Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Perselisihan 1


Lili dalam keadaaan tidak sadarkan diri karena penyerangan para tentara. Rendi yang sedang dalam pemeriksaan menemukan suatu yang menarik sampai dia terus tinggal di negara J sampai perselisihan dua penguasa berakhir.”Tidak aku sangka akan melihat pertunjukan yang tidak terduga,”kata Rendi yang menikmati santai paginya.


“Bukannya hari ini mereka akan melakukan perselisihan,”kata Rendi lagi. Di rumah sakit Lili yang masih belum sadar dijaga oleh Mola dan Mela yang ada dalam ruangan. Sedangkan Mark dan Ling Yong yang berjaga diluar masih berbincang-bincang dengan Mitra dan Rong Shi.


“Apa kamu dapat kabar kalau Martin telah kembali, dan akan memulai perkelahian dengan Izan,”kata Ling Yong yang mendapatkan informasi dari pihak dalam.”Aku tidak tahu kalau dia akan kembali dan memulai perkelahian jika tidak ada sebabnya,”kata Mitra.”Apa yang kamu katakan ada benarnya,”kata Mark.


“Apa kamu sudah mencari kebenaran dari informasi yang kamu berikan,”kata Mark.”Informasi yang aku dapatkan memang benar sore nanti ditempat awal mereka memulai perselisihan mereka akan pertikaian,”kata Ling Yong.”Jika itu benar pasti Martin akan datang bukan,”kata Mark.


“Biarkan aku dan Rong Shi yang pergi untuk memastikannya. Kalian berdua jaga saja yang didalam, kita tidak tahu mereka akan datang lagi atau tidak untuk membunuh Lili,”kata Mitra.”Aku mengerti, jika kamu mendapatkan kabar yang baik beritahu kami semua,”ucap Mark. Mereka berdua hanya tersenyum dan pergi meninggalkan rumah sakit dan pergi ketempat dimana mereka akan perselisihan.


“Apa dia akan datang,”ucap Rong Shi. Mitra hanya menggelengkan kepalanya karena dia tidak tahu apa yang dia lihat dan apa yang dia dengar.”Sebenarnya apa yang terjadi dengan dunia ini,”ucap hati Mitra. Sampai Rong Shi menepuk punggung Mitra,”Kenapa kamu?.” Mitra melihat kearah Rong Shi yang membuat dia kembali ke dunia nyata.”Tidak hanya merasa ada yang aneh saja pertikaian yang akan dilakukan hari ini,”kata Mitra.


“Aneh bagaimana maksud kamu,”ucap Rong Shi.”Tentara yang kemarin datang dan monster abadi dan semua yang terjadi pada Lili. Apa semua ini sudah direncanakan,”kata Mitra yang berpikir panjang.”Aku tidak tahu semoga saja semua ini akan berakhir dengan baik bukan penderitaan,”kata Rong Shi.


“Aku juga berharap seperti itu,”kata Mitra. Mereka berdua pergi ke tempat lokasi mencari tempat yang bagus untuk melihat. Tapi hati Mitra yang tidak tenang hanya bisa menyembunyikan rasa gelisahnya. Sampai di tempat lokasi mereka berdua diterpang hawa dingin yang menyengat yang membuat mereka merasakan ada yang lain dari pertikaian yang dibuat.”Ada mata-mata,”ucap Rong Shi yang mengamati dengan waspada.


“Kurasa tempat kalian bukan disini,”ucap seorang dari belakang mereka berdua. Mereka berdua yang mendengar suara asing saling menatap satu sama lain yang kemudian bergerak mencari sampai keadaan aman tapi mereka berdua sudah dikepung oleh tentara.”Apa mau kalian,”ucap Mitra.”Apa mau kami ada didepan kami,”kata tentara.”Habisi mereka semua,”ucap tentara yang dibelakang mereka.


Mitra dan Rong Shi yang diserang tiba-tiba oleh tentara yang mereka lihat waktu bertemu dengan Martin. Mereka berdua yang berusaha melawan mereka membuat mereka bergabung menjadi satu.”Bagimana ini, kita sudah dikepung,”ucap Rong Shi yang menjaga bagian belakang.”Aku juga sedang berpikir bagaimana kita bisa lepas dari mereka,”kata Mitra yang berjaga didepan. Mereka berdua yang saling menjaga satu sama menutupi kekurangan mereka, walaupun mereka berdua juga mendapatkan luka yang tidak bisa dianggap serius.


Rendi yang sedang berjalan-jalan di lokasi pertempuran melihat para tentara yang banyak.”Bukannya itu Mitra dan Rong Shi sedang dalam keadaan terdesak mereka,”ucap Rendi yang menggunakan topeng kuning. “Apa yang mereka inginkan sebenarnya datang ketempat ini,”ucap Rendi yang mulai kesal. “Martin kapan kamu akan datang,”ucap Rendi.


