Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Suasana Yang Ditunggu


Sebelum Roki dan sekertaris Kim pergi dari pulau mereka dihadang oleh sekelompok orang yang merupakan suruhan Andre yang ingin balas dendam. Roki yang sudah menyiapkan penjagaan memanggil mereka semua,”Keluar kalian.”


“Tuan ayo kita pergi,”ucap sekertaris Kim yang juga bersiap pada posisi. Tapi tidak ada yang tahu kalau kemampuan orang bawahan Andre sangatlah terlatih dan kuat. Pasukan dan pengawal yang dimiliki Roki semua terluka dalam hitungan detik. Roki yang melihat merasa marah. Sampai Andre datang,”Bukannya kamu tahu kalau berurusan dengan kami kamu kan sial.”


“Kata siapa yang sial,”ucap sekertaris Kim.”Apa kalian tidak sadar dengan apa diucapkan,”kata Andre. “Bunuh mereka,”kata Andre kepada bawahan. Sampai peluru terlontarkan kepada salah satu anak bawah Andre yang menembus kepala mereka.


Saat itulah Ling Yong keluar dengan wajah yang menggunakan topeng dangan mengubah warna rambutnya.”Apa kalian bersenang-senang,”kata Ling Yong. Sampai terdengar suara tembakan yang bertubi-tubi tidak hanya suara tembakan bangunan yang mereka gunakan dalam penyelenggaraan lelang yang beberapa menit yang lalu hancur karena bom sudah terpasang di tempat. Sekitar 20-30 orang yang menjadi target hitam dan merah sudah dibereskan ditempat.


“Semuanya sudah beres tinggal markas besar yang harus kalian habisi. Bunuh mereka yang bersembunyi jagan sampai terlewatkan,”kata Martin yang keluar dari persembunyian. “Martin yang  melihat Roki dengan penjagaan teman mereka merasa tidak khawatir apalagi ada Alex yang menjaga Roki.


“Habisi mereka semua,”kata Martin yang masih santai. Semua anggota mendengarkan perintah atasan mereka semua bergerak pada posisi yang udah disiapkan. Sementara Roki yang mencoba pergi dari pulau yang dibantu oleh teman mereka. Secara diam-diam mereka menyuruh tim khusus kecil untuk membantu mengamankan Roki dan kawan mereka yang juga terlibat bentrok dengan bawahan Andre. Ali yang sudah ditempat menghancurkan semua bawahan Andre dengan pisau kecil kembar yang merupakan keahlian dia menyerang dengan jarak dekat. Ling Yong yang membantu Ali dengan pistolnya dengan jarak jauh menolong Ali yang dan merupakan punggung dia sekarang. Semua anggota yang sudah mengalahkan kelompok yang bersembunyi melakukan rencana yang berikutnya.


“Lakukan,”kata Martin. Semua yang sudah disiapkan Martin sampai sekarang berjalan lancar dengan menghancurkan setengah dari anak buah Andre yang dia  bawa. Di tempat lain, Mitra yang sudah diberi tahu Martin kalau sudah waktunya menyerang dan menghancurkan organisasi Rose Black.


“Sudah waktunya apa kalian sudah dipersiapkan,”kata Mitra yang berjalan di tengah musuh dengan santai.”Martin yang tahu akan Mitra yang pergi ke tempat markas Organisasi Rose Black. “Aku hubungi dia atau tidak,”kata Martin yang masih duduk dengan santai.”Apa yang kamu pikirkan,” kata Rong Shi.


“Tidak ada,”ucap Martin yang berjalan di tengah musuh dengan santai. Setelah Martin berjalan dia menghubungi Mitra yang sedang berada di tengah musuh. “Ada apa kamu menghubungiku,”ucap Mitra dengan santai melawan musuh di hadapannya.”Bukannya kamu sedang dalam masalah,”kata Martin.”Kata siapa yang, bukannya itu kamu yang mencari diriku tapi tidak melihat diriku,”kata Mitra.


“Iya aku mencari kamu, tapi kamu dimana sekarang,”kata Martin.”Aku sekarang ditengah musuh organisasi Rose Black,”kata Mitra dengan santai.”Kamu,”ucap Martin yang tidak bisa berkata apa-apa.  “Aku akan memberitahu kabar baik nanti,”ucap Mitra yang menutup ponselnya. Martin hanya bisa terdiam sampai Andre melihat dia dan mulai menyerang dia. Martin yang tahu dia menghindar dengan santainya dan melontarkan pukulan balasan kepada Andre.


Martin yang sempat melihat Roki dia menyuruh bawahannya yang bersama dia untuk segera pergi dari pulau. Alex yang bersamanya membuka jalan dengan Putra agar roki bisa pergi darai Pulau. Pukulan dan hantaman mereka lontarkan sampai suara pistol berbunyi semua yang mereka miliki di keluarkan pada pertemuan pulau.


