Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Setelah Pembatalan 14


Waktu terus berputar sampai rapat selesai Rere dan sekertarisnya kembali bertemu dengan Roki yang ada diruangannya.”Apa kamu baik-baik saja?,”kata Roki setelah mereka berdua masuk ke dalam ruangan.


Tidak lama kemudian pegawai lain masuk dan menyiapkan minuman dan makanan.”Kalian berdua minum itu dan makanlah agar pikiran kalian bisa tenang,”kata Roki.


“Sebenarnya apa yang terjadi kenapa kepalaku sangat pusing suamiku juga merasakan hal yang sama”kata Rere yang menyeduh tehnya yang sudah disiapkan. “Kalian baru saja terkena ilusi saat melihat mata mereka berdua. Ilusi ini bisa mempengaruhi lawan bicaranya. Dan membuat kalian tanpa sadar menyetujui rencana mereka tanpa kalian tahu apa yang terjadi dengan isi bisnis yang mereka kelola,”kata Roki menjelaskan.


“Pantas saja aku merasa ada yang aneh setelah pegawai itu datang memberitahukan apa yang terjadi,”kata Rere.”Untung kita tidak membuat perusahaan ini jatuh ketangan mereka,”kata sekertaris.


“Lain kali harus berhanti-hati,”kata Roki.”Saya mengerti,”kata Rere.”Apa yang mereka inginkan,”kata Roki.”Ini dia data yang mereka berikan kepada kami,”kata Rere yang memberikan data rencana musuh.


Roki membaca datanya sampai dia merasa ada yang aneh dengan data yang diberikan seperti ada kertas lain dibalik rencana yang dia baca. Roki melihat melalu cahaya yang masuk ada tulisan yang bertabrakan.


Rere melihat data dari Remon sampai dia mengangkatnya membuat dia merasa ada yang aneh.”Apa yang membuat kamu serius itu Roki,”kata Rere. “Aku merasa ada yang eneh dengan datanya seperti ada lembaran yang lain,”kata Roki melihat tulisan itu.


“Apa maksud anda,”ucap sekertaris.”Coba kamu lihat ada tulisan yang saling bertabrakan jika kamu melihatnya sambil ke arah cahaya yang datang,”kata Roki. Sekertari mengambilnya dan melihat datanya dengan cahaya yang memantul dari kertas yang dia pegang.”Apa ini?”kata sekertaris.


“Ada apa?”ucap Rere yang merasa ingin tahu dan datang ke arah suaminya.”Lihat ini ada lembaran lain yang ada didata aslinya,”kata Sekertaris. Mereka berdua melihatnya sampai mereka mencoba memisahkan data rencana dengan lembaran yang ada dibelakangnya untuk memastikanya. Mereka bertiga melihat tulisan yang ada dibelakang rencana bisnisnya. Yang tertulis adalah surat penyerahan kekuasaan dari setengah saham yang dimiliki.”Apa ini semua?,”kata Rere yang tidak percaya dengan apa yang di baca.


Roki dengan tenang membaca lembaran perjanjian penyerahan saham. “Apa mereka mencoba mendapatkan sahama yang kita miliki,”ucap Roki yang tidak percaya kalau mereka akan melakukan cara licik ini.


“Anda tidak apa-apa,”kata Sekertaris.”Aku tidak apa-apa hanya sedang memikirkan rencana dari mereka yang ingin main licik,”kata Roki yang sedang memikirkan rencana apa yang harus dilakukan.


Roki yang membaca lembaran sambil memikirkan sesuatu rencana yang terlintas di pikirannya.”Rere buat satu lembaran yang sama dengan ini. Kita buat salinannya palsu dan asli. Kita permainkan mereka yang ingin berurusan dengan kita. Apa kalian mengerti?,”kata Roki.


“Saya mengerti. Tapi bagaimana kita membuat ini pasti ada sesuatu yang membuat kita masuk ke dalam perangkap mereka bukan,”kata Rere.


“Kita ikuti saja permainannya. Kamu yang menadatanganinya mereka juga tidak akan tahu siapa yang memiliki saham paling tinggi disini,”kata Roki dengan bahasa yang tidak dimengerti.


“Roki bisa tidak kamu mengatakan yang bisa aku mengerti,”kata Rere yang sulit menghadapi bahasa yang diucapkan oleh tuannya. “Maaf dalam mode dingin dan kejam,”kata Roki sambil tersenyum.


“Bagaimana rencananya,”kata Rere.”Begini. Kamu buat salianan lembara ini dan kamu yang bertanda tangan disini. Setelah mereka mulai bosan pasti mereka akan mengambil saham yang mereka dapatkan dengan cara apapun,”kata Roki sampai Rere berkata.


