Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Pulau Tidak Berpenghuni


Setelah pelelangan selesai Roki dan sekertaris Kim pergi menuju tempat ibunya untuk membahas rencana penyelusuran tentang pulau tidak berpenghuni. “Tuan kemana sekarang kita akan pergi,”ucap sekertaris Kim.


“Kita pergi ke rumah ibu sekarang,”kata Roki. Kyoshi yang datang menghampiri Roki menyapanya,”Apa kamu tidak ingin berlama-lama di dalam?.” Roki dan sekertaris Kim menoleh ke arah suara. Roki melihat lalu tersenyum,”Untuk apa aku harus melihat mereka merebutkan buku kuno yang akan di lelangkan.”


“Apa kamu tidak tahu kalau buku itu bisa saja meningkatkan kemampuan kamu,”ucap Kyoshi.”Apa yang kamu katakan ada benarnya tapi dengan kemampuanku itu masih belum layak,”kata Roki yang merendah.


“Aku ingin bertanya dengan kamu kenapa kamu bisa bersama dengan Morgan teman Martin. Apa kamu tahu dimana Martin berada,”kata Roki yang ingin tahu.  Kyoshi hanya terdiam sampai Morgan datang menghampiri mereka berdua.”Apa yang kalian bicarakan?,”kata Morgan yang berjalan menuju mereka bertiga.


“Lama tidak bertemu Roki,”kata Morgan.”Lama tidak bertemu. Kenapa anda keluat bukannya anda juga ingin mendapatkan barang yang akan di lelang terakhir ini bukan,”ucap Roki. Mogan menundukan kepalanya dan menghela nafas.”Apa yang terjadi dengan kamu Morgan,” kata Roki yang bingung dengan sikap yang diberikan. Sementara Kyoshi hanya bisa menahan tawa karena buku yang di lelang adalah buku palsu.


“Lupakan saja dengan barang terakhir. Aku ingin bertanya kenapa kamu membeli pulau tidak berpenghunni,”kata Morgan yang ingin tahu.


“Kamu ingin tahu, tapi bagaimana kamu bisa tahu kalau ini adalah aku,”ucap Roki. “Itu mudah bagi kami yang sudah mengenal bau tubuh kamu”ucap Morgan  Roki yang mendengar mundur satu langka dengan kedua tangan menutupi tubuhnya dengan wajah terkejut.


Mereka berdua hanya terdiam melihat ekspresi yang diberikan Roki,”Kenapa kamu?.”


“Kamu bertanya kenapa kamu ingin melecehkan tuanku,”kata sekertaris Kim yang menghalang mereka berdua.”Melecehkan apa,”ucap Morgan yang tertawa.


“Aku masih normal aku tidak tertarik dengan tubuh kamu,”ucap Kyoshi yang memalingkan wajahnya. Sedangkan Morgan yang masih tertawa di pukul oleh Kyoshi dengan tatapan tajam.”Jangan membuli Roki nanti adik kamu marah,”kata Kyoshi.


“Maaf...maaf habis kamu sangat cantik dan menawan,”kata Morgan yang berkata manis.”Aku malas berbicara dengan kalian,”kata Roki yang kesal. Mereka yang sedang asik berbicara mendapatkan firasat kalau mereka sedang diawasi seseorang yang tingkatannya lebih tinggi dari Kyoshi.


“Kita bicara di tempat lain bagaimana?,”ucap Kyoshi yang mengubah suasana karena firasat yang dirasakan. “Jika kalian tidak keberatan apa kalian ingin berkunjung bertemu dengan ibu,”kata Roki yang menawarkan diri kepada mereka.


“Jika boleh tidak masalah,”kata Morgan. “Ayo masuk kita pergi sekarang,”kata Roki yang masuk ke dalam mobil. Morgan dan Roki yang duduk di belakang sedangkan Kyoshi dan sekertaris Kim duduk didepan. “Apa terjadi sesuatu dengan kamu, lhat mobil kamu seperti diserang seorang,”kata Morgan yang melihat jendela mobil yang sudah kena peluruh.


“Apa yang kamu katakan benar tadi saat kita berangkan di tengah jalan kita mendapat serangan,”kata Roki menjelaskan. “Siapa yang berani menyerang kamu,”kata Morgan. “Mana aku tahu,”ucap Roki dengan santai.


Kyoshi yang masih merasakan kalau ada yang mengikuti mereka hanya bisa terdiam sampai Roki berkata,”Apa kita diawasi?.” Kyoshi dengan terkejut menoleh ke arah Roki yang mengetahu kalau kita sedang di ikuti.”Bagaimana kamu tahu kalau kita sedang diawasi apalagi musuh yang kita hadipi di atasku,”kata Kyoshi. Morgan yang baru saja sadar juga terkejut kalau kita sedang di awasi.”Aku tidak tahu hanya saja sikap yang diberikan oleh kamu sangat berbeda. Aku hanya menebak saja,”kata Roki.


