Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Hari Yang Di Tunggu


Malam yang di tunggu dengan dingin yang tidak bisa dikatakan. Hari ini adalah hari dimana aku bisa melihat laut merah yang akan berkibar pada malam pelelangan. Suasana malam yang penuh ketegangan dimana hari ini semua orang yang memiliki kekuasan dan uang akan berkumpul di satu tempat, hanya untuk mendapatkan pulau yang tidak memilki harga. Martin, Roki dan Andre yang memiliki kesamaan untuk membeli pulau hanya saja rencana mereka berbeda-beda untuk mendapatkannya.


“Apa semua sudah pada posisi,”ucap Martin lewat radio penghubung.”Sudah pada tempatnya,”kata mereka semua.”Kita akan bergerak saat barang terakhir. Apa kalian mengerti,”ucap Martin.”Kami mengerti,”kata mereka.”Apa perlu kita membinasakan semua yang hadir,”kata Lili.”Orang yang kita incar sudah dalam kategori hitam dan merah selain itu bebaskan yang lain pergi,”ucap Martin.


Malam berbintang suasana dingin menyelimuti malam. Suasana yang  tidak bisa dikatakan dimana mereka selalu menyiapkan rencana cadangan. “Apa yang anda tunggu,”ucap sekertaris Kim.”Tidak ada ayo kita berangkat,”ucap Roki yang siap berangkat ke pelelangan.


Tamu berdatangan dari berbagai negara hanya untuk mengikuti pelelangan. Dengan berbagai jenis barang yang akan dilelang darai yang tinggi, murah, kuno dan sampai langka. Mereka datang ke pelelangan hanya untuk mendapatkan barang tersebut, tidak hanya barang yang mereka inginkan tapi memperlihatkan kekuasaan dan wewenang serta harta yang bisa mereka perlihatkan kepada orang lain.


“Kalian tahu apa yang harus kalian persiapkan,”ucap Andre yang juga memilki rencana untuk mengambil pulau.”Kami mengerti,”ucap bawahan. Semua anggota yang memilki niat mendapatkan pulau mempersiapkan rencana cadangan.


“Selamat datang para undangan dan tamu terhormat,”ucap penyelenggara lelang. “Malam yang berbahagia bisa bertemu dengan para undangan. Tanpa basa-basi kita mulai saja pelelangan hari ini. Barang pertama yang akan saya tunjukan kepada anda adalah Kristal Bulan karya Azika marika yang sudah mencari karya pertama dan terakhir. Kristal Bulan akan dilelang dengan harga awal 2 juta,”ucap penyelenggara lelang.


“Bukannya itu adalah kristal bulan yang memilki daya tarik yang mengikat pada saat malam hari,”kata salah satu pengunjung. Pengunjung no 11 mengangkat papan dan membeli kristal bulan dengan harga 2,5 juta. Dilanjutkan no 22 memberikan harga 3 juta sampai pada no 65 memberikan harga  5 juta dan semuanya terdiam.”Selamat kepada no 65 telah mendapatkan kristal bulan. Selanjutnya barang yang kedua adalah Lukisan karya Ali Muhammad syakiputra. Lukisan ini yang bernama dengan pemandangan Laut Merah, harga awal akan dijual dengan 1,5 juta,”ucap penyelenggara.


Tiba-tiba Roki yang melihat lukisan tersebut merasa tertarik dia membeli barang tersebut dengan harga 6 juta, semua orang yang melihat hanya terdiam dan tidak bisa berkata.”Kami akan hitung sampai tiga jika tidak ada yang menawar lagi maka  barang akan diberikan pada no 5,”ucap pelelang.


Sampai hitungan ketiga tidak ada yang menawar barang tersebut menjadi milik Roki.”Kenapa anda membeli lukisan tersebut tuan,”ucap sekertaris Kim.”Apa kamu tidak tahu maksud dari lukisan tersebut adalah dimana ada derita disitu ada keindahan yang tidak bisa dijelaskan,”kata Roki menjelaskan.