“Tunggu dulu bukannya mereka tidak akan mendapatkan apa-apa jika aku yang menada tanganinya,”kata Rere.”Iya karena mereka tidak tahu siapa pimpinan darai perusahan ini yang sebenarnya. Yang mereka tahu adalah pimpinan perusahaan ini adalah kamu,”kata Roki.


“Maksud kamu kita pura-pura masuk perangkap mereka setelah mereka masuk perangkap baru kita membuat mereka menderita,”kata Rere yang sedang berpikir.”Seperti yang kamu katakan,”ucap Roki.


Setelah semua dibicarakan Rere mempersiapkan semua yang akan direncanaka untuk menghadapi keluarga Brata. Roki yang sudah membaca perjanjiannya menuliskan rencana untuk dilakukan oleh Rere saat berkerja sama dengan Remo dan keluarga Brata.


“Karena urusanku sudah selesai aku akan kembali ke negara J. Beritahu aku jika semua sudah selesai apa kalian mengerti,”kata Roki yang keluar dari ruangan.


Roki berjalan menuju lantai bawah yang sudah tidak terlihat Remon dan Dayati yang sedang melakuka bisnis dengan perusahaan yang dijalani oleh Roki secara diam-diam.


“Aku lelah dan ingin segera selesai,”kata Roki yang keluar dari perusahaan. Mobil yang di tunggu oleh Kim sudah datang. Roki masuk ke dalam sampai Kim berkata,”Tuan tidak apa-apa.”


“Tidak apa-apa kenapa?,”ucap Roki yang tidak tahu.”Tadi saya melihat Remon dan Dayati baru saja keluar dari perusahaan. Apa mereka sedang menjalin kerja sama dengan perusahaan anda tuan,”kata Kim.


“Apa yang kamu katakan memang benar mereka sedang menjalin hubungan kerja sama dan dengan licik ingin mendapatkan setengah saham yang sudah aku bangun. Dengan dalil bisnis bersama,”kata Roki .


“Apa, bagaimana bisa mereka melakukan itu,”kata Kim.”Tapi mereka juha tidak akan mendapatkan apa-apa karena aku tidak akan menadatangani suart itu,”kata Roki.


“Ayo kita kembali ke negara J,”kata Roki.”Tuan itu apa,”ucap Kim.”Ini kue untuk kakek yang aku beli di toko di depan perusahaan,”kata Roki.


“Pasti tuan besar akan suka pemberian anda tuan muda,”kata Kim. Di perjalan yang menuju ke negara J yang membutuhkan beberapa jam waktu Roki meluangkan waktunya untuk istirahat di lautan jiwa. Untuk mempelajari buku baru yang sudah datang dari Martin.


“Apa lagi ini,”ucap Roki yang membukanya.”Ternyata buku formasi,”kata Roki yang masuk ke dalam ruang dimensi.


Roki yang mempelajari buku itu satu persatu sampai dia mempraktekkannya dengan hati-hati. Sampai Kim membangunkan Roki dia membuka mata.”Ada apa?,”ucap Roki.


“Maaf tuan muda kita sudah sampai,”kata Kim.”Sudah sampai,”ucap Roki yang melihat keluar jendela pesawat. Roki berdiri dan berjalan menuju keluar yang sudah ditunggu oleh sopir.


Roki masuk ke dalam mobil dan mobil melaju menuju Vila dimana Roki tinggal. Perjalan yang mulut tanpa ada halangan sampai di halaman Vila dia melihat Fira bersama dengan kakek saling berbincang-bincang. Roki datang menghampirinya setelah keluar dari mobil. Sampai di depan mereka Roki berkata,”Apa yang kalian bicarakan sampai serius itu.”


Fira dan kakek menoleh kebelakang dimana Roki berdiri.”Kamu sudah pulang,”kata Kakek.”Hai,”ucap Fira sambil tersenyum.


“Hai. Apa kamu sudah lama menuggu,”kata Roki.”Tidak juga,”ucap Fira yang berbohong.


“Kenapa masih diluar ayo masuk ke dalam,”kata Kakek yang sudah berjalan masuk ke vila.


Roki berjalan didekat Fira sambil berkata,”Kenapa kamu datang ke vila. Apa terjadi sesuatu?.”


Fira tidak berkata dia langsung menghampiri kakek Roki yang berjalan di depan.”Apa ada yang salah dengan perkataanku sampai dia menuju ke arah kakek,”ucap Roki.