
Izam yang ada di tempat dimana dia merasakan hawa keberadaan Martin menoleh kebelakang.”Siapa yang kamu cari,”kata Erik. “Aku hanya merasa kalau ada Martin disekitar sini,”ucap Izam yang mencari melihat ke segala arah.”Mustahil kalau dia ada disini bukan,”kata Red.
“Kenapa mustahil, bisa jadi bukan,”ucap Samuel.”Tempat inikan tidak hanya banyak orang dan bisa saja dia termasuk salah satu diantara mereka,”kata Samuel lagi.”Itu bisa jadi. Tapi tidak mungkin juga kalau dia ada di area ini sekarang pada waktu yang sama bukan,”kata Erik.
“Sudah... itu hanya firasat saja,”ucap Izam. Izam yang merasakan kalau apa yang dia rasakan adalah sesuatu yang membuat dia sakit kehilangan seorang.”Bagaimana kabar Roki sekarang,”kata Izam yang mengalihkan pembicaraan.”Roki, yang aku tahu dia baik-baik saja. Hanya saja untuk beberapa bulan ini kami tidak bisa mendapatkan informasi tentang teman anda termasuk Martin,”kata Erik.
“Apa maksud kamu, tidak mendapatkan hasil apa-apa. Untuk anak buah Martin bagaimana ada pergerakan,”ucap Izam. Erik hanya menggelengkan kepalang sampai Samuel berkata,”Tidak ada info yang penting dari anak buah Martin mereka hanya di tugaskan berjaga pada titik-titik tertentu seperti keluarga Martin.”
“Apa terjadi sesuatu dengan keluarganya,”ucap Izam yang mencari informasi temannya.”Untuk sekarang informasi tentang keluarga Martin dan rekannya semuanya disegel sangat baik dan kami tidak bisa menerobos ke sistem mereka,”kata Red.
“Jadi seperti itu,”ucap Izam yang melihat ke layar ponsel.”Sudah waktunya kita pergi ke pertemuan berikutnya,”kata Izam yang berdiri. “Kami mengerti,”ucap mereka semua. Setelah selesai pembicaraan mereka semua pergi ke tempat selanjutnya. Martin yang merasa gelisah dengan saat itu hanya bisa melepaskannya dengan urusan pekerjaan yang ada.
Sementara ditempat lain Mola dan Meli yang mendapatkan perasaan tidak enak setelah negeranya mendapatkan serangan yang tidak terduga.”Bagaimana kabar Martin,”ucap Meli.’Dia akan baik-baik saja,”kata Mola yang mencoba tenang.
“Apa kamu yakin dia akan baik-baik saja dia tidak akan meninggalkan kita bukan,”kata Meli.”Itu mustahil dia akan pergi sebelum kita,”kata Mola yang tersenyum. Sampai Mark datang ke cafe mengunjungi mereka berdua. Mark yang melihat dari jauh hanya bisa terdiam saat gelombang jiwa tersebut datang. Tapi anehnya dia merasa tidak ada kehadiran Morgan di negara tersebut.”Kemana dia berada,”kata Mark.
“Anak itu pergi kemana. Apa dia yang membuat formasi ini dari luar, jika iya bagaimana dia akan bersembunyi dari gelombang ini,”kata Mark yang gelisah. Sampai dia didatangkan oleh Lili dan Sara.”Apa yang sebenarnya terjadi diluar sana?,”kata Lili.
“Makhluk apa itu?,”ucap Sara.”Kalian gencatan senjata,”kata Mark yang masih menatap pada formasi yang terpasang.”Seperti yang kamu lihat,”kata Lili.”Bisa kamu jelaskan apa yang sedang terjadi diluar sana Mark,”kata Sara.
“Apa yang ingin kamu ketahui darai gelombang yang sudah kamu rasakan tersebut,”kata Mark.”Bagaimana gelombang tersebut bisa ada di dunia manusia jika tidak ada pemicunya,”kata Sara.
“Apa yang kamu katakan ada benarnya. Tapi aku tidak tahu apa yang terjadi,”kata Mark yang menoleh kebelakang.”Dimana Morgan,”ucap Lili yang menyadari tidak ada kehadiran Morgan.”Dia pergi tidak tahu kemana,”ucap Mark.”Yang lain bagaimana,”kata Lili. Mark hanya menggelengkan kepalanya yang menandakan kalau dia tidak tahu kabar yang lain.
Mereka berdua hanya bisa menghela nafas,”Kenapa kamu tidak ke sana?.” Mark hanya tersenyum,”Tidak hari ini, masih ada yang kita urus.”