“Barang selanjutnya adalah Permata seribu air karya Eli Mizan harga awal 5 juta,”ucap pelelang. No 15 menawar harga 10 juta dilanjutkan no 20 harga 11 juta, sampai pada no 55 menawar dengan harga 20 juta tidak lama kemudian no 35 menawar dengan harga 25. Karena no 55 menginginkan barang tersebut dia menaikan harga 50 juta yang akhirnya no 35 menyerah dan mengaku kalah.”Selamat kepada no 55 telah mendapatkan permata seribu air. Barang berikutnya yang akan di lelang adalah sertifikat pulau ini, yang dimana pulai ini adalah miliki salah satu bangsawan yang telah dihukum mati. Karena pulau ini tidak memiliki sumber daya yang bagus harga awal sertifikat pulau ini adalah 1 juta,”kata penyelenggara. Sampai no 1 menawar harga 10 juta dilanjutkan no 6 menawar harga 100 juta. Roki yang melihat hanya tersenyum,”Tidak aku sangka dia langsung menaikan hara tinggi.”Karena tidak mau ketinggalan Roki menawar harga 1 Miliyar, Andre yang merasa itu harga yang masih kecil dia menaikan harga 5 Miliyar dilanjut lagi.”Apa tuan mau menaikan harga lagi,”ucap sekertaris Kim. Roki hanya tersenyum,”100 Miliyar.”


Sekertaris Kim yang melihat hanya terdiam tanpa berkata apa-apa. Andre yang sudah kesal dia menaikan harga lagi,”200 Miliyar.” Semua orang yang ada ditempat hanya menonton melihat keduanya merebutkan sertifikat pulau.”Apa anda akan menaikkan harga lagi,”kata Sekretaris Kim yang memiliki niat tidak bagus.


“Ini yang terakhir, 10 triliyun,”ucap Roki. Andre yang tidak mau menyerah menaikkan harga lagi, tapi bawahannya melarang dia untuk menaikan harga lagi karena uang yang mereka bawa hanya 11 triliyun. Tapi Andre yang masih ingin menawar lagi menyebut harga terakhir dengan harga 11 triliyun. Roki yang tidak ingin menawar lagi hanya terdiam. Sampai penyelenggara lelang berkata,”Ada lagi yang ingin menawar lebih tinggi dari 11 Triliyun.”


“Jika tidak ada yang ingin menawar maka sertifikat pulau akan diberikan kepada no 6,”kata penyelenggara lelang. Roki yang tersenyum hanya menikmati Andre yang sudah menghabiskan uang 11 triliyun yang tidak akan kembali.


~ ~ ~ ~ ~  ~~ ~  ~~ ~  ~ ~ ~ ~ ~  ~ ~ ~ ~


Martin yang mendengarkan mereka yang mendapatkan pulau hanya terdiam,”Masuk perangkap harimau.” Semua anggota khusus Organisasi Laut Merah hanya bisa tersenyum karena maksa yang besar telah termakan oleh Andre.”Tinggal menuggu barang terakhir,”ucap Ali. “Jangan lupa barang terakhir beli untukku,”kata Martin kepada Mark yang menghadiri pelelangan.


Mark hanya terdiam sampai penyelenggara lelang berkata,”Barang terakhir adalah tanaman buah putih yang memilki bau wangi yang harum dan menenangkan hati membuat orang yang mencium ini akan bisa tenang dan kembali ke masa depan yang cerah.”


“Barang ini akan di mulai dengan harga 5 juta,”ucap penyelenggara lelang. Karena ini barang terakhir Mark tanpa basa- basi langsung memberikan harga yang tidak bisa dibeli oleh orang lain.”20 juta,”ucap Mark dengan menaikan papan angka 2.


Karena tidak ada yang tertarik untuk bersaing mereka hanya bisa terdiam. Sampai penyelenggara berkata,”Ada yang mencoba menaikan harga lagi.”


“Jika tidak ada barang ini akan diberikan kepada no 2. Terima kasih untuk para tamu yang telah hadir dalam pelelangan ini,”kata Penyelenggara lelang.


“Semuanya pada posisi brutal,”kata Martin yang siap bergerak. Setelah semua tamu yang tidak di inginkan pergi keluar Martin dan yang lain mulai bergerak menyerang daftar hitam dan merah orang yang harus dibinasahakan.”Tuan waktunya pergi,”ucap sekertaris Kim yang merasa akan terjadi sesuatu.”Aku mengerti,”kata Roki yang berdiri.