
Kakek yang melihat cahaya dari balik pohon membuat dia penasaran dan membuka matanya lebar-lebar untuk mengetahui siapa yang ada di pohon itu. TIba-tiba suara tembakan di lontarkan membuat Kakek langsung memeluk Roki. Tapi Roki yang sudah tahu dengan pengawasannya hanya memeluk bali dan berbisik,”Peluru itu tidak akan bisa melukai kakek.”
Kakek melepaskan pelukan Roki dan melihatnya.”Apa mobil ini anti peluru,”ucap Kakek. Roki hanya tersenyum sampai di tempat ke ramean mereka tidak lagi dikejar oleh pembunuh. Waktu berlalu sampai mereka sampai di vila.”Kita sudah sampai,”ucap Surya.
“Tunggu dulu,”akat Surya yang tiba-tiba.”Ada apa,”kata Kim melihat keluar jendela dimana Surya mentap.
“Bukannya itu mobil milik Kyoshi bukan. Apa Morgan berkunjung ke vila lagi,”kata Kim.”Ayo kita keluar agar kita tau,”ucap Roki. Mereka bertiga berempat keluar darai mobil dan menuju pintu.”Kamu sudah kembali,”kata Kyoshi.
“Dengan siapa kamu datang,”kata Roki yang membantu kakeknya berjalan.
“Apa mereka adalah teman kamu,”ucap Kakek.”Teman baru kek,”ucap Roki. Roki melihat ke arah kursi dan melihat satu orang yang asing baginya. Setelah membantu kakeknya duduk di kuris dia bertanya kepada Kyoshi,”Siapa dia?.”
“Beliau adalah ayah darai Fira yang ingin bertemu dengan kamu,”kata Kyoshi.”Halo nak Roki perkenalkan nama sayang adalah Firman Kotopatra dari keluarga Koto bisa dibilang saya adalah ayah dari Fira yang telah tinggal di vila anda beberapa hari yang lalu,”kata Firman.
“Firman Koropatra,”ucap Kakek.”Itu benar pasti anda sudah pernah mendengar keluarga saya dimasanya,”kata Firman.”Langsung keintinya saja kenapa paman,”kata Kyoshi yang tiba-tiba.
“Anak nakal orang tua sedang berbicara kamu menyela,”kata Firman.”Habis paman lama, aku masih ada kerjaan yang menunggu,”kata Kyoshi yang sebal.
“Untuk apa tuan datang ke kediaman saya,”kata Roki dengan sopan.”Saya ingin mengucapkan terima kasih dan saya ingin menwarkan kerja sama dengan anda,”kata Firman.
“Kerja sama apa yang ada maksudkan, apa anda tidak tahu kalau saya bukan ahli waris lagi dan tidka memiliki perusahaan,”kata Roki dengan tenang. “Apa yang kamu katakan benar tapi perusahaan di negara K di wilayah c adalah perusahaan anda bukan,”ucap Firman yang tersenyum.
Roki yang hampir terkejut menarik nafas,”Apa yang anda katakan itu salah, perusahaan itu milik teman saya.”
“Anda tidak perlu berbohong karena semua sudah saya selidiki,”kata Firman.”Apa yang anda inginkan,”ucap Roki dengan dingin.”Ini yang aku inginkan,”kata Firman yang mengubah suasana berbisnis. Kyoshi memberikan lembaran dokumen kepada Roki untuk dibaca.
“Apa anda serius dengan perjanjian ini, apa tidak takut putri anda marah,”kata Roki setelah membaca isi perjanjiannya.”Tidak,”ucap serentak mereka berdua. Roki melihat mereka berdua seperti menyembunyikan sesuatu yang membuat Roki waspada.”Kamu tidak usah waspada kepada mereka berdua,”kata Koto yang datang.
“Kenapa kamu datang ke sini,”ucap Firaman.”Paman aku datang menggantikan Kyoshi, dia harus kembali ke pulau bersama Morgan hari ini. Jangan menambah beban untuk Kyoshi,”kata Koto.
Kyoshi berdiri dan menuju pintu tapi sebelum dia pergi ia melihat ke arah Roki dan Surya yang ada di belakangnya. Dengan senyum dia menundukan kepalanya dan langsung pergi dari vila.
“Hati-hati dijalan,”kata Koto. Kyoshi hanya mengangkat tangannya dan langsung pergi.
“Silakan lanjutkan pembicaraannya,”kata Koto yang duduk tanpa disuru.Surya keluar setelah Kyoshi keluar dia mencarinya tapi tidak melihat dia.”Ternyata dia sudah pergi,”ucap hati Surya yang berharap kalau Kyoshi akan berbicara dengan dia.
“Percuma saja kamu ingin berbicara dengan dia, setelah ini kalian tidak akan bisa bertemu,”kata Koto menjelaskan.”Kenapa,”kata Surya yang masih menatap ke luar.