“Jika kamu tahu bukanya kamu harusnya tidak mengajak kita berdua pergi ke rumah ibu kamu bukan,”kata Morgan. “Maunya begotu karena ibuku ingin tahu dimana Martin berada dan siapa kamu?,”ucap Roki menatap ke arahnya.


Morgan hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya,”Aku mengerti ayo kita pergi ke tempat ibu kamu.”


“Tuan kita sudah melewati batas pelindung,”ucap Sekertaris Kim.”Aku mengerti aku akan menghubungi ibuku sekarang,”kata Roki. Roki mengambil ponselnya yang ada di dalam saku celana dan menekan nomor ibunya dan memberitahukan kalau dia sedang menuju rumah dan melewati batas pelindung.


“Apa?,”ucap Morgan yang terkejut. “Apa ibu kamu ingin kamu mati sampai jalan yang dilewati oleh kamu ada rancau,”kata Morgan.


“Untuk keamanan, karena banyak musuh yang menginginkan nyawaku dan ibuku dari pihak ibu,”kata Roki.


“Sebenarnya siapa kamu, kenapa banyak sekali orang yang ingin mendapatkan kalian menderita,”kata Morgan yang tidak paham dengan situasi yang ada. “Banyak hal yang tidak kamu ketahui tentang keluargaku sama halnya dengan Martin,”ucap Roki.


Setelah melewati batas pelindung mereka sampai di pusat vila dimana ibu Roki dan kawannyanya sedang berada. Roki dan Morgan yang keluar dari mobil disambut oleh Ibunya.”Siapa dia, anakku sayang. Kamu tidak lagi bawa pacar cowok kamu lagikan,”ucap Ibunya dengan tajam melihat ke arah Morgan dan Kyoshi.


“Tenang saja tante saya bukan pacarnya Roki hanya teman dari adik saya,”kata Morgan.”Apa yang dikatakan dia benar,”ucap Kyoshi yang melihat sekelilingnya.”Tenang saja mereka tidak akan bisa masuk ke dalam wilayah ibu ku berada,”kata Roki.


“Kenapa kamu bisa yakin mereka tidak akan bisa masuk,”kata Kyoshi yang masih merasakan hawa keberadaan musuh.”Apa yang dikatakan anakku memang benar mereka tidak akan bisa masuk karena suami saya,”kata Ibunya.


“Dimana ayah ma,”kata Roki yang melihat kebelakang.”Dia sedang berlatih dengan anggota khusus. Apa mau melihat mereka?,”ucap Ibunya.


“Tentu saja. Perkanalkan dia Morgan dan dia Kyoshi,”ucap Roki yang berjalan menuju tempat latihan ayahnya. “Anak itu,”ucap Ibunya yang memegang keningnya yang pusing dengan sikap yang diberikan oleh Roki.


“Aku rasa anda sangat kesulitan menangani sikap anak anda,”ucap Morgan.”Itu benar dia belum dewasa tapi kadang dia juga bisa bersikap serius,”kata Ibunya.


“Perkenalakan saya Morgan kakak dari Marin,”ucap Morgan. Ibu Roki terkejut dengan ucapan yang diberikan oleh Morgan.”Kakak Martin, apa yang kamu bicarakan. Setahuku Martin tidak memiliki kakak laki-laki dan kembaran. Apa kamu bisa jelaskan dengan baik apa yang terjadi,”kata Ibu Roki.


“Saya yang akan jelaskan jika tidak keberatan,”kata Kyoshi.”Kenapa kamu,”ucap Ibunya dengan tajam sampai mereka semua mendengar suara ledakan di batas pelindung. “Duar...duar,”suara ledakan di batas pelindung. Semua yang mendengar merasa terkejut dengan suara ledana yang didengar.”Sayang,”ucap Ibu Roki.


“Ada musuh yang masuk ke wilayah,”ucap Ayah Roki.


“Bukannya tadi anda mengatakan kalau mereka tidak akan masuk ke tempat ini,”kata Kyoshi yang dengan santai.


“Itu benar mereka tidak akan bisa masuk setelah melewati batas pelindung. Apa anda ingin melihat apa yang akan terjadi dengan musuh yang datang,”kata Ayah Roki. Mereka semua menuju ke menara pelindung untuk melihat musuh yang datang ke wilayah keluarga Brata.


Kyoshi dan yang lain melihat musuh yang datang ke wilayah keluarga Brata. Kyoshi yang mengamati gerak tubuh musuh menyadari kalau mereka adalah anak buah Dimitri.”Kenapa mereka ada disini, tidak aku sangka anak buah Dimitri sudah mencapai level batas alam semesta,”ucap hati Kyoshi.


“Apa kamu mengenal mereka,”ucap Ayah Roki. Kyoshi tersenyum dan menundukan kepalanya yang memberitahukan kalau dia mengetahi siapa yang datang berkunjung tidak diundang.”Jadi begitu,”ucap ayahnya.


“Siapa dia Kyoshi,”ucap Morgan.