Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Bencana Dunia 7


Belahan Martin yang menuju ke negara K dimana Izam sedang melakukan transaksi. Mendapatkan kabar dari negara J kalau ada fenomena yang mengerikan yang terjadi. Karena penasaran dengan anak buahnya Red berkata,”Ada fenomena yang aneh.” Mereka semua melirik kearah Red.’Kenapa dengan fenomena itu ada yang aneh.”


“Tidak hanya saja negara J dan M  sedang gemparnya dengan fenomena tersebut. Lihat ini,”kata Red yang menunjukkan hasil video amatir yang dia lihat. Mereka berdua yang sedang membahas rencana berhenti karena video yang diberikan oleh Red. Mereka melihat video dengan cermat samapi mereka terkejut Izam yang telah melihat langsung berdiri.”Ayo kita kembali,”ucap Izam. Tapi Red menghalangi Izam,”Mau kemana kita masih ada urusan yang belum selesai disini.”


“Itu benar, apa lagi penduduk negara j sepertinya terlindungi oleh sesuatu,”kata Red.”Apa maksud kamu,”kata Izam yang tidak paham karena gelisa.”Lihatlah dengan cermat apa yang terjadi pada orang yang mereka video ini dengan kejadian yang ditunjukan,”kata Red menjelaskan. Izam kembali duduk dan mengambil ponsel Red untuk melihat dengan seksama, setelah melihat dengan seksama dan cermat barulah Izam sadar kalau penduduk negara J baik-baik saja. Izam menghela nafas dan berkata,”Syukurlah kalau mereka baik-baik saja. Tapi bagaimana dengan negara ini?.”


“Mungkin saja tempat ini tidak akan menerima dampaknya,”kata Samuel.”Kenapa kamu bisa yakin seperti itu,”kata Izam.”Dari pada kita khawatir selesaikan saja urusan yang disini baru kita mencari tempat untuk antisipasi. Bagaimana?,”usul Red.”Bagus juga,”kata mereka berdua.


Setelah melihat dan memperdebatkan apa yang terjadi mereka menyelesaikan urusannya di negara K. Berbagai pertemuan mereka lalu dengan waktu enam bulan untuk mendapatkan kekuasaan dan kepercayaan orang lain.


Karena dengan dokumen yeng diberikan oleh Bunga membuat dia mendapatkan informasi yang sangat langka dan bagus. Tanpa disadari oleh Izam dan kedua orangnya kalau mereka sedang di incar oleh makhluk jahat yang akan datang di negara K. Tapi Martin yang menyadarinya menghalau monster yang ingin datang ke negara K dengan membuat formasi tiang cahaya enam untuk melindung negara k dari bahaya yang tidak diketahui.


Setelah menyelesaikan membuat formasi tanpa menggunakan gambar yang membuat belahan jiwa Martin menguras setengah dari jiwa yang dia milik. Hingga monster suruhan Vazo datang dan ingin masuk kedalam negeri K tapi tidak bisa karena dihalau oleh formasi. Semua monster berusaha menghancurkan segel formasi tapi tidak bisa. Martin yang memilki kesempatan untuk istirahat sebentar melihat Izam bersama tiga rekannya.”Aku sudah membayar hutangku. Jaga Roki untukku,”ucap Martin darai jauh.


Saat Martin ingin menoleh ada seorang yang datang menusuk belahan dia yang membuat dia berdarah. Sekilas dia melihat ke orang yang menusuk dia.”Siapa kamu,”kata Martin yang mencoba berdiri sambil memegang perutnya yang tertusuk pisau.


“Kamu tidak perlu tahu jika kamu mati semuanya akan lebih mudah untuk mendapatkan kekuasaan yang kamu miliki,”kata Orang asing tersebut.”Apa itu yang ingin kamu miliki,”ucap Martin. Di sisa jiwa yang dia miliki dia membalas perbuatan orang tersebut dengan menghancurkan kepalanya dengan jurus yang sudah di siapkan.”Bagaimana kamu bisa,”ucap orang tersebut hingga dia tidak bernafas.”Kamu mencoba membunuhku jangan berharap,”kata Martin yang mencari informasi dari orang yang mencelakainya.


Martin tersenyum sampai dia menghilang dan menyatu dengan tubuh aslinya.”Ternyata begitu,”kata Martin yang sudah menyatu dengan belahannya yang sudah terluka. “Kurasa kamu sedang dalam keadaan tidak baik,”ucap Vazo.”Kenapa kamu takut tidak bisa membunuhku dengan tangan kamu,”kata Martin yang muntah darah setelah bersatu dengan belahannya.


