Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Laut Merah 10


Shinwa yang pergi ke tempat formasi melihat sekumpulan musuh yang berjaga. Saat hendak ingin menghabisi para penjaga formasi Kay datang menghalangi Shinwa menghancurkan formasi.


“Kamu mau pergi kemana?,”kata Kay. Shinwa langsung menghindar saat Kay datang dengan tersenyum dia berkata,”Untuk apa kamu datang ke sini. Apa kamu ingin menghalangiku untuk menghancurkan formasi.”


Kay tanpa berbicara langsung menyerang Shinwa yang ada dihadapan dia tanpa memperdulikan apa yang dikatakan olehnya. Shinwa hanya menghela nafas lalu membalas serangan dia batu hantam di lontarkan. Semua serangan di tangkis dan dihadang secara bersamaan hingga mereka mundur sejenak untuk membuat rencana.


“Kamu hebat juga bisa bertahan dari seranganku,”kata Kay.


“Bukan itu kamu yang terlalu berlebihan menghadapiku, aku hanya menikmati permainan ini saja. sampai di antara kita ada yang kalah,”kata Shinwa.


“Ternyata kamu tidak takut denganku,”ucap Kay. “Takut seperti apa yang kamu maksudkan,”kata Shinwa yang merasa kalau dia sudah menghabiskan banyak waktu.


Shinwa yang sedang mencoba rencana lain membuat belahan dirinya yang bersembunyi dibalik tubuhnya sampai Kay menyerang. Belahan dirinya secara diam-diam menghancurkan formasi dengan penjagaannya tanpa di ketahu oleh pihak musuh.


Kay mulai menghilang dari pandangan Shinwa, dengan tersenyum dia hanya menghela nafas. Sampai Kay datang dengan sendiri kehadapan Shinwa. Pertarungan kedua dimulai dengan renacana yang baru.


Shinwa yang sudah siap dengan rencananya dengan belahan jiwa dirinya menghancurkan pertahanan formasi yang dijaga. Saat Kay dan shinwa sibuk dengan pertarungan dengan sengit. Waktu berjalan cepat sampai salah satu diantar mereka terluka, “Tidak aku sangka kamu bisa melukaiku,”kata Kay yang mundur karena serangan yang tiba-tiba.


Shinwa hanya tersenyum dan menatap ke arah Kay,”Mungkin itu hanya keberuntunganku saja.” Hingga Shinwa langsung datang menyerang lagi tidak mengijinkan musuh beristirahat memulihkan dirinya.


“Maaf karena terburu-buru aku harus bisa menyelesaikannya dengan cepat,”kata Shinwa. Kay yang bisa menghindar berkata,”Jangan berharap kamu bisa membunuhku. Kamu yang hanya level abadi tahap pertama bagaimana bisa mengalahkanku yang sudah mencapai level dewa.”


Shinwa hanya bisa terdiam mendengar perkataan Kay. Tanpa berpikir panjang dia ingin mengakhiri pertarungan dengan kemenangan di tangan dia setelah Shinwa menyempatkan melihat kebelakang Kay.


Shinwa langsung tersenyum melihat kalau rencana yang dia susun telah berhasil dan formasi sudah dihancurkan saat dia sedang bertarung dengan Kay.


“Kita mulai lagi,”ucap Shinwa yang tidak perduli luka yang dialami oleh Kay. Kay tiba-tiba mengeluarkan aura pembunuh yang dia tahan. Karena marah dan frustasi dengan Shinwa yang tidak dia sangka kalau dia memiliki kemampuan.


“Aku harus mengalahkannya,”ucap hati Kay yang menghilang menggunakan langkah kilat. “Musnahlah kamu,”ucap Kay yang sudah di belakang Shinwa tanpa diketahui.


Shinwa yang sudah menuggu kedatangannya saat dia mencoba membunuhnya dia juga sudah siap mengaktifkan formasi untuk menghancurkanya.


“Kamu terlalu terburu-buru Kay, tapi karena ulah kamu, nikmati saja kematian kamu yang cepat,”kata Shinwa yang sudah mengaktifkan formasi pembunuh disekitarnya.


Kay yang tidak tahu kalau disekitar Shinwa sudah dipasang formasi pembunuh ingin menghindar. Tapi hasilnya dia mendapatkan luka yang serius sampai Shinwa yang sudah menuggu dari tadi menusuk jantungnya.


“Maaf kamu sudah kalah,”ucap Shinwa. Kay yang sudah tertusuk pedang Shinwa dengan darah yang berjatuhan dia berkata,”Kamu kira kamu bisa hidup setelah kamu membunuhku. Para penjaga akan membunuh kamu.:


“Apa kamu tidak sadar apa yang kamu harapkan sudah tidak ada lihat itu,”ucap Shinwa sambil mendangakan kepala Kay yang sudah tidak sangkup melihat.


