Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Dewa Pegasus


Pegasus dewa dua dunia yang selalu menjadi teman baik Foza Mayo sampai sekarang masih menuggu kedatangan sahabat karibnya. Saat Fazo Mayo dihukum dewa pegasus yang selalu membela Fazo. “Kapan kamu kembali,”ucap dewa pegasus yang duduk termenung.


“Aku tahu kalau kamu baik-baik saja di dunia manusia. Apa kamu memilki kawan yang bisa kamu percayai,”kata Pegasus. Tiba-tiba angin kencang datang dengan gelombang aura jiwa tahap kedua. Dewa Pegasus yang merasakannya merasa kalau akan ada bencana di dua dunia.”Siapa yang datang mengacau di dua dunia?,”ucap Pegasus yang melihat kearah langit yang mulai gelisah.


Semua dewa di dua dunia merasakan kehadiran gelombang jiwa ini, karena merasa selama ini aman saja. Tapi hari itu langit mulau menampakan kegelisahan dan ketakutan dari gelombang jiwa yang dipancarkan oleh seorang yang masuk kedalam dunia dimensi dua dunia.


Dewa pegasus yang merasa penasaran mencari sumber gelombang jiwa yang dipancarkan.”Hai,”ucap Morgan.”Apa kamu tidak takut jika para dewa berkumpul berdatangan setelah mengeluarkan gelombang jiwa kamu sendiri,”ucap Morgan yang sedang bertelepati dengan Martin di dua dunia.


“Level berapa,”ucap Martin yang mengabaikan ucapan Morgan.”Level yang sama dengan kamu tapi tingkatan dibawah kamu,”kata Morgan. Martin tersenyum sampai telepati mereka terputus.”Siapa kamu,”ucap pegasus yang datang terlebih dahulu.


“Pegasus sudah lama tidak bertemu,”kata Martin.”Apa yang kamu bicarakan, aku tidak mengenal kamu,”kata Pegasus. Di tempat lain mereka bertiga yang sudah satu bulan di sana mendapatkan kabar dan berita kalau bencana sudah didepan mata.


“Pergi sekarang atau nanti,”ucap Rong Shi.”Tidak bisa pergi, masih ingin melihat dewa pegasus ini sepertinya...,”kata Morgan yang terhenti.”Kayaknya dia adalah teman Martin di dua dunia. Ayo pergi,”ucap Mark yang menarik Morgan.


“Tunggu sebentar,”kata Morgan. Yang tiba-tiba mendapatkan jiwa cermin dua dunia menolak memberikan gambar lagi.”Apa yang terjadi,”kata Morgan yang menatap Cermin.”Kenapa?,”ucap Rong Shi.


“Dia membatasi cermin dua dunia,”kata Morgan yang menghela nafas. “Tidak bisa melihat harus pergi sekarang,”kata Rong Shi. Morgan yang melepas darai cengkraman Mark berjalan membuka pintu keluar. Mereka bertiga kembali ke tubuh mereka yang sedang berhadapan dengan anggota yang lain untuk membahas rencana penyerangan.


Sementara di dimensi para dewa dua dunia Martin yang bertemu dengan Pegasus yang tidak mengenalnya mereka saling memandang satu sama lain.”Kamu tidak mengenalku itu wajar karena kamu sekarang manusia bukan dewa lagi,”ucap Martin yang tersenyum kepada pegasus.


Pegasus hanya terdiam dan berpikir,”Manusia biasa bukan dewa lagi. Apa maksudnya apa dia Fazo Mayo, tapi aku tidak percaya itu.”Martin yang terdiam menuggu pegasus, mendapatkan tamu yang lain yang bermunculan.”Siapa dia pegasus,”ucap dewa Franzo.”Tidak tahu,”ucap pegasus.”Apa dia yang membuat keributan ini,”kata dewa Boto.


“Seperti yang kamu lihat,”ucap pegasus. Sampai Martin yang melihat mereka hanya bisa terdiam dengan aura hitam bermunculan.”Selesai pembicaraan kalian,”kata Martin.


“Apa yang aku inginkan ada didepan mataku sekarang,”ucap Martin yang dingin.”Kamu kira kamu siapa yang menatap kami dengan tajam,”kata Franzo.”Kenapa kalian begitu masih tidak melihat siapa yang berkuasa di dunia ini,”kata Martin yang dibelakang mereka. Dua dewa itu langsung menghindar dihadapan Martin.”Hebat cepat sekali kalian bisa menghindar,”kata Martin yang memuji dingin.


