibilang sederhana. Awan Putih yang memiliki tingkatan sumber daya dengan tingkatan paling rendah sampai Tinggi. Tingkatan kekuasan dan energi yang dimiliki berdasarkan kejayaan dan kedudukan orang dunia awan putih.
Dunia yang dimana mereka tinggal di awan dan darat dengan sumber energi yang berbeda. Awan putih yang melambangkan kesucian dan keabadian yang tidak bisa dikatakan seperti dewa. Penguasa yang mereka memiliki energi dan kemampuan yang melewati batas energi yang ada adalah penguasa yang tertinggi dan ditakuti oleh semua orang. “Kenapa aku merasa ini hampir sama dengan dimensi dua dunia ya,”kata Ezan.
“Kamu berpikir seperti itu juga,”kata Martin.”Jika tidak apa perbedaan keduanya,”kata Ezan.”Aku tidak tahu,”ucap Ezan yang berdiri.”Kamu mau kemana,”kata Morgan.”Aku ingin keluar sebentar,”kata Ezan.”Pergi kemana?.”kata Morgan.”Danau,”ucap Ezan yang berjalan keluar rungan.
Ezan yang berjalan keluar ruangan yang sudah disambut oleh Keri dan Mikhail.”Sedang apa kalian diluar,”kata Ezan yang berjalan melewati mereka berdua.”Kami akan menemani anda,”kata Mikhail.”Tidak kalian istirahat saja, aku hanya ingin ke danau dan aku bisa menjaga diriku sendiri. Sebaiknya kalian saja yang beristirahat,”kata Ezan yang menjauh dari mereka berdua.
“Tidak apa-apa kita tidak mengawasinya,”ucap Keri.”Kalian tidak usah khawatir dia akan baik-baik saja,”kata Martin dari ruangan. Mikhail dan Keri berjalan menuju ruangan dan melihat Martin yang sedang membaca. “Apa tidak apa-apa saudara anda pergi sendiri. Bagaimana jika ada penyusup,”kata Mikhail.”Jika ada penyusup bukannya penyusup itu sendiri yang tidak beruntung karena bertemu dengan kembaranku,”ucap Martin.
“Apa maksud anda,”kata Keri. “Kembaranku memiliki sisi yang berbeda dengan diriku, dia bisa menjaga dirinya sendiri walaupun tidak menggunakan aura jiwa,”kata Martin.”Aku juga bis merasakan kalau dia akan baik-baik saja,”kata Martin lagi.
“Apa benar dengan apa yang dikatakan oleh kamu Martin,”ucap Morgan yang mendengarnya.”Iya kakak tidak usah khawatir dengan dia,”kata Martin yang kemudian terdiam. Kerin dan Mikhail yang keluar dari ruangan untuk berjaga.
~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~~ ~ ~ ~ ~~
“Bagaimana dengan pergerakan Izam dan Martin,”kata Roki.”Untuk Izam kami mendapatkan informasi kalau mereka akan menyuruh dua ribu orang untuk melawan Preman Selatan. Sedangkan untuk Martin tidak ada pergerakan apa-apa melainkan mereka semua tidak dalam kondisi mempersiapkan sesuatu dalam pertempuran,”kata sekertaris Kim.
“Dimana Martin sekarang,”ucap Roki.”Saya tidak tahu keberadaan teman anda tuan, setelah beberapa hari yang lalu. Martin tidak memberikan jejak apapun,”kata Sekertaris Kim.”Apa dia menyembunyikan sesuatu dariku lagi,”kata Roki dalam hati.
Roki yang merasa ada sesuatu darai sikap Martin membuat dia terus kepikiran dengan apa yang dia katakan.”Apa aku melakukan kesalahan waktu itu,”ucap hati Roki. Bimbang dan gelisah Roki memikirkan apa yang akan terjadi kepada kedua temannya.”Panggil mereka datang ke negara J,”ucap Roki.
“Tuan apa ada serius memanggil mereka,”kata Sekertaris Kim.”Iya,”ucap Roki. Roki yang sudah memutuskan untuk memasukan seorang mata-mata dalam kelompok mereka untuk menjaga perselisihan yang akan terjadi. Karena Roki tidak ingin mereka pergi Roki membuat keputusan kalau semua ini adalah rencana untuk memisahkan mereka. Tanpa disadari oleh Roki kalau dia sedang diawasi oleh organisasi tersebut. Rencana yang telah dia siapkan untuk memanggil mereka, tapi dengan hasil yang tidak terduga.
Dua hari telah berlalu dia menyuruh sekertaris Kim untuk membawa mereka tapi hasil yang diberikan adalah mereka yang dicari sudah tewas dengan hasil yang tidak diketahui oleh pembunuh Roki yang merasa semua ini akan berakhir berpikir untuk mengorbankan nyawanya untuk memecah perselisihan keduanya. Sampai Lili datang menemuinya.”Lama tidak bertemu kamu di negara J. Sedang apa kamu kesini?,”kata Lili.
“Aku yang harus bertanya dengan kamu yang selama ini menghilang. Kemana saja kamu?,”kata Roki dengan tajam. “Kamu tidak tahu kemana aku pergi, bukannya banyak sekali tentara dan bawahan yang bisa kamu minta tolong mencariku,”kata Lili yang duduk.
“Apa kamu tahu kalau Martin ingin perselisihan dengan Izam,”ucap Roki.”Apa? Apa maksud kamu Martin dimana dia,”ucap Lili yang tidak mengetahui kalau Martin sudah kembali. “Kenapa kamu begitu terkejut?,”kata Roki.”Karena informasi yang aku dapatkan kalau Martin menghilang dan belum ditemukan. Tapi bagaimana kamu bisa mendapatkan informasi kalau dia sudah kembali?,”kata Lili yang ingin tahu.
“Beberapa hari yang lalu, aku bertemu Martin bersama dengan Izam saat ingin reuni,”kata Roki.”Aku tidak tahu yang itu, sekarang dia ada dimana?,”kata Lili.
“Aku kira kamu tahu makanya aku mencari kamu,”kata Roki yang menghela nafas.”Aku tidak tahu selama ini aku mencarinya tapi hasilnya nihil sampai sekarang,”ucap Lili.”Bagaimana kabarnya jika kamu sudah bertemu,”kata Lili.”Kabar dia baik saja katanya dia selama ini di negara K dan untuk sekarang dia tidak ada kabar lagi. Hanya memberitahukan kalau dia akan perselisihan dengan Izam itu saja,”kata Roki.
“Berselisih, itu mustahil?,”ucap Lili yang tidak percaya.”Itu yang dia katakan setelah itu dia menghilang,”kata Roki.”Mungkin saja yang kamu ketemui bukan Martin tapi orang lain,”kata Lili. “Tidak, aku yakin itu dia. Bukan orang lain,”ucap Roki yang percaya diri.
“Kapan pertempuran itu diadakan,”kata Lili.”Besok,”ucap Roki. “Aku tahu terima kasih,”ucap Lili yang pergi dari Roki.