Vazo yang memiliki kesempatan yang bagus tidak ingin kelewatan untuk membunuh Martin dengan tangannya sendiri. Vazo menyerang dengan diam-diam untuk membunuh dia dari belakang. Tapi rencana dia dihentikan oleh iblis yang bersama dengan dia yang menjaga tubuh bagian belakangnya.


“Jangan berharap kamu bisa membunuh tuanku,”kata iblis yang menyerang dengan cepat. Vazo yang melihat serangan iblis menghindar dari serangannya dan membalas dengan jurus bayangan hitam untuk mengelabuhi iblis.


“Kamu kira dengan jurus kamu bisa mengalahkanku. Jangan berharap,”kata Vazo.”Apa kamu yakin ,”ucap Martin dibelakang dia. Martin yang mencoba menggunakan serangan tidak terlihat dengan gerakan pedang yang akan ditujukan oleh Vazo.


Vazo tersenyum dan berkata dalam hati,”Akhirnya kamu masuk perangkat. Martin yang melihat senyum Vazo menyadari kalau dia sudah masuk dalam perangkap yang Vazo berikan kepadanya. Tapi Martin yang sudah menyiapkan rencana cadangan tahu kalau dia mungkin akan masuk dalam perangkap. Dengan dia masuk kedalam perangkap dia menyerap jiwa monster yang telah dibunuh oleh iblis yang dia datangkan.


“Tidak sia-sia aku masuk ke dalam jebakan Vazo. Aku bisa menggunakan kesempatan ini untuk memulihkan jiwaku yang sudah habis setengah,”kata Martin. Saat hendak mengumpulkan aura jiwa monster yang telah terbunuh. Martin mendapatkan telepati dari Morgan  yang berada di markas lama.


“Kamu bodoh, apa yang ingin kamu lakukan mengurungku di markas,”kata Morgan yang berteriak kesal.”Jawab aku Bos bodoh. Apa rencana kamu untuk menghilangkan gelombang jiwa tersebut. jangan sampai aku melihat mayat kamu jika kamu melakukannya,”kata Morgan.


Martin yang masih dalam proses pengumpulan jiwa hanya bisa mendengar ocehan Morgan yang tahu dia khawatir dengan dirinya.”Aku tahu kamu mendengarkanku. Apa yang ingin kamu lakukan beritahu aku, bodoh,”ucap Morgan.


“Kenapa kamu tidak berkata apa-apa,”ucap Morgan yang sudah mencapai batasnya. Morgan yang mencoba keluar dari formasi tapi dia tidak bisa hingga akhirnya dia menyerah dan melihat ke atas langit. Sampai dia kepikiran cermin dua dimensi yang selalu dia bawa.”Tunggu cermin dua dimensi,”ucap Morgan yang mengeluarkannya.


Morgan tersenyum dan berdiri dari tempat ia berbaring dan mengaktifkan cermin dua dimensi seperti sebelumnya. Tidak lama menuggu lama Cermin dua dimensi memperlihatkan kondisi Martin yang sedang dalam keadaan tidak baik. Dia dalam gelombang jiwa bersama dengan monster dan mayat hidup. Tapi setelah melihat dengan seksama dia mendapatkan kalau Martin sedang dalam sebuah formasi yang bukan Martin buat.”Apa dia dalam kondisi terjebak,”kata Morgan yang menganalisis sekitarnya.


“Itu mustahil kalau dia bisa terjebak oleh formasi tersebut dengan mudah,”kata Morgan. Sekilas Morgan yang mengamati situasi diluar juga melihat seorang yang diajak bicara oleh Martin.”Siapa dia kenapa aku merasa tidak asing dengan orang itu,”kata Morgan yang mengingat.


“Kamu sudah akan tewas masih bisa terdiam diri tempat itu. Apa kamu tidak ingin pergi dimana keluarga kamu berada,”ucap Vazo.”Apa yang kamu inginkan tidak akan bisa terjadi selama aku masih hidup,”kata Martin yang telah menyelesaikan menyerap aura monster yang ada disekitarnya.


Martin berdiri dari tempat ia berada dan melepaskan segel yang sudah membuat dia terjebak dengan mudah. Vazo yang terdiam hanya berkata,”Tidak aku sangka kamu akan melepaskannya dengan mudah.”


“Tapi apa itu saja yang aku persiapkan,”kata Vazo yang senyum licik.