
Setelah pertemuan dengan Izam dan Martin yang hanya sebentar Roki kembali ke perusahaan untuk menyelesaikan beberapa laporan yang tertunda dengan membawa kue untuk kakek. Roki yang berjalan menuju perusahaa sampai didepan dia bertemu dengan Remon dan Dayati yang sedang melakukan transaksi bisnis dengan perusahaan Roki.
Roki yang santai berjalan menuju ekskalator menuju lantai atas. Tapi di hentikan oleh Dayati. “Tidak aku sangka akan bertemu dengan Roki. Untuk apa kamu datang ke tempat ini dan itu bukan untuk kamu naiki. Kamu tidak lihat itu tertulis VIP,”ucap Dayati.
Roki melihat ke arah mereka berdua sambil tersenyu,”Apa yang kamu katakan memang benar ini adalah ekskalator untuk VIP bukan untuk tamu yang tidak terhormat. Tapi kalian sadar tidak, siapa kalian.”
Pintu ekskalator terbuka Roki masuk ke dalam.”Hai sekuriti apa kamu tidak lihat orang rendahan itu masuk lewat ekskalato tapi kami tidak menghalanginya dan kamu dan kamu juga pegawai disini tidak becus. Apa di perusahaan ini tidak tahu peraturan perusahaanya,”kata Dayati.
“Cukup Dayati, jangan membuat masalah kamu lupa tujuan utama kita ke sini,”kata Remon yang hampir marah kepada Dayati. “Tapi sayang karena dia yang datang membuat mataku sakit. Janganlah marah. Ayo kita pergi,”kata Dayati.
Sementara Roki yang sudah sampai dilantai atas dimana ruang Roki berada.”Maaf siapa anda. Ini adalah ruang direktur kami orang lain dilarang masuk,”kata pegawai baru.
“Kamu pegawai baru ya,”ucpa Roki yang berjalan di lorong menuju ruangan.”Iya,”kata pegawai baru.”Pantas saja kamu tidak tahu. Dimana Rere sekarang?,”kata Roki yang melihat sekelilingnya. Sampai matanya tertuju ke satu arah Roki menghela nafas dan berjalan ke arah mereka berdua.”Jika ingin pacaran di rumah saja,”kata Roki dari belakang.
“Siapa?,”ucap Rere.
“Bos kamu disini sejak kapan,”kata Rere yang tersenyum malu.”Kita bicara didalam saja,”kata Roki.
“Sekarang kamu tahu siapa aku anak baru,”kata Roki kepada pegawai baru. “Saya tahu saya minta maaf tidak sopan kepada anda,”kata pegawai baru.
“Kamu boleh pergi ke tempat kamu dan tutup mulut apa kamu mengerti,”kata Roki yang berjalan menuju ruangan. Pegawai itu hanya menundukan kepala dan menuju tempatnya.
Roki dan Rere bersama dengan sekertarisnya yang merupakan suaminya masuk ke dalam ruangan. Roki duduk dengan santai sampai Rere berkata," Kenapa kamu datang tidak bilang-bilang.”
“Aku sudah bilang ya ke suami kamu kalau aku akan datang hari ini untuk laporan bulanan dan tahunan,”kata Roki. Rere melihat ke arah suaminya yang sekertaris,”Kamu tidak bilang.”
“Maaf aku lupa,”kata suaminya. Rere langsung memalingkan wajahnya dan kemudian melihat ke arah Roki. “Apa kamu baik-baik saja?,”kata Rere yang melihat ke arah Roki. “Memang apa yang terjadi denganku,”kata Roki.
“Aku sudah mendengar soal keluarga kamu dan kamu bersama dengan kakek kamu sekarang apa baik saja,”kata Rere. “Aku baik saja kamu tidak usah khawatir dengan sekarang kakek bersamaku di vila dan rumah utama sedang dibangun. Kamu tidak usah khawatir,”kata Roki.
“Apa di perusahaan mengalami masalah saat aku tidak ada,”kata Roki. “Seperti yang kamu lihat untuk sekarang tidak ada hanya saja nanti satu jam lagi kita akan ada rapat bersama dengan perusahaan Brata. Apa bos tidak keberatan?,”kata Rere.
“Aku tahu karena baru saja tadi dibawah aku bertemu dengan Remon dan Dayati yang mencaciku kalau orang rendahan tidak bisa masuk ekskalator VIP,”ucap Roki yang menghela nafas. “Bukan anda sudah tahu kalau identitas anda akan disembunyikan jika sudah waktunya,”kata Rere.
