
Bunga yang merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Martin menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu tentang identitas Martin yang sebenarnya.”Apa yang kamu pikirkan, sampai seserius itu,”kata Petra. Bunga menoleh kerahnya,”Tidak hanya saja aku merasa dia berbeda dengan apa yang kita ketahui.”
“Maksud kamu Martin,”ucap John.”Iya,”kata Bunga.”Aku tidak tahu dia seperti memiliki kepemimpinan yang hebat dengan tenang dia mencari sumber masalah yang dihadapi oleh Izam dan dirinya,”kata Petra.
“Apa maksud kamu?,”kata Bunga yang tidak paham.
“Bukannya kamu bilang kalau Izam dan Martin sedang berselisih beberapa hari ini,”kata Petra.”Tunggu... ohhh iya,”ucap Bunga.
“Aku baru saja ingat kalau dia mengatakan cendana Hitam itu kepada Zimu,”kata Bunga.”Apa maksud kamu yang membuat anak buah Izam berhalusinasi sampai melukai keluarga Martin adalah Zimu. Tapi kenapa?,”kata John.
“Itu dia yang aku tidak mengeri, seperti mereka berdua sedang di aduh domba untuk mendapatkan sesuatu yang luas biasa,”kata Bunga.”Tapi masalahnya bukannya sekarang sudah selesai karena pikiran Martin yang tenang,”ucap Petra.
“Itu benar,”ucap Bunga yang masih tidak percaya dengan Martin.”Petra, tiga hari lagi kamu cari tahu apa yang dilakukan Martin di lembah Bambu hijau. Apa kamu mengerti,”kata Bunga.
“Aku mengerti, apa sekarang kita boleh pergi sebelum ada yang datang,”kata Petra. Bunga menganggukan kepalanya sampai semua anak buahnya pergi, saat dia ingin pergi Izam datang menjemput Bunga. “Ayo pergi,”kata Izam yang datang. Bunga masuk ke dalam mobil dan mereka mulai berbincang-bincang.
“Apa yang kalian bicarakan,”kata Izam dengan tajam.”Tidak ada hanya persoalan kamu yang menyerang keluarganya saja tidak lebih,”ucap Bunga yang berbohong.”Apa jawaban dia,”kata Izam.”Dia mengatakan kalau semua ini adalah perbuatan orang ketiga Hizam yang menyuruh orang dari organisasi Rose Black untuk mempengaruhi anak buah kamu dan menyerang keluarga Martin,”kata Bunga menjelaskan.
“Jadi dia tidak akan salah paham lagi denganku berati,”kata Izam yang tenang.”Iya,”ucap Bunga melihat kearah Izam.”Aku ingin tahu bagaimana kalian bisa berteman,”kata Bunga.
“Maksud kamu Martin,”kata Izam.”Iya,”ucap Bunga yang ingin tahu. “Aku bertemu dengan dia saat dia bersama Roki, pertemuan yang biasa kok. Tidak ada yang spesial dari pertemuan kita, hanya saja dia memilki banyak rahasia yang belum aku ketahui sampai sekarang,”kata Izam.”Rahasia apa yang kamu maksud itu?,”kata Bunga.”Gimana ya bilangnya, dia itu memilki kemampuan yang luas biasa dan kepemipinan dia itu tidak sembarangan seperti seorang yang sudah berpengalaman hidup dunia yang gelap dan kecam,”kata Izam.
“Kenapa kamu ini tahu tentang Martin,”ucap Izam.”Tidak, aku merasa dia bisa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin dan tanpa gegabah atau kepancing orang lain,”ucap Bunga yang memuji dia.”Aku juga berpikiran seperti itu,”kata Izam.”Tapi siapa itu Zimu,”kata Izam karena mendengar saat dia bersama dengan Marti tadi.
“Zimu adalah murid dari Jendral Grata dari organisasi Rose Black,”kata Bunga.”Kenapa mereka menginginkan permusuhan diantara kami berdua,”kata Izam yang berpikir.”Aku tidak tahu yang itu,”ucap Bunga.
~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~
Di negara M Roki yang sedang sibuk dengan berbagai pertemuan mendapatkan kabar yang tidak mengenakan dari Izam dan Martin yang berselisih kembali.”Tuan,”kata sekertaris Kim.”Ada apa?,”ucap Roki dengan dingin.”Saya mendapatkan laporan kalau Izam menyuruh anak buahnya untuk menyerang keluarga Martin,”kata Sekertaris Kim.
“Apa?,”ucap Roki yang melihat kearah sekertaris Kim. Tanpa berpikir lama dia berdiri dan menyuruh sekertarisnya untuk mempersiapkan keberangkatan ke negara J.”Tunggu dulu tuan,”ucap sekertaris Kim yang menghadang tuannya.
“Kenapa kamu menghalangiku,”ucap dingin Roki.”Ada informasi juga kalau semua ini adalah ulah Rose Black yang menghasut anak buah Izam dan itu semua sudah di tangani oleh Martin dengan kepala dingin. Jadi tidak ada pertumpahan, hanya saja..,”kata sekertaris Kim yang terhenti.
