Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Sembunyi


“Apa ini?,”kata Terko yang terkejut setelah memutar videonya.”Kenapa kamu?,”ucap Izam yang mengambil ponsel dari tangan Terko. Izam melihat video yang diputar Terko setelah selesai dia baru menatap Roki. Sedangkan Martin hanya terdiam tanpa berkata apa-apa sambil melihat keluar jendela. Dari jauh dia melihat Hizam yang ingin masuk ke butik. Tapi anehnya dia bersama orang lain,”Itu bukan anak buah Izam. Siapa mereka?.”


“Apa yang kamu lihat sampai serius,”kata Roki. Martin menoleh kearah Roki,”Ada apa?.”


“Kamu tidak mendengarkan apa yang kita bicarakan,”ucap Izam.”Tidak. Kenapa?,”kata Martin dengan singkat. “Aku rasa kamu sudah tahu apa yang terjadi. Apa itu benar?,”ucap Izam sambil melihat kearah Martin.


“Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan?,”ucap Martin. “Kamu tidak ingin tahu,”ucap Rok.”Tidak,”ucap Martin.


Roki menghampiri Martin,”Kenapa kamu?.” Martin hanya melihat Roki dan menghela nafas.”Apa yang ingin bicarakan aku tidak tertarik. Apa itu sudah cukup,”kata Martin dengan kesal.


“Bukannya kamu masih mengawatirkan Rendi,”ucap Terko.


“Aku tidak mengawatirkan apa yang dia akan lakukan. Tapi aku yakin dia akan kembali jika sudah waktunya,”ucap Martin melihat kearah mereka.


“Apa kamu tidak curiga dengan siapa yang ingin membuat perselisihan ini,”kata Izam.


Martin terdiam untuk sesaat, sampai dia mendapakan pesan dari kak Mola kalau dia akan berkunjung jika studinya selesai. “Apa yang terjadi,”kata Roki melihat kearah Martin.”Tidak ,”ucap Martin.


“Apa kamu tidak merasa takut jika suatu saat orang yang kamu pertahankan akan menghilang,”ucap Izam. Martin hanya terdiam sampai dia tersenyum,”Kenapa takut?.”


“Martin,”ucap Roki dengan suara pelan.”Ada apa?,”kata Martin yang merasa aneh dengan sikap Roki.


“Apa kamu menyembunyikan sesuatu dari kami,”kata Roki yang mendekat. Martin menghindar,”Tidak ada kenapa kamu seperti ini, buat aku risih saja.”


“Habis dari raut wajah kamu menyembunyikan sesuatu,”kata Roki yang kesal.”Apa kamu tahu siapa yang mendalangi perselisihan kita ini,’ucap Izam. Martin melihat kearah Izam,”Aku sudah tahu siapa yang berkhianat dari anggotaku, tapi aku biarkan saja.”


“Siapa dia?,”kata Izam.


“Marko,”ucap Martin.”Apa kamu juga memberitahukan Martin soal video ini,”kata Terko.”Tidak,”ucap Roki yang melihat kearah Martin.


“Kamu dari mana kalau Marko yang berkhianat,”ucap Roki. “Dari mana ya,’kata Martin yang mencoba mengingat.


‘Apa kamu tahu siapa yang mendalangi semua ini,’kata Izam.”Aku tahu apa tidak itu bukan urusan kamu bukan,”kata Martin. “Ini akan menjadi urusanku sekarang karena dia telah membuat Mizuki pergi dariku,”kata Izam dengan tajam.


Suara pintu terbuka,”Maaf tuan ini pesanan anda sudah jadi.”Martin berdiri dan mengambil sapu tangan anggrek dengan huruf M.”Terima kasih,”ucap Martin.


“Sapu tangan itu,”ucap Izam.”Ada apa dengan sapu tangan yang aku beli,”kata Martin.”Ini,”ucap Izam sambil memberikan sapu tangan yang sama. Martin melihat sapu tangan yang diberikan kepada Izam,”Dari mana kamu dapatkan sapu tangan ini?.”


“Aku menemukannya disebelah aku pingsan,”kata Izam. “Kamu pingsan kenapa?,”kata Martin yang tidak tahu apa-apa dan mengambil sapu tangannya.”Apa kamu yang menyuruh anak buah kamu untuk memukul kami saat kalian pergi,”ucap Terko.


Martin hanya terdiam dan berpikir,”Apa dia sudah mulai bergerak.”


“Kenapa kamu diam saja,”ucap Terko.”Aku tidak menyuruh anak buahku untuk memukul atau melukai kalian. Tidak ada gunanya juga aku berurusan dengan kalian,”kata Martin.


“Itu karena beberapa hari yang lalu ada yang mencoba melukai keluargaku dan aku kehilangan sapu tangan ini,”kata Martin menjelaskan.


