Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Pembatalan Pertunangan


“Apa sudah selesai Fira,”ucap Koto dengan senyum ramah.”Ada apa,”kata Fira yang lemas.”Terima kasih Roki dan Yamato sudah menjaga dan mengijinkan Fira tinggal di vila. Saya sekarang akan membawa dia untuk kembali. Sekalian kami ingin pamit, jika ada apa-apa kamu bisa menghubungi kami lewat Morgan,”kata Koto.


Roki berdiri  dan mengantarkan mereka keluar dengan dia melihat Fira yang masih ditarik oleh Kokoro.”Kyoshi kita berpisah disini,”ucap Koto yang sudah datang mobil menjemput mereka bertiga.


“Iya hati-hati di jalan kak,”kata Kyoshi. “Kalian juga akan pergi,”kata Surya. “Iya karena urusan kita sudah selesai kami akan pergi. Apa ada pesan untuk Ali dan Alex jika aku bertemu dengan mereka, anggap saja balas budi karena sudah mengijinkan Fira tinggal,”kata Kyoshi.


“Apa mereka baik-baik saja,”kata Roki.”Mereka baik-baik saja,”kata Morgan.”Jika mereka baik saja itu sudah cukup, dan tolong bilang kepada mereka aku minta maaf karena sudah mengusir mereka berdua,”kata Roki.


“Aku akan sampaikan kepada mereka berdua nanti,”kata Morgan. Surya yang masih memandang Kyoshi yang tidak sedikitpun melihatnya dan tidak menjelaskan apa-apa. Hanya bisa melihat dia dari jauh dan berharap dia bisa bertemu dengan pasanganya.


Morgan dan Kyoshi yang sudah menaiki mobil yang kemudian melaju meninggalkan vila tempat Roki tinggal. “Kenapa kamu tidak mengatakan apa-apa kepada Surya,”ucap Morgan.


“Apa yang harus aku jelaskan sudah aku sampaikan, hanya dia yang masih belum mengerti,”kata Kyoshi.


Di vila dimana Roki sedang berdiri masuk ke dalam.”Persiapkan semuanya besok kita akan pergi keluarga Daya untuk membatalkan pertunangan karena kita sudah tidak memiliki apa-apa untuk dijadikan mahar,”kata Roki.


Berjalan menaiki tangga Roki pergi ke kamar dimana dia bisa membersihkan dirinya dari bau yang sudha tidak enak dia rasakan. “Sudah berapa lama aku tidak mandi,”ucap Roki yang masuk ke dalam  kamar mandi. Semua pakaian dia lepaska hanya terlihat tubuh yang sangat bagus dengan air yang mengalir membasahi tubuhnya.


Kim dan Surya yang juga masuk ke dalam kamar juga membersihkan dirinya. Yamato dan pelayan rumah yang menyiapkan makan malam untuk mereka. Sampai dia mendengar suara ketukan pintu, Yamato menuju pintu dan melihat seorang pengikut nona Dayati datang memberikan surat.”Berikan ini kepada tuan anda,”kata pengikut Dayati.


Yamato mengambilnya dan melihatnya  sementara pengikut Dayati pergi darai Vila. Yamato yang membalikan surat bertanya apa isi suratnya. Yamato masuk ke dalam setelah menutup pintu.”Siapa dia?,”kata Surya yang sudah selesai.


“Pengikut Dayati memberikan Surat untuk tuan muda,”kata Yamato.”Surat apa?,”kata Surya. Yamato hanya menggelegkan kepalanya dan berjalan menuju dapur.”Kamu bisa berikan surat ini kepada tuan,”kata Yamato yang memberikannya kepada Surya.


Surya menerima suratnya dan pergi berjalan menuju ruang Roki. Sampai di depan pintu dia mengetuk pintu darai dalam terdengar suara  Roki dia masuk ke dalam.


“Ada apa?,’ucap Roki yang sedang membaca dokumennya. “Ada surat untuk anda,”kata Surya yang menghampirinya. “Surat dari siapa?,”kata Roki yang mengambil surat yang di ulurkan oleh Surya.


“Dari pengikut Dayati kata Yamato,”ucap Surya.”Dayati,”kata Roki dengan santai dan membuka suratnya. Roki membaca suratnya mengatakan kalau dia ingin pertunangan ini di batalkan kerena dia akan menikah dengan orang yang lebih kaya dariku.


