
Organisasi jiwa cahaya yang datang ke organisasi kegelapan jiwa untuk menghabisi pengikut darai kegelapan jiwa. Pimpinan darai kedua organisasi yang saling bertarung bersamaan dengan pengikutnya. Sementara anak buah Martin yang bernama Reli dan Remon mencari kesempatan untuk menghancurkan formasi utama dari lubang hitam.
“Kamu sudah datang,”ucap Reli. “Karena baru saja selesai dan kamu sendiri kenapa baru datang,”kata Remon.
“Biasa aku harus berdepat terlebih dahulu dengan mereka, kamu tahukan,”ucap Reli.
“Jadi kamu sudah memberitahukan kepada Martin situasinya,”ucap Remon.
“Sudah, tinggal tempat ini saja formasi yang belum dihancurkan,”kata Reli.
Selesai berbincang mereka berdua langsung pergi ke lokasi formasi. Dimana formasi utama dibuat untuk membuka lubang hitam dunia alam semesta. Sampai di lokasi mereka berdua sudah disambut dengan membela alam abadi dengan para monster.
“Tidak aku sangak penjagaan tempat ini lumayan banyak dari tempat lain,”ucap Reli
“Itu benar aku tidak tahu kalau ada tamu yang tidak diundang datang ke sini,”ucap Derek.
“Saya juga tidak menyangka kalau kita akan bertemu lagi di sini,”kata Remon.
“Untuk apa kalian datang ke sini,”ucap Derek yang ada dibelakang mereka berdua.
“Kami hanya ingin main saja, apa tidak boleh kami berkunjung ke tampat kamu,”kata Reli.
“Berkunjung,”ucap Derek yang menyerang terlebih dahulu. Reli dan Remon menghindar ke tempat yang berbeda arah.
“Kenapa kamu terlalu tergesa-gesa kitakan belum selesai berbicara,”ucap Reli.
“Untuk apa berbicara dengan kalina, tidak ada gunanya karena kalian sudah menghancurkan formasi yang lain bukan,”ucap Derek yang mengeluarkan jurus panah darah.
Reli yang menangkis dengan jurus prisai cahaya sedangkan Remon menghindar, hingga salah satu dari mereka membalas serangan Derek. Pertarungan di mulai dimana mereka berdua tidka ingin mengalah satu sama lain. Derek yang melihat serangan Remon membalas dia dengan serangan yang sama kuatnya untuk menangkis serangan yang diberikan.
Pertarungan yang seimbang dengan kemampuan keduanya imbang. Mereka kembali kebelakang membuat strategi. Derek yang tersenyum menyembunyikan rencana yang tidak di ketahui oleh Reli dan Remon.
Keduanya yang saling bertarung hingga muncul satu orang dari belakang Reli dan Remon yang siap untuk membunuh keduannya. “Kamu harus mati di sini,”ucap Miya.
Reli dan Remon langsung menghindar tapi mereka terlambat menghindar dan mendapatkan goresan luka yang cukup dalam. Miya yang masuh meju melawan mereka berdua dengan Derek yang juga ikut bertarung.
Pertarungan yang awalnya satu lawan dua menjadi satu lawan satu dengan musuh yang dihadapi cukup seimbang.”Kita harus berpisah,”ucap Remon. Reli hanya menganggukan kepalanya dan mereka berdua berpencar. Pertarungan dimulai dengan kemampuan yang imbang walaupun Reli dan Remon yang sudah berkelahi sebelum dia datang ke tempat organisasi kegelapan jiwa. Kondisi mereka masih sama saat awal pertarung di tempat lain dengan fisik yang sudah terlatih.
“Kalian ingin bertarung satu lawan satu,”ucap Derek.”Tapi dengan kondisi kalian yang sudah terluka karena Miya apakah kalian masih sanggup,”ucap Derek lagi.
“Maksud kamu racun yang ada dalam pedang yang kamu berikan kepada kami,”ucap Reli.
“Kehabisan jiwa,”ucap Reli.
Reli dan Remon saling memandang satu sama lain dan mereka berubah menjadi mode brutal hawa pembunuh dengan kemampuan yang mereka berdua menjadi meningkat. Miya dan Derek sangat terkejut dengan kondisi mereka yang berubah tiba-tiba.
“Bagaimana mungkin kalian bisa meningkat dalam beberapa menit saja,”ucap Miya.
