Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Pelelangan Bulam Malam


Roki yang sedang mencari buku kuno tingka dasar untuk menguat jiwa auranya. Mencari tahu apa saja yang akan di lelangkan pada Bulan yang akan diadakan dua minggu ini. “Apa yang anda cari jika buka buku tingkat dewa?,”ucap Guntur.


“Buku tingkat dasar yang ingin aku cari untuk memperdalami diriku,”kata Roki. “Kebanyakan orang akan mencari tingkat abadi dewa dan bumu tapi anda mencari tingkat dasar. Apa anda tidak salah mencari tahu keberadaan buku kuno yang anda inginkan,”kata Chan.


“Masalahnya aku sudah memperlajari tingkan dewa dan abadi hanya saja aku belum memperlajari tingkat dasar. Itu membuat aku ada yang salah dalam pemahamanku,”ucap Roki.”Apa yang kamu maksudkan sudah mempelajari tingkat dewa dan abadi,”kata Chan yang syok mendengarnya.


“Bukannya kalian sudah mengetahuinya saat kita bertemu tekanan yang aku berikan kepada kalian,”kata Roki dengan santai. Jima dan yang lain terdiam dan memikirkan apa yang dikatakan oleh Roki.”Jika dia menggunakan tekanan waktu itu, apa mungkin dia juga salah satu pembela diri yang baru saja dia pelajari,”kata Jima.


“Ada tidak tingkat dasar,”kata Roki. “Untuk tingkat dasar memang ada hanya saja tingkat dasar yang bagaimana kamu cari ada tingkatan dasar memalui levelnya,”kata Chan menjelaskan. “Tingkat dasar level 1 samapai 9 dari berbagai sumber kuno yang berbeda. Jika ada aku juga mencari informasi tentang buku jiwa yang lain dan pulau yang memilki sumber kekuatan yang berlimpah termasuk alam semensta,”kata Roki.


“Pelelangan dua minggu besok hanya ada tingkat dasar level 6 saja untuk level yang lain tidak ada. Karena hanya satu buku tingkat dasar mungkin tidak akan ada yang bersaing dengan anda. Karena semua yang datang hanya ingin tingkat dewa, abadi dan diatasnya. Anda beruntung jika ingin mendapatkan buku tingkat dasar,”kata Chan.


“Jika seperti itu bukannya bagus untuk diriku tidak terlalu bersusah payah mendapatkanna,”kata Roki yang kembali membaca beberapa dukumen. Tidak lama Roki terdiam dia mengingat sesuatu dan berdiri mengambil satu koper yang berisi daftar data yang harus dicari tahu kebenarannya.”Ini,”ucap Roki dan memberikan kepada Jima.


“Apa ini tuan,”kata Jima.”Ini data yang harus kalian cari tahu informasinya dan di dalam juga ada ponsel, uang dan vila serta pulau yang akan kalian tingkalkan untuk mendapatkan apa yang aku inginkan,”kata Roki.


“Bukannya ini terlalu berlebihan untuk kami yang baru saja menjadi bawahan anda,”kata Derek. “Tidak ini sudah sepadan dengan apa yang aku inginkan,”kata Roki yang berjalan kembali ke kursi yang penuh dengan dokumen.


“Kami mengerti akan kami lanksana dengan baik tugas anda,”ucap Jima.”Apa ada daftar nama yang anda sukai,”kata Trama. “Anda tiga orang,”ucap Roki yang tersenyum lebar dengan pikiran yang akan membuat orang dia sedang merencanakan sesuatu.


Roki memberikan lembaran kertas kepada sekertaris Kim untuk diberikan kepada Jima.”Aku ingin kalian mencari tahu lebih banyak ketiga orang itu secepatnya. Apa kalian mengerti,”kata Roki menaruh kepalanya di kedua tangan yang mengepal.


Jima dan Trama membaca data yang diberikan kepada Roki. Dengan seksama dia membaca lembaran data dan melihat nama ketiga orang yang dipilih oleh Roki.”Apa anda serius memilih ketiga orang ini?,”kata Trama.


“Iya apa ada masalah dengan pilihanku,”ucap Roki yang memikirkan sesuatu yang tidak biasa.”Tidak hanya saja ketiga orang ini memiliki latar belakang organisasi yang telah hancur dan kemampuan mereka tidak bisa dianggap remeh. Apa anda tidak ingin mengubahnya?,”kata Jima.


