Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Pulau Tidak Penghuni 17


Setelah mereka berkumpul bersama mereka beristirahat di ruangan dimana Kyoshi berada. Kyoshi menghampiri Morgan dan berbisik,”Adik kamu baru saja datang ke sini dan membersihkan jalan di lorong yang kita lalu tuan.”


Morgan melirik kearah Kyoshi sambil menghela nafas,”Anak itu.” Koto dan Kokoro yang mendengar percakapan yang disembunyikan mereka berdua hanya menutup mulut. Dua jam mereka beristirahat dan mereka kembali berjalan menyusuri ruang bawah tanah yang baru saja mereka temukan. Di setai lorong yang dingin dan bau amis karena darah monster yang berserakan mereka lalui.


Sampai mereka melihat pusat penelitian. Di ruang yang penuh dengan perlengkapan penelitian dan di ruang kaca yang terdapat objel penelitain. Satu objek berbentuk batu, dua objek berbentu manusia tapi dengan aura yang sangat aneh dan ruang kaca yang terakhir adalah objek yang berbentuk senjata tingkat alam semesta.


“Ada tiga objek penelitian disini, apa yang mereka sebenarnya teliti dengan tiga objek ini,”kata Blue. “Tidak ada yang tahu pikiran orang,”ucap Sita. “Coba kalian periksa dan masuk ke dalam untuk memastikan sesuatu yang benar pasti,”kata Citra.


Sampai Koto menghalangi mereka berdua untuk masuk,”Jangan masuk kita tidak tahu apa yang ada di dalam ada bahaya apa. Kita harus tahu terlebih dahulu kenapa mereka meneliti ketiga objek ini. Apa yang mereka inginkan.”


Morgan yang sudah di depan kendali operasi penelitian memeriksa data yang ada dalam ketiga objek dengan sumber daya yang ada dalam bangunan yang ada dibawah sini. Setelah sistem dihidupkan semua data bermunculan dari kondisi, fisik, sejarah arsip semua ada dalam satu tempat pengoprasian sistem perangkap di ruang pusat penelitian di bawah tanah.


Morgan yang sudah membaca dari satu objek memahami batu yang ada di ruang kaca pertama. Objek pertama batu sumber energi yang dapat memberikan sumber energi yang berlimpa dari alam semesta karena benturan ruang dan dimensi yang jatuh ke pulau cahaya. Karena suatu bencana dunia pulau ini mengalami benturan ruang dan dimensi yang mengakibatkan  penelitian mengalami kebocoran gas beracun yang menyerang setengah dari pulau.


“Kata selanjutkan sudah tidak ada lagi,”ucap Morgan. Sampai dia membaca objek kedua adalah Manusia abadi dengan tingkat kecerdasarn di luar otak manusia dengan sumber energi dalam tubuh yang begitu kuat.”Bisa jadi ini adalah manusia dari dimensi lain bukan,”kata Roki di belakang.


Manusia abadi ini ditemukan bersamaan dengan batu yang tajuh karena benturan dimensi. Tapi kondisi tubuh yang masih sehat dan stabil dia masih tetap menutup mata. Morgan yang merasa penasaran melihat ke manusia abadi dan melihat dengan seksama bagain atas sampai bawah.”Apa dia tingkatl ilahi dewa suci alam semesta,”kata Morgan.


“Itu bisa jadi kerena tubuh manusia ini bisa memancarkan aura cahaya yang sangat kuat dan energinya juga sangat stabil. Tapi kenapa dia tidak bangun,”kata Koto yang sedang memikirkannya. “Mungkin saja karena dia belum waktunya bangun. Apa lagi dia mengalami benturan ruang dan dimensi, bukan,”kata Morgan.


Setelah mengamati objek kedua dia beralih membaca data objek ketiga tentang senjata tingkat ilahi yang ditemukan di dekat manusia abadi. Senjata yang memiliki kecerdasan yang sama dengan tuannya akan selalu terikat jiwanya dengan pemilik asli. Tapi senjata ini pernah bereaksi saat gelombang bencana dunia terjadi dengan memancarkan aura yang sangat kuat.


“Apa ketiga objek sangat terkait satu sama lain,”kata Morgan yang memahami  ketiga objek.”Itu bisa jadi karena mereka ditemukan di pulau ini bukan,”kata Roki.