“Bukan itu bagus akan mempermudah anda dalam menyelesaikannya masalah tunangan ini,’kata Surya.”Itu benar,”kata Roki. Yamato yang tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka mengetuk pintu.”Tuan makan malam sudah siap,”kata Yamato.


Roki menoleh ke arah pintu yang sudah berdiri Yamato.”Aku akan turun segera,”kata Roki. Surya dan Yamato berjalan bersama menuju lantai satu.”Apa itu benar isi surat dari Dayati ingin menikah dan membatalkan pertunanganya dipercetap,”kata Yamato.


“Itu yang dikatakan oleh tuan muda,”kata Surya. “Siapa yang ingin menikah,”kata Kim yang mendengar hanya sebagian saja.”Dayati,”kata Yamato. “Dengan siapa?,”ucap Kim.


Yamato dan Surya yang menggelengkan kepala karena tidak tahu siapa yang akan bertunangan dengan  Dayati. “Apa yang kalian ributkan sampai seperti itu?,”kata Roki yang menuruni anak tangga dari lantai dua.


“Tidak ada tuan hanya membicarakan cowok mana yang datang untuk nona Dayati,”kata Surya dengan berkata jujur. “Dia adalah kakakku dari keluarga Brata,”kata Roki dengan santai.Roki berjalan ke arah meja makan yang sudah di sediakan oleh pelayan.”Masih bertanya dan penasaran siapa dia?,”kata Roki yang sudah memulai mengiris daging didepannya.


Ruangan kembali hening hanya terdengar suara goresan pisau dengan piring yang digunakan oleh Roki. Malam yang melelahkan dengan kesunyian yang tidak bisa di rasakan setelah apa yang terjadi. Selesai menikmati makanan Roki kembali ke kamar dan menuju ruang bawah tanah untuk memperlajari buku yang dia dapatkan di pulau tidak penghuni. Tanpa Roki sadarai di masuk ke dalam lautan jiwa yang kebetulan melihat Martin sedang menaruh buku di tempat biasa Roki mendapatkan pengetahuan aura jiwa.


“Martin,”kata Roki. Martin menoleh kaarah suara tersebut karena merasa tidak asing dia menoleh sebentar sambil tersenyum yang kemudian dia menghilang saat Roki menghampirinya.


“Kenapa dia kabur,”kata  Roki yang mengambil buku yang ditaroh oleh Martin secara diam-diam. “Buku panduan menggunakan senjata dewa,”kata Roki yang membaca sampul depan yang diberikan oleh Martin. Roki masuk ke ruang dimensi sambil membawa buku pemberian Martin. Sampai di runag dimensi dia mulai mempelajari dengan seksama satu persatu sampai dia naik level dari dasar ke tingkat menengah.


Pagi yang indah dengan angin yang sejuk Roki yang sudah selesai di ruang dimendi membuka matanya di ruang bawah tanah. Dia merenggangkan tubuhnya yang sudah lama duduk di kursi karena pergi ke laut jiwa. Roki berjalan menuju pintu keluar dimana dia sudah disambut oleh Surya.”Apa kamu sudah selesai,”ucap Surya.


“Sudah. Apa persiapan untuk pergi keluarga Daya sudah beres semua,”kata Roki yang berjalan menuju arah kamar mandi.”Semua sudah beras tinggal kita berangkat saja,”kata Surya.


“Aku mengerti tunggu aku di bawah aku akan bersiap-siap,”kata Roki yang sudah menutup pintu kamar mandi. Surya yang berjalan menuju pintu mendengar suara gemericik air yang mengalir dari arah Roki berada.


“Sedang apa kamu di sini, sudah kamu sampaikan kepada tuan,”kata Kim.”Sudah dia sedang membersihkan diri, dia akan turun setelah sudah siap,”kata Surya yang berjalan melewatinya.


Di lantai satu yang sudah ada Yamato menuggu tuannya turun.”Dimana tuan muda?,”kata Yamato.”Dia sedang membersihkan diri karena baru saja keluar dari ruang bawah tanah,”kat Surya.


Satu jam telah berlalu Roki yang sudah siap turun ke lantai satu untuk bertemu dengan yang lain.”Apa semua sudah beres, jika sudah kita berangkat sekarang menuju keluarga Daya untuk membatalkan pertunangan yang tidak seharusnya ada,”kata Roki yang berjalan menuju keluar Vila. Sampai Yamato berkata,”Tuan apa tidak sarapan terlebih dahulu?.” Roki tidak menghiraukan ucapan Yamato dan masuk ke dalm mobil.