“Jangan berharap kamu bisa mendapatkan sertifikat itu,”kata Andre. “Semuanya pada posisi,”kata Andre. Tapi tidak mendapatkan respon yang bagus karena semua bawahan mereka sudah tewas.”Apa kamu tidak sadar dengan apa yang kamu ambil,”kata Martin yang berjalan menuju Andre. “Kurasa aku bisa menyuruh mereka untuk memulainya sekarang,”ucap Martin dengan santai.


“Apa kalian mendengarkan aku, bunuh mereka yang masih tersisa,”kata Martin yang mengeluarkan semua kemampuannya untuk menghadapai Andre.


“Sial,”ucap Andre yang sudah terdesak.”Terpaska aku harus memanggil mereka,”kata Andre yang memanggil orang yang terpilih.Martin yang merasa kalau mereka akan dipanggil menyuruh mereka untuk bersiap-siap.”Apa kalian masih hidup,”ucap Martin lewat pemancar radio yang sudah dipasang di setiap anggota khusus.”Tidak,”kata Ali.”Aku masih ingin berbaring,”ucap Alex.”Aku capek kapan minumannya datang,”kata Rong Shi.”Tidur dululah,”kata Lili.”Sudah Tewas,”kat prem.”Siapa yang masih bernyawa hadapi aku,”kata Ling Yong.


Martin hanya terdiam dan memegang tangannya ke muka dan menghela nafas.”Bunuh mereka tanpa sisa. Aku ijinkan kalian melakukannya,”kata Martin yang menutup kontak mereka semua. Semua yang mendengarnya hanya tersenyum bahagia, sampai  mereka semua yang dipanggil oleh Andre datang menemui anggota khusus organisasi Laut Merah.


~ ~ ~ ~ ~  ~ ~ ~ ~ ~  ~ ~ ~ ~  ~~   ~


Roki yang masih mencoba keluar dari pulau berhadapan dengan anak buah yang tidak bisa tahu seberapa kuat mereka. Dengan kemampuan anggota utama dalam organisasi tersembunyi dia bisa kabur menuju kapal pribadi yang sudah siap untuk berlayar. Sampai di atas kapal Roki yang tadi sempat melihat satu orang yang melawan Andre berpikir,”Siapa dia?.”


“Apa yang kamu pikirkan,”kata Putra.”Aku hanya bingung siapa mereka,”kata Roki.”Mungkinsaya organisasi laut merah yang menginginkan pulau ini,”kata Alex.”Kurasa itu benar. Aku merasa kasihan dengan Andre sudah kehilangan uang triliyun dan tidak bisa mendapatkan pulau ini,”kata Roki.


“Kamu kasihan dengan mereka yang ingin membunuh kita,”kata Momo. Roki hanya tersenyum dan menghela nafas sampai ada yang dia lupakan.”Apa kalian melihat Izam dan Martin dalam pelelangan,”kata Roki. Mereka semua menggelengkan kepalanya kalau mereka tidak melihat mereka berdua.”Bukannya Izam membatalkan untuk ikut dalam pelelangan, untuk alasannya aku tidak tahu kenapa,”ucap Sandra.”Kalau untuk Marti, memang dia tidak hadir,”ucap Ali.”Apa alasannya mereka berdua tidak datang,”kata Roki sambil berpikir.”Mungki saja mereka sudah tahu kalau organisasi laut merah menginginkan pulau mereka tidak hadir dalam pertemuan pelelangan ini,”ucap Momo.”Itu mustahil,”ucap Roki dan Putra.


“Kenapa tidak mungkin,”kata sekertaris Kim.”Apa kalian menyembunyikan sesuatu yang tidak aku mengerti,”kata sekertaris Kim.”Tidak ada,”kata Putra. Sekertaris Kim menghela nafas dan berpikir apa mereka berdua tahu identitas Martin dan Izam dari balik layar orang yang bersembunyi. Roki yang melihat hanya berkata,”Jangan berpikir terlalu jauh.”


“Kita kembali, mungkin besok ada kabar menghebohkan lagi darai organisasi laut merah,”kata Roki yang berjalan masuk kedalam kapal. Alex dan Ali yang masih diluar hanya bisa melihat pemandangan pulau yang menjauh.”Kenapa kamu terdiam merindukan mereka,”kata Ali.”Merindukan siapa,”ucap Alex. Pikiran mereka yang tahu ketujuh kepada karena pimpinan mereka yang masih dalam pulau sedang berhadapan dengan Andre.” Apa yang terjadi siapa lagi yang akan menyelamatkan Andre,”kata Ali. “Kita hanya bisa melihat dia saja apa yang akan terjadi setelah ini,”kata Alex.