
“Maksud kamu adalah bagaimana kami membantai mereka semua hanya kami berdua. Itu maksud kamu,”kata Teri.
“Iya, karena tidak mungkin kalian bisa menghadapi semua musuh hanya berdua saja bukan,”kata Terko.
“Kita memang manghabisi mereka berdua. Karena ini sangat mudah bagi kami yang sudah teratih membunuh di medan perang. Jadi ini bisa di bilang masih ringan,”kat Rendi.
“Apa kalian serius dengan apa yang kamu ucapkan,”kata Mizuki yang tidak percaya.
“Dari pada kalian bingung dengan kita, kenapa kita tidak melihat anak buah kalian yang sedang menghadapi musuh di luar sana,”kata Teri.
Setelah pedebatan yang tidak selesai mereka pergi ke garis depan untuk mengurangi musuh yang datang. Sementara di Pulau obat Izam dan Bunga yang melihat musuh yang berdatangan. Membuat rencana lain untuk mengurangi jumlah musuh.
Sampai mereka mengingat tiga orang yang datang ke sini.”Mereka kemana sampai sekarang belum kembali,”kata Bunga.
“Siapa yang kamu maksudkan?,”kata Izam yang mengingat kembali memorinya.
“Jangan bilang kamu tidak ingat,”kata Bunga denga tatapan curiga. “Tentu saja aku ingat mereka bukannya pergi, tapi aku tidak tahu pergi kemana meraka,”kata Iza.
Sementara di tempat Remon dan kedua rekannya yang sedang berhadapan dengan musuh di pulau obat dimana formasi di bentuk. Tiga puluh menit telah berlalu mereka bertiga yang sudah menghabisi musuh menghancurkan formasi yang merupakan bagian dari pintu lubang hitam.
“Sudah selesai,”ucap Reli. “Sudah hanya saja aku harus pergi ketempat lain dan kalian tetap di sini,”ucap Reli yang pergi ke tempat selanjutnya dimana Lili berada.
“Hati-hati di jalan,”ucap Ming Long.
Selesai dengan tugas yang diberikan mereka berdua kembali ke garis depan untuk membantu Izam dan Bunga yang sedang berhadapan dengan organsasi kegelapan jiwa.
“Tidak aku sangka musuh semakin banyak saja,”kata Ming Long.”Itu benar, tapi sampai kapan mereka terus begini,”kata Remon.
“Kalian dari mana,”ucap Bunga yang muncul dari garis depan bersama dengan Izam.”Menyelesaikan urusan yang diberikan oleh Martin,”kata Remon.
“Apa urusan kalian sudah selesai,”kaya Izam.”Sudah sekarang hanya tinggal di depan itu saja yang belum klier,”kata Ming Long.
“Teman kamu yang satu lagi ada dimana, kenapa tidak kelihatan,”kata Bunga.
“Kamu mencari Reli, dia pergi ke tempat lain,”kata Remon.
“Kenapa kalian tidak ikut,”ucap Izam. “Kenapa kami tidak ikut karena, kami ada urusan disini,”kata Ming Long.
Ming Long yang tidak ingin berlama-lama maju ke dapan untuk menghabisi musuh yang datang dari organisasi kegelapan jiwa. Sementara Remon yang ingin ikut bersama dengan Ming Long di hadang oleh Bunga yang ingin kejelasan kenapa mereka datang.
“Kenapa?,”ucap Remon.
“Sebenarnya tugas apa yang diberikan oleh Martin kepada kalian sampai datang ke pulau obat,”kata Bunga.
Remon yang tidak bisa berbuat apa-apa harus mengatakan kepada kedua orang yang ada di depan dia.”Aku akan jelaskan. Kami datang ada dua tugas yang pertama untuk menghancurkan formasi yang dibuat oleh organisasi kegelapan jiwa yang ada di pulau ini. Yang kedua adalah membantu pulau untuk bertahan dari serangan musuh yang datang,”kata Remon.
“Apa itu sudah cukup untuk menjelaskan kenapa kami datang ke tempat ini,”kata Remon lagi.
Bunga dan Izam hanya menatap dengan tatapan bingung.”Menangnya kalian di tempat Martin tidak ada tugas sampai dia harus menyuruh kalian datang ke sini membantu kami,”kata Izam.
“Bagaimana ya, ini sudah di rencanakan. Jadi kami hanya menjalankan saja. Dari pada kita ribut apa kalian tidak merasa keberaran kalau semua musuh di habisi oleh dia,”kata Remon yang menujuk ke arah Ming Long.
