Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Apa Yang Aku Lakukan 2


Firman yang sudah menerima buku dari Izam membacanya dengan cermat.”Ternyata benar mereka berasal dari alam semsesta, tapi bagaimana mereka bisa ada di tempat ini. Seharusnya mereka tidak bisa ada di tempat ini jika tidak ada alasan mereka ada di dunia ini. Apa yang sebenarnya terjadi di tempat ini?,”kata hati tuan Firman yang masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Izam yang melihat menemukan satu ruangan yang di dalamnya adalah hasil penelitian para monster dan gabungan beberapa gen di dalam tubuh mereka.”Tidak aku sangka organisasi kegelapan jiwa melalukan hal seperti ini,”ucap Izam dengan suara kecil.


“Apa yang kamu temukan?,”ucap Tuan Firman dari belakang. Izam menoleh ke belakang,”Hasil penelitian dan beberapa gabungan gen.” Tuan Firman berjalan ke arah Izam dan melihat hasil penelitian sampai Mizuki mendapatkan pesan dari Geri kalau tahanan akan segera meledak.


“Bos,”ucap Mizuki. Izam melirik ke arah Mizuki dengan tatapan biasa.”Para tahanan sudah padanya,”ucap Mizuki.


Izam menghela nafas dan menatap para monster dan hasil penelitian, hingga Izam berkata,”Ambil buku dan hasil penelitian di tempat ini, untuk para monster biarkan mereka mati terkena ledakan.”


“Apa kamu biarkan saja?,”ucap tuan Firman.”Itu lebih baik, dari pada mereka keluar dan membunuh semua manusia di bumi ini. Lebih baik mereka yang tewas bukan,”kata Izam.


“Tapi belum tentu saja. Jika para tahanan hanya ingin menghancurkan kurungan saja agar para monster bisa keluar dan membunuh para manusia,”ucap Tuan Firman tanpa sengaja. “Jika itu niat mereka, kita harus membunuh mereka semua bukan,”kata Izam.


“Tapi bagaimana kita bisa membunuh mereka semua,”kata Tuan Firman.”Mereka adalah monster dari dunia alam semesta yang berbeda dengan dunia manusia kita. Apa kemampuan kita bisa menghancurkan dan membunuh mereka,”kata Tuan Firman lagi.


“Lalu kita harus apa?,”kata Izam yang tidak tahu harus melakukan apa.”Bawa para tahanan ke sini, biarkan mereka meledak di tempat ini dengan titik-titik tertentu . Untuk formasi pelindung di lakukan di sekitar radius wilayah ini, dengan begitu mereka para monster bisa binasah semua tanpa ada tersisa atau yang melarikan diri,”ucap Tuan Firman.


“Lakukan seperti yang dikatakan oleh Tuan Firman,”ucap Izam kepada Mizuki dan Terko.”Kami mengerti,”ucap Terko.”Mizuki yang memberikan pesan kepada Geri yang ada di tempat para tahanan untuk datang ke tempatnya.


Setelah Mizuki memberikan pesan pada waktu itu semua tahanan di bawa ke tempat di mana ruang penelitian berada dan mereka di tempatkan di titik-titik tertentu di dalam ruangan untuk membunuh monster alam semesta yang masih hidup dan hasil penelitan.


“Apa semua sudah di tempatkan pada posisinya,”kata Izam yang mengamati pergerakan bawahan. Geri datang bersama dengan Terko yang memberi tahukan kalau semua sudah pada posisi di mana mereka bisa menghancurkan monster level abadi dan dewa yang ada di dalam ruang bawah tanah.


“Kita pergi di mana kita tidak bisa mendapatkan dampak ledakan,”ucap Tuan Firman. Di tempat yang aman mereka melihat aura jiwa yang sudah berkumpul pada satu tempat. Hingga tiga detik mereka sudah sampai di lokasi yang aman terdengar suara ledakan yang sangat keras.


Izam dan Tuan Firman hanya bisa melihat ledakan yang besar tersebut menghancurkan  wilayah yang sudah di tepatkan. Sampai satu jam sudah berlalu ledakan sudah tidak terdengar.”Geri coba kamu lihat dengan mata dewa kamu, apa masih ada tahanan atau monster yang masih hidup di dalam ledakan,”kata Izam.