Kay melihat dengan tatapan terkejut dengan para penjaga formasi sudah dikalahkan.”Bagaimana kamu bisa melakukannya sementara kamu masih bertarung denganku?,”kata Kay yang meminta penjelasan.


Shinwa dengan hati memberitahukan kepada Kay dengan berbisik,”Kamu kita aku tidak bisa membuat belahan jiwa yang sama dengan kemampuanku.”


Kay kembali terkejut hingga Shinwa mencabut pedangnya. Kay jatuh tidak berdaya dengan kekalahan yang tidak dia terduga.


“Kasian sekali dia,”ucap Zainab yang datang bersama dengan Erlan dan Sila.


“Kakak, hebat sekali bisa mengalahkan musuh yang banyak hanya dengan sendirinya,”kata Sila yang kagum.


“Terima kasih Sila untuk pujiannya. Kakak senang, hanya saja kalian boleh meniru jika orang dihadap kalian orang jahat ya,”ucap Shinwa.


“Siap kak,”ucap Sila.  Shinwa langsung melihat ke arah Zainab sebelum dia berkata kenapa dia ada disini.


Prisila datang dengan membawa bala bantuan tapi dia terlambat karena musuh sudah dikalahkan.”Bagaimana kamu mengalahkan mereka semua hanya sendiri?,”kata Prisila.


“Kamu ingin tahu kenapa aku bisa mengalahkannya, karena aku sudah tahu kelemahan musuh. Itu sudha cukup bukan,”kata Shinwa yang malas untuk mengatakan panjang lebar.


“Tapi kenapa kalian membawa banyak orang ke sini,untuk apa?,”kata Shinwa yang tidak tahu.


“Kami ingin membantu kamu, tapi tidak disangka kamu sudah membunuh mereka semua hanya dengan sendiri,”kata Prisila.


“Dari pada kamu datang ke tempatku, lebih baik kamu datang ke arah Bororo bukan,”kata Shinwa.


“Percuma saja kak, karena kak Bororo tidak mau ada yang mengganggu dia saat berkelahi,”kat Erlan.


Setelah selesai penjelasan Prisila mereka semua melihat ke arah garis depan. Kondisi Bororo yang masih bertahan mengalahkan musuh dengan santai sampai dia membuat belahan dirinya datang ke arah Shinwa.


“Kapan kamu datang Shinwa,”ucap Bororo.


“Tadi tapi ada urusan yang lain, apa perluh aku bantu membantai mereka,”ucap Shinwa menewarkan diri untuk membantu Bororo.


“Tidak aku bisa menangani semuanya sendiri, hanya saja. Apa kamu sudah mengalahkan Kay?,”kata Bororo yang tidak melihat Kay digaris depan untuk memimpin.


“Kay,”ucap Shinwa. Bororo menganggukan kepalanya dengan berharap jawaban yang memuaskan.”Dia sudah tewas,”kata Shinwa dengan santai.


“Kakak memang yang paling hebat,”kata Bororo yang mengancungkan jempol.


“Kalau begitu aku akan pergi,”kata Bororo yang menjauh.


Shinwa yang masih di pulau burung merak sampai kondisi benar aman untuk di tinggalkan hingga dia mendapatkan pesan dari pulau menanyakan kondisi di tempat Shinwa. Shinwa yang menjawab kondisi saat dia sedang melihat Bororo sedang bertarung dengan formasi sudha hancur bersama dengan Kay.


Sementara di organisasi kegelapan jiwa yang mendapatkan kabar kalau Kay dan Kila sudah gagal menjalankan tugas bersamaan dengan formasi yang mereka pasang sudah hancur.


Gren yang mendapatkan kabar sangat marah sampai Derek datang memberitahukan kalau Organisasi Jiwa cahaya datang menyerang markas. Gren yang tidak tahu apa yang tejadi dan siapa yang sudah menghancurkan formasi membuat dia turun tangan untuk mengalahkan musuh bebuyutan.


“Hai Gren keluarlah kamu sudah waktunya kalian mati,”ucap pimpinan organisasi jiwa cahaya.


Gren yang merupakan pimpinan dari organisasi kegelapan jiwa datang menyambut pimpinan organisasi jiwa cahaya. “Kalian ingin mati ternyata datang ke sini,”ucap Gren yang sudah marah. Dengan satu hentakan kaki dia mengeluarkan para monster yang tersisa untuk mengalahkan organisasi jiwa cahaya.


Semua orang dari organisasi jiwa cahaya yang sudah tahu kalau mereka masih menyimpan para monster dengan level yang tinggi dengan para monster yang datang menghancur beberapa pulau untuk mengumpulkan jiwa.


Pimpinan organisasi jiwa cahaya yang tahu kelemahan Gren datang langsung di belakang dia dengan berniat membunuhnya.”Kamu kira aku tidak tahu kelemahan kalian organisasi kegelapan jiwa,”kata Pimpinan Organisasi jiwa cahaya.