
Setelah kembalinya Martin dengan kondisi hilang ingatan semua berubah Martin yang dulu selalu tegas sekarang dia berubah menjadi tenang dengan berbagai rencana yang disembunyikan. Martin yang masih dalam keadaan tubuh yang lemah selalu dijaga oleh Morgan kakak laki-lakinya yang selama ini berpisah. Martin yang ingin tahu lebih banyak tentang keluarganya tidak diijinkan oleh Morgan karena kondisi tubuhnya yang belum bagus untuk mengetahui semua jadi hanya bisa bertahap satu persatu.
Martin yang menjalani hidup di pulau Bunga Persik selalu dikawal oleh beberapa orang untuk bersama Martin dimana dia pergi. “Tidak tahu sampai kapan ini akan terus berlangsung,”ucap Martin yang mengeluh karena para pengawal. Hati Martin yang sudah menjerit karena penjagaan dari kakaknya yang tidak ingin aku terluka menyuruh bawahannya untuk menjagaku 24 jam tanpa henti membuat dia tambah pusing.
“Sampai kapan kalian akan mengikutiku,”kata Martin.”Kenapa dengan anda,”ucap Ali yang sedang tersenyum bahagia bersama dengan Alex.”Berhentilah kalian berdua mengikutiku aku ingin sendirian,”kata Martin yang membalikan badannya.”Itu mustahil kakak anda menyuruh kami untuk menjaga anda,”kata Alex.”Itu benar, anda harus bisa terbiasa dengan semuanya dari sekarang,”kata Ali.
“Terbiasa apanya, tapi membuat orang pusing,”ucap Martin yang terhenti karen ada danau dibawah pohon persik yang bermekaran. Martin yang berjalan menuju pohon persih dan duduk dibawahnya untuk menikmati danau yang indah.
Angin berhembus dengan kencang kelopak bunga persik berterbangan yang membuat Martin sangat menyukainya sampai Ali dan Alex pergi untuk beberapa jam dan hanya pengawal biasa yang menjaganya. Martin yang sudah menyiapkan rencana untuk kabur dari penjagaan menyiapkan dirinya untuk memulai aksinya. Martin yang sudah tersenyum licik berdiri dan mulai berjalan melangkah menghilang dari jejak pengawas. Sampai di tempat satu gubuk yang dimana dia selalu menjadi tempat persembunyiannya.”Akhirnya aku bisa kesini,”kata Martin.
“Sayangku aku datang menjemputmu,”ucap Martin yang menyalakan komputernya. Martin yang diam-diam membuat organisasi kelopak persik dengan berbagai orang yang sudah dia cari identitasnya dari masa lalu. Membuat rencana untuk membuat sekumpulan tentara bayaran dibawah naungan Martin. Karena ingatan yang selalu bercampur membuat dia membuat organisasi yang lain untuk mencari identitas yang baru.
Martin yang sedang asik dengan komputernya mendapatkan suara ketukan pintu darI Eza.”Kamu kabur lagi,”kata Eza yang bersandar di pintu. Martin hanya tersenyum,”Hai kakak Ipar.”
“Kamu ingin kakak kamu khawatir dengan kamu lagi,”ucap Eza yang berjalan menuju kearahnya. Martin yang tahu kak Eza akan datang sudang mengganti tampilan layar komputer dengan sebuah program yang baru saja dibuat oleh Martin.
“Bisa tidak kamu jangan kabur lagi,”kata Eza.”Habisnya kenapa kakak Morgan membuat aku seperti ini,”kata Martin.”Kamu tahukan kalau dia itu khawatir dengan kamu apa lagi dengan masalah tentang tentara yang datang menyerang,”kata Eza.
“Sebenarnya tentara itu datang untuk apa dan kenapa mereka tidak di ijinkan masuk ke pulau bunga persik,”kata Martin yang bingung dengan kondisi pulau.”Kamu ikut denganku para pengawal bersama dengan Ali dan Alex mencari kamu dari seluk beluk pulau untuk menemukan kamu,”ucap Eza yang berjalan terlebih dahulu.”Baiklah kak, tapi kakak harus beritahu aku sebenarnya tentara itu datang untuk apa?,”kata Martin yang penasaran.”Iya. Mereka adalah tentara militer yang menginginkan pulau bunga persik dan mereka juga yang membunuh ayah kamu,”ucap Eza.”Jadi mereka adalah musuh, tapi bagaimana dengan ibuku kak,”ucap Martin yang ingin tahu.