Bunga dan Izam yang melihat ke arah Ming Long merasa terkejut dengan tingkat bertarungnya karena baru saja satau jam dia sudah menghabisi setengah dari musuh yang datang. Dan belum juga musuh yang baru saja muncul dengan para monster.
“Dia bagaimana bisa,”kata Izam.” Kamu tidak tahu bagaimana kita di latih oleh teman kamu. Kamu tidak terlalu berduli dengan kawan kamu yang selalu dekat dengan kamu ya. Pantas saja kamu selalu membuat masalah,”kata Remon.
“Apa,”ucap Izam yang merasa tersinggung dengan apa yang diucapkan oleh Remon. Tapi dia tidak bisa membantah dengan apa yang dia katakan karena memang benar. Kalau Izam belum mengenal baik teman baik dia.
“Kenapa diam saja,”ucap Remon.”Jika tidak ada aku akan ke sana, karena aku belum puas mengalahkan musuh yang ada di tempat formasi tadi,”kata Remon yang langsung pergi menuju musuh.
“Aku tidak menyangka kalau anak buah Martin sangat kuat. Bagaimana dia melatih mereka,”kata Bunga.
“Aku juga tidak tahu, yang aku tahu dulu dia hanya siswa biasa. Tapi setelah itu kami putus hubngan karena perselisihan diantara kedua kelompok di negara J,”kata Izam.
“Itukan masa lalu, sekarang kamu yang baru harus bisa memahami teman kamu bukan,”kata Bunga sambil tersenyum.
Izam yang tersenyum di hadapan Bunga merasa kembali seperti dulu. Sampai mereka mendapatkan musuh datang lagi dengan jumlah yang banyak.”Nona, musuh semakin bertambah dan sebagian dari kita sudah terluka. Jika seperi ini kita tidak akan bisa bertahan menghadapi mereka. Apa yang harus kita lakukan,”ucap bawahan yang datang melapor.
“Bawa mereka yang terluka untuk di obati yang masih bisa tertarung tetap bertarung,”kata Bunga.
“Kurasa kita hanya bisa meminta mereka membantu kita,”ucap Izam yang melihat ke arah mereka berdua.”Maksud kamu adalah anak buat Martin,”kata Bunga.
“Tentu saja, lihat itu mereka berdua seperti menikmati pertarungannya di tambah lagi anak buah yang mereka bawa juga cukup tanggung,”kata Izam.
“Apa tidak masalah seperti ini,”kata Bunga yang masih ragu.
“Bukannya tadi dia berkata mereka datang karena dua hal bukan,”kata Izam yang mengingatkan Bunga.”Itu benar, tapi bagaimana ya. Apa mereka tidak keberatan,”ucap Bunga.
“Kami tidak keberatan karena ini adalah tugas yang diberikan oleh Martin untuk kami,”ucap anak buah Martin yang membawa dua orang yang terluka.”Sebaiknya obati saja mereka yang terluka, bukannya itu adalah tugas kalian seorang dokter,”ucap anak buah Martin.
Bunga yang tahu maksud dari perkataan bawahan Martin hanya bisa berkata,”Tolong selamatkan pulau dan penghuninya, kami di belakang garis depan akan membantu kami dengan pengetahuan pengobatan kami untuk mendukung kalian.”
Anak buah Martin tidak berkata apa-apa hanya tersenyum dan langusng pergi. Sampai di dekat Remon dia berkata,”Mereka setuju untuk kita membantu.”
“Baiklah jika seperti itu, sudah waktunya ke mode brutal karena aku sudah lelah dengan mode santai,”kata Remon.
“Bagaimana, bisa?,”ucap Ming Long yang datang. Remon hanya menganggukan kepalanya dan menyuruh mereka yang terluka untuk mundur. Semua anak buah Bunga yang terluka di bawa mundur dan hanya ada anak buah Martin bersama dengan Remon dan Ming Long yang ada di garis depan.
“Semua pada posisi bertarung siapkan mode brutal,”ucap Remon. Semua yag ada i lingkup ruang bersiap untuk melakukan pertarungan yang brutal. Bunga dan Izam yang melihat hanya bertanya kalau ada yang aneh dengan suasana yang diberikan.
“Apa yang terjadi disana?,”kata Izam yang merasakan kalau pertarugan ini pernah dia rasakan saat bersama dengan Martin dulu.