Roki terdiam dan menatap ke arah Koto dengan hati berkata,”Musuh kita sama apa itu benar. Tapi kenapa mereka menginginkan kami berdua hancur.”
“Jika kamu ingin tahu saya bisa memberitahukan itu kepada anda, asalkan tanda tangani perjanjian yang ada didepan anda,”kata Firman. Roki menghela nafas,”Untuk sekarang saya tidak bisa menada tangani perjanjian ini.”
“Sudah di bilang dia tidak mau. Kamu masih saja maksa paman,”kata Koto. Firman hanya tersenyum dan berkata,”Kamu pantas menjadi menantu saya Roki. Jika kamu mau bangkit dan menghancurkan keluarga kamu saya bisa membantu kamu.”
“Apa maksud anda dengan kata menantu,”ucap Roki yang bingung. Kakek hanya bisa tersenyum,”Bairkan yang muda yang memutuskan yang tua hanya mengikuti keingian yang muda.”
“Apa yang anda katakan ada benarnya biarkan waktu yang mempertemukan mereka berdua,”kata Firman.”Seperti yang saya katakan sebelumnya jika anda berubah pikiran datanglah keluarga Koto di negara I. Kami akan menyambut anda dengan baik,”kat Firman yang berdiri.
“Tunggu dulu,”ucap Roki yang juga berdiri.”Apa ada yang membuat anda berubah pikiran,”kata Firman.”Bagaimana anda bisa tahu kalau saya memiliki perusahaan lain,”kata Roki.
“Sayatahu dari anak ini,”ucap Firman yang melihat ke arah koto.”Koto,”ucap Roki.
“Bagaimana kamu bisa tahu,”kata Roki.”Bagaimana aku tahu itu tidak penting karena musuh kita sama harus bisa menjalin hubungan dengan baik bukan,”kata Koto yang berdiri.
“Kita pergi sekarang,”ucap Firman. Koto menyusul pamannya dari belakang dan menuju ke mobil setelah mereka pergi. Roki hanya bisa bersandar di kursi dimana dia duduk. Kakeknya yang mengamati hanya berkata,”Kenapa kamu lesu seperti itu?.”
“Tidak kek. Hanya lelah saja,”ucap Roki.”Apa kalian sudah menyiapkan kamar untuk kakek tinggal,”kata Roki.”Sudah tuan,”ucap Yamato.
“Yamato aku ingin bertanya apa kamu tahu keluarga Koto itu seperti apa,”kata Roki sambil menutup mata.”Keluarga Koto. Apa yang ingin anda ketahui,”kata Yamato.”Semuanya,”ucap Roki.
“Saya akan memberikan datanya kepada anda,”ucap Yamato yang menuju kamarnya.”Tunggu aku ingin dengat dari mulut kamu sendiri,”kata Roki.”Jika saya jelaskan akan lebar ceritanya,”kata Yamato.”Ambil yang penting saja,”kata Roki.
“Baik saya akan katakan kepada tuan. Keluarga Koto adalah keluarga yang sangat berpengharu di semua bidang. Dengan latar belakang yang kemampuan di seoarang dibalik lauar yaitu Organisasi Jiwa Cahaya. Seperti yang anda ketahu Kyoshi dan kedua kakaknya juga termasuk dari keluarga Koto yang berbeda ayah. Bisa dibilang ayah atau adik dari tuan Firman Kyoshi sudah tiada dan istrinya juga sudah tidak ada. Yang sekarang menjadi pimpinan mereka adalah anak pertama mereka adalah Kokoro dan untuk tuan besar dari keseluruan keluarga adalah Firman Kotopetra paman dari Kyoshi. Tuan Firman memiliki satu Putri kesayangan dan satu putra yang masih dalam pendidikan diluar negeri yang bernama Ilham Kotopetra. Tapi yang saya dengar mereka sekarang dalam bisnis yang dilakukan dengan mandiri,”kata Yamato panjang lebar.
“Usaha mandiri apa maksudnya,”kata Roki. “Mereka berdua menjalan kan bisnis tanpa bantuan ayah mereka karena kecerdasan mereka yang di tuntun untuk melakukan semuanya dengan usaha senditi bukan usaha ayah atau nenek mereka,”kata Yamato.”Apa termasuk Kyoshi dan kedua kakaknya,”kaat Roki.
“itu benar Kokoro yang sedang mengembangkan bisnis dalam perusahaan, Koto dalam usaha satra dan kyoshi adalah dalam penulisan mereka bertiga saling kerja sama dengan kemampuan mereka sendiri,”kata Yamato.”Kalau nona dan adik Fira bagaimana?,”kata Roki.
“Mereka terjun dalam bisnis entertaimen dan fasion,”kata Yamato.”Tapi mereka juga menjalankan bisnis yang disembunyikan,”kata Yamato lagi.”Usaha yang disembunyikan, usaha apa itu,”kata Roki
“Untuk soal itu saya masih belum tahu,”kata Yamato.