Mereka berdua saling memandang satu sama lain dan menggunakan telepati untuk berbicara.Tapi pembicaraan itu di dengar oleh Martin yang berpura-pura tidak mendengarkan telepati mereka berdua.”Kenapa kalian diam saja,”ucap Martin yang berpura menuggu kedua dewa.


“Apa dewa Fazo Mayo,”ucap Franzo.”Itu mustahil dia sekarang sudah menjadi manusia tidak mungkin bisa ada di dunia dewa,”kata Boto.”Lalu siapa dia yang auranya sangat menekan kita berdua,”kata Franzo. Tiba-tiba Martin maju ke depan saat mereka berdua sedang menggunakan telepati.


Pegasus yang sedang melihat merasakan ada aura dari sahabat yang selalu bersamanya.”Apa dia Fazo Mayo, tapi itu mustahil,”ucap hati Pegasus. Sampai dia mendapatkan telepati darI Morgan yang memberitahukan kalau dia adalah sahabat kamu yang telah dikutuk.”Hai kamu pegasus dia adalah sahabat yang kamu cari. Jangan sampai kamu kehilangan dia yang kedua kalinya,”kata Morgan yang memutus telepatinya dengan pegasus.”Siapa k...,”ucap pegasus terhadap Morgan tapi telepatinya terputus.


Pegasus yang mendapatkan telepati dari seorang yang tidak dikenal membuat dia membuka matanya terhadap orang yang menyapanya terlebih dahulu. “Apa benar dia adalah sahabatku,”kata Pegasus. Sampai kedua dewa bertarung dengan Martin.


“Aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan, tapi kenapa kalian menyerangku,”ucap Martin yang polos.”Kamu kira kamu siapa yang bisa mengacaukan dunia para dewa. Kamu hanya manusia biasa yang seharusnya kamu tidak ada disini,”kata Franzo.


“Iyakan, bukannya itu kalian yang harus pergi dari tempat ini sebelum kalian tewas menyusul kedua dewa ini,”kata Martin yang melempar dua dewa itu kepada mereka berdua.”Kalian pantas mendapatkan hadiah itu bukan,”ucap Martin yang sudah menyiapkan perangkap  untuk kedua dewa yang ada didepan dia. Tanpa mereka sadar kedua dewa masuk perangkap saat mereka mencoba menghindar.”Apa yang terjadi dengan tubuhku,”ucap Bato.”Kenapa?,”kata Franzo yang tidak menyadari.”Apa kamu tidak merasakan aura yang menekan dan menghisap jiwa kita,”kata Bato. Franzo yang mecoba merasakannya tapi dia mendapatkan pukulan yang berat dengan dia muntah darah.”Kamu tidak apa-apa,”kata Bato.”Apa yang sedang terjadi,”ucap Pegasus yang menghampiri.


“Kamu disini,bantu aku membunuh manusia rendahan itu,”kata Bato. “Kenapa aku harus membantu kalian,”ucap pegasus.


“Apa kamu mencoba untuk mengkhianati para dewa,”kata Franzo.”Siapa yang mengkhianati,”kata pegasus. Martin datang disamping pegasus dan menepuk punggungnya.”Kamu tidak pernah berubah,”ucap Martin yang tersenyum


“Fazo Mayo kamu yang terkukut akan dihukum,”kata Franzo. Martin yang tersenyum memberikan serangan yang mematikan sebelum mereka bisa keluar dari perangkap yang dia buat.”Telapan Jiwa Dewa Penghancur,”ucap Martin yang menyatukan kedua tangannya dan melihatkan telapak tangan dihadapan mereka berdua. Tapi mereka berdua bisa menghindar serangan yang dibuat oleh Martin yang kemudian mereka membalas serangan 2 kali lipat dari biasanya. Martin terlontar kebelakang tapi dia bisa menahannya dan melepaskan gelombang jiwa dengan serangan kedua yang dia siapkan.”Ilusi Bola Hati,”ucap Martin. Tapi mereka bisa menghadang jurusnya sampai dia datang langsung menyerang mereka berdua dengan pasang tombang raga untuk membuat mereka mendapatkan luka walaupun hanya tergores sedikit. Usaha Martin tidak sia-sia dia mendapatkan darah darai kedua dewa yang dihadapan dia langsung membuat perhitungan dengan jurus Kutukan kegelapan yang memanfaatkan darah mereka.


Saat jurus ini digunakan hawa dingin menyelimuti mereka dengan hawa bau darah yang beracun untuk menghisap darah mereka sampai kering. Franzo dan Bato yang menahan serangan yang terakhirnya membuat jiwanya terkuras dan darah yang keluar dari serangan Martin memburuk keadaan fisik mereka. Yang membuat mereka berdua tewas dalam lautan merah kutukan kegelapan.