Di pulau bunga persik Ezan yang telah selesai membaca bukunya pergi dari pulau.”Aku pergi dulu ya kak?,”kata Ezan yang pergi begitu saja.”Kamu tidak ikut pergi ke negara J,”kata Morgan.”Tidak untuk apa buat lelah saja. Aku masih belum selesai membaca ini,”kata Martin.


“Apa dia akan baik-baik saja pergi sendirian. Apa lagi hari ini mereka akan pertikaian,”kata Morgan yang khwatir.”Tidak usah khawatir Ezan bisa menjaga diri dia sendiri,”kata Martin.”Semoga saja dia akan baik-baik saja,”kata Morgan yang juga melanjutkan membaca. Ezan yang sudah pergi dari pulau mendapatkan firasat kalau akan ada yang lebih bahaya lagi akan datang.”Martin jaga kakak dan pulau,”kat Ezan lewat batin jiwa.


~ ~ ~ ~  ~ ~ ~


Rendi yang datang menolong Mitra dan Rong Shi dengan melemparkan jarum kepada mereka. Tapi tidak tahu Gazi yang dari jauh melihat Rendi hanya bisa mengacaukan usaha Rendi menolong kedua wanita yang sudah menjadi target mereka. “Apa kamu juga ingin mengacau lagi,sayang,”kat Gazi.


“Sejak kapan kamu ada disini,”kata Rendi.”Sejak kamu belum datang kesini,”kata Gazi yang tersenyum. Dalam hati Rendi berkata,”Tidak akan mudah ini.” Gezi yang sudah melihat wajah Rendi yang mulai gelisah merasa bahagia,”Apa yang ingin kamu lakukan sekarang nyawa kamu atau nyawa dua wanita yang sedang menjadi targetku.”


Rendi menghela nafas,”Bagaimana jika sampai merek menyelesaikan pertikaian mereka berdua.”


“Itu usul yang bagus,”kata Gazi yang menyuruh anak buah mereka menangkap kedua wanita tersebut hidup-hidup sampai semua pertikaian antara dua penguasa selesai.”Apa kamu memasang formasi untuk mereka berdua,”ucap Rendi yang duduk melihat kerumunan para penguasa dua wilayah.


Waktu yang ditetapkan sudah tiba Preman Selatan dan Geng SaNaHa yang sudah berkumpul dengan anak buah mereka sampai satu ribu lebih memenuhi tempat pertikaian. Izam yang sebagi pemimpin maju ke depan dengan penjaga tiga orang Erik, Red dan Samuel.


“Dimana dia, kenapa dia tidak datang,”ucap Izam. “Kamu mencari Marti,”kata Reli. “Siapa lagi bukanya dia yang memulai menantang diriku kenapa tidak datang,”kata Izam.”Dia akan datang tapi terlambat. Aku sebagai wakilnya menyambut kalian semua yang merupakan pengacau,”kata Reli dengan keras.


“Kamu bawahan tapi berani juga,”kata Erin yang maju.”Jika kamu berani lawan aku sampai ketua kamu datang,”ucap Erik dengan gagah berani maju menantang Preman selatan. Reli hanya tersenyum dan memanggil salah satu bawahannya untuk meladeni Erik.” Dave maju kamu,”kata Reli yang menyuruh anak buahnya maju. Dave maju dengan percaya diri.”Kenapa tidak kamu saja, apa kamu takut kalah,”ucap Erik. Reli hanya tersenyum licik dengan menutup sebagian wajahnya dan berkata,”Takut, bukannya itu kamu. Jika kamu ingin melawanku, lawan anak buahku itu. Jika kamu bisa mengalahkannya aku akan pertimbangkan untuk melawan kamu.”


Deve maju dengan santai dan di ikuti oleh Erik yang juga santai memulai pertikaian. Tapi keduanya tidak memulai pertikaian.”Siapa yang akan memulai terlebih dahulu,”kata Dave yang menghormati yang lebih tua.


“Kamu menyuruhku untuk maju. Apa kamu tidak merasa kalau dirimu akan kalah dan menyerah terlebih dahulu sebelum kamu memulai perkelahian,”kata Erik.”Tidak juga aku hanya malas ingin berkelahi dengan kamu saja,”kata Dave yang menguap. “Ternyata itu yang kamu inginkan,”ucap Erik yang berjalan ke depan.


“Kamu ingin memulainya,”kata Dave dengan senyum licik dengan mata tajam.


“Harimau masuk perangkap,”kata Reli  yang menghembuskan nafas. “Kamu meremehkan kami ternyata,”kata Izam.”Tidak aku hanya menghormati kamu sebagai teman ketuaku saja,”ucap Reli. Tanpa mereka sadari Roki yang juga melihat mereka sedang mengumpulkan orangnya untuk menghentikan pertikaian jika memang perlu. Roki yang melihat hanya ada Izam dan tidak melihat Martin bertanya-tanya dimana dia sebenarnya.