Malam yang panjang Roki yang masih di dalam ruangan setelah mereka semua pergi. Lembaran kertas yang berserakan di atas meja dengan berbagai pikiran yang selalu membuat dia merasa bersalah dengan Martin dan Ezan. Karena terlalu memikirkannya Roki berjalan menuju ruang bawah tanah untuk memahami buku pemberian Alex yang belum dia baca.


Karena dia ingin mempelajari dengan tenang dia membawa buku yang dia bawa menuju lautan jiwa bebes. “Tempat ini tidak berubah. Bagaimana aku bisa membuat lautan jiwaku sendiri?,”ucap Roki yang sudah di dalam lautan jiwa.


Roki telah sampai dilautan jiwa dia di kejutkan dengan beberapa buku yang dia tidak ketahui siapa pemiliknya. Karena penasaran dia mendekat pada buku yang ada didekatnya dan terdapat nemo yang terlulis untuk Roki dari Ezan. “Ini buku pemberikan dari Ezan, tapi sejak kapan buku ini sudah ada apa tidak apa-apa aku membacanya?,”kata Roki yang masih ragu untuk mengambilnya apa lagi di situ tertulis untukku.


“Apa aku boleh membacanya, tapi kenapa dia memberikannya kepadaku,”kata Roki. “Jika ini dari Ezan apa ini bisa membantuku untuk mendapatkan aura jiwa yang lebih kuat untuk membantu Martin,”ucpa hati Roki.


Roki mengambil buku yang ada didekatnya dan membacanya satu demi satu sampai dia melupakan buku yang dia bawa. Satu minggu dia dalam lautan jiwa mempelajari buku pemberian dari Ezan dan Alex satu persatu. Hingga dia memikirkan bagaimana keberadaan Ali dan Alex serta Martin sekarang.


“Kenapa waktu itu aku tidak menayakan kepada Ezan dimana Martin berada ya,”kata Roki dalam hati yang tidak memikirkannya sama sekali.”Kenapa aku tidak kepikiran itu ya,”kata Roki yang merasa menyesal karena tidak bisa bertanya.


“Mungkinkah dia akan kembali lagi”kata Roki yang berharap. Sampai dia melihat bayangan yang datang,”Apa dia Ezan,”ucap Roki yang berdiri. Tidak terlalu jauh Roki melihat ada yang eneh dengan bayangan yang dia lihat.”Dia bukan Ezan, siapa dia?,”ucap Roki dalam hati.


“Siapa yang kamu cari,”kata Zen yang sedang berkeliling bersama dengan Kyoshi. Roki yang terkejut karena kedua orang tersebut tiba-tiba ada di belakang dia membuat Roki terkejut dan menoleh ke belakang.” Siapa kamu?,”kata Roki yang waspada.


Mereka berdua hanya memandang satu sama lain hingga Zen berkata,”Tenang saja kami tidak akan membuat kamu terluka, hanya ingin tahu siapa yang kamu cari sampai serius itu.”


“Apa kalian pembela  diri dari dunia nyata, dari organisasi mana kamu?,”ucap Roki yang masih waspada.


“Kami hanya berjalan-jalan saja. Jika kamu mencari seorang yang memberi kamu buku itu, dia sudah lama pergi,”kata Kyoshi. Roki terdiam tanpa berkata sampai kedua orang itu pergi menjauh. Dalam pikiran Roki yang terus bertanya apa yang mereka maksud Ezan sudah tidak ada dan kenapa mereka tahu siapa yang memberikan buku ini. Apa mereka mengenal Ezan. Setelah berpikir dengan berbagai pertanyaan dia melihat ke depan dan tidak melihat kedua orang tadi yang dia ajak bicara.”Dimana mereka?,”ucap Roki yang mencari mereka.


“Kenapa aku hanya diam saja tadi kenapa aku tidak berucap saat mereka mengetahui nama Ezan,”hati Roki yang kembali termenung. Roki kembali duduk berharap kedua orang tersebut akan datang kembali. Sampai tiga hari dia menuggu kedua orang yang dia temui tidak datang. Karena dia harus kembali ke dunia nyata untuk menghadiri pelelangan dia kembali dengan hasil yang membuat dia sedih setelah mendengar perkataan kedua orang yang dia temui. “Apa benar Ezan sudah tidak ada?,”ucap Roki setelah kembali tersadar di ruang bawah tanah.