Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Suasana Dingin 3


Kyoshi yang bertarung dengan musuh dengan bersamaan melindungi tiga orang yang ada dibelakangnya. Kemampuan demi stategi semua di keluarkan oleh mereka bertiga Kyoshi dan dua orang musuh yang masih belum tahu siapa mereka.


Zen yang sedang bergegas menuju ruang bawah tanah dimana Kyoshi dan dua tuan muda yang dia jaga. Saat dia hendak ingin masuk ke dalam ruangan dia merasakan aura Kyoshi yang menngunakan penglihatan jarak jauh.”Apa yang terjadi di dalam tidak biasanya Kyoshi menggunakan kemampuan penglihatan jauh seperti ini,”kata Zen.


“Kenapa kamu diam saja cepat masuk,”ucap Kokoro dari belakang. “Kenapa kamu di sini bukannya kamu tadi ada di dalam,”ucap Zen. “Memang tapi aku keluar untuk memberikan barang kepada Koto,”kata Kokoro yang merasakan kalau adik nakalnya dalam bahaya.


“Mau masuk tidak,”ucap Kokoro yang berjalan melewati Zen yang masih terdiam diri. Zen berjalan mengikuti Kokoro dari belakang sampai mereka di hadang oleh formasi penghalang yang membuat keduanya tidak bisa masuk.


Kokoro yang merasa gelisah menghancurkan formasi penghalang dengan formasi penghancur. Tapi hasilnya tidak di sangka kalau formasi yang di pasang oleh pihak musuh sangat kuat membuat dia tidak bisa menghancurkannya. “Sekarang bagaimana?,”kata Zen yang juga mencoba menghancurkannya tapi tidak bisa.


Kokoro yang sedang berpikir sejenak sampai Koto datang dari belakang.”Kalian berdua menyingkir,”ucap Koto.  Kokoro dan Zen menoleh dan berjalan mundur dimana mereka mencoba menghindar dari serangan yang akan di gunakan oleh Koto untuk menghancurkan formasi penghalang.


Koto yang berwajah mesam dan kesal mengeluarkan pedang jiwa tingkat akhir dengan dipadukan dengan kemampuan jiwa bela diri tingkat bumi. Satu hempasan pemula dan hempasan kedua setengah jiwa dan terakhir hempasan ketiga jiwa penuh untuk menghancurkan formasi penghalang. Zen dan Kokoro yang melihat ada celah dengan bersamaan mereka mundur di mana Koto berada dan secara bersama-sama mereka mengeluarkan kemampuan yang kuat untuk menghancurkannya.


Setalah mereka bertiga secara bersama-sama sudah mengeluarkan jurus yang paling hebat dan membbuat formasi penghalang hancur. Ketiga orang itu langsung masuk ke dalamsecara bersama =-sama karena khawatir dengan mereka yang ada di dalam. Tanpa berpikir mereka masuk dengan pemandangan Kyoshi yang sudah sampai batasan karena menjaga dan melawan dua musuh.


Kyoshi yang melihat hanya bisa tersenyum karena kemampuan dia yang sudah terkuras habis. “Akhirnya kalian datang juga,”ucap Kyoshi yang sudah babak belur. Musuh yang masih menyerang ingin membunuh terget dengan kejam sampai Koto yang tahu kalau adiknya dalam kondisi tidak baik menggunakan teleportasi portal untuk sampai didepan adiknya dan menghalau serangan musuh yang hendak menyerang adiknya.


“Kamu boleh istirahat sekarang,”ucap Koto dengan tatapan tajam dan dingin karena melihat kondisi adiknya yang sudal lemas tidak berdaya. “Kalian tidak apa-apakan,”ucap Zen yang datang di dekat mereka bertiga yang sudah terluka.


“Zen bawa mereka keluar dari ruangan ini sekalian bawa Kyoshi,”ucap Kokoro yang juga mulai marah karena adik kecilnya terluka.


“Aku mengerti,”ucap Zen yang membawa Kyoshi dan Rendi. Morgan yang sanggup untuk berjalan membawa Martin keluar dari ruang bawah tanah.


Koto dan Kokoro yang menahan marah dan emosinya untuk melawan musuh yang ada di hadapan dia. Tapi tidak tahu mereka hanya ingin menyerang Martin dan Morgan yang ingin keluar dari ruangan. Koto yang melihat gerakan mereka langsung menghadang kedua musuh yang ingin menyerang Morgan dan Martin.