‘Dimana Martin sekarang,”ucap Lili.”Dia seharusnya ada di tengah gelombang jiwa ini, jika tebakanku benar,”kata Mark. Sedangkan Ali dan Alex yang sedang dalam pulau setelah menguras semua jiwanya sampai tulang mereka merasakan ada aura jiwa Martin yang memberikan sedikit jiwanya kepada keduanya.
Ali yang sudah menyelesaikan Formasi bersama dengan Alex keluar dari lingkaran formasi yang membantu mereka untuk membuat pelindung ini. Langit gelap dengan monster dan mayat hidup yang ada di atas mereka.”Tekanan yang mengerikan,”ucap Bastian.”Sebenarnya apa yang terjadi dengan bencana dunia ini,”kata Keti.”Bencana dunia ini membawa petaka bukan,”ucap Surya.
Ali dan Alex yang keluar dan berjalan mencari tempat untuk bersandar sampai Roki menghampiri keduanya dan memukulnya. Keduanya yang tidak memilki daya dan tenaga untuk melawan hanya bisa menerima serangan Roki.”Kalian harus mati jika terjadi kepada keluargaku,”ucap Roki yang marah karena tidak bisa menerima keputusan yang dibuat oleh keduanya.
Ali dan Alex yang mendapatkan serangan terjatuh dan tidak berdaya sampai Surya datang membantu mereka berdua.”Kalian tidak apa-apa,”ucap Surya yang melihat mata mereka yang tidak biasa.”Untuk apa kamu menolong musuh kamu,”ucap Keti.”Musuh bukannya masih dalam gencatan senjata ya,”kata Surya.
“Kamu Bosnya tapi kenapa kamu bersikap seperti itu kepada rekan kamu,”kata Surya. Roki mengabaikan mereka bertiga dan melihat keatas sana.”Makhluk apa itu jawab Alex,”kata Roki yang memalingkan wajahnya. Sampai beberapa jam Alex tidak menjawab bersama dengan Ali. “Kenapa kalian diam saja. Apa kalian ingin aku bunuh sekarang atas ulah kalian,”kata Roki yang menatap mereka dengan dingin. Tapi Ali dan Alex yang sudah tidak memilki tenaga untuk menjawab hanya memberikan wajah kosong. Dengan pikiran yang membuat mereka akan kehilangan seorang yang berharga.
“Baik jika itu yang kalian inginkan,”kata Roki. Ali dan Alex berdiri dan menatap formasinya dengan seksama.”Ada yang aneh,”ucap hati mereka berdua.”Apa Martin menyelamatkan kita berdua yang hanya bawahan dan dia juga menambah satu formasi lagi untuk melindungi kita semua. Bukannya sama saja dia ingin mengambil nyawa dia sendiri apa lagi gelombang jiwa ini sangat besar,”ucap hati mereka berdua.
Surya yang melihat mereka berdua yang menatap Formasi.”Apa kalian berdua khawatir dengan formasi ini tidak bisa bertahan lama,”kata Surya. Mereka berdua hanya tersenyum kepada Surya dan berjalan menjauh dari kerumunan.”Kamu mau kemana tidak ingin menjawab pertanyaanku dan ingin melarikan diri,”kata Roki dengan tegas dan dingin.
“Melarikan diri itu lebih baik dari pada aku memili Bos yang tidak mempunyai perasaan seperti kamu,”ucap Ali yang melihat tajam kearah Roki. Roki terkejut dengan jawaban Ali,”Apa maksud kamu berkata seperti itu.”
“Untuk apa dijelaskan yang bisanya memikirkan dirinya sendiri dan bukan orang lain. Aku merasa dia kasian memiliki tuan dan teman seperti kamu,”kata Alex yang juga menatap tajam kepada Roki. Mereka berdua pergi dari tatapan semua orang dan menuju kehutan.”Apa ini lebih baik,”ucap Ali.
“Lebih baik seperti ini bukan dari pada dia mengetahui kebenarannya,”kata Alex.”Kurasa iya,”kata Ali. Setelah semu pertikaian Roki hanya bisa terdiam melihat Ali dan Alex yang dulunya anak buah mereka yang baik berubah setelah fenomena ini.”Apa perlu aku tangkap mereka,”ucap Putra. Roki hanya mengangkat tangannya yang memberitahukan biarkan saja mereka berdua pergi.”Mulai sekarang mereka bukan lagi dari anggota Organisasi Tersembunyi dan bukan rekanku lagi,”ucap Roki.
“Apa itu keputusan yang baik untuk kamu dan mereka berdua,”ucap Surya.”Kamu tidak tahu kalau mereka berdua mengorbankan nyawa mereka hanya untuk membuat pelindung ini. Jika mereka salah sedikit saja mereka berdua bisa saja mati,”kata Surya yang pergi juga.