Geri mengamatai dengan mata dewa yang sudah dia pelajari dan melihat di dalam kabur di mana ledakan itu berada. Geri yang mengamati di luar sampai di dalam runtuhan bangunan tidak melihat tanda kehidupan.


“Semua sudah binasah tuan,”ucap Geri setelah melihat dengan teliti. “Kita pergi melihatnya sekarang,”ucap Tuan Firman untuk memastikan kalau monster itu telah mati semua karena ledakan.


Sampai didalam runtuhan ledakan mereka berdua berpencar untuk memastikan apa semua monster sudah binasa. Satu jam telah berlalu dan mereka berdua bertemu di pintu masuk lorong dan saling menatap satu sama lain. Kemudian mereka keluar dari runtuhan kerena tempat mereka berada tidak akan bertahan lama. Sampai di ujung lorong runtuhan mulai hancur dan berjatuhan dan menutup semua jalan masuk.


“Bagaimana tuan,”ucap Geri.”Semua sudah tewas tidak ada tanda kehidupan, hanya saja bagaimana para monste ritu bisa ada di tempat seperti ini?,”kata Tuan Firman.


“Itu juga masih tanda tanya, hanya satu orang yang tahu soal tempat ini yaitu organisasi kegelepan jiwa,”kata izam.


“Itu benar,”kata tuan Firman.


Setelah semua urusan selesai mereka berdua berpisah Tuan Firman yang diantar oleh Terko. Sedangkan Izam, Mizuki dan Geri yang masih melihat runtuhan di depan mereka.”Terima kasih bantuan tuan Firman,”kata Izam sebelum dia pergi.


“Untuk apa kamu berterima kasih, ini juga untuk keselamatan orang lain,”kata Tuan Firman. Tuan Firman dan Terko yang sudah menjauh dari runtuhan.”Geri,Apa masih ada lorong yang masih ada di tempat ini,”ucap Izam karena masih ada yang mengganjil.


“Apa yang membuat anda khawatir memang ada satu ruang bawah tanah tapi di sana tidak ada monster hanya saja,”ucap Geri yang tidak melanjutkan ucapannya.


“Ada apa?,”kata Izam. “Sebaiknya kita pergi ke sana, agar tuan tahu apa yang saya lihat,”kata Geri karena dia tidak ingin mengatakannya dengan mulutnya.


Dia ingin tuannya melihatnya langsung apa yang dia lihat dengan mata dewanya. Sementara Terko yang mengantar tuan Firman bersama rombongan yang lain menatapnya. Sampai Tuan Firman berkata,”Apa yang ingin kamu ketahui sampai kamu menatapku seperti itu,”ucap Tuan Firman.


“Maaf jika saya lancang, apa yang ada di dalam ruang bawah tanah tadi semua monster sudah binasa dengan hanya ledakan bom manusia tersebut?,”kata Terko yang masih ragu dengan monster yang sudah mati semua.


“Tidak aku sangka kamu yang bawahan Izam masih peka dengan kondisi yang ada id bawah tanah tadi,”kata Tuan Firman.”Aku akan mengatakannya mereka hanya mendapatkan luka kecil tapi dalam, kenapa alasan kami berdua masuk ke dalam adalah membereskan sisa monzter yang masih bernafas agar mereka tidak tidak keluar ke permukaan,”kata Tuan Firman.


“Jadi mereka sudah tewas setelah anda dan Bos saya menghabisi semuanya,”kata Terko.”Seperti yang kamu lihat,”ucap Tuan Firman dengan senyuman dingin.


“Kurasa sudah sampai,”ucap Terko. Mereka berdua langsung berjalan ke arah rombongan, hingga Roki melihat mereka berdua.”Kalian sudah sampai, kenapa kalian lama apa terjadi sesuatu,”kata Roki.


“Tidak ada,”ucap Tuan Firman. Terko yang membungku sedikit kepada mereka yang kemudian pergi meninggalkan mereka tanpa berkata apa-apa.