
Malam yang berangin Morgan dan Martin dalam kondisi dimana mereka sedang terluka karena penyerangan. Tanpa Martin sadari jiwa yang tersegel pada dirinya telah menolongnya dalam kematian. Di dalam jiwa Martin melihat dirinya yang lain sedang menahan aura yang baru saja dia rasakan saat dia tidak sadarkan diri. Tubuhnya yang diambil ahli untuk menolong tubuh ini.”Apa yang sebenarnya terjadi?,”kata hati Martin.
Martin yang masuk ke dalam dimensi dua orang tuanya lagi bertemu dangan Morgan. Martin hanya bisa menatap saja sampai mereka melihat Martin darai jauh. Bersama mereka menuju titik tengah pertemuan keduanya.”Kenapa kamu bisa ada disini,”kata Morgan.”Apa penyusup itu telah membunuh kamu,”kata Morgan yang datang kepadanya.
Ayah dan ibu hanya bisa tertawa, Morgan menoleh kebelakang dan melihat kearah ayah dan ibunya yang.”Kenapa kalian tertawa,”ucap Morgan yang bingung. Tapi Martin duduk di padang rumput bersama ibunya.”Kamu baik-baik saja, nak,”kata Ibunya.”Aku baik-baik saja hanya lelah,”ucap Martin yang tidur di pangkuan ibunya.
“Kenapa kamu masih santai saja. Kenapa kamu diam,”kata Morgan. Yang kemudian terdiam karena pukulan ayahnya dari belakang.”Adik kamu sedang kelelahan, biarkan dia istirahat,”ucap Ayahnya.”Kenapa ayah membela adik dari pada aku,”kata Morgan yang merasa diabaikan.”Kamukan kakaknya harus mengalah,”kata Ibunya.”Kamu belum memperjelaskan apa yang terjadi sampai adik kamu terluka tempo hari,”kata ayahnya yang menatap.
“Itu karena Martin menyegelku di markas lama sampai gelombang jiwa menghilang,”kata Morgan yang tidak bisa berbohong kepada kedua orang tuanya.”Tapi kenapa aku bisa ada ditempat ini dan Martin juga,”kata Morgan yang bingung dengan apa yang dia rasakan.”Ini adalah dunia ayah dan ibu jiwa yang tersisa dari kita berdua. Kita menarik kalian datang kesini saat jiwa kalian dalam keadaan kritis,”kata Ayahnya menjelaskan.
“Jadi seperti itu,”kata Morgan yang sudah mengerti kondisinya. Martin yang tertidur dalam kehangatan keluarga yang hangat menyadari kalau tubuhnya dikendalikan oleh dirinya yang lain yang sudah disegel olehnya.
“Sampai kapan kamu akan tertidur. Apa kamu ingin pulau dari kedua orang tua kamu diambil dan semua orang binasa,”ucap dirinya yang tersegel sisi lain dari Martin.”Kamu tidak usah khawatir karena ada yang akan mengatasinya di tempat yang jauh,”kata Martin.”Apa maksud kamu Organisasi Kelopak Persik,”ucap Martin gelap.”Itu benar, bukannya kamu sudah mengetahuinya,”kata Martin putih.
“Apa mereka bisa membunuh tentara bayaran militer dari dimensi yang berbeda dengan kita,”kata Martin gelap.”Aku tidak tahu. Kamu juga adalah diriku kamu harus juga membantuku,”kata Martin putih.
“Untuk apa aku membantu kamu karena kamu menolak kamu waktu itu,”kata Martin gelap.”Kenapa aku menolak kamu waktu itu ada alasannya kenapa kamu marah. Itu juga untuk kebaikan kamu juga,”kata Martin Putih yang membuka matanya.
Martin membuka matanya melihat cahaya yang menyinarinya. Martin tersenyum karena dia melihat keluarganya yang utuh dihadapannya sambutan yang sangat dia rindukan.”Kamu sudah bangun,”kata Morgan.”Kenapa. Kamu menungguku?,”ucap Martin yang dingin. “Kamu masih marah denganku,”kata Morgan yang melemas.
“Kalian berdua harus rukun tidak boleh saling bermusuhan,”kata Ibunya.”Kami tidak berantem Ibu,”kata Martin.”Iya bu,”ucap Morgan.”Kita abaikan saja yang tadi, bagaimana kamu bisa kembali ketempat ini lagi,”kata ayahnya.”Karena tubuhku lemah jadi aku kembali tidur,”kata Martin.”Apa yang sebenarnya terjadi diluar sana,”kata ayah.”Aku yang tidak becus menjaga adik sampai aku disini. Aku tidak tahu apa yang terjadi diluar sana dana bagaimana kondisi kamu sekarang,”kata Morgan yang merasa menyesal.
“Kamu tidak usah khawatir dengan penyusup telah mati, tubuh kamu sekarang sedang dalam pemulihan. Untuk penjagaan aku meminta pelayan Bram,”kata Martin.”Siapa yang telah membunuh Penyusup dan bagaimana kamu bisa tahu kalau penyusup sudah mati,”kata Martin yang menatap tajam.
“Aku yang membunuh atau bisa dibilang sisi gelapku yang mengambil tubuhku dan membunuh penyusup,”ucap Martin.”Segel dua sisi,”kata ayahnya. Martin menatap ayahnya dan tersenyum.”apa itu segel dua sisi,”kata Morgan.”Segel yang menyegel diri kita yang lain yang sangat berbahaya dan memiliki keinginan untuk berkuasa di seluruh bumi atau seluruh alam semesta,”kata ibunya.
