
Ibu Roki yang tidak suka dengan Dayati membuat dia berkata,”Untuk apa dia datang ke sini?.” Roki yang duduk di kursi makan menikmati makan penutup yang belum selesai. “Dia datang hanya ingin tahu aku terluka apa belum dan apa aku masih hidup.”kata Roki.
Ibu Roki yang tidak paham dengan kata yang diucapkan oleh anaknya hanya bisa bertanya,”Apa maksud kamu ibu tidak mengerti?.” Helaan nafas Roki yang dia terdengar,”Tadi ada seorang tentara bayaran yang menginginkan nyawaku dan dia adalah suruhan Dayati. Tapi rencana dia ingin membunuhku gagal karena aku menghasut tentara bayaran itu, untuk menjadi mata-mataku.”
“Kenapa nona Dayati menyuruhku tidak memanggil anda apa pada saat itu dia menuggu anda sedang berdarah dan terluka. Apa lagi anda baru saja kembali dari negara J,”ucap sekertaris Kim.”Itu bisa jadi,”kata Roki yang masih santai.
“Apa kamu tidak terluka,”kata Rara “Tidak aku baik saja, mereka tidak akan bisa membunuhku dengan mudah,”ucap Roki. “Bagus jika seperti itu,”kata Ibu Roki yang menghampiri anaknya.
“Bagaimana keadaan Martin dan Izam teman kamu apa kamu bisa menengahi perselisihan mereka berdua,”kata Ibunya. Roki hanya terdiam tanpa bersuara sampai ruangan kembali sunyi karena menuggu jawaban dari Roki. Tapi tidak ada jawaban yang keluar ari mulut Roki.
“Apa terjadi sesuatu di negara J,”kata Ibunya. Roki dengan tatapan sedih dicampur dengan wajah yang mencoba tersenyum dihadapan ibunya karena dia tidak ingin ibunya tahu apa yang terjadi di negara J.”Kenapa kamu diam saja, apa yang terjadi di negara J,”kata Ibunya.
Roki yang tidak bisa berkata kepada ibunya hanya bisa terdiam sampai sekretaris Kim berkata,”Musuh lain datang dan menginginkan nyawa Martin Nyoya. Yang membuat perselisihan keduanya terganggu dan mengakibatkan saudara kembar Martin tewas karena menyelamatkan bawahannya dan orang di sekitarnya.”
“Apa yang kamu katakan ada musuh lain yang menginginkan nyawa Martin dan kamu bilang kembaran Martin tewas. Ibu tidak paham, Roki jelaskan kepada ibu yang terjadi?,”kata Ibunya yang memegang bahu anaknya karena tidak percaya dengan perkataan sekertaris Kim.
Roki terdiam sampai dia menghela nafas,”Apa yang dikatakan oleh sekertaris Kim itu benar.” Ibunya ayang masih bingung bertanya lagi,”Bagaimana Martin memiliki saudara sementara almarhum ibunya tidak mengatakan kalau dia memiliki anak kembar.”
“Itu aku juga tidak tahu. Yang aku ketahui saat perselisihan aku melihat Martin ada dua. Dan saat perselisihan dengan para tentara militer yang menyerang kami juga menginginkan nyawanya yang membuat Ezan tewas dalam formasi segel karena menyelamatkan kita semua,”kata Roki menjelaskan.”Para tentara militer yang menginginkan nyawa Martin dan kembarannya. Apa maksudnya?,”kata Ibunya.
“Aku juga tidak tahu makanya aku ingin mencari tahu. Apa mama tahu tentang Organisasi Tentara Militer?,”ucap Roki yang mengalihkan pertanyaan.
“Yang mama tahu mereka adalah tentara yang dipimpin oleh beberapa negara yang ingin mengubah dunia dan menjadi penguasa alam semesta,”kata Ibunya. “Mengubah tatanan dunia,”kata Roki yang tidak mengerti.
“Bagaimana bisa para tentara ingin mengambil nyawa warganya sendiri,”kata Roki. “Kurasa ada banyak masalah yang tidak kita ketahui dari perselisihan mereka berdua,”kata Rere.
“Aku juga berpikir seperti itu ada yang mereka sembunyikan makanya aku ingin mendapatkan informasi yang belum aku dapatkan dengan memanfaatkan tentara bayaran yang di kirim oleh Dayati,”kata Roki.
“Sekarang kamu sudah tahu kalau dunia ini memang terlalu bahaya kita harus menambah kekuasaan ini untuk bertahan hidup. Apa kamu tahu kenapa mama tidak suka dengan Dayati?,”ucap Ibunya.