Setelah membaca data yang ada mereka hanya bisa melihat sampai Morgan  yang merasa tidak asing dengan manusia abadi itu.”Aku ingin masuk ke dalam,”kata Morgan yang membuka pintu objek kedua.


“Tunggu, apa kamu yakin ingin masuk,”kata Roki yang menghentikannya dengan menarik tangan Morgan.”Iya,”kata Morgan yang melepaskkan tangannya. Morgan berjalan masuk ke dalam ruang kaca dan menyentuh tubuh manusia abadi di depannya. Kyoshi dan Koto yang ikut masuk mendampingi Morgan.


“Perasaan ini tidak asing,”kata Morgan dalam hati.”Apa dia pada dunia yang sama dengan kedua orang tuaku,”ucap hati Morgan.


Morgan keluar dari ruangan kaca setelah menyentuh tubuh tersebut. Sampai diluar ruangan Roki hanya menatap gelisah ke arah Morgan.”Kamu tidak apa-apa,”ucap Roki.


“Tuan kesinilah dan lihat ini,”kata Biyan. “Ada apa?,”kata Roki. Roki dan kedua orang datang melihat ke tempat Biyan berada dan mereka melihat beberapa organ tubuh manusia.


“Ini bagaimana bisa mereka melakukan hal keji ini disini dan untuk apa semua ini,”kata Roki yang marah.


“Mungkin saja mereka ingin membuat objek yang sama dengan no dua,”kata Kokoro darai jauh.”Tapi tidak manusiawai ini,”kata Roki.


“Lalu apa yang harus kita lakukan dengan oragn tubuh ini,”kata Biyan.”Kuburkan saja mereka atau tidak hancurkan saja dan doakan mereka yang sudah berkorban untuk penelitian ini,”kata Blue.


Mereka yang sudah menemukan mesin penghancur dan ruang pembakaran menghancurkan semua organ tubuh yang mereka temukan. Setelah mereka menyelesaikannya kembali ke ruangan yang lain dan mendapatkan ruang arsip harta dan peta harta yang belum di temukan termasuk dengan pulau yang tidak dalam daftra kepemilikan.


Dua minggu mereka lalui di pulau tidak penghuni sampai mereka akhirnya sudah menyelesaikan penyusuran pulau. Roki yang sudah mendapatkan hasil dari struktur tanah dan kondisi pulau bisa membuat rencana strategi panjang di pulau tidak penghuni. Roki dan kawan-kawan yang sudah selesai mendapatkan apa yang mereka inginkan kembali menuju kapal.


Hingga Sita dan Citra yang masih khawatir dengan bayinya ingin tinggal di pulau bersama dengan Blue. Roki yang mengijinkannya mereka bertiga tinggal di pulau menjaga bayi yang masih ada dalam bawah tanah. Untuk persediaan akan kami antar setelah mereka sampai di negara J. Semua persiapan sudah selesai mereka mulai menuju negara J.


“Apa kalian tidak masalah tinggal di pulau ini,”kata manusia eksperimen yang sudah dilepaskan oleh Koto dengan kondisi yang sudah baik.


“Tidak usah khawatir kami disini untuk membangun bebapa banguan di luar ruang rahasia. Sekalian menjaga bayi yang manis dan lucu,”kata Sita yang mulai menuju ke bawah dimana bayi itu berada.


“Apa mereka berdua seperti itu,”kata manusia eksperimen.”Abaikan saja mereka,”kata Blue. “Apa yang ingin kamu lakukan setelah ini, mungkin bisa aku bantu,”ucap manusia eksperimen. Setelah pembicaraan Blue dan manusia eksperimen yang masih hidup mulai membangun tanah pertanian dan bebapa pengaliran air.


Di kapal Roki yang menuju negara J mereka yang sudah mengarsip data dan barang yang didapatkan. Yamato yang memberikan pesan kepada Roki kalau perusahaan mengalami krisis saham mendapatkan tekanan yang hebat.


“Apa yang terjadi dengan kamu dengan wajah pucat tapi bahagia,”kata Morgan yang melihat ke arah Roki.”Tidak ada hanya saja aku mendapatkan masalah di negara j karena saham mengalami menurunan,”kata Roki.


“Bukannya kamu sedih tapi wajah kamu seperti bahagia,”kata Morgan.”Tentu saja,”kata Roki.


“Jika kamu butuh bantuan aku bisa membantu,”ucap Morgan dengan senang hati. “Terima kasih tapi tidak perlu karena ini adalah rencanaku,”kata Roki