“Ayo kita pergi bertemu dengan tante Santi sekarang,”ucap Roki yang berjalan keluar ruangan dan menuju lantai bawah. Setelah perjalan yang melelahkan dari negara M menuju negara J Roki langsung pergi ke rumah sakit X. Saat sampai di rumah sakit x Roki melihat ibunya bersama dengan kak Mola.”Mama kenapa bisa ada disini,”kata Roki dari belakang.”Seharusnya mama yang bertanya kenapa kamu disini bukannya di perusahaan,”kata ibunya.
“Aku datang kalau keluarga Martin mendapatkan bencana jadi aku ingin melihat kondisinya,”ucap Roki dengan santai. Ibunya menghela nafas,”Taman mama dan anak keduanya yang terluka dan belum siuman untuk sekarang.”
“Apa tante Santi dan kak Mela terluka, bagaimana bisa kak Mola,”kata Roki yang ingin tahu.”Hanya ada perselisihan kecil saja di toko yang membuat mereka terluka. Jadi tante Melati dan Roki tidak usah khawatir,”ucap Kak Mola.
“Dimana Martin kak,”kata Roki yang mencari disekitarnya.”Martin ada urusan jadi dia pergi keluar tapi hanya untuk sebentar kok. Nanti juga dia akan kembali,”kata Kak Mola. Roki berpikir,”Apa dia bertemu dengan Izam.”
Martin yang sudah sampai rumah sakit membawa makanan untuk kak Mola melihat tante Melati dan Roki bersama sekertarisnya.”Kenapa mereka bisa ada disini,”ucap Martin yang berjalan kearah mereka berempat.”Itu dia Martin,”kata Kak Mola.
Roki menoleh bersama ibu dan sekertarisnya kebelakang.”Selamat Malam tante Melati, Roki,”kata Martin.”Kamu dari mana,”ucap Roki dengan tajam.”Kenapa kamu melihatku seperti itu,”ucap Martin yang merasa tidak enak dengan sikap Roki.
“Aku membeli makanan, kenapa?,”kata Martin yang berbohong. “Ini kak,”ucap Martin yang memberikan kepada kakaknya.”Terima kasih,”ucap Kak Mola.
“Tante dan Roki datang ke sini kenapa?,”ucap Martin yang tidak tahu.”Tante mendapatkan kabat kalau kelurga kamu mengalami kecelakaan, jadi tante dateng kesini. Roki juga mendapatkan kabar dari bawahannya,”kata Tante Melati.
“Apa itu benar Roki,”ucap Martin yang melihat kearahnya.”Itu benar, khawatir dengan kamu dan keluarga kamu,”kata Roki yang memberikan isyarat kepada Martin.”Bagaimana kalau kita berbicara di tempat lain saja,”kata Martin.
“Ma, aku berbicara dengan Martin dulu ya,”kata Roki.”Iya sana pergilah biar Tante dan kakakmu yang jaga ibu dan Mela.
Mereka berdua pergi meninggalkan ketiganya sampai ditempat yang pas mereka baru mengobrol satu persatu.”Sebenarnya apa yang terjadi,”kata Roki.”Apa kamu mau pesan minum dulu,”kata Martin yang melihat menu pesanan.
Tidak Martin memesan dia baru berkata,”Apa yang ingin kamu ketahui?.”Roki yang terdiam karena melihat pesanan setelah memesan dia berkata,”Semuanya.”
“Keingintahuanmu itu membuat orang pusing,”ucap Martin.”Kenapa kamu tidak suka?,”kata Roki dengan dingin.”Kamu tidak bertikai lagi dengan Izam-kan,”ucap Roki.”Tidak hanya membunuh dalang dari semua permasalahan saja,”kata Martin.”Siapa?,”ucap Roki.”Hizam dan organisasi Rose Black. Apa sudah cukup dengan itu,”kata Martin.
“Tidak, bagaimana kamu bisa tahu kalau itu adalah ulah Hizam dan Organisasi Rose Black,”kata Roki yang masih ragu.”Bukanya kamu sudah pernah bilang ada orang yang membuat aku dan Izam berselisih makanya harus berhati-hati. Setelah aku berhati-hati kamu tidak percaya, teman macam apa itu,”kata Martin yang kesal.
Roki yang melihat hanya bisa meminta maaf dan menghampiri Martin,”Maaf, jangan marah ya. Akukan Cuma bercanda saja. Jangan diambil hati ya.”
“Kalau soal Izam aja semangat kalau soal aku diabaikan. Kamu pilih kasih,”kata Martin yang kesal.”Iya aku minta maaf,”ucap Roki yang merasa bersalah.”Ok aku maafkan kamu kali ini, tapi jangan diulangi lagi ya,”kata Martin. Roki hanya menganggukan kepalanya saja dan mereka menikmati hidangan yang mereka pesan sambil menikmati malam hari.