“Siapa yang mencoba melukai keluarga kamu?,”kata Roki.”Dia adalah organisasi yang bernama Rose Black yang dipimpin oleh Andre. Mungkin orang yang mencoba untuk membuat perselisihan diantara kita adalah mereka,”kata Martin.


“Aku tidak tahu organisasi ini, dari mana kamu mengetahuinya,”kata Terko.”Aku juga tidak tahu organisasi ini,”ucap Roki yang juga penasaran.”Mustahil kamu juga tidak tahu Roki,”ucap Martin.


“Beneran aku tidak tahu,”kata Roki. Martin hanya menghela nafas.”Sekarang jelaskan apa yang kamu ketahui tentang organisasi ini,”kata Izam.


“Aku tidak terlalu tahu yang aku ketahui adalah dia adalah musuh dari para preman yang ada disini”kata Martin.”Jika apa yang kamu katakan itu benar, alasan apa mereka mencoba membuat perselisihan kita,”kata Izam.


“Mana aku tahu kalau yang itu,”ucap Martin dengan santai.”Apa benar kamu tidak tahu,”ucap Izam.


“Iya,”kata Martin.”Kenapa kamu tidak menayakan orang yang mencoba masuk ke butik ini saja, biar pasti,”kata Martin.


“Apa maksud kamu?,”ucap Terko yang berjalan pelan menuju pintu. Dari celah pintu Terko melihat keluar dan dia terkejut kalau Hizam ada dibawah bersama orang yang tidak dia kenal. Setelah dia memeriksa dia masuk kedalam ruanga.”Apa yang kamu temukan,”kata Izam.


“Aku melihat Hizam ada dibawah dan mencoba naik keatas tapi dihalangi oleh pegawai butik,”kata Terko.”Tenang saja mereka tidak akan bisa masuk atau naik keatas sini,”ucap Roki dengan santai.


“Kenapa kamu bisa yakin,”kata Izam.”Karena ini butik milik ibunya yang merupakan mantan tentara dan alih waris,”ucap Martin dengan santai. Roki yang disampingnya merasa terkejut dengan apa yang diketahui oleh Martin.


Roki melihat kearah Martin. “Ada apa?,”ucap Martin.”Tidak,”kata Roki yang mencoba tenang. “Apa itu benar Roki, apa yang dikatakannya?,”kata Izam.”Iya,”ucap Roki yang masih santai. “Aku tidak tahu jika kamu memiliki latar keluarga yang begitu memukau,”ucap Izam.


“Tidak juga,”kata Roki. “Apa benar mereka tidak akan bisa sampai kesini,”kata Terko yang masih meragukan ucapan Roki.


“Iya santai saja, mereka tidak akan bisa naik kesini tapi mungkin saja teman kalian itu yang akan menderita,”ucap Roki.


“Apa maksud kamu,”kata Terko.”Karena para pegawai ini adalah mantan tentara semua,”ucap Roki.”Apa?,”ucap Izam dan Terko.”Kamu tidak terkejut,”ucap Roki kepada Martin.”Tidak karena aku tahu itu,”kata Martin.”Jadi kamu sudah tahu sejak kapan,”kata Roki.


“Sejak aku bertemu dengan Remon dan Mui,"ucap Martin. Roki hanya tersenyum dan mereka berdua melanjutkan rencana apa yang mereka akan lakukan.”Jadi kalian sudah tahukan siapa yang penghianat dan bukan penghianat?,”kata Roki.”Aku rasa begitu,”ucap Martin.


Izam dan Terko hanya menghela nafas dan menikmati suasana yang ada.”Apa ada rahasia lagi yang kalian sembunyikan,”kata Izam.Martin dan Roki hanya melihat satu sama lain.”Rahasia apa yang kamu maksud,”kata Martin.”Iya rahasia apa, bukannya kamu yang memiliki rahasia,”kata Roki.


Izam hanya tersenyum,”Bukannya kalian sudah tahu identitasku bukan.”


“Yang aku ketahui kalau kamu itu adalah bos mafia untuk detailnya aku tidak tahu,”kata Roki.”Yang akau ketahui kamu itu Bos dari SaNaHa,”ucap Martin.


“Apa kalian serius hanya itu saja yang kalian ketahui,”kata Izam. Mereka berdua hanya menganggukkan kepalanya.”Aku tidak bisa  berkata lagi,”ucap Izam.


Jadi apakah mereka akan membuat drama bersama untuk mencari dalang dari perselisihan mereka. Roki yang tidak tahu kalau Martin sudah sedikit mengetahui identitasnya hanya bisa berpura-pura tidak terkejut karena jika dia ketahuan semuanya akan berantakan. Sedangkan Martin yang juga menyembunyikan identitas lain dari mereka berdua hanya bisa membantu sebatas tahu dan tidka tahu dia.