
Dayati yang melihat sekitarnya tidak sengaja melihat Roki dan kakek bersama seorang wanita didekatnya membuat dia penasaran.”Sudah tidak memiliki apa-apa masih saja ada wanita yang dekat dengan dia,”ucap Dayati dengan suara kecil.
Remon yang mendengar melihat kearah tatapan Dayati dia langsung tersenyum.”Ayah mereka sudah datang?,”kata Remon. Ayah Remon melihat ke arah dimana Remon menatap. “Ayo kita kesana sambut kakek kamu,”ucap ayah Remon. Mereka bertiga berjalan ke arah Roki dan Kakek yang tidak tahu kenapa Rere yang merupakan salah satu direktur dari perusahaan Y datang menghampiri Roki. Tidak hanya mereka saja dari keluarga Koto yang selalu menolak undangan datang di belakang mereka dan menghampirinya.
Mereka bertiga yang merasa bingung menghampirinya.”Sudah lama tidak bertemu kek,”ucap paman. Kakek yang acuh tak acuh memalingkan wajahnya ke arat ayah Fira. “Tidak aku sangka anda akan datang ke acara ini tuan Firman,”kata kakek.
“Tentu saja saya harus datang apa lagi gadis kesayangan saya bersama anda,”kata Firman.
“Selamat malam tuan Firman tidak aku sangka anda akan menghadiri pesta yang saya selenggarakan,”ucap paman. “Tentu saja saya merasa berterima kasih karena telah mengijinkan saya datang ke pesta ini,”ucap Firman.
“Bagaimana kabar kamu Roki,”ucap Dayati dengan sombong.”Untuk apa mantan tunangan bertanya pada kekasih orang,”ucap Fira. Kakek dan Firman ayah Fira melihat ke arah Fira bersamaan dengan tatapan mencurigakan. Yang kemudian dia menatap ke arah Roki.
Roki yang merasakannya hanya bisa terdiam sampai dia merasakan kalau ada mata yang melihat dia dengan tajam seperti ada yang ingin mereka tanyakan.”Bisa kalian berdua tidak beradu mulut sekarang,”ucap Roki.
“Fira sudah ya. Ayah kamu dan kakek melihatku seperti mau dimakan itu,”kata Roki yang berbisik ke telinga Fira yang ada didekatnya. Fira yang kembali sadar kemudian menundukan kepalanya karena malu. Roki yang melihat ekspresi wajah Fira langsung menyetuh kepalanya dan menkecup kening Fira.”Kamu tidak usah malu,”kata Roki dengan lembut.
Fira menatap ke arar Roki yang kemudian tersenyum lembut ke arahnya. Remon yang melihat Fira yang anggun dan cantik membuat dia terpesona dengan kecantikannya. “Tidak aku sangka kamu bisa memiliki wanita cantik ini sebagai kekasih kamu Roki,”kata Remon.
“Jika tidak keberatan boleh dong kamu kasih tahu nama kekasih kamu,”ucap Remon. Dayati yang merasa kalau dirinya sedang direndahkan oleh suaminya membuat dia kesal. Dan merangkul Remon dengan manja berkata,”Sayang masak dia lebih cantik dariku.”
Remon yang merasa ada rasa cemburu dari Dayati langsung membelai wajahnya dan berkata,”Tidak yang paling cantik itu adalah istriku tercinta.”
“Apa itu benar,”ucap Dayati dengan lembut.”Tentu saja,”kata Remon yang berbohong.
“Kurasa istri kakak cemburu dengan Fira kekasihku,”kata Roki dengan santai.
“Tapi maaf ya kak. Dia sudah menjadi miliki aku tidak akan memberikannya kepada kamu yang sudah kotor,”ucap Roki dengan terus terang.
“Apa yang kamu bilang kotor....jika aku kotor kamu yang sudah tidak memiliki apa-apa bagaimana kamu bisa membahagiakan kekasih,”kata Remon.”Kakak tidak usah khawatir dengan aku memiliki harta atau tidak,”ucap Roki.
“Sudah jangan ribut ada tuan Firman disini,”kata paman dengan suara kecil kepada Remon yang ada didekatnya.
“Tuan Firman bagaimana jika kita ke sana saja,”kata paman.”Tidak usah saya akan disini bersama mereka karena putri saya bersama mereka,”kat Firman yang tangannya menutup mulutnya.
“Dimana putri anda,”ucap Remon.”Mungkin saya bisa berkenalan dengan putri anda untuk dijadikan teman istri saya,”kata Remon lagi.
“Tapi kurasa putri saya tidak suka dengan istri dan anda setelah anda berkata kasar seperti itu tadi,”ucap Firman.”Apa yang anda maksudkan,”ucap paman yang merasa kalau dia sudah menyinggung orang besar.
“Fira kamu mau berteman dengan Dayati,”ucap Firman.”Ayah bukan sudah tahu kalau aku tidak suka dengan orang yang sombong dan tidak memiliki hati,”ucap Fira. Mereka bertiga mendengar ucapan itu dari arah yang tidak asing dimana wanita yang mereka lihat bersama dengan Roki adalah putri Firman.