“Bagaimana adik bisa memiliki segel dua sisi ini,”kata Morgan. Martin hanya terdiam bingung untuk mengatakannya bagaimana dia akan menjelaskannya kepada mereka bertiga.”Jangan membuat adik kamu tertekan, mungkin ada alasannya dia tidak berkata,”ucap ayahnya yang tahu apa yang disembunyikan oleh anaknya.
“Sebaiknya kalian berdua segera pergi,”ucap kedua orang tua mereka.Tiba-tiba angin berhembus membuat mereka kembali ketempat mereka masing-masing.”Anak itu,”kata ayah.”Bukannya dia mirip kamu saat masih mudah,”kata Ibu.
“Itu benar,”kata Ayah. “Semoga mereka akan selau bersama ya, sampai waktu itu tiba,”kata Ibunya yang mempercayai kedua anaknya. Morgan membuka matanya dan melihat kesamping Martin yang masih berbaring.”Tuan muda Morgan, apa anda baik-baik saja,”kata Bram.
Morgan duduk dan bersandar,”Apa yang sedang terjadi saat aku pinsan.”Bram hanya memberikan obat yang sudah diresepkan oleh Tuan Muda Martin.”Apa ini,”ucap Morgan yang mengambil obatnya.
“Ini resep obat dari tuan muda Martin. Saat anda pingsan tuan muda Martin yang membunuh penyusup tapi dengan kondisi tidak sadarkan diri. Setelah beliau sadar dia merawat anda dan meresepkan obat untuk anda dan tuan sendiri,”kata Bram menjelaskan.
“Kamu sudah bangun,”kata Eza.”Apa yang terjadi saat aku pingsan apa terjadi sesuatu setelah penyusupan,”kata Morgan.
“Apa yang kamu khawatirkan memang benar mereka menyusup dan membawa bala bantuan sebagin dari pulau hancur dan setengah penduduk di pulau bunga persik mengalami luka dan tidak ada yang meninggal. Karena bantuan dari luar,”kata Eza menjelaskan.”Bantuan dari luas siapa mereka, kenapa mereka mau membantu kita,”kata Morgan yang tidak percaya.
“Kami tidak tahu siapa mereka. Tapi dari perilakunya mereka memang ada di pihak kita,”ucap Ali dari belakang.”Apa kamu yakin mereka membantu kita tanpa imbalan,”kata Morgan untuk memperjelas keadaannya di pulau.”Itu benar. Setelah mereka membantu kita mereka pergi, tanpa sepatah kata tapi mereka juga memberikan ini kepada kami semua,”kata Ali.
“Apa itu,”ucap Morgan.”Ini adalah pil pemulih jiwa dan pil penyembuh,”kata Mikhail.”Pil pemulih jiwa dan pil penyembuh kata kamu,”kata Morgan.”Itu benar,”ucap Eza.
Morgan yang tidak percaya dengan ucapannya hanya bisa menuggu Martin bangun untuk menanyakan apa yang dia sembunyikan darinya lagi.”Kali ini jangan sampai kamu mengurungku lagi,”kata Morgan menatap kearah Martin yang masih belum sadarkan diri.
“Bagimana dengan pil yang mereka berikan apa kita pakai atau kita simpan saja,”kata Eza.”Untuk sementara sebagian untuk memulihkan tubuh kalian dan sebagian lagi kita simpan,”kata Morgan.”Jika memang itu adalah pil asli,”kata Morgan.
“Itu memang pil asli dan bukan palsu,”kata Alex.”Apa kamu yakin,”kata Morgan.”Yang dikatakan oleh Alex memang benar,”ucap Remon. Mereka yang tidak kenal dengan suara tersebut hanya melakukan penjagaan jika musuh datang.”Siapa kamu,”kata Morgan yang mencoba santai menjaga adiknya yang masih berbaring.
“Sampai kapan kamu akan tertidur Martin,”kata Remon. Martin yang mendengar hanya bisa berpura-pura sampai dia berkata,”Kakak kamu sudah menikah dengan Mark.”Martin mencoba mempertahankan posisinya yang sedang tidur hingga Remon berkata,”Sebentar lagi mereka berdua memiliki anak.”
Martin membuka matanya dengan tajam dan mengambil satu pulpen di meja yang ada disampingnya dan melemparkan pulpen tersebut kearah Remon. Tapi Remon menahan serangan dari Martin yang lemah. Sampai Martin berkata keras,”Kamu pengganggu Remon jelek tidak punya otak tukang mesum,otak udang, otak kerang, pemakan kotoran anjing....” Remon yang mendengar hanya bisa kesal dan membalas ucapan Martin dengan makian juga. Mereka yang mendengar hanya terdiam sampai Morgan berkata,”Kamu mengenal dia.” Martin yang melirik kearah Morgan dengan wajah yang pucat hanya kembali berbaring dan tertidur kembali setelah meminum obat yang ada disampingnya.”Terima kasih Bram,”ucap Martin sebelum dia tertidur lagi. Semua orang yang melihat hanya terdiam sedangkan Morgan melihat kearah yang lain sambil menunjuk kearah Martin. Tiba-tiba semua kembali menatap kearah tamu yang tidak diundang.”Siapa kamu,”ucap Bram untuk mengalihkan suasana.