Roki yang memahami perkataan ibunya,”Apa maksud dari Organisasi kegelapan jiwa? Apa itu organisasi yang lebih hebat dari organisasi yang kita ketahui.”
“Itu benar kekuatan mereka melebihi kekuatan yang dimiliki oleh organisasi lain. Tapi ada yang bisa menyeimbangi kekuatan Organisasi tersebut, yaitu Organisasi Jiwa Cahaya yang sampai sekarang masih tidak tahu keberadaan anggotanya,”kata Rere.
“Organisasi Jiwa Cahaya,”ucap Roki sambil berpikir. Setelah pembicaraan yang panjang di tengah malam kembali dengan suasana yang hangat dan tentram setelah pembicaraan yang tidak ada ujungnya.
Di tempat lain Ezan yang kembali ke lautan Jiwa Martin melihat dia sedang menuggu seorang.”Siapa yang kamu tunggu,”kata Ezan dari belalang. Martin menoleh kebelakang yang sedang membaca buku yang berserakan di lautan jiwanya.”Kamu dari mana, bukannya kamu sedang memulihkan diri. Tapi aku datang kamu tidak ada?,”ucap Martin yang menahan marah.
“Maaf aku harus pergi kesatuan tempat untuk melihat si kecil,”kata Ezan yang duduk di samping Martin.
“Siapa dia?,”kata Martin yang ingin tahu. “Siapa apanya?,”kata Ezan yang tidak tahu.”Kamu jangan berpura-pura tidak tahu,”kata Martin melihat ke arah Ezan. “Kenapa kamu marah denganku,”kata Ezan yang berbaring di lautan jiwa.
Martin yang melihat wajah Ezan yang mulai memudar membuat dia tidak bisa berkata apa-apa. “Aku ingin tahu siapa anak kamu?,”ucap Martin dengan nada kecil.
“Bukannya kamu sudah tahu aku berhubungan dengan wanita mana,”kat Ezan yang perlahan menutup mata.”Apa dia Prisila,”ucap Martin. Ezan yang sudah tertidur tidak mengatakan apa-apa. Sampai Martin melihat ke arah Ezan dan menghela nafas.”Aku akan menjaga keponakanku untuk kamu,”kata Martin yang kembali ke dunia nyata.
Ezan yang sepenuhnya belum tertidur membuka matanya setelah Martin pergi dari lautan jiwanya. “Maaf aku harus melakukannya, karena orang itu sangat kuat,”ucap Ezan yang kemudian dia batuk berdaraH. Ezan yang melihat tangannya yang berlumur darah dengan kondisi tubuh dia yang mulai tidak bisa bertahan.
“Sudah dekatnya, besok aku pergi ini terakhir kalinya aku melihat Martin,”ucap Ezan yang membuat ruang dimensi dimana semua catatan yang dia tulis untuk Martin sudah di siapkan. Dengan hati yang lelah Ezan berharap dia tidak akan datang besok saat aku pergi meninggalkan lautan Jiwa ini.
Hari yang di tunggu datang dimana Ezan tidak bisa menahan auranya lagi,”Aku sudah lelah.” Martin yang datang ke lautan jiwa setelah dia menyelesaikan tugas. “Ezan,”ucap Martin yang datang berkunjung dengan wajah lelahnya. Ezan yang melihat menahan aura sampai Martin kembali ke dunianya.”Kenapa dengan wajah kamu,”kata Ezan menahan rasa sakit.
“Sebenarnya aku ingin tahu kenapa kamu menyuruh bawahan kamu yang sudah kamu latih untuk menjaga kami berdua,”kata Martin yang ingin tahu.”Karena mereka bisa diandalkan,”kata Ezan.
“Apa kamu tahu siapa musuh kita sebenarnya sampai kamu melakukan ini semua,”ucap Martin dengan nada kecil.” Organisasi Kegelapan Jiwa musuh yang tidak bisa kita hadapi dengan kemampuan yang kita miliki. Lawan yang sepadan untuk melawan mereka adalah Organisasi Jiwa Cahaya,”ucap Ezan yang kemudian berbaring.
“Apa kamu lelah,”kata Martin yang melihat.”Iya aku ingin tidur jadi jagalah nyawa kamu semoga kamu bisa lebih teliti dalam menyelesaikan masalah,”kata Ezan dengan nada kecil. “Aku kembali, besok kita bertemu lagi ya,”kata Martin yang menahan rasa sedihnya karena akan kehilangan saudara kembarnya. Martin kembali ke dunia nyata bersamaan dengan dia pergi Ezan yang tidak bisa menahan auranya perlahan menghilang dari lautan jiwa.” Jaga saudaraku Martin,”ucap Ezan kepada monster putih peliharaannya.