“Siapa kalian?,”ucap Kokoro yang ada di belakang mereka yang siap ingin menyerang. Tapi musuh yang satu menghalau Kokoro. Pertarungan satu lawan satu di ruang bawah tanah jurus demi jurus mereka keluarkan. Hingga keduanya saling mundur karena mereka seimbang untuk bertarung. Tapi respon yang diberikan oleh musuh itu tidak di duga.”Kalian yang akan mati, jangan membuang nyawa kalian hanya untuk kedua orang yang bukan berasal dari tempat kita,”ucap musuh yang kemudian mereka berdua mundur dan menghilang dihadapan Koto dan Kokoro.


“Siapa mereka sebenarnya,”ucap Kokoro. Mereka berdua yang terdiam saat keduannya kabur dihadapan mereka mendengar suara ledakan. Koto dan Kokoro saling memandang dan kemudian berlari keluar ruang bawah  tanah.


~ ~ ~ ~ ~ ~  ~ ~ ~ ~ ~


“Kalian cari mati ternyata,”ucap Zen yang menggunakan jurus seribuh panah jiwa yang akan berjatuhan ke arah mereka yang menyerang.”Aku akan memeberikan kalian hadiah yang lain,”ucap Zen yang mengeluarkan jurus keduanya pedang jiwa seribuh kematian jatuh di atas mereka dan memusnakan mereka yang menghalangi.


Sampai Koto dan Kokoro datang.”Apa kalian tidak apa-apa,”ucap Kokoro yang sudah sampai terlebuh dahulu.


“Kami baik saja hanya saja mereka tidak baik-baik saja,”kata Zen melirik ke arah musuh yang berjatuhkan.”Aku tidak perduli dengan mereka,”kata Kokoro.


“Bagaimana dengan musuh yang ada di dalam,”kata Zen.”Mereka melarikan diri,”kata Koto yang sudah sampai. “Siapa mereka sebenarnya,”ucap Morgan yang berdiri setelah membaringkan Martin di tanah.


Koto hanya menggelengkan kepalanya,”Tapi mereka menginginkan nyawa kalian berdua, mungkin saja itu ada kaitannya dengan kedua orang tua kalian yang sudah mati.” Morgan terdiam untuk sesaat sampai Roki dan Izam datang melihat Martin yang berbaring terluka.


Roki dan Izam berlari ke arah mereka sampai Roki berkata,”Apa yang terjadi di sini?.”


“Seperti yang kamu lihat,”ucap Koto  dengan singkat. “Fira,”ucap Koto. Fira yang berjalan di belakang bersama dengan keluarga Roki.”Ada apa?,”kata Fira yang ada di belakang Roki.


“Kamu hubungi Bunga untuk datang ke sini, ada pasien di sini yang membutuhkan bantuan dia,”ucap Koto. Fira mengambil ponsel dan menghubungi Bunga yang ada di pulau.


Di tempat Bunga Pulau Obat dimana dia berada yang saat itu dia sedang menjalankan riset tanaman yang baru saja dia temukan untuk di teliti.”Bos ada panggilan untuk anda,”ucap Putra. Bunga melirik ke arah Putra,”Siapa?.”


“Fira,”kata Putra. Bunga keluar dari ruang kaca dan berjalan menuju arah Putra yang membawa ponselnya dan mengulurkan tangannya untuk mengambil ponsel. Bunga mengangkat tangannya dan berkata,”Ada apa kamu menghubungiku?.”


“Aku butuh bantuan kamu ada orang yang membutuhkan pertolongan kamu di sini, tempatnya di keluarga Brata,”kata Fira yang langsung intinya.


“Sekarang, tidak bisa besok,”ucap Bunga.”Jika kamu ingin saudara jauh kamu marah, tidak masalah,”kata Fira. Bunga yang mendengarnya hanya terdiam sesaat untuk memikirkan perkataan yang di maksud dengan Fira. Sampai dia berkata,”Baiklah aku akan datang segera ke sana.”


Fira yang sudah memberitahukan kepada Bunga menatap ke arah Koto dan Kokoro.”Apa yang terjadi dengan adik kamu?,”ucap Fira yang sadar.


“Dari mana saja kamu baru sekarang menanyakan saudara kamu sendiri,”kata Koto. “Maaf saja aku hanya menatap ke arah satu tempat saja, yang lain hanya pendukung. Jadi tidak penting bagiku,”kata Fira.


“Tidak penting, jika ada musuh yang menginginkan kekasih kamu juga tidak penting,”kata Kokoro.”Cukup kalian bertiga,”kata Firman.