“Ibu kamu setelah penyerangan dibawa anak buahnya pergi dari pulau Bunga Persik. Sampai Ibu kamu menikah lagi dengan ayah angkat kamu dan memiliki dua putri. Untuk menyembunyikan kamu dan kakak lakimu. Tapi karena suatu hal kamu dan kakakmu ber..,”kata Eza yang terhenti karena melihat Morgan yang dengan tajam kearahnya.”Sudah dulu ya ceritanya. Lihat itu didepan kamu,”kata Eza yang menoleh kesamping tapi Martin sudah kabur sebelum dia kena marah. “Jangan berharap kamu bisa kabut ya Martin,”kata Morgan yang mengejar adiknya yang sudah jauh.
Morgan mendengar suara tembakan melihat sekitar,”Ternyata ada tikus yang datang berkunjung.” Morgan dengan santai menghindar peluru yang dilontarkan dengan posisi masih mengejar Martin yang tidak mau berhenti.”Hai anak bodoh berhenti sekarang,”ucap Morgan yang sudah kesal. Tapi Martin yang juga sedang menikmatinya tidak ingin berhenti sampai dia melihat satu yang indah di depan dia yang membuat dia terpaku terdiam. Yang membuat musuh siap untuk menyerang Martin yang terdiam. Tapi tanpa disadari oleh tentara tersebut yang mendapatkan pukulan telak adalah mereka yang masuk ke wilayah dimana salah satu rekan bar dari Organisasi kelopak persik datang melihat Martin.
Mereka berdua yang sedang menatap satu sama lain memberikan satu isyarat untuk Martin menunduk kepalanya agar mereka yang menghabisi musuh. Morgan yang melihat musuh datang dihadapan Martin yang terdiam tidak bergerak berlari cepat sampai dia mendengar suara tembakan membuat Morgan khawatir dan berteriak memanggil nama Martin.
Tapi Martin tetap terdiam sampai dia tertunduk dilantai yang membuat Morgan tambah khawatir dengan adiknya yang baru saja kembali.”Martin,”ucap Morgan dengan keras. Martin yang mendengar teriakan Morgan hanya terdiam sampai semua musuh dibinasakan dan Martin bersantai melihat rekannya asik bermain.
Martin yang masih tersenyum dengan rekannya yang menggunakan topeng untuk menutupi identitasnya dengan kata sandi yang Martin buat untuk kata rahasia rekan satu organisasi. Setelah semua musuh tumbang dibelakang dan samping Martin rekan mereka semua pergi meninggalkan pulau bunga persik. Martin yang masih duduk santai tiba-tiba mendapatkan pelukan dari belakang.
“Kamu tidak terluka,”ucap Morgan. Martin menoleh kebelakang dan tersenyum kepada kakaknya,”Aku baik-baik saja hanya kelelahan saja karena berlari.”Apa benar kamu baik-baik saja,”kata Morgan lagi.
Martin hanya menghela nafas dan berkata,”Aku baik saja tidak ada yang terluka. Kakak terlalu khawatir,”ucap Martin. Sampai Martin mendapatkan satu cubitan dibagian pinggul Martin.”Aduh kak saki berhenti,”kata Martin yang kesakitan kerena cubitan Morgan yang keras.
“Tahu sakit kenapa kamu kabur dariku apa kamu mau mengulang kejadian yang sama seperti yang dulu,”kata Morgan yang keceblosan.”Kejadian yang dulu apa maksudnya,”kata Martin yang bingung. Morgan yang tidak sengaja berkata tidak bisa mengatakan apa-apa hanya terdiam.”Kenapa kakak terdiam apa yang kakak sembunyikan dariku,’”ucap Martin yang mendekatkan wajahnya didepan wajah Morgan.
Morgan hanya tersenyum dan berkata,”Baik aku cerita dulu kamu adalah atasanku dan aku adalah bawahanku. Kita di satu organisasi yang sama yang dipimpin oleh kamu sebagai Bosnya.”
“Tunggu dulu aku ingin mencernanya perlahan. Tadi kakak bilang dulu aku adalah Bosnya dan kakak adalah bawahannya atau rekannya begitu. Terus apa yang terjadi setelah itu,”ucap Martin yang menuggu. Sampai pengawal datang bersama dengan Eza, Ali dan Alex yang membuat Morgan tidak jadi bercerita.”Sial mereka datang diwaktu yang salah,”ucap Martin yang kesal dan berdiri. Sedangkan Morgan merasa terselamatkan karena mereka datang pada waktu yang tepat dengan bahagia.”Kak harus bayar utang ya,”ucap Martin yang berjalan melewatinya dengan kesal.