“Aku tahu dari pada itu mana daftar laporan yang aku minta apa belum siap,”kata Roki yang mengalihkan suasana.
“Apa terjadi masalah sampai kamu datang ke sana dan ke sini,”kata Rere.”Aku hanya ingin melihat daftar laporannya dan membuat rencana selanjutnya,”kata Roki.
“Apa yang ingin kamu lakukan sampai harus melakukan semuanya,”kata Rere. Suara ketukan diaman sekertais Rere datang dengan laporan yang di minta.”Ini semua laporan bulanan dan tahunan yang anda minta,”kata sekertaris.
Roki membaca data perkembangan perusahaan sampai dia melihat ada celah yang akan membuat perusahaan jatuh.”Ini tidak bagus. Jika terus dilanjutkan,”ucap Roki sambil membaca berkasnya.
“Apa yang tidak bagus bos,”kata Rere yang melihat. Rere meletakan data yang sudah dia baca langsung mencoret satu daftar nama perusahaan yang sedang bekerja sama dengan perusahan Roki.”Aku ingin kerja sama dengan perusahan ini dibatalkan dan cari tahu berapa kerugian yang kita dapatkan. Sekalian siapa di balik perusahan ini?,”kata Roki.
Rere mengambil data perusahaan yang diberikan oleh Roki dan melihatnya.”Apa yang terjadi dengan perusahaan ini kenapa kita harus membatalkannya bos,”ucap Rere yang tidak paham.
“Jika kita terus menjalin kerja sama dengan mereka kita yang akan mengalami kerugian,”kata Roki.”Kerugian bagaimana bisa bos,”kata Rere.
“Lihat saja hasil darai awal sampai akhir ada yang ganjil tidak,”kata Roki menjelaskan dengan data yang ada. Rere membaca datanya dengan seksama sampai dia melihat ada yang aneh dengan datanya tidak sesuai dengan apa yang seharusnya.
“Ini bagaimana bisa tidak akurat dan sistematik hasilnya,”kata Rere. “Maaf bos ini adalah kesalahanku aku akan memeriksa semuanya kembali dan akan membatalkan perjanjian dengan perusahaan mereka secepatnya agar tidak mengalami kerugian yang lebih jauh untuk perusahaan,”kata Rere.
Satu jam telah berlalu Rere dan sekertarisnya pergi untuk rapat bersama dengan Remon dan Dayati di ruang sebelah. Roki yang menuggu di ruanganya melihat dan memantau rapat darai layar sisi tv yang sudah terpasang.
Roki yang mengamati mereka di ruang utama merasa ada yang aneh dengan suasana yang ada di rapat tersebut.”Sepertinya mereka sudah di tekan oleh sesuatu,”kata Roki.
“Bawakan aku pegawai kesini ke ruanganku,”kata Roki. Tidak lama kemudian satu pegawai datang,”Kamu pergi ke ruang sebelah dan katakan kepada Rere dan sekertarisnya jangan menatap mata kedua orang itu. Jika tidak ingin masuk ke dalam ilusi. Tapi kamu harus bilang secara diam-diam apa kamu mengerti,”kata Roki.
“Saya mengerti bos,”ucap pegawai wanitanya.
Pegawai itu masuk kedalam ruangan dimana mereka sedang malakukan rapat.”Ada apa?,”ucap Rere yang merasa ada yang aneh dengan dia.”Maaf bos ada yang saya laporkan kepada anda ini sangat penting,”kata pegawai yang membawa pesan.
“Apa itu cepat katakan karena kita sedang rapar. Apa kamu mengerti,”kata Rere.”Maaf nyonya tapi ini..”kata pegawai yang melihat tamunya.
“Baiklah kamu masuklah,”ucap Rere. Pegawai itu berbisik dan mengatakan kepada Rere kalau jangan melihat matanya kalau perusahaan tidak ingin hancur itu pesan dari bos besar. Setelah pegawai itu memberitahukan kepada nyoya Rere dan Rere sudah memberitahukan kepada suaminya mereka melanjutkan rapatnya.
Setelah pegawai itu pergi meninggalkan ruangan. Roki yang sudah melihat semuanya terus memantau mereka sampai pegawai itu datang untuk melaporkan.”Maaf bos besar saya sudha sampaikan pesannya,”kata pegawai.”Aku tahu kamu boleh melanjutkan pekerjaan kamu,”kata Roki yang melihat ke layar komputer.