Reli dan Remon tidak mengubris apa yang dikatakan oleh Miya dan langsung membalas apa yang mereka lakukan. Satu serangan dengan langkah kilat mereka menghempaskan pedang dan melontarkan peluruh ke arah mereka. Serengan Reli dan Remon yang dihempaskan dan lontarkan ke arah musuh dengan sedikit aura jiwa. Walaupun serangan mereka meleset dan bisa dihindari tapi mereka akan mendapatkan dampak dari serangan keduanya.
Reli dan Remon yang sudah tersenyum dengan dingin siap bertarung dengan mereka dengan serius. Dengan ucapan yang dilontarkan kepada mereka berdua secara bersama adalah,”Kalian mati.”
Miya dan Derek merasakan aura yang berbeda, membuat mereka merinding. Tapi membuat keduanya bersemangat untuk membalas serangan Reli dan Remon.
Pertarungan membara dimulai dengan mereka berdua mengeluarkan semua jurus dan kemampuan yang mereka miliki. Sampai para penjaga yang sedang melindungi formasi mendapatkan sisa dari serangan keempat orang yang sedang bertarung hidup dan mati. Reli dan Remon yang sudah bersiap membuat rencana masing-masingnya untuk menghabisi musuh yang ada dihadapannya.
Pertarungan dimulai dengan Reli dan Remon membuat belahan dengan jiwa yang sama. Membunuh Miya dan Derek dihadapan mereka dengan membunuh penjaga formasi dengan kemampuan yang sudah dilepaskan sepenuhnya. Batu hantam suara pedang yang saling berhadapan dengan susra ledakan dengan aingin yang berhembus membawa hawa dingin disekeliling mereka yang sedang dalam pertarungan.
Sampai waktu berjalan dua jam mereka masih memperlihatkan pertarungan yang tidak tahu siapa pemenangnya. Hingga diantara mereka berempat mundur untuk membuat rencana ulang.Tapi dengan kesempatan yang berharga Reli dan Remon dengan diam-diam membuat kejutan yang tidak terduga oleh kedua musuhnya.
Pedang dan Formasi yang sudah dipasang disekeliling musuh mulai aktif dan membunuh mereka saat mereka lengah karena kelelangan. Derek dan Miya yang tidak menyadarinya kalau mereka sudah masuk ke dalam perangkap Reli dan Remon. Hanya ada darah yang keluar berjatuhan di tubuh mereka sampai mereka kehabisan darah dan tenaga mereka jatuh dengan kemenangan dirahi oleh Reli dan Remon.
Para penjaga yang dan Formasi yang juga sudah dikalahkan membuat belahan mereka kembali. Reli dan Remon bersandar ke salah satu pohon dan batu yang ada didekat mereka untuk melepaskan lelah. Sampai salah satu dari organisasi jiwa cahaya datang.
“Kalian tidak apa-apa, jika terluka kami bisa memberikan pil pemulih,”ucap organisasi jiwa cahaya.
“Tidak kami baik saja, bagaimana dengan kalian apa sudah selesai dengan organisasi kegelapan jiwa,”ucap Remon. Pimpinan Organisasi jiwa cahaya dengan junior yang lain datang bersamaa.
“Melihat kalian datang ke sini semua, berati Gren sudah dikalahkan,”ucap Reli.
“Itu benar dengan bantuan kalian kami sudah bisa mendapatkan apa yang kami inginkan. Tapi bagaimana dengan kalian,”ucap Pimpinan organisasi jiwa cahaya.
“Kami menginginkan apa, kurasa tidak ada,”ucap Remon sambil berpikir. “Tidak ada,”ucap Reli.
“Kami disini hanya menjalankan tugas saja dari bos kami tidak lebih dan kurang,”kata Reli. Remon yang beristirahat di atas batu melihat ke langit.”Apa semua sudah selesai sekarang?,”ucap Remon.
“Mungkin sudah tinggal mereka berdua saja, ingin melakukan apa,”kata Reli.
Semua formasi yang sudah dipasang sudah hancur Martin yang melihat ke atas langit bisa melihat lubang hitam masih ada membuat dia berpikir.”Kenapa tidak hancur sementara formasi sudah hancur,”ucap Martin dengan suara kecil.
“Pasti ada yang kelewatan,”kata Martin.