
Morgan yang sedang memenangkan diri untuk mengatakan semua yang dia ketahui tentang organisasi kegelapan jiwa. Sambil melihat ke arah Martin yang sedang menuggu dia membuka mulut. Martin hanya melihat kakaknya sampai Morgan membuka mulutnya.
“Aku akan katakan,”ucap Morgan. “Baiklah aku akan menuggu kakak cerita,”kata Martin. Sampai musuh gelombang kedua datang dan mebicaraan terhenti. “Maaf tuan musuh datang dengan para monster abadi,”kata Keri yang datang melapor.
Martin dan Morgan menoleh ke arah Keri yang memberikan informasi.”Kurasa tidak sekarang kakak menceritakannya,”kata Martin.
”Aku akan menceritakannya jika semua sudah selesai, tidak masalahkan kamu menuggu,”Kata Morgan. Selesai bercakap mereka kembali ke posisi masing-masing dan melihat berapa musuh yang datang.
Saat di garis depan mereka berdua melihat sekumpulan monster abadi yang dikedalikan untuk menyerang pulau.”Tidak aku sangka sekarang monster abadi yang datang menyerang,”ucap Martin.
“Kenapa dengan sikap yang kamu berika Martin,”ucap Morgan yang melihat tidak seperi biasanya.
“Tidak hanya saja orang yang mengendalikan para monster membuat aku muak,lihat itu dia,”kata Martin yang menujuk ke arah musuh. Morgan melihat pembela jiwa yang mengendalikan para monster dan kemudian dia muntah melihat wajahnya.
“Kamu tidak apa-apa Morgan,”ucap Kyoshi didekatnya.
“Tidak hanya saja aku ingin menutup mataku, karena pembela jiwanya tidak enak di pandanga,”kata Morgan yang menahan mual.
Zen dan Kyoshi yang merasa bingung melihat ke arah musuh dan keduanya terkejut dengan penampakan pembela jiwa yang dia lihat.”Dia orang atau sampah ya,”ucap Kyoshi.
“Kurasa sampah yang berjalan,”kata Zen yang tidak tahu kenapa tidak suka dengan pembela jiwa yang mengendalikan para monster.
“Siapa yang ingin melewan dia,”ucap Martin yang mundur satu langkah.”Kenapa kamu mundur,”ucap Zen.
“Tidak ada hanya saja aku mendapatkan pesan lain, tidak hanya para monster yang datang melainkan pembela jiwa level abadi juga ada dibelakang mereka,”kata Martin.
“Apa kamu yakin dengan informasinya,”kata Kyoshi.
~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~~
Di tempat lain kediaman Roki dan kediaman Koto yang juga mendapat serangan gelombang kedua. “Para monster telah datang,”ucap Kokoro. Yang datang setelah menyusuri wilayah.
“Monster abadi,”kata Tuan Firman.”Iya benar monster abadi bersama pembela jiwa abadi dan dewa,”kata Kokoro.
“Tidak aku sangka mereka mengeluarkan kartu As mereka dengan sangat cepat,”kata Koto. “Apa yang terjadi di sini, ayah,”ucap Fira yang berjalan ke arah mereka bertiga.
“Kenapa kamu keluar,”ucap Tuan Firman.”Karena aku merasakan ada yang aneh dengan aura jiwa yang datang,”kata Fira.
“Jadi kamu merasakannya,”kata Tuan Firman.”Iya, apa yang terjadi di luar sana,”kata Fira.
“Para monster alam semesta dengan tingkat abadi bersama dengan pembela jiwa level abadi dan dewa datang menyerbu wilayah kekuasaan kita,”kata Koto.
“Apa bagaimana bisa monster yang ada di alam semesta ada di tempat ini. Pasti kamu salah lihat Koto,”ucap Fira yang tidak percaya.
“Yang melihat bukan aku tapi Kokoro,”kata Koto.
“Apa kamu yakin melihat dengan mata kamu sendiri,”kata Fira. Kokoro yang tahu akan seperti ini menunjukan layar ponselnya untuk di tunjukkan kepada mereka bertiga.”Lihatlah ini dengan mata kalian sendiri,”kata Kokoro yang mengulurkan ponselnya.
Mereka bertiga melihat layar ponsel karena Kokoro yang sudah merekam semua yang dia lihat di dalam ponsel. “Ini mustahil jika monster ini datang dan jumlah yang banyak. Jika seperi ini apa formasi bisa bertahan lama,”kata Fira yang mulai gelisah.
“Untuk formasi tidak usah khawatir akan baik-baik saja, hanya saja bagaimana kita menghadapi para monster,”kata Tuan Firman.