“Apa,”ucap Dayati yang terkejut. “Bagaimana kamu bisa bersama dengan purti Firama Roki,”kata Dayati yang tidak percaya.
“Apa maksud kamu?,”kata Roki yang tidak mengerti. “Kenapa apa masalah jika aku kekasih dari Roki. Tidak seperti kamu yang sudah mengabaikannya,”kata Fira dengan tajam.
“Mungkin disini ada kesalahpahaman,”ucap paman.”Tidak ada kesalahpahaman disini,”kata Firman menjelaskan situasi yang ada.
“Tuan kamu sudah datang,”ucap Rere yang masuk ke dalam ke ramean. “Kamu sudah datang,”ucap Roki. Rere dan suaminya menundukan kepalanya dengan hormat. “Direktur Rere bagaimana kamu bisa mengenal Roki,”ucap Remon.
“Apa yang anda maksud atasan saya,”ucap Rere dengan senyum polosnya.
“Apa maksudnya ini?,”kata Remon yang tidak paham dengan suasana yang ada. “Apa kamu tidak tahu perusahaan Y yang ingin kamu ambil sahamnya adalah milikku,”kata Roki dengan santai.
“Bagaimana mungki,”ucap Dayati yang terkejut dan tidak bisa percaya.”Kamu tidak percaya aku bisa memberikannya bukti. Saham yang selama ini kamu dapatkan tidak bisa menjadi milik kamu karena kepemilikan adalah punyaku,”kata Roki yang tersenyum.
Rere yang memberikan dokumennya kepada mereka bertiga. Mereka yang melihat dokumennya merasa syok dan terkejut seperti ditimpa batu yang besar di kepala mereka.”Itu tidak mungkin kamu yang tidak memiliki apa-apa bagaimana bisa menjadi direktur dari perusahaan Y dan X di dua nehara yang berbeda,"kata Dayati yang merasa kalau dirinya sudah gagal mendapatkan harta karun.
“Kenapa kamu menyesal karena sudah meninggalkan Roki setelah dia bisa sukses,”kata Fira yang merangkul Roki dengan senang hati. Roki yang didekat oleh tubuh Fira membuat dia tenang dan bahagia.”Bisa tidak kalian bermesraannya nanti saja jika semua sudah selesai,”kata Rere.
“Apa ada masalah,”ucap Roki.”Ada,”ucap mereka bertiga Firman, kakek dan Rere yang melihat. Roki hanya tersenyum yang kemudian dia melihat ke arah lain seperti ada yang memantau mereka di ruangan.”Baiklah,”ucap Roki.
“Tidak masalah jika kamu bisa mendapatkan Fira dari keluarga Koto. Harta yang kamu dapatkan apa dari mereka, bukan saja kamu tetap miskin,”kata Remon.
“Maksud kamu harta yang aku miliki adalah harta yang diberikan kepada keluarga Koto untukku begitu,”ucap Roki.”Kurasa kalian salah paham dengan apa yang kalian lihat,”kata Firman.
“Apa maksud anda tuan, memang benarkan, anda mendukung hubungan mereka untuk menjalankan atau mengembangkan usaha anda,”kata paman.”Itu tidak benar, aku tidak pernah mendanai usaha Roki selama ini. Fira bertemu saat usaha yang dimiliki Roki sudah berkembang,”ucap Firman.
“Aku tahu paman pasti bingung. Jika seperti itu saya akan memberitahukan anda. Selama aku menjalankan usaha keluarga Brata aku sudah membuat usaha cadangan yang dipimpin oleh orang kepercayaanku sampai usaha yang aku kelolah dihabiskan oleh kalian keluarga Brata sampai perusahaan yang aku pertahankan hancur dan tidak tersisa,”kata Roki.
“Apa? Jadi selama ini kamu memiliki usaha sendiri di balik kamu menjalankan perusahaan keluarga Brata. Sejak kapan itu,”ucap Dayati.
“Sejak aku tahu kalau kalian sudah membunuh kedua orang tuaku atau saat kalian tidak suka dengan diriku,”ucap Roki dengan sinis.
“Jadi selama ini kamu sudah memiliki usaha kamu sendiri. Oleh sebab itu kamu berani dan percaya diri membatalkan pertunangan dengan rasa tidak takut dan keluar dari keluarga Brata,”kata Dayati yang merasa sudah jatuh ke lantai.
“Apa kamu tidak tahu kalau aku juga sudah tahu rencana jahat kalian perselingkuan kamu dengan Remon serta pembunuh yang kamu kirim,”kata Roki tersenyum dingin. Dayati seperti mendapatkan bom yang meledak didepannya yang membuat dia secara tidak sadar mundur dengan ketidak percayaan yang dia dengar.
“Aku juga tahu kalian mengundang kami ke sini pasti ada maksud yang lain bukan,’kata Roki yang berseterus terang.