Sementara di kediaman Roki yang juga mendapatkan serbuaan monster abadi yang mulai menyerang penghalang.”Mereka cepat sekali bertindak, waktunya kita tinggalkan tempat ini dan berkumpul dengan yang lain di pulau tidak penghuni,”kata Roki.
Setelah semua sudah selesai semua orang yang ada di kediaman Roki dan semua barang yang berharga dibawa ke pulau tidak penghuni untuk berkumpul dengan yang lain. Tidak lama kemudian mereka memakai portal penghubung pulau dengan kediaman Roki. Dengan semua orang telah di evaluasi termasuk barang berharga sudha diangkut.
“Tuan anda sudah sampai,”ucap Sita yang menyambut ke datangan tuan besar dna tuan muda.
“Bagaimana kondisi pulau,”kata Roki yang bersama dengan lain sudah sampai di pulau.
“Untuk sekarang para monster telah datang menyerbu bersama dengan pembela jiwa,”kata Citra yang berjalan ke arah Roki.
“Tap mereka masih belum bisa menembus pertahanan formasi yang telah di buat, jadi untuk sekarang masih aman,”kata Citra.
“Jika seperti itu tambah lagi tingkat formasinya untuk mencegah keretakan formasi untuk mempertahankan pulau,”kata Roki.
Citra bersama dengan Biyan menyiapkan formasi untuk memperkuat formasi. Tidak lama mereka memasang formasi untuk memperkuat, informasi dari Derek datang dengan kabar buruk. “Tuan anda sudah datang,”ucap Derek dengan semua anggota yang datang.
“Kenapa dengan wajah kamu,”ucap Roki.
“Kabar buruk tuan,”kata Derek.
“Kabar buruk apa sampai kamu berkeringat dingin seperti itu. Jika aku tebak pasti ini ada kaitannya jumlah musuh yang datang. Apa itu benar?,”kata Roki.
“Itu baner tuan, para moster datang dengan beberapa pembela jiwa dengan level abadi menyerang pulau, tidak hanya itu pengendali monster abadi ada tiga lebhi untuk menyerang formasi,”kata Derek menjelaskan.
“Aku tahu kalau akan seperti ini, hanya ada satu agar pulau bisa selamat. Bangunkan dia dalam tidur pajangnya,”kata Roki.
“Maksud anda,”kata Citra yang tidak mendengar percakapan mereka dari jauh.
“Iya dengan membangunkan jiwa dan tubuh yang terkurung karena ilusi,”kata Roki.
“Kita pergi ketempat itu untuk membangunkan pembela alam semesta tingkat abadi,”ucap Roki yang berjalan menuju ruang bawah tanah.
Perjalan menuju ruang bawah tanah yang sudah ada beberapa orang yang sedang melakukan penelitian. Sampai di ruang khusus dia melihat manusia pembela alam semesta yang masih menutup mata. Roki berjalan masuk ke dalam ruangan dan memegang dahi pembela alam semesta dan menutup matanya.
Untuk masuk ke dalam jiwa pembela abadi untuk membangunkannya yang sedang tertidur. Smpai di lautan jiwa pembela Roki mencari sosok yang sama dengan wajah pembela yang ada diluar. Satu jam telah berlalu dia menemukan pembela yang sedang berbaring seperti menuggu seorang datang menemanina.
“Tuan pembela alam semesta, kenapa anda tidak bangun,”ucap Roki yang berjalan ke arahnya tanpa ragu.
Pembela yang sedang dalam termenung di lautan jiwa melihat ke depan dimana suara yang memanggilnya. “Siapa kamu da ada urusan apa kamu datang ke lautan jiwaku. Apa kamu ingin mati,”kata Pembela alam semesta.
“Tidak hanya ingin membangunkan pembela alam semesa, karena ingin meminta bantuan anda,”kata Roki.
“Bantuan apa yang kamu maksudkan,’ucap Pembela alam semesta. “Di luar sana banyak para mosnter abadi dan pembela jiwa abadi dan dewa yang ingin menghancurkan pulau. Jika tuan tidak keberatan tolong anda bangun untuk membantu kami mengalahkan musuh,”kata Roki.
“Kenapa kamu memintaku yang tidak bisa membuka mata,”kata Pembela alam semesta.
“Anda bisa membuka mata anda jika anda mau, bukan,”kata Roki.
“Itu baner yang kamu katakan, tapi percuma saja aku ingin bangun tidak ada yang bisa menolongku mencari keponakanku dan adikku yang telah menghilang,”kata Pembela jiwa alam semesta.
“Siapa yang anda cari, saya bantu anda jika anda mau membantuku,”kata Roki.